SIAP : Aksi backdoor listing IndoWana Rp4,6 T

JAKARTA - PT Sekawan Intipratama Tbk ( SIAP ) telah menerbitkan saham baru atau rights issue sekira Rp4,672 triliun pada Juli 2014 lalu. Direktur Utama SIAP Onny Soendjaja mengungkapkan, dana tersebut digunakan untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited yang merupakan perusahaan batu bara. "Hasil dana rigth issue sebanyak Rp4,672 triliun untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited sebuah perusahaan batu bara," ucap Onny di Gedung BEI, Jakarta. Onny menambahkan, dalam melakukan rights issue jumlah sahamnya sebanyak 23,400 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar saham. Secara rasio 1:39 dengan satu saham lama akan mendapatkan tiga puluh sembilan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD).
Multi Quote Quote
siap-siap di gantung…. :gantung:
Multi Quote Quote
Multi Quote Quote
Setelah Rp 160 …………….. Rp 120 ………………….. GOCAP ………………….. :evil :evil :evil :^smile^ :^smile^ :^smile^ smile
Multi Quote Quote
perlu di cek apakah uangnya bener bener uang ataukah hanya sekedar numpang lewat seperti di kark. kalau sekedar catatan pembukuan mah gampang aja ngaturnya, oh retail selalu dikorbankan dan seperti biasa ojk dan bei bengong terbengong bengong
Multi Quote Quote
perlu di cek apakah uangnya bener bener uang ataukah hanya sekedar numpang lewat seperti di kark. kalau sekedar catatan pembukuan mah gampang aja ngaturnya, oh retail selalu dikorbankan dan seperti biasa ojk dan bei bengong terbengong bengong udah suspend aja saham beginian…bikin rugi retail aja… :kesel:
Multi Quote Quote
perlu di cek apakah uangnya bener bener uang ataukah hanya sekedar numpang lewat seperti di kark. kalau sekedar catatan pembukuan mah gampang aja ngaturnya, oh retail selalu dikorbankan dan seperti biasa ojk dan bei bengong terbengong bengong udah suspend aja saham beginian…bikin rugi retail aja… :kesel: BETUL boss ………….. gaya2 nya kaya KARK ………………… smile
Multi Quote Quote
Multi Quote Quote
SIap terbang atawa terjun. ?! :timbangan:
Multi Quote Quote
kenapa cp fg dan cs guyur terus menerus yahhhh atau tidak rela siap naik\r\n\r\nBisnis.com, JAKARTA — Aksi backdoor listing PT Indo Wana Bara Mining Coal melalui PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) dimaksudkan agar publik turut mengawasi dan mengontrol kegiatan perusahaan itu yang menggarap sumber daya alam, dalam hal ini batu bara.\r\n\r\nHal itu diungkapkan oleh Chairman Indo Wana Rennier A.R. Latief pada public expose insidentil, Kamis (3/7/2014). Rennier juga telah diangkat menjadi Komisaris Utama Sekawan Intipratama pada RUPS Luar Biasa pada 30 Juni 2014.\r\n\r\n“Dalam hal ini jelas bahwa untuk transparansi, perusahaan yang sifatnya resources based perlu kontrol yang cukup ketat, terutama dalam hal memanfaatkan alam, berkaitan dengan pengawasan lingkungan,” ujarnya dalam public expose insidentil di Gedung BEI, Kamis (3/7/2014).\r\n\r\nSeperti diketahui, sebelumnya Indo Wana juga berniat backdoor listing masuk bursa melalui PT Perdana Karya Perkasa Tbk. (PKPK), namun rencana itu tidak disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akhirnya, Indo Wana bergabung dengan Sekawan Intipratama.\r\n\r\n“Kenapa kesannya kok ngotot ? Perusahaan batu bara atau apapun yang resources based, harus wise melakukannya dan akan menjadi lebih baik kalau dikontrol banyak orang. Dengan menjadi perusahaan publik, kontrol ke publik akan lebih ketat,” ujarnya.\r\n\r\nDi sisi lain, Rennier mengatakan dengan menjadi perusahan publik, dalam pelaksanaannya perseroan juga harus mengikuti aturan demi aturan yang sangat ketat, terutama terkait penyajian informasi yang harus sangat lengkap.\r\n\r\n“Ini juga dikontrol dengan pihak-pihak ketiga yang tentunya punya otorisasi, yang semakin lama semakin ketat,” ujarnya.\r\n\r\nUntuk diketahui, RUPS Luar Biasa PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) yang diselenggarakan pada 30 Juni 2014 telah menyetujui transaksi dalam rangka penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas atau rights issue untuk mengakuisisi RITS Ventures Limited.\r\n\r\nSekawan Intipratama menerbitkan 23,4 miliar saham baru dengan harga Rp200 per saham, sehingga jumlah dana hasil rights issue yang akan diterima mencapai Rp4,68 triliun.\r\n\r\nPT Danareksa Sekuritas sudah menyatakan kesanggupannya selaku pembeli siaga (stand by buyer) untuk aksi korporasi ini sampai dengan 23,4 miliar saham.\r\n\r\nDari Rp4,68 triliun dana hasil rights issue itu, sebanyak Rp4,67 triliun atau 99,84% akan digunakan untuk melunasi akuisisi RITS Ventures Limited.\r\n\r\nSekawan Intipratama sebelumnya telah membayarkan uang muka dalam rangka pembelian saham RITS Ventures Limited sebesar Rp92,5 miliar, yang dananya berasal dari hasil divestasi anak usaha, yaitu PT Zensei Indonesia.\r\n\r\nUntuk diketahui, 100% saham RITS Ventures Limited dimiliki oleh Ridgetop Holding Ventures Limited, sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di British Virgin Island.\r\n\r\nRITS Ventures Limited memiliki 77,78% saham di Reach Point Offshore Ltd. Reach Point Offshore Ltd memiliki 100% saham di Golden View Offshore Inc.\r\n\r\nSelanjutnya, Golden View memiliki 95% saham di PT Wana Bara Prima Coal, dan PT Wana Bara memiliki 90% saham di PT Indo Wana Bara Mining Coal.\r\n\r\nPT Indo Wana punya IUP Operasi Produksi seluas 5.000 hektare (ha) di Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan direncanakan beroperasi komersial mulai Agustus 2014.\r\n\r\nPT Indo Wana memiliki cadangan batu bara yang dapat ditambang sebesar 288,15 juta ton berdasarkan evaluasi laporan cadangan batu bara yang dilakukan oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) tertanggal 25 September 2013.\r\n\r\nBack Door Listing (BDL) adalah akuisisi perusahaan non Tbk terhadap perusahaan Tbk.\r\n\r\nPerusahaan yang melakukan BDL bertujuan melakukan penghematan baik aspek biaya dan aspek waktu untuk menjadi Perusahaan Tercatat (Listed Company).
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...