[Apa2an nih] Warning: Stocks Will Collapse by 50% in 2014

berarti CPRO waktunya ke goban makin jelas dach……. smile smile smile :rofl: Gue masih punya CPRO banyak nih.
Multi Quote Quote
Ini sih prediksi untung-untungan…. Ntar kalo benar tinggal bilang "i told you" smile) Teoritis ya wajar saja bursa saham ada turunnya, masa naik terus…. Mungkin semester ke-2 tahun ini / antisipasi trend kenaikan suku bunga USA
Multi Quote Quote
artinya apaan sich bung Ambasador?
Multi Quote Quote
Selasa, 20 Mei 2014 12:17 WIB ARB Minta Jatah 11 Menteri kepada Jokowi sebelum Berlabuh ke Prabowo Helena Tan Abu Rizal Bakrie, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo) Abu Rizal Bakrie, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo) "Yang jelas, ketika ARB minta 11 menteri lalu turun ke 8 menteri, Mbak Mega dan JKW menolak. No transaksional. Maka ARB ke PS minta 10 menteri. PS setuju," kata pendiri Sugeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit. JAKARTA, Jaringnews.com - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) disebut sempat meminta jatah 11 menteri kepada Jokowi sebagai imbalan apabila mendukung capres PDI Perjuangan itu. Tawaran itu kemudian diturunkan menjadi delapan kursi, yang kembali mendapat penolakan dari Ketua Umum PDIP, Megawati dan Jokowi sendiri. Akhirnya ARB merapat ke Prabowo Subianto, capres dari Partai Gerindra, yang menawarinya posisi menteri utama. Informasi ini diperoleh Jaringnews dari Sukardi Rinakit, pengamat politik yang dekat dengan kubu PDIP, melalui percakapan pesan singkat ponsel hari ini (20/5). "Yang jelas, ketika ARB minta 11 menteri lalu turun ke 8 menteri, Mbak Mega dan JKW menolak. No transaksional. Maka ARB ke PS minta 10 menteri. PS setuju," kata pendiri Sugeng Sarjadi Syndicate itu ketika dimintai pendapatnya mengapa ARB berbelok dari PDIP pada saat-saat terakhir. ARB sudah bertemu dengan Megawati dan Jokowi berkali-kali. Setelah mengumumkan kerjasama dengan PDIP di Pasar Gembrong, Jakarta, ARB masih bertemu dengan Megawati pada Minggu malam (19/5) sebelum keesokan harinya pasangan Jokowi-JK diumumkan. Pagi hari, beberapa jam sebelum deklarasi, ARB juga diberitakan berusaha menemui Mega dan Jokowi. Sementara itu Prabowo Subianto terang-terangan mengakui bahwa dirinya menawarkan posisi menteri utama senior kepada ARB. Berbicara kepada wartawan saat berkunjung ke rumah Ketum Partai Golkar itu kemarin (19/5), Prabowo mengatakan posisi menteri utama akan memiliki wewnang bertindak secara operasional untuk mengelola rencana besar mempercepat pembangunan. Menurut Sukardi Rinakit, langkah ARB ini tidak mendapat dukungan bulat dari elit Partai Golkar. Diantara yang tidak setuju adalah Akbar Tanjung, Luhut Panjaitan dan Fadel Muhammad. Ketidaksetujuan serupa juga ditunjukkan oleh kader muda Partai Golkar, seperti Poempida Hidajatullah dan Indra J. Piliang. Yang disebut terakhir ini, yang sampai saat ini menjadi Kabalitbang Partai Golkar, telah mengumumkan dirinya bergabung dengan Jokowi-JK. "Saya tidak suka dengan berita soal bagi-bagi kursi menteri. Itu tidak ada dalam Rapimnas. Ini penting," kicau Indra lewat akun twitternya, yang dia cc-kan juga ke akun twitter Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. (Hal / Ben) BEI AKAN KOLAPS …………. BILA WOWO + ARB YANG MENANG ……………. smile
Multi Quote Quote
berarti CPRO waktunya ke goban makin jelas dach……. smile smile smile :rofl: Gue masih punya CPRO banyak nih. di warisken aza ke anak + cucu +cicit siapa tahu thn 2090 jadi pek ban smile smile) smile)
Multi Quote Quote
prabowo bakal kasih pemanis semua untuk yg mendukung beliau…bgitu terpilih tendang satu persatu… mending jokowi..tidak menjanjikan apa2 di depan berarti yg ikutpun benear2 tulus untuk membangun negara ini…
Multi Quote Quote
Wall Street: 98% Risk of Crash This Year\r\n\r\nEarlier this year, a select group of Wall Street Insiders were surveyed, and the results were ominous. These financial experts and fund managers predicted a 98% chance a stock market crash will happen in the next six months.\r\n\r\nGary Shilling, one of Wall Street’s top economists, says the S&P Index could drop as low as 800, a 42% decline.\r\n\r\nJeffrey Gundlach, one of the world’s biggest bond fund managers and CEO of DoubleLine Capital, says the real damage is yet to come and an “ominous third phase” will “far exceed the damage of 2008.”\r\n\r\nAnd Euro Pacific Capital CEO Peter Schiff, author of “The Real Crash: American’s Coming Bankruptcy,” warns, “I am 100% confident the crisis that we’re going to have will be much worse than the one we had in 2008.”\r\n\r\nEven billion-dollar investor Warren Buffett is rumored to be preparing for a crash as well. The “Warren Buffett Indicator,” also known as the “Total Market Cap to GDP Ratio,” is breaching sell-alert status and a collapse may happen at any moment.\r\n\r\nSo with an inevitable crash looming, what are Main Street investors to do?\r\n\r\nOne option is to sell all your stocks and stuff your money under the mattress. Another option is to risk everything and ride out the storm.\r\n\r\nBut according to Sean Hyman, founder of Absolute Profits, there is a third option.\r\n\r\n“There are specific sectors of the market that are all but guaranteed to perform well during the next few months,” Hyman explains. “Getting out of stocks now could be costly.”\r\n\r\nHow can Hyman be so sure?\r\n\r\nHe has access to a secret Wall Street calendar that has beat the overall market by 250% since 1968. This calendar simply lists 19 investments (based on sectors of the market) and 38 dates to buy and sell them — and by doing so, one could turn $1,000 into as much as $300,000 in a 10-year time frame. \r\n\r\nEditor''s Note: Sean Hyman Reveals His Secret Wall Street Calendar in This Controversial Video, Click Here\r\n\r\n“But this calendar is just one part of my investment system,” Hyman adds. “I also have a Crash Alert System that is designed to warn investors before a major correction as well.”\r\n\r\n(The Crash Alert System was actually programmed by one of the individuals who coded nuclear missile flight patterns during the Cold War, so that it could be as close to 100% accurate as possible.)\r\n\r\nHyman explains that if the market starts to plunge, the Crash Alert System will signal a sell alert warning investors to go to cash.\r\n\r\n“You would have been able to completely avoid the 2000 and 2008 collapses if you were using this system based on our back-testing,” Hyman explains. “Imagine how much more money you would have if you had avoided those horrific sell-offs.”\r\n\r\nOne might think Hyman is being too confident, but he has proven himself correct in front of millions of people time and time again.\r\n\r\nIn a 2012 interview on Bloomberg Television, he correctly predicted that Best Buy would drop down to $11 a share and then it would rally back up to $40 a share over the next few months. The stock did exactly what he predicted.\r\n\r\nThen, during a Fox Business interview with Gerri Willis in early 2013, Hyman forecast that the market would rally to new highs of 15,000 despite the massive sell-off that was haunting investors. The stock market almost immediately rebounded and hit his targets.\r\n\r\n“A lot of people think I am lucky,” Hyman said. “But it has nothing to do with luck. It has everything to do with certain tools I use. Tools like the secret Wall Street calendar and my Crash Alert System.”\r\n\r\nWith more financial uncertainty than ever, thousands of people are flocking to Hyman for his guidance. He has over 114,000 subscribers to his monthly newsletter, and his investment videos have been seen millions of times.\r\n\r\nIn a recent video, Hyman not only reveals the secret Wall Street calendar, he also shows how his Crash Alert System works, so that anybody can follow in his footsteps
Multi Quote Quote
Paling mini-crash kali… DJIA smoothly break new high terus menerus…. semalam level 16850 Asumsi tsb tertinggi… crash s/d 50% berarti bisa ke level 8425? Dari kalkulasi probabilitas, hampir tidak mungkin kembali ke level 8000-an… Teori statistik mengatakan andai crash , retracementnya sekitar max 35% saja ( DJIA level 10-11K) Mengapa? Ini alasannya: 1. INFLASI mata uang USD ! Coba pikir… semalam ECB (european central bank) memutuskan bunga negatif -0.1% ! Hal ini pasti mendorong banyak milyarder untuk lebih agresif menempatkan dananya di aset2 berisiko termasuk saham. Sedangkan USD sendiri masih saja ditahan di level bunga rendah…. 2. Survival of the fittest. Karena DJIA adalah barometer pasar saham dunia dan hanya (sengaja) terdiri dari 30 saham pilihan yg dapat di-update sewaktu2…. tentu banyak kepentingan political ekonomi yg bermain. Ingat saja sewaktu market crash th 2008. Saham2 busuk DJIA dibuang… diganti dg yg lebih defensive. Hal tsb membuat DJIA tidak bisa merosot -50% dari level highnya pada tahun2 tsb (levelnya sy tidak ingat persis, tapi silakan cek aja sendiri…smile Hal yg sama pasti akan dilakukan kembali apabila terjadi crash… 3. Sifat manusia (kapitalis) yg tidak pernah berubah: TAMAK vs takut KEMAKMURAN vs kemiskinan. Semua orang ingin nilai assetnya meningkat terus (secara angka2) dari tahun demi tahun…. (inflasi). Jadi andai ada penurunan yg mengkhawatirkan (seperti crash pasar saham , dalam kasus ini) gerombolan kapitalis pasti selalu berupaya mencari cara untuk tidak lebih miskin… malah justru itu kesempatan untuk bertambah kaya! Mau bukti…? Coba tanya pada diri sendiri masing2 lah… (Pasti semua kepinginnya andai crash… mau dapat borong barang / saham murah yg berfundamental baik). Itulah mengapa saham2 sekelas unvr hmsp PE-ratio nya susah untuk bisa kembali ke level belasan x aja… boro-boro bisa ke level 1 digit PE-ratio nya! Selamat mengenang masa lalu dan bermimpi indah untuk masa depan smile)
Multi Quote Quote
paling tidak crashnya dimimpi kan lebih seru………………… smile smile smile
Multi Quote Quote
crash??? mimpi….. tuw si jojon new high teyussss smile smile smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...