[Apa2an nih] Warning: Stocks Will Collapse by 50% in 2014

Korea Bersitegang, Iran Salahkan Amerika Serikat Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Teheran, - Ketegangan di semenanjung Korea kian meningkat. Pejabat militer Iran menyalahkan Amerika Serikat atas situasi tersebut. Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen. Masoud Jazayeri, Amerika Serikat dipersalahkan atas meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea. "Kekuatan hegemoni dan intimidasi memicu ketegangan dan krisis-krisis regional dan global, dan dalam kasus ketegangan Korea, yang salah adalah Amerika Serikat," cetus petinggi militer Iran itu seperti dilansir media Iran, Press TV, Rabu (10/4/2013). Jenderal Iran itu mengatakan, Korut punya hak yang tak bisa dibantah untuk mengembangkan kemampuan pertahanannya. Sebabnya, negeri komunis itu terus-menerus di bawah ancaman dan paksaan AS dan sekutu-sekutunya. Menurut Jazayeri, keberadaan AS di wilayah tersebut merupakan akar ketegangan antara Korut dan Korea Selatan (Korsel). Bahkan dikatakannya, AS bermaksud memanfaatkan situasi yang diciptakannya di wilayah tersebut dan menambah jumlah pasukan yang telah ditempatkannya di Korsel dan Jepang. Pejabat militer Iran itu pun mengingatkan Jepang dan Korsel akan instabilitas di wilayah tersebut akibat ketegangan ini. Pemerintah Tokyo dan Seoul pun didesaknya untuk mempertimbangkan kembali kebijakan mereka yang didikte AS. Retorika perang Korut kian gencar setelah AS mengerahkan pesawat pengebom berkemampuan nuklir, B-52 dan B-2 dalam latihan militer gabungan dengan Korsel. Korut yang marah atas tindakan AS itu, mengancam akan melancarkan serangan nuklir terhadap AS dan sekutu-sekutunya. Korut pun telah memindahkan rudal jarak menengah ke wilayah pantai timurnya, setelah sebelumnya Korut memindahkan rudal Musudan ke pantai yang sama. Rudal yang bisa memiliki jarak jangkauan sekitar 3 ribu kilometer itu, secara teori mampu menjangkau target di Jepang dan Korsel, bahkan pangkalan militer AS di Pulau Guam, Pasifik.
Multi Quote Quote
Seorang pejabat militer Korsel mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/4/2013), militer Korsel menaikkan status kewaspadaan militernya atau disebut "Watchcon" dari 3 menjadi 2, yang mencerminkan indikasi adanya "ancaman vital". Status Watchcon 4 diberlakukan saat masa damai, sementara Watchon 3 menunjukkan indikasi ancaman penting. Adapun Watchcon 1 diberlakukan saat masa perang. ………so….sebuah kesalahan kecil di perbatasan bisa-bisa menjadi pemicu Perang Korea…. :-O :-O :-O :-O :-O :hypnotized: :hypnotized: :hypnotized: :hypnotized: :hypnotized:
Multi Quote Quote
KONFLIK DI SEMENANJUNG KOREA Korsel bilang Korut sudah mempersiapkan rudal Oleh Asnil Bambani Amri - Rabu, 10 April 2013 | 14:07 WIB | Sumber NHK SEOUL. Pejabat Korea Selatan menyatakan, Korea Utara sedang mempersiapkan untuk menembakkan beberapa rudal. Bahkan, pasukan militer Korea Utara disebutkan telah berpindah ke lepas pantai yang mengarah Laut Jepang yang tampaknya menjadi pusat penembakan rudal. Sumber diplomatik Pemerintah Korea Selatan hari ini (10/4) menyebutkan, saat ini ada tanda-tanda Pyongyang mempersiapkan peluncuran rudal Scud dan rudal Rodong menuju Laut Jepang. Namun tak disebutkan informasi tujuan lokasi tembak rudal Korut itu. Rudal Scud memiliki kisaran tembak sampai beberapa ratus kilometer. Sedangkan rudal Rodong mampu menjangkau sekitar 1.300 kilometer. Para pejabat di Korea Selatan kementerian pertahanan mengatakan, rudal Musudan bisa saja diluncurkan akhir Rabu. Mereka juga memperingatkan, ada kemungkinan pula Korea Utara menembakkan rudal bersamaan atau satu demi satu. Saat ini, Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menaikkan status tingkat siaga, tingkat kesiagaan yang sama saat Korut melakukan uji coba nuklir.
Multi Quote Quote
PERANG NUKLIR PBB: Krisis Semenanjung Korea bisa tak terkendali Oleh Dyah Megasari - Rabu, 10 April 2013 | 08:23 WIB | Sumber BBC ROMA. Sekjen PBB, Ban Ki-moon memperingatkan krisis yang terjadi di semenanjung Korea bisa menjadi tidak terkendali. Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) masih saja saling adu urat. Dia kembali mendesak Korea Utara untuk menurunkan retorika provokatif dan tetap membuka kompleks industri Kaesong yang dikelola bersama antara Korut dan Korsel. "Jika sebuah insiden kecil terjadi karena salah perhitungan dan penilaian, maka itu akan menciptakan situasi yang tidak terkendali," ujar Ban saat berbicara kepada wartawan di Roma, Italia. Ban juga mengatakan Kaesong yang menjadi contoh sukses kerja sama antara Utara dan Selatan harus tetap dibuka. "Tempat ini seharusnya tidak boleh terpengaruh oleh berbagai keputusan politik. Ini merupakan tempat yang murni ekonomi." Pada hari Selasa karyawan asal Korea Utara tidak datang bekerja ke Kaseong dan membuat sejumlah proyek kerja sama antara Utara dan Selatan berhenti. Peringatkan warga asing Pada Selasa (9/4) Korut juga kembali memperingatkan warga asing di Korsel untuk meninggalkan negara itu. Komite Perdamaian Asia Pasifik di Pyongnyang mengatakan situasi di semenanjung Korea sedang menuju perang nuklir. "Jika perang terjadi kami tidak ingin warga asing yang tinggal di Korsel terluka," bunyi pernyataan mereka. Mereka juga mendesak semua lembaga, perusahaan dan turis asing melakukan langkah evakuasi. Peringatan serupa pernah disampaikan pada hari Jumat pekan lalu. Saat itu Pyongyang mengatakan mereka tidak lagi bisa menjamin keselamatan staf kedutaan asing di negara itu saat perang terjadi. Hari ini adalah batas tenggat waktu yang diberikan Korea Utara bagi perwakilan asing menarik staf dan warga negara mereka dari dua Korea.
Multi Quote Quote
Xinxin besok jgn posting2 korea dulu ya…… skenario bozz udah jelas, besok SBI tetap, BEI naik, kamis malem baru rudal meluncur, jumat BEI koreksi dalam smile
Multi Quote Quote
OK…. bro…. yang gue posting adalah kenyataan terbaru saat ini dan bukan rekayasa loh….. :x :x :x agar teman2 KSC tetap waspada…. dan tidak menjadi korban, bila terjadi hal yang terburuk
Multi Quote Quote
Ingatkan Soal Perang Nuklir, Korut Serukan Warga Asing di Korsel Pergi Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Pyongyang, - Situasi di semenanjung Korea kian genting. Pemerintah Korea Utara (Korut) bahkan menyerukan para warga asing yang tinggal di Korea Selatan (Korsel) untuk pergi dari sana. Korut mengingatkan adanya risiko perang nuklir di semenanjung Korea. Peringatan ini disampaikan menyusul peringatan evakuasi serupa yang disampaikan Korut kepada kedutaan-kedutaan asing di Pyongyang. Ditegaskan Korut bahwa pihaknya tak bisa menjamin keselamatan para personel kedutaan asing jika perang benar-benar terjadi. "Situasi di semenanjung Korea tengah menuju ke perang termo-nuklir," demikian pernyataan pemerintah Korut yang disampaikan kantor berita resmi Korut, North Korea (Korean Central News Agency) atau KCNA. "Jika terjadi perang, kami tak ingin para warga asing yang tinggal di Korsel terluka," demikian disampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2013). Korut pun menyerukan semua organisasi asing, perusahaan dan turis untuk mengambil langkah-langkah evakuasi. Beberapa hari lalu, militer Korut menyatakan bahwa pihaknya telah mendapat persetujuan final dari pemimpin Korut untuk melancarkan serangan nuklir ke Amerika Serikat dan Korsel. Ancaman ini disampaikan Korut sebagai respons atas sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan PBB atas uji coba nuklir yang dilakukannya pada Februari lalu. msh suruh pergi warga asing… setidaknya nunjukkan kalau korut msh punya akal sehat… dia jg tau kalau makin banyak lg yg musuhin dia ga mungkin menang lah kalau ampe ga sengaja membunuh pihak lain dll…
Multi Quote Quote
ramalannya meleset lagi…. :p musti berguru dulu sama eyang cukur :rofl:
Multi Quote Quote
biasa, kalau salah menghilang smile)
Multi Quote Quote
Yang ada perang yin-yang antara Om Xinxin ama Tante Xinixin kale? smile :siul:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...