[Apa2an nih] Warning: Stocks Will Collapse by 50% in 2014

yang neror bukan gue tapi…. Korut si-Jong Un…. mau serang pake nuklir ke USA, Jepun and Korsel…. :hypnotized: :hypnotized: :-O :-O :-O Menurut brita hari ini, berbagai pejabat diplomatik asing mulai bersiap-siap untuk meninggalkan Pyongyang, termasuk staff di Kedubes Indonesia….. :-O :-O
Multi Quote Quote
kalo nuklirnya mledug suaranya sampe ke sini ga yah? mo perang, perang deh, asal jangan berisik sampe sini smile
Multi Quote Quote
1 nuklir dengan kekuatan 10 s/d 20 TNT, akan menimbulkan besaran Gempa antara 6 s/d 8 scala richter…. dengan tingkat kehancuran yang sangat mengerikan….. Korut sudah memiliki sedikitnya 100 rudal nuklir…. :-O :-O :-O :hypnotized: :hypnotized: :hypnotized: :hypnotized:
Multi Quote Quote
besok mudah2an open gap down, diskon gede, sikon sudah mendukung [-o<
Multi Quote Quote
Rabu, 10/04/2013 14:34 WIB Korut Diduga Bakal Luncurkan Rudal, Korsel Tingkatkan Kewaspadaan Rita Uli Hutapea - detikNews Foto: AFP Seoul, - Korea Utara (Korut) diduga akan kembali meluncurkan rudalnya. Korea Selatan (Korsel) pun meningkatkan kewaspadaan militernya menjelang peluncuran rudal tersebut. Seorang pejabat militer Korsel mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/4/2013), militer Korsel menaikkan status kewaspadaan militernya atau disebut "Watchcon" dari 3 menjadi 2, yang mencerminkan indikasi adanya "ancaman vital". Status Watchcon 4 diberlakukan saat masa damai, sementara Watchon 3 menunjukkan indikasi ancaman penting. Adapun Watchcon 1 diberlakukan saat masa perang. Pekan lalu, pemerintah Korut menyampaikan pada para diplomat asing di Pyongyang bahwa mereka punya waktu hingga 10 April untuk melakukan evakuasi. Seruan Korut ini menimbulkan spekulasi bahwa peluncuran rudal dijadwalkan antara hari Rabu ini dan 15 April mendatang, saat peringatan ulang tahun mendiang pendiri bangsa Korut, Kim Il-Sung. Menurut pihak intelijen Korsel, Korut telah menyiapkan dua rudal jarak menengah untuk segera diluncurkan dari pantai timurnya. Menteri Luar Negeri Korsel Yun Byung-Se mengatakan pada parlemen, peluncuran rudal itu bisa terjadi "kapanpun sejak sekarang" dan mengingatkan Pyongyang bahwa tindakannya itu bisa memicu sanksi-sanksi baru PBB. Sebelumnya, pemerintah Korut juga telah mengingatkan semua warga asing yang berada di Korsel untuk pergi dari sana. Peringatan ini disampaikan terkait ancaman serangan nuklir yang dilontarkan Korut beberapa hari lalu. Sebagai pertanda meningkatnya ketegangan, perbatasan kunci antara Korut dan China bahkan telah ditutup. Para turis dilarang melewati perbatasan tersebut.
Multi Quote Quote
Putin: Perang Korea Akan Lebih Parah daripada Bencana Nuklir Chernobyl Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Moskow, - Ketegangan di semenanjung Korea menimbulkan keprihatinan semua pihak. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan, perang di Korea akan lebih parah daripada bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 silam. "Saya tak ingin merahasiakan ini, kami memang khawatir akan eskalasi di semenanjung Korea, karena kami bertetangga," kata Putin saat konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel saat kunjungan ke acara pameran industri di Jerman. Dicetuskan Putin, jika perang di Korea benar-benar terjadi, maka bencana nuklir Chernobyl yang sangat diketahui banyak orang itu, akan tampak seperti dongeng anak-anak semata. "Apakah ada ancaman atau tidak? Saya pikir ada… Saya ingin menyerukan semua orang untuk tenang… dan mulai menyelesaikan masalah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun tersebut di meja perundingan," tegas Putin seperti dilansir Sky News, Senin (8/4/2013). Putin juga menyambut keputusan Amerika Serikat untuk menunda uji coba rudal balistik internasional. Penundaan ini dilakukan untuk menghindari meningkatnya ketegangan dengan Korut. "Saya pikir Amerika Serikat mengambil langkah yang sangat penting dengan menunda uji coba rudal balistik," ujar Putin kepada para wartawan. "Kita harus berterima kasih pada AS atas langkah yang penting ini," tandasnya. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan bahwa Korut kemungkinan akan melakukan uji coba rudal jarak menengah pada Rabu, 10 April mendatang. Tanggal ini merupakan tenggat waktu yang diberikan pemerintah Korut bagi para diplomat asing untuk pergi dari negeri itu. Disebutkan bahwa pemerintah Korut tidak lagi menjamin keselamatan para diplomat asing.
Multi Quote Quote
Rabu, 10/04/2013 12:57 WIB Korut Tutup Perbatasan dengan China, Turis Dilarang Masuk Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Beijing, - Ketegangan di semenanjung Korea terus meningkat. Otoritas Korea Utara (Korut) bahkan telah menutup perbatasannya dengan China dan menolak kedatangan para turis ke negeri itu. "Biro-biro perjalanan tidak diizinkan membawa kelompok-kelompok turis pergi ke sana, mengingat pemerintah Korut kini meminta warga asing untuk pergi," kata seorang pejabat China di Kantor Perbatasan Dandong seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/4/2013). Namun orang-orang yang memiliki keperluan bisnis, bisa tetap melewati Dandong, perlintasan perbatasan terbesar antara Korut dan China tersebut. "Sejauh yang saya tahu, masyarakat bisnis bisa masuk dan keluar Korut dengan bebas," imbuh pejabat China yang enggan disebutkan namanya itu. China merupakan satu-satunya sekutu besar Korut dan pemasok mayoritas bantuan dan perdagangan bagi Korut. Kebanyakan warga China yang melakukan urusan bisnis di Korut biasanya akan melewati Dandong. Kebanyakan orang yang melintasi perbatasan Dandong adalah para pengusaha China atau warga Korut yang bekerja atau memiliki bisnis di China. Sementara sebagian besar warga negara China yang tinggal di Dandong merupakan etnis Korea. (ita/nrl)
Multi Quote Quote
Ingatkan Soal Perang Nuklir, Korut Serukan Warga Asing di Korsel Pergi Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Pyongyang, - Situasi di semenanjung Korea kian genting. Pemerintah Korea Utara (Korut) bahkan menyerukan para warga asing yang tinggal di Korea Selatan (Korsel) untuk pergi dari sana. Korut mengingatkan adanya risiko perang nuklir di semenanjung Korea. Peringatan ini disampaikan menyusul peringatan evakuasi serupa yang disampaikan Korut kepada kedutaan-kedutaan asing di Pyongyang. Ditegaskan Korut bahwa pihaknya tak bisa menjamin keselamatan para personel kedutaan asing jika perang benar-benar terjadi. "Situasi di semenanjung Korea tengah menuju ke perang termo-nuklir," demikian pernyataan pemerintah Korut yang disampaikan kantor berita resmi Korut, North Korea (Korean Central News Agency) atau KCNA. "Jika terjadi perang, kami tak ingin para warga asing yang tinggal di Korsel terluka," demikian disampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2013). Korut pun menyerukan semua organisasi asing, perusahaan dan turis untuk mengambil langkah-langkah evakuasi. Beberapa hari lalu, militer Korut menyatakan bahwa pihaknya telah mendapat persetujuan final dari pemimpin Korut untuk melancarkan serangan nuklir ke Amerika Serikat dan Korsel. Ancaman ini disampaikan Korut sebagai respons atas sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan PBB atas uji coba nuklir yang dilakukannya pada Februari lalu.
Multi Quote Quote
Lindungi Warga Tokyo dari Serangan Korut, Jepang Kerahkan Rudal Patriot Rita Uli Hutapea - detikNews rudal Korut disiapkan (Sky News) Tokyo, - Ketegangan di semenanjung Korea terus meningkat. Jepang pun telah mengerahkan rudal-rudal Patriot di ibukota Tokyo. Langkah ini sebagai persiapan untuk melindungi sekitar 30 juta warga yang tinggal di Tokyo dari serangan Korea Utara (Korut). Dua peluncur rudal darat-ke-udara Patriot Advanced Capability-3 telah ditempatkan di gedung Kementerian Pertahanan di Tokyo sebelum subuh tadi waktu setempat. Bahkan dilaporkan, rudal-rudal Patriot lainnya juga akan dikerahkan ke dua lokasi lainnya di wilayah Tokyo. "Pemerintah tengah mengambil langkah-langkah terbaik untuk melindungi jiwa rakyat kita dan memastikan keselamatan mereka," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2013). "Seiring Korut terus membuat pernyataan-pernyataan provokatif, Jepang yang bekerja sama dengan negara-negara terkait, akan melakukan apapun yang harus kita lakukan," tandas pemimpin negeri Sakura itu. "Untuk saat ini, hal paling penting adalah mengimplementasi sanksi-sanksi sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB," tegas Abe. Pemerintah Korut telah mengancam akan melancarkan serangan nuklir preemtif terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Ancaman ini menimbulkan ketakutan warga Jepang. "Jika mereka menembakkan sebuah rudal, pastinya akan terjadi sejumlah kerusakan. Saya cukup takut," cetus seorang warga Tokyo, Yoshiharu Urata.
Multi Quote Quote
Krisis Korut bisa tidak terkendali Sekjen PBB, Ban Ki moon mendesak Korea Utara untuk menghentikan seruan provokatifnya. Sekjen PBB, Ban Ki-moon memperingatkan krisis yang terjadi di semenanjung Korea bisa menjadi ‘'tidak terkendali.’' Dia kembali mendesak Korea Utara untuk menurunkan ‘'retorika provokatif’'-nya dan tetap membuka kompleks industri Kaesong yang dikelola bersama antara Korut dan Korsel. Berita terkait Korea Utara hentikan aktivitas sentra industri Kaesong Hague: Hadapi krisis Korut dengan tenang Korea Selatan: Korea Utara persiapkan uji coba nuklir "Jika sebuah insiden kecil terjadi karena salah perhitungan dan penilaian, maka itu akan menciptakan situasi yang tidak terkendali," kata Ban saat berbicara kepada wartawan di Roma, Italia. Ban juga mengatakan Kaesong yang menjadi contoh sukses kerjasama antara Utara dan Selatan harus tetap dibuka. "Tempat ini seharusnya tidak boleh terpengaruh oleh berbagai keputusan politik. Ini merupakan tempat yang murni ekonomi." Pada hari Selasa karyawan asal Korea Utara tidak datang bekerja ke Kaseong dan membuat sejumlah proyek kerjasama antara Utara dan Selatan berhenti. Peringatkan warga asing Pada hasi Selasa (9/4) Korut juga kembali memperingatkan warga asing di Korsel untuk meninggalkan negara itu. Komite Perdamaian Asia Pasifik di Pyongnyang mengatakan situasi di semenanjung Korea sedang menuju perang nuklir. "Jika perang terjadi kami tidak ingin warga asing yang tinggal di Korsel terluka," bunyi pernyataan mereka. Mereka juga mendesak semua lembaga, perusahaan dan turis asing melakukan langkah evakuasi. Peringatan serupa pernah disampaikan pada hari Jumat pekan lalu. Saat itu Pyongyang mengatakan mereka tidak lagi bisa menjamin keselamatan staf kedutaan asing di negara itu saat perang terjadi. Hari ini adalah batas tenggat waktu yang diberikan Korea Utara bagi perwakilan asing menarik staf dan warga negara mereka dari dua Korea.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...