Properti: Smart-Money Locked their Profit !

Mantap nih Deron Capital… funds-nya sudah growth berapa persen ytd? minimal 68% ya :applause:. Ya kan ngga semuanya ditaro di properti.. yang nyungsep di cpo dan batubara dikit2 juga ada
Multi Quote Quote
judulnya nunggu diskon, sahamnya BSDE break new high :#-o
Multi Quote Quote
Menarik penjelasannya tentang property di sini, terima kasih semuanya
Multi Quote Quote
BSDE naik > 10%, cocok nih jd inverse indicator smile :peace:
Multi Quote Quote
Porperti akan booming inevitable. 1. BBM Naik memicu Inflasi dan kenaikan harga2 semen, besi, kayu, dan Tukang 2. Para kaum menengah akan melarikan uangnya ke sektor properti sebagai investasi akibat poin 1 3. Harga Rumah melejit akibat poin 1 dan 2 Developer yang punya konsep seperti BSDE akan melejit apalagi landbank-nya sangat luas. Bayangkan di BSDE, rumah bekas type 36, tanah 72 dihargai 600 juta. Mari borong properti, apalagi BSDE triwulan pertama sudah profit Trilyunan. TMHK !!! -disclaimer-
Multi Quote Quote
Promo diskon (menuju -25% rata2) telah dimulai…. :hug:
Multi Quote Quote
ADRO uddah 45 % dari avrg harga :smile)
Multi Quote Quote
BI Rate Naik, Bos BCA Sebut Bunga KPR Bakal Naik 1% Untuk kredit sektor properti atau kredit kepemilikan rumah (KPR), Jahja mengatakan sudah pasti akan ada kenaikan bunga KPR. Di samping akibat naiknya BI Rate, kenaikan bunga KPR juga akan terjadi karena harga rumah sudah naik terlalu tinggi. "Terus terang ini (bunga KPR) perlu ada penyesuaian. Saya kita nggak bisa kita obral KPR murah terus. Artinya tidak sejalan dengan mekanisme pasar, mungkin ke depan harus sedikit menyesuaikan. Paling 1%," ungkap Jahja. http://finance.detik.com/read/2013/06/13/165511/2272745/5/bi-rate-naik-bos-bca-sebut-bunga-kpr-bakal-naik-1?f9911023
Multi Quote Quote
ADRO uddah 45 % dari avrg harga :smile) -25% rata2 untuk sektor properti-related bung…
Multi Quote Quote
Bubble dari KPR Lebih Mengkhawatirkan Ketimbang Tunai\r\n\r\nJakarta – Potensi penggelembungan (bubble) aset properti yang berasal dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dinilai lebih mengkhawatirkan, daripada yang berasal dari sistem pembelian secara tunai.\r\n\r\nPertumbuhan properti belakangan ini memang sangat tinggi. Namun, pertumbuhannya yang berasal dari KPR dan KPA akan lebih mengkhawatirkan jika kondisi ekonomi ‘rontok’.\r\n\r\nSebenarnya kalau memang pembeli properti sanggup membayar tunai dengan harga tinggi, itu tidak masalah, karena memang mereka punya uangnya. Tapi yang kita takutkan itu potensi bubble dari kredit, karena pembeli hanya membayar uang muka (down payment/DP) dan uang cicilan.\r\n\r\nKetika para pembeli properti berbondong-bondong membeli rumah maupun apartemen untuk investasi dengan sistem KPR/KPA, hal itu lebih membahayakan. Pasalnya, ketika terjadi kredit macet, diharapkan bank akan menyita rumah/apartemen tersebut sehingga akan terjadi moral hazard.\r\n\r\nDi sisi lain, pengembang (developer) juga meminjam kredit dari bank untuk pembangunan proyeknya. Ketika ekonomi anjlok, para developer dikhawatirkan bisa saja tidak dapat mengembalikan pinjamannya. Akibatnya, tingkat risiko bank akan semakin meningkat dan membahayakan bagi stabilitas sistem keuangan.\r\n\r\n***
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...