KRAS 2013 ( THE JOURNEY TO THE NORTH BEGIN )

JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) Mahendra Siregar optimistis pada tahun 2014 akan banyak investor yang melirik Indonesia.\r\n\r\nSelain karena berbagai perbaikan dan insentif yang akan diberikan pemerintah, mereka umumnya datang karena untuk memasok kebutuhan industri yang sebelumnya sudah investasi di Indonesia.\r\n\r\nMahendra mencontohkan masuknya perusahaan raksasa asal Korea Selatan Poco ke Indonesia, dan membentuk perusahaan patungan PT Krakatau Posco dengan PT Krakatau Steel bakal diikuti oleh perusahaan lainnya.\r\n\r\n“Tak kurang dari 20 perusahaan industri terkait krakatu Poco akan masuk tahun 2014,” ujar Mahendra, Rabu (25/12).\r\n\r\nSayang, Mahendra tidak menjelaskan berapa nilai investasi dari perusahaan yang akan masuk tersebut. Industri yang akan masuk tersebut bermacam-macam baik industri yang berada di hilir, maupaun supliernya. Nah, kedatangan mereka nantinya akan membentuk suatu kumpulan industri yang saling terkait atau aglomerasi industri baja dalam satu kawasan.\r\n\r\nSebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea, Kim Jae Hong ketika meresmikan pabrik baja terpadu Krakatau Posco mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan investasi di Indonesia.\r\n\r\nKim mengatakan, sejak tahun 2011, Korsel telah menjadikan negara-negara di ASEAN menjadi target investasi terbesarnya, termasuk Indonesia.\r\n\r\nBahkan, bukan hanya perusahaan-perusahaan besar asal Korea yang menanamkan investasi di Indonesia. Selain Samsung, LG, Lotte, SK Energy, ada juga perusahaan menengah yang bergerak di bidang industri tekstil dan alas kaki turut berkontribusi pada perkembangan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.\r\n\r\nEkonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistyaningsih, menilai, keberadaan aglomerasi industri baja akan meningkatkan nilai tambah industri tersebut. Selain itu, akan mengurangi impor Indonesia kedepannya. Akibatnya, akan berpengaruh kepada neraca transaksi berjalan.\r\n\r\n“Aglomerasi akan berdampak positif, kecuali kalau di industri konsumsi,” ujar lana.\r\n\r\nAlasannya, jika investor hanya memasarkan produknya saja di Indonesia akan merugikan perekonomian, karena impornya tetap tinggi. Selain itu, dengan membangun industri dari hulu ke hilir akan menyerap tenaga kerja cukup besar.\r\n\r\nNamun, Lana melihat kalaupun pembangunan industri tersebut dimulai tahun 2014 manfaatnya baru terasa lima tahun kemudian, atau paling cepat tiga tahun kemudian.\r\n\r\nPasalnya, untuk membangun industri tersebut tidak mudah, selain harus menyiapkan infrastruktur, pemerintah juga harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nEditor : Dikky.setiawan
Multi Quote Quote
Guyurrrrrr ke 400 perak dah :siul:
Multi Quote Quote
Guyurrrrrr ke 400 perak dah :siul: basah basah,,, :-O ————————————————— posted by : www.a99bet.com Mitra kepercayaan anda, teraman, dan terpercaya..
Multi Quote Quote
Siapkan ember .tampung di 350 :x
Multi Quote Quote
Gile offer di 473 25 ribu lot…ini mah dikerjaiin
Multi Quote Quote
Pelan2 menyakinkan ke 600 smile
Multi Quote Quote
Aturan minerba baru, menguntungkan Kras, Perusahaan tambang biji besi yg tidak pnya smelter Ore besi jual murah ke KRAS utk diolah Cuma Kras = keong, engkong2 pake tongkat, pelan2 jalannya SLOW MOTION
Multi Quote Quote
http://industri.bisnis.com/read/20140119/257/198048/inilah-tiga-sektor-industri-andalan-pada-2014\r\n\r\nBisnis.com, JAKARTA- Pemerintah mencatat sektor industri angkutan, mesin, dan peralatan, termasuk industri otomotif masih akan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup tinggi tahun ini, bersama industri besi baja dan industri pupuk, kimia, serta barang dari karet.\r\n\r\nBerdasarkan data Kementerian Perindustrian, ada tiga sektor industri yang mampu bertahan, bahkan mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi tahun ini. Ketiga industri tersebut a.l industri besi baja dengan pertumbuhan 9,8%-10,3%.\r\n\r\nSelanjutnya industri alat angkutan, mesin dan peralatannya dengan pertumbuhan 9,7%-10,2% dan industri pupuk, kimia dan barang dari karet dengan pertumbuhan 5,9%-6,1%.\r\n\r\nUntuk industri besi baja dan industri alat angkutan, mesin dan peralatannya prediksi pertumbuhan tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan tahun lalu. Namun, untuk industri pupuk, kimia, dan barang dari karet meningkat cukup tinggi. Tahun lalu pertumbuhan hanya 3,66%.\r\n\r\nMenteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan sektor industri otomotif dan angkutan terus tumbuh dengan cepat, mengekor sektor industri baja. Pasar kelas menengah yang tinggi dinilai sebagai faktor yang membuat industri ini terus tumbuh.\r\n\r\n“Masih menarik. Industri baja pertumbuhannya bisa 11% tahun ini, untuk otomotif di bawah itu sedikit. Industri-industri itu masih bisa jadi andalan 2014, ” kata Hidayat di kantor Kemenperin akhir pekan ini.\r\n\r\nBegitu juga dengan sektor kimia. Hidayat mengatakan, mengatakan setelah 2 tahun tertunda untuk merealisasikan investasi di Indonesa, Lotte Chemical kembali menegaskan akan tetap berinvestasi membangun kompleks pabrik petrokimia di Indonesia.\r\n\r\nSaat ini, kata Hidayat, pihak Lotte Chemical masih berunding mengenai lahan, khususnya soal harga dengan pihak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemilik lahan.\r\n\r\n“Ini tergantung mereka bisa menyelesaikan tanahnya atau tidak (realisasi investasi dilakukan semester I), saya akan usahakan harus konstruksi 2014 ini, investasi US$5 miliar harus diusahakan,” kata Hidayat.
Multi Quote Quote
Kras = 600
Multi Quote Quote
Heran , mau hitung pakai model valuasi apapun, Kras nilainya 660 . Mengapa harganya tidak naik2 ya? Kapan waktu accumulation phase nya selesai ?Kras , Sleeping beauty smile) Setiap kali Kras sentuh 500 , turun lagi . Sangat enak tik tok 480 -500 .
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...