Pemikiran yg membuat anda PROFITABLE SELAMANYA !

Saham = Riil Bisnis smile Nggak percaya..? Silakan ber-argumen. Nanti saya akan bantu membuka mata-pengertian anda smile
Multi Quote Quote
Maksudnya apa Boss? Bahasa nya terlalu tinggi nih ?
Multi Quote Quote
Saham = Riil Bisnis smile Nggak percaya..? Silakan ber-argumen. Nanti saya akan bantu membuka mata-pengertian anda smile smile smile smile kalau bukan bisnis, emangnya apa boss? bisnis = segala aktivitas yang dilakukan orang dengan tujuan menghasilkan keuntungan. terbagi atas: - menjalankan bisnis yang dimiliki orang lain, sehingga berstatus sebagai karyawan. - membuka sendiri bisnis itu sehingga berstatus sebagai pengusaha. saham? sama aja seperti produk & jasa yang diperdagangkan seperti baju, sepatu, makanan. produk dibeli dengan harga x, lalu dijual dengan harga x + laba yang diinginkan. begitu juga dengan saham, dibeli untuk dijual lagi dengan harga di atas harga pembelian. aktivitas penciptaan laba itulah yang dinamakan bisnis. jadi saham adalah media atau obyek yang dipakai dalam melaksanakan fungsi bisnis itu sendiri. bermain atau berinvestasi saham = menjalankan bisnis. smile smile smile
Multi Quote Quote
Loh… Tempo hari waktu market sepiii, ada yang bilang mau stop dari (trading) saham. Balik ke sektor riil, seperti jualan somay, atau bisnis kos-kos-an. Dengan kata lain, saham = bukan bisnis sektor riil ? smile
Multi Quote Quote
smile smile smile sundul lagi, gan! saham lagi kurang bagus prospeknya, sudahkah kalian pindah jalur atau memiliki alternatif menjadi wiraswastawan? berikut ini tips2 untuk menjadi entrepeuner menurut martin j. grunder jr.: - pilih satu minat anda - tentukan tujuan anda - belajar dengan biaya orang lain - kelilingi diri anda dengan orang2 yang berhasil - percaya kepada diri sendiri - fokus dalam satu ceruk bisnis - banyak bertanya - bekerja dengan cara yang melawan norma - makin keras anda bekerja, makin beruntunglah anda smile smile smile Jadi, apakah bisnis saham itu berbeda / bukan seorang wiraswastawan ?? smile
Multi Quote Quote
wah bung Herry telat buka lapaknya smile ……….. :peace: mudah2an cepet bangkit bung Herry, ga dr saham jg ga masalah, drpd maksa di saham malah ntar tambah ilang :peace: Ya bung nemo tks, dari dahulu memang taruh disaham hanya untuk sarana investasi, bertahun tahun baru dijual, trading hanya kecil kecilan, bisnis real tetap lebih utama. Memang untuk gw sdh waktunya harus mengurangi dari ber macam macam bisnis real yang kecil kecilan, cukup satu dua saja buat kesibukan ( 3, sudah gw lepas, dg pertimbangan memang prospek kedepannya makin jelek, jika tdk dilepas bisa sudah mulai masuk rugi, krn biaya tetap tdk mungkin berkurang spt gaji pegawai ) Kalau buat kebutuhan sehari hari bagi gw pribadi tidak ada kekuatiran sama sekali, selain dari mensyukuri apa yang Tuhan beri. :peace: Jadi, menurut opa herry dan nemo2.. saham itu bukan bisnis riil… lalu bisnis apa dong? bisnis nggak riil = bisnis mimpi?? smile
Multi Quote Quote
Loh… Tempo hari waktu market sepiii, ada yang bilang mau stop dari (trading) saham. Balik ke sektor riil, seperti jualan somay, atau bisnis kos-kos-an. Dengan kata lain, saham = bukan bisnis sektor riil ? smile smile smile smile itu mungkin cuma masalah istilah doang. kalau produk siomay dan jasa penyewaan property (kost) terlihat jelas obyek bisnisnya yaitu siomay itu sendiri dan bangunan rumah, bisa diraba bisa dilihat, maka disebutlah sebagai bisnis real. kalau saham? bentuknya seperti apa juga ane kaga tahu. dan itu lebih abstrak dari bisnis jasa perbankan yang perlu ada inventory nya yaitu berupa lembaran uang. atau bisnis asuransi dengan obyeknya berupa polis yang diterbitkan dan diserahkan secara faktual. maka selama obyek bisnis itu nggak mengalami pemindahtanganan secara nyata antara pembeli dan penjual seperti saham, mungkin dianggapnya sebagai bisnis non-real. tapi sifat dan makna aktivitasnya tetap aja disebut bisnis karena memiliki tujuan & kepentingan yang sama… mencari keuntungan. sebenarnya istilah bisnis itu nggak boleh dikelompokkan sebagai real dan non-real. bisnis adalah bisnis, itu aja udah cukup. smile smile smile
Multi Quote Quote
smile smile smile sundul lagi, gan! saham lagi kurang bagus prospeknya, sudahkah kalian pindah jalur atau memiliki alternatif menjadi wiraswastawan? berikut ini tips2 untuk menjadi entrepeuner menurut martin j. grunder jr.: - pilih satu minat anda - tentukan tujuan anda - belajar dengan biaya orang lain - kelilingi diri anda dengan orang2 yang berhasil - percaya kepada diri sendiri - fokus dalam satu ceruk bisnis - banyak bertanya - bekerja dengan cara yang melawan norma - makin keras anda bekerja, makin beruntunglah anda smile smile smile Jadi, apakah bisnis saham itu berbeda / bukan seorang wiraswastawan ?? smile smile smile smile nah, itu mesti dibedakan lagi istilahnya. pebisnis yang melakoni dunia usaha di luar saham adalah wiraswastawan atau entrepeuner. pebisnis yang berkecimpung di bursa saham adalah investor. sama2 berbisnis, cuma beda predikatnya, walaupun sekali lagi, memiliki tujuan yang sama… menghasilkan keuntungan. smile smile smile
Multi Quote Quote
Masih ngak ngertiiiiiiii ………. !! :cry: :cry: :cry: Yang ane tau saham itu basisnya memang bisnis real, tapi untuk berkecimpung di dunia saham musti pake ilmu nya si Chou Yun Fat alias ‘'King Gambler ’' …. smile( Aturannya cuma: Kalo pinjem istilah Biologi: ‘'Makan atau dimakan’'. smile( smile( smile :evil smile
Multi Quote Quote
Loh… Tempo hari waktu market sepiii, ada yang bilang mau stop dari (trading) saham. Balik ke sektor riil, seperti jualan somay, atau bisnis kos-kos-an. Dengan kata lain, saham = bukan bisnis sektor riil ? smile smile smile smile itu mungkin cuma masalah istilah doang. kalau produk siomay dan jasa penyewaan property (kost) terlihat jelas obyek bisnisnya yaitu siomay itu sendiri dan bangunan rumah, bisa diraba bisa dilihat, maka disebutlah sebagai bisnis real. kalau saham? bentuknya seperti apa juga ane kaga tahu. dan itu lebih abstrak dari bisnis jasa perbankan yang perlu ada inventory nya yaitu berupa lembaran uang. atau bisnis asuransi dengan obyeknya berupa polis yang diterbitkan dan diserahkan secara faktual. maka selama obyek bisnis itu nggak mengalami pemindahtanganan secara nyata antara pembeli dan penjual seperti saham, mungkin dianggapnya sebagai bisnis non-real. tapi sifat dan makna aktivitasnya tetap aja disebut bisnis karena memiliki tujuan & kepentingan yang sama… mencari keuntungan. sebenarnya istilah bisnis itu nggak boleh dikelompokkan sebagai real dan non-real. bisnis adalah bisnis, itu aja udah cukup. smile smile smile Setuju dengan apa yang dikatakan bro herman, emang itu masalah istilah. Tinggal kita mau sbg wiraswastawan atau investor, secara umum emang semua bisnis. Sebagai wiraswastawan kita sebagai pengendali, mau sukses atau tidaknya tergantung keahlian kita. (ibarat kita bandarnya) Sebagai invstor di saham, mau kita ahli FA/TA kalau owner/bandarnya mau nya ngerampok, ya sudah nasib jadi investor abadi. Yang jelas faktor risiko di bisnis saham terlalu besar sekali, kecuali crash baru beli dan simpan. :peace:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...