PT. GLOBAL TELESHOP, TBK

PT GLOBAL Teleshop Tbk, sebuah perusahaan ritel produk telekomunikasi terbesar berencana akan merealisasikan penawaran umum saham perdana (IPO) diawal semester ke dua ini. Saham yang akan ditawarkan sebanyak 111.112.000 atau jumlah ini setara dengan 10 persen dari modal dan disetor setelah IPO. Menurut Dirut Global Teleshop, Evy Soenarjo, dalam acara pemaparan IPO di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/6), aksi korporasi ini sejalan dengan pengembangan dan perluasan bisnis perseroan, serta untuk membangun reputasi perseroan dimata publik. Dalam pelaksanaan IPO ini, Global menunjuk PT Equator Securities dan PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin Emisi. Adapun rencana penawaran umum perdana saham dan pencatatan saham di lantai bursa dilakukan pada Juli 2012. "Kami melakukan IPO ini untuk mengembangkan bisnis perseroan salah satunya dengan melakukan ekspansi outlet dan peningkatan portofolio demi mengantisipasi pertumbuhan pasar telekomunikasi yang tumbuh pesat di Indonesia," jelas Evy. Komposisi kepemilikan saham Global Teleshop, PT Trilinium (80 persen), dan sisanya dimiliki PT Global Perkasa Mandiri. "Sebagai salah satu retailer telekomunikasi terbesar di tanah air, dan didukung SDM yang solid dan berpengalaman, kami juga dipercaya sebagai Apple premium reseller di tanah air," ungkap Evy.
Multi Quote Quote
PT Global Teleshop Tbk, menetapkan harga Rp1.000 hingga Rp1.150 per lembar saham dengan price earning ratio (PER) 9,2 kali dan 10,6 kali dalam rangka penawaran umum perdana. Global Teleshop melepas 10% saham baru sejumlah 111.112.000 saham dengan nilai Rp111,1 miliar hingga Rp127,8 miliar. Book building atau masa penawaran awal telah dimulai pada 19 hingga 20 Juni. Sedangkan penawaran umum akan dilakukan pada 2 hingga 4 Juli mendatang. Menurut Direktur Utama Global Teleshop Evy Soenarjo, sebanyak 60% dana hasil IPO akan digunakan sebagai tambahan modal usaha seperti penambahan barang persediaan dan penambahan jumlah toko retail. "Tahun ini kita menargetkan penambahan 60 hingga 100 toko secara konsolidasi. Kita akan mencoba lebih agresif untuk membeli persediaan produk yang sedang diminati oleh pasar," katanya, Selasa (19/6). Sementara sisanya, sebanyak 40% akan digunakan untuk pembayaran utang kepada pemegang saham PT Trilinium sebesar Rp50 miliar. Adapun saldo utang Global Teleshop per Desember 2011 tercatat Rp55,5 miliar. PER Menarik Presiden Direktur Lautandhana Securindo Wientoro Prasetyo, sebagai penjamin emisi, mengatakan angka PER 9,2x dan 10,6x diperoleh dari rerata PER perseroan sejenis yang melantai di bursa efek Indonesia, Taiwan, India, Hongkong, dan Amerika Serikat. "Dari metode itu, didapat rentang PER rata-rata industri sejenis adalah 11 kali hingga 12 kali. Dengan diskon 15%-20% dari rentang bawah, PER yang bisa ditawarkan adalah 9,2 kali dan 10,6 kali," katanya. Angka PER Global Teleshop ini lebih rendah dibanding PER industri sejenis ERRA di bursa dalam negeri yang memiliki PER 12,42. Wientoro yakin dengan harga ini, saham Global Teleshop bisa diserap dengan baik oleh pasar. Sebelumnya, Global Teleshop berencana melepas 20% saham dengan perolehan dana dua kali lipat. Namun, melihat kondisi pasar yang tengah tertekan, jumlah saham dikurangi menjadi 10% saja. "Kami melihat perusahaan yang IPO pada semester pertama ini juga melepas saham dengan porsi yang kecil. Dari sisi perseroan, dana yang diperoleh kali ini juga cukup untuk melakukan ekspansi, working capital dan pembayaran utang," katanya. Dengan pelepasan 10% saham baru ini, sebanyak 80% saham yang dimiliki oleh PT Trilinium yang rencananya akan dibeli oleh PT Trikomsel Oke Tbk akan terdelusi menjadi 72%. Sedangkan saham pendiri yang semula 20% terdelusi menjadi 18%. Adapun PT Equator Securities dan PT Lautandhana Securindo telah ditunjuk sebagai menjamin emisi. Naik Signifikan Perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan dari Rp41 miliar pada 2010 menjadi Rp1,8 triliun pada 2011. Sementara laba bersih naik dari Rp1,8 miliar pada 2010 menjadi Rp77,5 miliar pada 2011. Adapun aset meningkat dari Rp16,4 miliar menjadi Rp893,4 miliar pada 2011. Direktur Keuangan Global Teleshop Yanuar Chandra menargetkan pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp3,1 triliun. Sementara pada kuartal pertama, perseroan baru memperoleh pendapatan sekitar Rp680 miliar. "Pendapatan kuartal pertama memang lebih rendah dibanding kuartal yang lain. Kami masih optimis target tercapai," katanya. Adapun perseroan saat ini menganggarkan belanja modal Rp40 miliar hingga Rp50 miliar untuk melakukan ekspansi usaha. Wientoro memprediksi dengan performa usaha yang baik, tahun ini perseroan bisa memperoleh laba bersih Rp120 miliar. "Pada 2013 kami proyeksikan laba bersih bisa meningkat 20% menjadi Rp143 miliar dan 2014 naik 23% menjadi Rp176 miliar," lanjutnya. Pendapatan Global Teleshop masih didominasi oleh penjualan smartphone sebesar 30% dan feature phone sebanyak 30%, sementara sisanya adalah perangkat tablet dan aksesoris. Sementara untuk penjualan ponsel, masih didominasi oleh empat brand besar seperti Blackberry, Samsung, Nokia, dan Apple.
Multi Quote Quote
Direktur Utama Global Teleshop, Evy Soenarjo mengaku, aksi perseroan melakukan go public sejalan dengan rencana pengembangan dan perluasan bisnis sekaligus membangun reputasi bisnis. "Sebanyak 60% dari hasil IPO ini akan digunakan untuk menambah modal kerja kami," tambah Evy. Proses book building akan dilakukan mulai hari ini hingga 20 Juni besok.
Multi Quote Quote
smile smile smile b.b cuma 2 hari, besok terakhir. ada ipo lagi, bank jatim. tapi ane nggak ikut karena underwriternya plat merah: bahana dan mandiri. smile smile smile
Multi Quote Quote
bagus ngak nih ?
Multi Quote Quote
bagus ngak nih ? smile smile smile saham tele waktu listing hari pertama gimana? naik atau turun? yang ini bisnisnya mirip2 tele. smile smile smile
Multi Quote Quote
bagus ngak nih ? smile smile smile saham tele waktu listing hari pertama gimana? naik atau turun? yang ini bisnisnya mirip2 tele. smile smile smile ngak monitor bos ?
Multi Quote Quote
bagus ngak nih ? smile smile smile saham tele waktu listing hari pertama gimana? naik atau turun? yang ini bisnisnya mirip2 tele. smile smile smile ngak monitor bos ? smile smile smile waktu ipo, ane cuan tele 17%. smile smile smile
Multi Quote Quote
Jadwal Penawaran Umum: (tentative)\r\nMasa Penawaran Awal : 19-20 Juni 2012\r\nPernyataan efektif : 28 Juni 2012\r\nPenawaran : 02 Juli—04 Juli 2012\r\nPenjatahan : 05 Juli 2012\r\nDistribusi Saham Elektronik : 09 Juli 2012\r\nRefund : 08 Juli 2012\r\nPencatatan di BEI : 10 Juli 2012\r\n\r\nIndustry :\r\nCommunications Equipment\r\nKisaran Harga :\r\n1,000 - 1,150 IDR /saham\r\nKisaran PER : 9.26x - 10.65x\r\nPER Industry : 7.26x\r\nUnderwriter :\r\nPT Equator Securities\r\nPT Lautandhana Securindo\r\n\r\nSekilas Emiten\r\n Perseroan bergerak dalam bidang\r\nusaha perdagangan dan\r\ndistribusi perlengkapan elektronik\r\ndan telekomunikasi dan\r\nbagiannya.\r\n Perseroan saat ini memiliki\r\nproduk-produk dari vendorvendor\r\nternama seperti RIM\r\n(Blackberry), Nokia, Samsung,\r\nSony Mobile, LG, Apple, Acer,\r\nLenovo dan HTC yang didukung\r\noleh layanan purna jual dan service\r\ncenter.\r\n Perseroan juga merupakan authorized\r\ndealer Telkomsel yang\r\nmerupakan operator seluler\r\nterbesar di Indonesia.\r\n\r\nKantor Pusat\r\nGedung Wisma Perkasa\r\nJl. Buncit Raya No. 21E\r\nPejaten Barat. Pasar Minggu\r\nJakarta Selatan 12510 Indonesia\r\n\r\nPenawaran Umum\r\nPT Global Teleshop Tbk melakukan penawaran umum perdana saham\r\nsebanyak-banyaknya sejumlah 111.112.000 saham biasa dengan nilai\r\nnominal Rp 100 setiap lembar saham yang mewakili 10.0% dari modal\r\nyang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran\r\nUmum, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp\r\n1,000 -Rp 1,150 per lembar saham.\r\nAdapun rencana penggunaan dana hasil penawaran umum ini adalah\r\nsebagai berikut:\r\n1. Sebesar 60,00% akan digunakan sebagai tambahan modal kerja\r\nPerseroan dan/atau Entitas Anak yang digunakan untuk pembelian\r\npersediaan. Jenis persediaan yang akan dibeli berupa handset,\r\ncomputer dan notebook.\r\n2. Sekitar 40,00% akan digunakan untuk pembayaran utang kepada PT\r\nTrilinium, pemegang saham.\r\n\r\nDewan Komisaris dan Direksi\r\n Dewan Komisaris:\r\nKomisaris Utama : Hermes Thamrin\r\nKomisaris : Guntur Siboro\r\nKomisaris Independen : Chan Cheong Meng\r\n Dewan Direksi:\r\nDirektur Utama : Evy Soenarjo\r\nDirektur : Andreas Thamrin\r\nDirektur : Januar Chandra\r\nDirektur : Danang Cahyono\r\nDirektur : Octaviane N.A Mussu*\r\nDirektur Tidak Tera􀁂iliasi : Rusran\r\n\r\nKegiatan Usaha\r\nPerseroan bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan distribusi perlengkapan elektronik\r\ndan telekomunikasi dan bagiannya. Mayoritas pendapatan konsolidasi Perseroan\r\nberasal dari pendapatan voucher dan handset telepon seluler yang keduanya menyumbang\r\nhampir 95% dari total pendapatan konsolidasian Perseroan pada tahun 2011.\r\nPada awalnya, Perseroan merupakan Authorized Service Vendor (ASV) dari Nokia, kemudian\r\npada tahun 2011 mengakuisisi Aset dari PT cipta Multi Usaha Perkasa, distributor dan\r\npengecer produk telekomunikasi, seperti telepon seluler dan produk operatornya.\r\nPerseroan saat ini memiliki produk-produk dari vendor-vendor ternama seperti RIM\r\n(Blackberry), Nokia, Samsung, Sony Mobile, LG, Apple, Acer, Lenovo dan HTC yang\r\ndidukung oleh layanan purna jual dan service center. Perseroan juga merupakan authorized\r\ndealer Telkomsel yang merupakan operator seluler terbesar di Indonesia.\r\nSaat ini, Perseroan mengoperasikan jaringan ritel nasional yang terdiri dari 313 outlet di\r\nkota-kota besar di Indonesia. Perseroan memiliki beberapa format toko ritel antara lain\r\nsebagai beriku: Global Teleshop Superstore, Global Teleshop, Branded Store, Shop in Shop,\r\nGlobal Apple Store, Service Centre dan Operator Store.\r\nPerseroan melalui Entitas Anaknya bergerak dalam bidang distribusi simcard dan voucher\r\nyang berasal dari operator Telkomsel. Produk yang dipasarkan terdiri dari 􀁂isik dan elektronik.\r\nUnit bisnis handset Perseroan menyediakan berbagai jenis telepon genggam dan\r\npemutar music untuk segmen menengah ke atas.\r\nUntuk produk computer, Perseroan melalui Entitas Anaknya merupakan salah satu distributor\r\nresmi yang ditunjuk oleh Apple untuk memasarkan produk-produknya yang ditujukan\r\nuntuk segmen menengah ke atas. Sedangkan jasa servis dan sparepart awalnya\r\nmerupakan kegiatan utama Perseroan, yang merupakan partner Nokia dan merek lainnya\r\ndalam menjalankan service centre.\r\n\r\nRisiko Usaha\r\nPerseroan menghadapi risiko usaha, antara lain adalah:\r\n Risiko ketergantungan pada principal merek untuk sebagian besar produk yang dijual oleh\r\nPerseroan.\r\n Setiap keputusan dari prinsipal merek produk telekomunikasi seluler dan operator jaringan\r\ndi Indonesia untuk menghentikan atau mengurangi tingkat pengalihdayaan bisnis mereka\r\ndapat berdampak negatif secara material terhadap bisnis, kondisi keuangan, haisl usaha dan\r\nprospek Perseroan.\r\n Kemungkinan adanya ketidakmampuan bagi Perseroan untuk mendapatkan produk-produk\r\nyang kompetitif dengan tepat waktu\r\n Pelemahan kondisi ekonomi atau permintaan dari konsumen dapat berdampak negatif terhadap\r\nhasil keuangan Perseroan\r\n Fluktuasi nilai Rupiah dapat berdampak material dan negatif terhadap kondisi keuangan dan\r\nhasil usaha Perseroan\r\n Penurunan atau perubahan tingkat pertumbuhan industri telekomunikasi seluler, atau perubahan\r\ndalam dinamika industri telekomunikasi seluler, terutama dalam pola pergantian telepon\r\nseluler para pelanggan dapat berdampak negatif yang material terhadap hasil keuangan\r\nPerseroan\r\n Perseroan menghadapai risiko dan ketidakpastian terkait dengan rencana investasi, penetrasi\r\npasar baru dan akuisisi di masa depan yang merupakan bagian dari strategi pertumbuhan\r\n Pengembangan teknologi yang cepat dan perubahan preferensi konsumen terhadap industri\r\ntelekomunikasi seluler global dapat berdampak negatif yang material terhadap bisnis\r\nPerseroan apabila Perseroan tidak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut.\r\n\r\nStrategi Usaha\r\nStrategi usaha dan rencana pengembangan Perseroan adalah:\r\n1. Penetapan harga yang kompetitif\r\n2. Peningkatan Brand Image\r\n3. Pemasaran bundling dengan provider telekomunikasi\r\n4. Mengembangkan loyalitas pelanggan dan hubungan jangka panjang melalui service excellence\r\n5. Perluasan jaringan usaha dengan menambah jumlah pengecer/agen penjual yang berfokus\r\npada konsentrasi area yang diberikan oleh principal\r\n6. Perluasan jaringan usaha dengan menambah jumlah gerai Perseroan dengan berfokus pada\r\nkota-kota besar di Indonesia\r\n7. Berusaha untuk terus memperluas jaringan usahanya melalui penawaran diversi􀁂ikasi\r\nproduk dan layanan\r\n8. Menjual produk lain untuk Value Added Service\r\n\r\nKeunggulan Kompetitif\r\nPerseroan meyakini memiliki keunggulan kompetitif sebagai berikut:\r\n Portofolio Produk lengkap\r\n Memiliki jaringan distribusi yang luas\r\n Dukungan dari prinsipal merek-merek terkemuka dan operator seluler besar di Indonesia\r\n Didukung oleh sumber daya manusia yang handal\r\n Toko ritel yang terletak di lokasi yang strategis\r\n Cara pembayaran yang beragam dan memudahkan pelanggan\r\n Reputasi Global Teleshop sebagai peritel yang terkemuka\r\n\r\nValuasi\r\nSesuai dengan paparan public expose dan due dilligent bahwa harga penawaran saham\r\nperseroan berkisar antara Rp 1,000 - Rp 1,150 pe lembar sahamnya. Dengan PER estimasi\r\n2012 berkisar antara 9.26x - 10.65x berada diatas rata-rata PER industri sebesar 7.26x.
Multi Quote Quote
Kok PER industri 7,6x ? Eraa aja 14x, trio 11x
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...