PT Ti-phone Mobile Indonesia

ownernya narsis. masa iklan modelnya dia sendiri… :p http://4.bp.blogspot.com/_eSTf0-TY1l8/TF6xgQT-tYI/AAAAAAAAAD0/-9272YqnRwQ/s1600/hengkysetiawan2.jpg tanya kk HS …. mgkin kk HS kenal sama big boss atau adik big boss… smile smile smile smile sssttt…, jangan buka rahasia! smile smile smile tuhh kan…. smile , kk HS kenal dua2nya :rofl: smile smile smile smile smile smile lho postingan kemarin udah dihapus ? untung kmrn ane belum quote…kalo udah quote ga bisa di edit lagi smile kmrn ane udah tebak postingan ente akan diedit :p ngemeng2 bagi info donk kk HS , via pm juga boleh.. smile
Multi Quote Quote
ownernya narsis. masa iklan modelnya dia sendiri… :p http://4.bp.blogspot.com/_eSTf0-TY1l8/TF6xgQT-tYI/AAAAAAAAAD0/-9272YqnRwQ/s1600/hengkysetiawan2.jpg tanya kk HS …. mgkin kk HS kenal sama big boss atau adik big boss… smile smile smile smile sssttt…, jangan buka rahasia! smile smile smile tuhh kan…. smile , kk HS kenal dua2nya :rofl: smile smile smile smile smile smile lho postingan kemarin udah dihapus ? untung kmrn ane belum quote…kalo udah quote ga bisa di edit lagi smile kmrn ane udah tebak postingan ente akan diedit :p ngemeng2 bagi info donk kk HS , via pm juga boleh.. smile jgn evo aja aku juga di pm yah smile
Multi Quote Quote
smile smile smile @evo: ane sendiri yang edit postingannya, bukan moderator. @miumiu: untuk ipo ini, ane belum baca prospektusnya, jadi belum bisa comment. tapi kalau ada waran, lumayan juga tuh. mengenai karakteristik owner, absolutely clean dan bukan trader saham. cuma,… ya emang rada norak sih orangnya. he he he…! dan satu hal lagi, sinarmas sebagai underwriter cukup bagus track record nya. smile smile smile
Multi Quote Quote
smile smile smile @evo: ane sendiri yang edit postingannya, bukan moderator. @miumiu: untuk ipo ini, ane belum baca prospektusnya, jadi belum bisa comment. tapi kalau ada waran, lumayan juga tuh. mengenai karakteristik owner, absolutely clean dan bukan trader saham. cuma,… ya emang rada norak sih orangnya. he he he…! dan satu hal lagi, sinarmas sebagai underwriter cukup bagus track record nya. smile smile smile iya.. mksd ane , ente yg edit bukan momod smile
Multi Quote Quote
HENGKY SETIAWAN\r\n\r\nPria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1969 ini begitu terkenal. Foto dirinya terpampang di mana-mana, di majalah, di koran, bahkan menjadi model iklan ponsel merek Ti-Phone. Pemilik dan CEO PT Setia Utama Telesindo ini juga pecinta Mercy klasik. Ia memiliki 45 unit Mercy tua.\r\n\r\nHengky Setiawan, namanya. Ia sudah begitu terkenal di kancah pengusaha nasional. Namanya juga masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Cita-citanya, ia ingin menjadi raja. Tak tanggung-tanggung, ia ingin menjadi lima raja sekaligus.\r\n\r\n“Pertama saya ingin menjadi raja voucher. Dan itu sudah saya raih,” kata Hengky Setiawan saat berbincang-bincang, beberapa waktu lalu.\r\n\r\nKedua, Hengky ingin menjadi raja distributor. “Sekarang saya sudah memiliki 70 ribu reseller yang tersebar di seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke. Pada tahun depan, saya bertekad menjadikannya 200 ribu reseller,” kata Hengky.\r\n\r\nTarget dan tekad itu tidak main-main. Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi raja distributor, Hengky telah menyewa ahli marketing Hermawan Kertajaya, yang membangun jaringan distributor rokok Sampoerna. “Pak Hermawan sudah oke. Soal bayaran, yang saya suka, itu nomor dua,” kata Hengky.\r\n\r\nKetiga, ia ingin menjadi raja service centre. “Sekarang saya sudah memiliki 40 service centre, dan sampai akhir tahun ini saya akan membangun hingga menjadi 128 service centre. Untuk mewujudkan ini, saya juga sudah menggandeng Handi Irawan dari Frontier Consulting Group,” kata dia.\r\n\r\nKeempat, Hengky ingin menjadi raja retail. Saat ini, Telesindo telah memiliki 500 gerai di mal-mal, dan akan ditambah menjadi 1.000 gerai pada akhir tahun ini. “Dan, terakhir saya ingin menjadi raja ponsel lokal. Saat ini, ponsel saya, TiPhone –yang diambil dari Telesindo Inteligen itu– sudah masuk tiga besar. Tahun depan, saya yakin bisa nomor satu, mengalahkan Nexian dan HT Mobile,” kata dia.\r\n\r\nSukses demi sukses yang diraihnya itu tak lepas dari tiga prinsip yang selalu dipegangnya. Yakni, fokus, yakin, dan inovasi. “Dalam hidup ini, saya selalu yakin. Waktu bisnis TiPhone, saya juga yakin. Keyakinan saya itu adalah setelah melihat bisnis ponsel lagi marak. Dulu saya joint dengan Tanzil membesarkan Nexian. Kami pisah, dan delapan bulan lalu saya bikin TiPhone,” kenang Hengky.\r\n\r\nSetelah yakin, kata ayah empat putra ini, adalah fokus mengerjakan hal itu. “Kalau kita fokus, apa pun yang kita kerjakan pasti berhasil. Setelah itu agar terus sukses, kita harus barengi dengan inovasi terus,” kata peraih Best Dealer voucher lima tahun berturut-turut dari Telkomsel ini.\r\n\r\nKolektor Mercy Klasik\r\n\r\nMobil klasik memiliki pesona tersendiri bagi Hengky. Dan, lagi-lagi, ia tak main-main saat menggeluti mobil klasik. Ia tetap fokus, yakin, dan inovatif. Mobil klasik yang dicintainya hanyalah Mercedes Benz. “Di dunia ini hanya ada dua jenis mobil. Yaitu, Mercy dan mobil lainnya,” kata Hengky.\r\n\r\nPria jangkung yang membiarkan bulu tumbuh memanjang dari tahi lalat di dagunya itu bukan untuk bangga-banggaan saat mengoleksi mobil tua keluaran pabrikan Jerman itu. Satu demi satu ia koleksi mobil tersebut. Ada yang dari pejabat maupun jenderal. Sekarang ia punya 45 unit mobil Mercy klasik. Ada satu diantaranya, keluaran tahun 1955, yang chasis-nya dari kayu. Tak heran, rangkaian miniatur mobil miliknya berbaris terpajang di kantornya.\r\n\r\n“Kalau saya beli mobil Mercy baru, besoknya saya sudah rugi 50%-nya. Tapi, kalau beli Mercy klasik, nilainya akan terus naik,” kata Hengky.\r\n\r\nSetiap Sabtu, ia biasa meluangkan waktu untuk melihat koleksi mobil tuanya itu. Satu per satu mobil itu dikeluarkan dari kandangnya. “Saya suka lihat modelnya, warnanya, dan suaranya. Satu-satu mobil itu dikeluarkan dan dicoba montir saya. Saya punya 10 montir. Kadang saya coba salah satunya, dan ajak anak dan istri jalan-jalan,” kata dia.\r\n\r\nSelain menyukai mobil tua, Hengky juga suka motor gede (moge). Kini ia punya tiga moge Harley Davidson (HD). “Nanti tanggal 30 Agustus, saya keliling Amerika Serikat. Dari Jakarta saya terbang ke Los Angelos. Di sana saya beli motor baru, dan keliling Amerika sepanjang 6.000 km. Saya berangkat bersama bos Mabua HD Johny Rahman,” kata Hengky.\r\n\r\nHengky juga hobi naik jetsky. Dengan jetsky, ia juga suka keliling ke Pulau Seribu, Pulau Ayer, Manado, bahkan ke Singapura. “Nanti, kami juga akan jalan-jalan ke Malaysia dan Thailand,” kata penyuka golf ini.\r\n\r\nKegemaran-kegemarannya ini, kata Hengky, bukan cuma iseng, tetapi sekaligus untuk membukakan pintu bisnis. “Banyak orang-orang penting yang juga memiliki kegemaran mengoleksi Mercy. Karena menjalin koneksi di komunitas, kerja sama pun dapat berlanjut di ranah bisnis,” papar pembina Mercy Classic Club Indonesia ini.\r\n\r\nKalau tidak ada acara, Sabtu dan Minggu adalah hari untuk keluarga, istri dan empat anaknya. Anaknya yang tertua berusia 10 tahun, yang kedua 8 tahun, ketiga empat tahun, dan keempat dua tahun. “Saya biasanya tawarkan kepada istri dan anak saya. Mau jalan-jalan naik motor, jetsky, Mercy atau mobil sport. Saya juga punya Ferari,” kata Hengky.
Multi Quote Quote
jadi 7 raja lebih afdol…nambah 2 raja lagi… raja menyan… ama raja lpg 3 kg…. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
jadi 7 raja lebih afdol…nambah 2 raja lagi… raja menyan… ama raja lpg 3 kg…. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl: itu namanya raja gombal :rofl: smile :p
Multi Quote Quote
Dengan modal awal dana hasil meminjam kepada atasan, kini Hengky Setiawan berhasil menjadi atasan dalam bisnis di dunia telekomunikasi. Kini ia sudah menjadi CEO Telesindo Shop. Hengky menceritakan, awalnya dia berkecimpung di dunia telekomunikasi dengan memberanikan diri jual beli ponsel bekas dengan modal pinjaman. "Tahun 1987 (saya) jadi kurir (di toko sparepart mobil). (Selama) tahun 1989-1990, saya memberanikan diri pinjam dari bos (sebesar) Rp 5 juta, (padahal) gaji cuma Rp 75.000. Pinjam duit Rp 5 juta, bos pun kaget," tutur Hengky kepada Kompas.com, di Jakarta, pertengahan bulan Juli lalu. Ia mengaku kepada bosnya bahwa uang tersebut akan dibelikan handphone bekas. Kemudian ia mengecat ulang casing ponsel tersebut di bengkel mobil tempat dia bekerja. Alhasil, handphone tersebut laku seharga Rp 7 juta, atau lebih dari uang yang dipinjam dari bos-nya. Dalam mempertahankan bisnisnya ini, ia pun kembali berutang kepada bos-nya tersebut hingga beberapa kali. Selain itu, demi memuluskan penjualan handphone tersebut, ia juga mengiklankan di koran. Itulah sekelumit perjuangan Hengky yang sekarang sudah menjadi CEO salah satu perusahaan yang berkecimpung di dunia telekomunikasi Indonesia. Pemain tiga zaman Berdasarkan tahun, ia memang telah berkecimpung di bisnis selular minimal dua dasawarsa. Oleh sebab itu, ia pun turut mengalami transisi produk handphone, mulai dari mulai dari NMT (Nordic Mobile Telephone), AMPS (teknologi 1G), dan GSM (teknologi 2G). "Jadi, saya sudah pemain tiga jaman," tambah dia. Bahkan sebenarnya, kalau dilihat perkembangan teknologi saat ini, ia malah telah berada di generasi ketiga dari handphone dengan teknologi 3G-nya. Eksistensinya dalam industri ini tentu tidak dijalaninya dengan mulus. Seiring dengan karakteristik industri ini yang terus mengalami perubahan teknologi, ia pun membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan usahanya. Meminjam uang cukup sering dilakukan oleh ayah dengan empat putera ini. Berutang tidak hanya dilakukannya kepada orang lain, orang tua (ibu) pun juga termasuk pihak yang dimintai bantuan dana olehnya. Pinjaman dana kepada ibunya, yang berprofesi sebagai penjahit, tidak serta merta mudah diberikan. Uang diberikan dalam jumlah bertahap dan berbunga. Ia mengaku, bunga tetap dikenakan, karena pada dasarnya ia meminjam untuk modal bisnisnya. Pinjaman pun pernah ia layangkan kepada bank, khususnya saat ia telah bekerja sama dengan Telkomsel. "Makin hari makin gede (dana yang dibutuhkan). Sudah nggak punya duit lagi, kurang, pinjam ruko, suratnya diagunin ke Bank BCA. Beli ruko dulu Rp 250 juta. Bank nggak percaya kita, (akhirnya) kita cuma dikasih Rp 50 juta doang, (atau) dikasih setengahnya," ujarnya. Sekitar tahun 1991, atau eranya AMPS, pola binis yang ia lakukan yaitu berjualan nomor telepon, selain handphone. Baru selang beberapa tahun setelahnya, era GSM pun dimulai dengan kehadiran Satelindo. Dengan perusahaan inilah, ia pernah mengalami pahitnya bisnis di industri yang berkaitan erat dengan teknologi ini. Tepatnya, tahun 1996, ia mendaftarkan diri untuk menjadi dealer resmi Satelindo, dengan nama Satelindo Direct. Waktu itu, ia bersama dengan temannya sebagai mitra, harus mengeluarkan uang senilai Rp 1 miliar untuk mengambil barang. Ia pun harus membayar subsidi handset sebesar Rp 350.000 per buah. Ternyata, subsidi tidak kunjung dibayarkan. Ia pun harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Dari kerugian tersebut, harta yang tersisa hanya 20 toko yang akhirnya dibagi rata dengan mitranya itu. Setelah itu, ia pun bekerja sama dengan Telkomsel, tepatnya pada tahun 1997. Pada saat itulah, Telesindo Shop akhirnya berdiri. Menurutnya, saat itu, produk Telkomsel cukup meledak di pasaran. Harga sebuah nomor bisa mencapai Rp 1 juta. Padahal modalnya hanya Rp 250.000. Dengan keuntungan dari penjualan nomor ini, ia pun terus mengembangkan usahanya dengan menambah tokonya. Ia mengemukakan ketika Singtel (perusahaan telekomunikasi Singapura) masuk ke dalam Telkomsel, ada perkembangan yang positif yang dihasilkan. Menurutnya, keberadaan Singtel yang membawa pengetahuan mendorong Telesindo untuk berani mempeluas cabang atau gerainya. "Dia (Singtel) ngajarin kita jemput bola. Dia bilang, siapa mau buka 50 gerai, (lalu) saya buka 100 gerai. (Lalu dia bilang) siapa mau buka 100 gerai, (maka) saya buka 200 gerai. Nah itu, saya selalu berbuat lebih dari kompetisi," tuturnya yang mengaku strategi ini sebenarnya telah ia lakukan sejak dulu. Setelah sukses bekerja sama dengan Telkomsel dengan lima tahun berturut-turut terpilih sebagai best distributor sejak tahun 2006, ia pun mulai masuk ke penjualan handphone buatan Cina pada tahun 2008, yang akhirnya menghasilkan TiPhone (PT Tiphone Mobile Indonesia). Ini merupakan merek handphone ciptaannya sendiri dengan supplier barangnya berasal dari Cina. Sempat mengalami penjualan yang kurang sukses pada awalnya, kini TiPhone bisa berada di top 5 merek handphone di Indonesia dari 143 yang teregister. Apa yang membuatnya melaju begitu cepat? Ia pun menjawab, keyakinan! Ke depannya, Hengky berusaha untuk bertahan di bisnis seluler ini. Mengingat pangsanya masih besar ke depannya. "Telekomunikasi ini lima tahun ke depan masih bagus, (seperti) Singapura (Singtel) sudah mature, (jadi) kunci mereka tumbuh adalah inovasi," tuturnya yang menyebutkan pasar yang sudah tumbuh secara maksimal pun masih bisa berkembang, seperti halnya Singapura dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit ketimbang Indonesia. Terhadap mulai terbukanya pasar di internal ASEAN pada tahun 2015, ia mengatakan tidak akan takut terhadap persaingan dengan pelaku usaha asing. "Nggak (takut). Indonesia ini market yang paling luas, paling besar, dibanding Singapura dan Malaysia," tambah dia. Sebagai salah satu strateginya, ia menyebutkan, "Kita akan mengikuti market pasar. (Jika) sekarang trennya android dan smartphone (maka) kita ikut. Kalau trennya low-end atau masuk handphone dengan kisaran harga Rp 200.000, (ya) kita ikut. Balik lagi kelima pilar itu," ujarnya yang akan tetap fokus di dunia telekomunikasi ini sembari membuka peluang usaha di bidang lain seperti properti. Apa itu lima pilar yang katanya sebagai kunci sukses usahanya? Ia mengaku ada lima pilar yang menjadi kunci kesuksesan karirnya. "Memang saya punya prinsip satu adalah keyakinan saya. Pilar kedua adalah harus komit, (diantaranya) komit kepada service center kita, marketing, (hingga) cabang. Pilar ketiga adalah fokus, (pilar) ke-empat adalah inovasi. Kalau kita sudah mentok sini, kita harus inovasi lagi, supaya jangan kita stuck, lima adalah hasilnya," ungkapnya. Keyakinan baginya teramat penting khususnya dalam memulai usaha. Kalau tidak yakin, lanjut dia, pelaku usaha pun tidak akan sukses. Bahkan, ia mengaku tidak pernah mendapat bekal pendidikan terkait dunia telekomunikasi. "Pendidikan? Nggak ada. Saya selalu belajar baca-baca majalah begini. Kapan saya bisa jadi orang hebat kayak gini, masuk dalam majalah Forbes (dan sejenisnya)," sebutnya. Lima pilar ini pun tidak hanya ia terapkan pada bisnis atau pekerjaannya. Pilar-pilar tersebut juga diterapkan saat ia menjalani hobinya yang mengkoleksi mobil sedan Mercedes Benz. Alhasil, ia pun berhasil mengkoleksi sejumlah piala dalam perlombaan level nasional. "Jadi beli mobil Mercedes yang cuma Rp 10 juta (dengan kondisi) hancur. Kita bangun lagi sampai sempurna, kayak baru, kayak pabriknya. Nah, itulah komitmen kita," tutur dia. Dengan pilar tersebut, hobinya pun dapat dijadikan bisnis juga. Ia menyebutkan, ada selisih harga yang cukup jauh ketika membeli mobil tua dengan harga murah kemudian diperbaiki, dengan harga mobil yang dibeli baru dari toko. Kelima pilar ini pun mengantarkannya meraih berbagai penghargaan. "Terakhir, saya juga baru dapat dari Kompas Group, lifetime achievement. itu suatu kebanggaan buat saya," ungkap dia. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai 10 toko yang berpengaruh di Indonesia pada tahun 2009, dari majalah Techlife. Untuk itu, ia berkeyakinan untuk terus mengembangkan penjualannya. "Kita harus mengembangkan reseller-reseller kita. Hari ini reseller kita masing-masing sudah mempunyai reseller binaan ya, toko-toko. Kita sudah 100.000 toko. akhir-akhir tahun ini kita 300.000," sebut dia, yang juga menyebutkan gerai-gerainya telah tersebar dari Sabang hingga Merauke. Target tahun 2012, ia mengaku akan membuka lebih dari 1.000 gerai. Bahkan, ia pun berencana akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada bulan Desember ini. IPO dilakukan demi memperbesar usahanya. "(Bulan) Desember inilah kita sudah go-public. Bulan depanlah kita daftar ke Bapepam-LK, Kita hitung rasio audit kita dulu," kata dia. Selain ini, ia juga berencana mengakuisisi perusahaan sejenis. Namun, ia belum dapat detailnya seperti apa. Target pribadi lainnya, ia berharap bisa masuk dalam top 10 CEO yang dikeluarkan oleh sebuah majalah dan konsultan riset terkenal dalam waktu terdekat ini. Sebelumnya, ia berhasil masuk dalam jajaran 20 besar dengan berada di posisi ke-19. Posisinya pun melonjak menjadi peringkat ke-11 pada tahun 2010. Sebagai tambahan kunci kesuksesan, ia pun menyebutkan kebiasaan bangun pagi juga penentu keberhasilan. Kini, hal ini diterapkan bagi keempat anaknya, termasuk kepada anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun. from nothing becomes to everything! jadikan inspirasi hidup. kuncinya? positive thinking!
Multi Quote Quote
http://blog.ahmadzamroni.com/wp-content/uploads/2011/10/550_2011_October_Cover.jpg Hengky Setiawan = HS , Herman Sanjaya = HS juga , tp rejeki beda ya bo'' smile
Multi Quote Quote
http://blog.ahmadzamroni.com/wp-content/uploads/2011/10/550_2011_October_Cover.jpg Hengky Setiawan = HS , Herman Sanjaya = HS juga , tp rejeki beda ya bo'' smile smile smile smile emangnya my real name Herman Sanjaya? smile smile smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...