Daily enlightenment - Renungan Harian (Session Two)

Mengenakan Semangat Hidup Tuhan Yesus\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/semangat-hidup-Tuhan-Yesus-2\r\nVoicenote: http://goo.gl/UVMJ3m\r\nMp3: http://goo.gl/BvTXTk\r\n\r\n \r\nBanyak orang menghendaki berita Injil yang tidak mengganggu ketenangan hidupnya sekarang. Injil yang tidak aneh, yang mengubah dunia yang sulit menjadi dunia yang mudah dijalani, berkesempatan menciptakan “firdaus” di bumi. Kasus demikian juga terjadi pada zaman Tuhan Yesus dengan orang-orang Yahudi dan para muridNya.\r\n\r\nSesungguhnya kekristenan yang sejati adalah ajakan untuk mengenakan semangat hidup Tuhan Yesus. Agar kita mengerti harus membedah semua isi Alkitab terutama Perjanjian Baru dan sungguh-sungguh memahami isinya. Harus ada pribadi-pribadi yang menampilkan/ memperagakan semangat kehidupan Tuhan Yesus.\r\n\r\nSemangat hidup Tuhan Yesus pada dasarnya adalah mengerti apa yang dikehendaki Allah Bapa dan melakukannya. Untuk itu setiap orang percaya harus mencari kebenaran yang membuka mata hatinya untuk mengenal Allah, dan sungguh-sungguh mengalami Tuhan setiap hari. Harus berlanjut sampai pada tingkat “hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:19-20).\r\n\r\nKenyataannya, cara hidup yang kita jalani saat ini adalah cara hidup warisan dari orang tua dan masyarakat di sekitar kita. Ini berarti masih memiliki diri kita sendiri, belum menjadikan Tuhan Yesus sebagai Pemilik kehidupan dan tidak menjadikanNya sebagai Tuhan (majikan atau tuan). Pikiran, tujuan dan kesukaan hidup masih pada dunia. Kalau kita sadar dan mau keluar dari “kepompong” yang membelenggu ini, Tuhan akan menolong. Hanya kebenaran yang dapat memerdekakan (Yoh 8:31-32). Karena itu harus berusaha menambah pengetahuan akan kebenaran. Jangan puas hanya menjadi orang yang baik dan tidak terpidana. Ini masih jauh dari standar kebenaran Tuhan yang harus dikenakan orang percaya.\r\n–
Multi Quote Quote
Tujuan Utama Baca http://www.truth-media.com/tujuan-utama Voicenote bb: http://goo.gl/27yd1V Mp3: http://goo.gl/szQu23 Banyak gereja-gereja besar yang memiliki jemaat yang berpendidikan tinggi, berekonomi baik dan berpotensi besar tetapi tidak mengerti Injil yang orisinil/ murni. Para pemimpin gereja tersebut tidak bermaksud menyesatkan, tetapi karena tidak mengerti kebenaran Injil yang murni maka mereka menyesatkan diri mereka sendiri dan menyesatkan umat yang tulus mau belajar dan mencari Tuhan. Biasanya gereja-gereja itu menekankan kemakmuran jasmani dan mukjizat dengan mengambil contoh dalam Alkitab. Tentu saja gereja seperti ini sangat laku dan banyak pengikutnya karena sesuai dengan semangat hidup atau semangat jaman. Orang percaya di sementara hidup ini, harus mencari kebenaran untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Bekerja keras dan kalau mungkin menjadi kaya agar dapat mengawal pekerjaan Tuhan. Orang percaya hidup menumpang sementara di bumi tetapi harus mengumpulkan harta abadi di Sorga (Fil 3:20-21). Pada tahun-tahun ketika Tuhan Yesus memberitakan Injil, Ia memang harus melakukan mukjizat agar perhatian orang tertarik dan telinga orang mendengarkan InjilNya. Maka Nikodemus menemui Tuhan Yesus sebab ia melihat perbuatan ajaib yang dilakukanNya. Demikian pula supaya orang mengakui bahwa Tuhan Yesus berasal dari Allah. Tuhan Yesus dapat memberitakan kebenaran kepada orang-orang yang pikirannya sudah dipenuhi dengan ajaran agama Yahudi yang telah banyak dielaborasi sehingga berbenturan dengan Injil. Jadi, kemakmuran jasmani dan mukjizat bukanlah tujuan utama, tetapi jembatan untuk dapat mengenal Tuhan Yesus, agar diselamatkan dan dipersiapkan masuk ke dalam KerajaanNya.
Multi Quote Quote
Buah Kasih tidak mengenal Musim,berbuah sepanjang tahun GBU
Multi Quote Quote
Buah Kasih tidak mengenal Musim,berbuah sepanjang tahun GBU amin. berbuah seperti Tuhan menghendaki kita berbuah (Galatia 5: 22-23) Gbu
Multi Quote Quote
Lahan Bisnis\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/lahan-bisnis \r\nVoicenote: http://goo.gl/xP9NwF\r\nMp3: http://goo.gl/eaoA2u\r\n\r\n \r\n\r\nAda gereja-gereja yang menekankan pengembangan kepribadian yang tidak berbeda dengan para motivator sekuler. Bedanya, para pembicara gereja ini mengutip ayat-ayat Alkitab seakan-akan apa yang mereka ajarkan berdasarkan kebenaran Alkitab atau sesuai dengan Injil yang diajarkan Tuhan Yesus. Sebetulnya yang mereka ajarkan adalah pendidikan etika moral umum yang dikemas dalam bungkus ayat-ayat Alkitab. Kemasannya Alkitab tetapi dalamnya bukanlah Injil yang murni. Mereka makin sesat karena mereka mengunci pikiran mereka dengan filsafat dunia yaitu bagaimana mengelola hidup menurut versinya. Mereka adalah orang-orang intelek, eksklusif dan terhormat tetapi sejatinya mereka tidak mengenal kebenaran berdasarkan perspektif Tuhan Yesus. Oleh karena mereka merasa santun, baik, rohani dan bermartabat mereka tidak merasa perlu dikoreksi. Mereka pun merasa cakap mengenal Injil dan mengajarkannya. Ditambah lagi dengan jumlah pengikut/ anggota yang banyak jumlahnya, dirasakan sebagai verifikasi bahwa mereka berada pada posisi yang benar. \r\n\r\nGereja-gereja seperti ini menjadi mega church yang modern dengan acara ibadah yang profesional dikemas oleh event organizer yang piawai dengan perlengkapan canggih. Di sinilah para pemuda dan setengah baya berlabuh karena menginginkan acara dan tempat “bergengsi”. Gereja seperti ini tanpa disadari telah menjadi lahan bisnis untuk kepentingan orang-orang tertentu, menghasilkan uang dan prestise.\r\n\r\nPadahal yang Tuhan Yesus ajarkan adalah memiliki hidup seperti diriNya, sempurna seperti Bapa. Inilah pengertian keselamatan yang sejati yaitu usaha Tuhan mengembalikan manusia pada rancangan semula.\r\n\r\nKalau gereja-gereja tersebut tidak segera berubah dan mengubah pola pikir seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, mereka tidak akan pernah berubah.
Multi Quote Quote
Pengakuan Dosa Orang Dewasa\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/pengakuan-dosa-orang-dewasa\r\nVoicenote: http://goo.gl/SgJ4Q7\r\nMp3: http://goo.gl/8P5Id7\r\n\r\n \r\nWaktu kita masih kecil, atau remaja ketika melakukan kesalahan anak-anak atau kesalahan remaja, orang tua mendidik kita untuk mengakuinya secara lengkap. Kalau perlu kita dipukul atau mendapat sanksi lain agar menyadari kesalahan dan tidak mengulangi lagi. Setelah kita dewasa memang masih bisa melakukan kesalahan tetapi kesalahannya berbeda dengan kesalahan usia anak-anak atau remaja. Kadang kita tidak perlu menjelaskan secara detail, juga tidak perlu mendapat pukulan. Orang tua sudah mengerti kalau kita meminta maaf karena merasa bersalah telah melukai hati mereka dan kehilangan damai sudah cukup melukai kita sendiri. Semua ini terjadi atas mereka yang mengalami proses pendewasaan mental yang baik. Orang-orang yang memahami nilai moral dan sikap batiniah yang orang tua ajarkan sehingga layak menjadi penerus generasi.\r\n\r\nFenomena ini juga ada dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita melakukan kesalahan pada saat belum dewasa rohani, melakukan pelanggaran seperti yang dilakukan oleh orang yang tidak percaya Tuhan, maka Tuhan mendidik supaya kita mengakuinya secara lengkap. Kita mendapat peringatan keras agar tidak mengulanginya lagi. Tuhan pun sering mendatangkan pukulan. Tetapi setelah kita dewasa rohani, memang kita masih bisa melakukan kesalahan namun bukan kesalahan secara hukum moral umum tetapi hal-hal yang lebih bersifat batiniah atau sikap hati. Hal yang tidak terjangkau oleh hukum, misalnya membenci, dendam dengan diam-diam, munafik, ketidakjujuran, ketidaktulusan, dll. Kita harus menyadari kesalahan itu dengan jujur di hadapan Tuhan.
Multi Quote Quote
Menyadari Kesalahan Tersembunyi\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/menyadari-kesalahan\r\nVoicenote BB: http://goo.gl/03AhP6\r\nMp3: http://goo.gl/ihbd6C\r\n\r\n\r\nKalau seseorang bertumbuh dalam kecerdasan roh melalui kebenaran Firman Tuhan, maka ia akan menyadari setiap kesalahan bukan hanya yang kelihatan secara moral tetapi hal-hal yang bertalian dengan sikap hati. Kadang kita tidak perlu menjelaskan secara rinci dan lengkap bentuk kesalahannya. Kita hanya berkata: “Maafkan ketidakpatutanku, aku melukai hatiMu” atau “Maafkan aku belum menjadi seperti yang Engkau kehendaki”. Kita juga tidak perlu mendapat pukulan atau hajaran yang tidak produktif bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Rasa bersalah sehingga kita kehilangan damai sejahtera sudah sangat menyiksa karena telah melukai hati Tuhan. LukaNya menjadi luka kita. Namun hal ini hanya terjadi atas mereka yang mengalami proses pendewasaan rohani yang  baik. Sampai pada tingkat tertentu kita akan berhubungan dengan Tuhan sebagai sesama pribadi yang dewasa. Maksudnya kita mulai memahami pikiran dan perasaanNya.\r\n\r\nTidak sedikit orang yang telah lama menjadi Kristen masih melakukan kesalahan yang mestinya hanya dilakukan oleh orang-orang yang belum dewasa rohani. Biasanya orang-orang demikian tidak mengalami proses pendewasaan rohani yang baik. Mereka tidak memahami pikiran dan perasaan Tuhan. Kepada orang-orang seperti ini Tuhan akan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu!” (Mat 7:22).\r\n\r\nMelalui proses pembelajaran kebenaran Firman Tuhan dan pergaulan dengan Tuhan setiap hari kita bisa bertumbuh dewasa dan memahami kehendakNya. Kita bisa membangun interaksi dengan Tuhan di dalam batin atau suara hati nurani. Kesalahan tersembunyi yang bersifat batin dapat kita deteksi dengan cepat dan cermat. Kita segera minta ampun dengan tulus dan berubah.
Multi Quote Quote
Kesederhanaan Berinteraksi Dengan Tuhan\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/berinteraksi-dg-Tuhan\r\nVoicenote: http://goo.gl/bTqvrv\r\nMp3: http://goo.gl/UAFpcp\r\n\r\n \r\nKetika kita belum dewasa, Tuhan menerima kita sebagai anak-anak yang belum dewasa. Kita diperlakukan sebagai anak-anak oleh karena itu Tuhan tidak menuntut banyak. Tetapi ketika sudah akil balik, kita harus mulai mengerti kehendak Tuhan, harus memberi diri dituntut Tuhan dan menyesuaikan diri terhadap kehendak dan rencanaNya.\r\n\r\nCiri-ciri seorang yang dewasa rohani dan mampu berinteraksi dengan Tuhan:\r\n1.     Sikapnya tidak protokoler dengan Tuhan. Bersahaja dan tidak berdiplomasi. Sederhana tidak dibuat-buat atau ditutup-tutupi. Namun kedalaman doanya yang sederhana menjadi luar biasa, karena memancarkan keakraban seorang anak/ hamba yang tulus. Ironinya seremonial/ liturgi gereja sering menciptakan atmosfir protokoler dan diplomasi. Doa-doanya dipoles dengan bahasa yang terdengar dibuat-buat. Hal ini mengesankan Tuhan adalah Pribadi yang jauh dan tak dapat dipahami.\r\n\r\n2.     Sikap yang intim secara natural karena adanya saling pengertian antara dua pribadi. Ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa makananNya melakukan kehendak Bapa (Yoh 4:34), terlihat Ia mengerti apa yang dikehendaki Bapa. Keintiman ini menciptakan kehidupan yang benar-benar bersih. Suasana keintiman ini membangkitkan kegentaran yang luar biasa sehingga seseorang tidak berani bersikap kurang ajar dan sembarangan terhadap Tuhan.\r\n\r\n3.     Tingkat kedewasaan rohani yang dapat merasakan dan dirasakan Tuhan (Mat 7:21-23). Merasakan kehadiranNya, mengerti pikiran dan perasaanNya. Hubungan sangat eksklusif ini yang digambarkan oleh Paulus seperti hubungan suami-istri (Ef 5:31-32) yang saling mencintai dengan limpah.\r\n–
Multi Quote Quote
Ideal Di Hadapan Bapa\r\n\r\nBaca http://www.truth-media.com/ideal-di-hadapan-Bapa\r\nVoicenote: http://goo.gl/FDBhSz\r\nMp3: http://goo.gl/Ai0363\r\n\r\n \r\nKedewasaan Kristen ukurannya adalah bisa mengimbangi Bapa. Tuhan Yesus mengatakannya sempurna seperti Bapa (Mat.5:48 ), artinya bisa dan menjadi sepikiran dengan Bapa. Memiliki hubungan yang benar dan ideal dengan Bapa ini sama dengan mengambil bagian dalam kekudusanNya. Hal ini bukan hanya menjadi manusia yang saleh atau suci seperti Tuhan, tetapi dipisahkan dari yang lain untuk menjadi alat Kerajaan Allah yaitu hidup dalam rencana Allah sepenuhnya.\r\n\r\nKalau Tuhan Yesus menjadi Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa (Fil 2:11), maka orang percaya harus dapat menjadi hamba bagi kemuliaan Allah Bapa. Inilah manusia Allah/ man of God/ anak Tuhan yang dapat berinteraksi dengan Allah Bapa sebagai pribadi yang dewasa. Sebagaimana Tuhan Yesus telah menempatkan diriNya di hadapan Bapa ketika mengenakan tubuh manusia.\r\n\r\nKalau Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, maka orang percaya harus berusaha dengan keras mengikutiNya menjadi man of God yaitu dengan memiliki karakter Kristus. Orang-orang seperti ini adalah buah-buah yang dihasilkan oleh Tuhan Yesus melalui pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang memberi diri dibentuk dan diproses, menjadi kebanggaan Tuhan Yesus di hadapan Allah Bapa, terhisap sebagai saudaraNya (Ro 8:29).\r\n\r\nPelayanan pekerjaan Tuhan Yesus idealnya dilakukan oleh orang-orang yang berkapasitas atau berkualitas seperti Tuhan Yesus. Orang-orang seperti ini tercipta dari sebuah perjalanan panjang seorang anak Tuhan dalam mengenal kebenaran, mengenakannya dan melalui proses yang benar sehingga memiliki karakter seperti Kristus. Pelayan Tuhan yang ideal adalah pribadi yang memiliki kehidupan bergaya hidup Tuhan Yesus, artinya orang-orang yang hidupnya hanya untuk melakukan kehendak Allah dan bagi kemuliaanNya.\r\n–
Multi Quote Quote
Nyanyian Baru Baca http://www.truth-media.com/nyanyian-baru Voicenote: http://goo.gl/XHdDwS Mp3: http://goo.gl/2wEfos Orang percaya yang mengenal Tuhan Yesus sebagai Pemilik kehidupan dihadapkan pada pilihan dan tantangan yang sangat berat. Pilihan dan tantangan itu adalah: apakah bersedia mengumpulkan harta di Sorga atau tidak (Mat 6:19-20). Karena itu Tuhan Yesus mengatakan kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan (Mat.6:24). Mereka yang tidak mengenal Majikan yang benar tidak dituntut melayaniNya. Mereka tidak memiliki harta rohani di Sorga, karena hidupnya hanya untuk menyelamatkan nyawa, yaitu bagaimana bisa eksis di bumi. Mereka hanya dituntut untuk dapat masuk dunia yang akan datang sebagai masyarakat saja. Kesempatan mengenal Majikan yang benar dalam hidup ini hanya dialami oleh umat pilihan yaitu harus memberikan hidupnya bagi Tuhan. Hal ini jangan dianggap sebagai beban, melainkan sebuah hak istimewa yang patut disyukuri. Karena bagi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh.1:12). Sebagai anak Allah kita harus hidup seperti Tuhan Yesus yang mengosongkan diriNya, kehilangan hidup demi tugas mulia dari Bapa. Seperti Allah Bapa telah mengutus Tuhan Yesus, demikian pula Tuhan Yesus mengutus kita meneruskan pekerjaanNya. Inilah kelompok manusia istimewa, pengawal Kerajaan Allah yang disebutkan dalam Wahyu 14:1-4. Orang-orang yang ketika hidup di dunia telah belajar untuk memiliki irama hidup seperti Tuhan Yesus, yang dapat dinyanyikan di hadapan Tuhan di Yerusalem Baru. Nyanyian itu adalah ungkapan hati atau irama jiwa. Di hadapan tahta Tuhan nanti orang-orang percaya yang telah memiliki irama yang sama yaitu gaya hidup seperti Tuhan Yesus, mengungkapkannya dalam bentuk nyanyian. Nyanyian baru artinya nyanyian yang belum pernah terdengar di Sorga, nyanyian orang percaya yang pulang ke rumah Bapa setelah menyelesaikan tugas Bapa selama hidup di dunia. Nyanyian baru yang tidak dapat dipelajari dalam sekejap, tetapi melalui perjalanan panjang kehidupan di bumi.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...