INDIGO, antara Tumimbal lahir kembali INGATAN masih

di tv lihat anak indigo, mereka bisa bahasa inggris dan buat novel inggris. anak indigo namanya, terlahir memiliki ingata masa lampau sebelum terlahir lagi. makin memperkuat pengetahuan tumimbal lahir. ada yg bisa bantu :-O smile( :siul: :siul: :-$ :brokenheart: :x
Multi Quote Quote
tidak terlalu sulit jika anda ingin membuktikan sendiri apakah tumimbal lahir ada, anda bisa mengikuti regresi hipnotis dan rasakan sendiri apakah pengalaman kehidupan lalu yang anda alami (jika berhasil) nyata atau tidak. Anda tahu apa itu hipnotis? hipnotis itu sebenernya dirinyalah yang menghipnotis, yang melakukan hipnotis adalah yang mengarahkan kemana dia mau dituntun, sehingga penentunya adalah yang di hipnotis. Contoh seorang ahli hipnotis dpt membuat seseorang bertingkah laku seperti binatang, bukan tidak mungkin hipnotis dapat membuat seolah2 seseorang pernah mengalami hidup di jaman sebelumnya. "Pembuktian''" tesebut dpt dimanipulasi karena dapat dibuat/dikesankan seolah-olah, kasarnya: berpura-pura. Sebenarnya ada satu bentuk "pembuktian" lain yg lebih meyakinkan daripada hipnotis regresi yg disebutkan oleh sdr. Pra, tetapi hal tersebut, juga belum dpt dijadikan dasar pembuktian, "pembuktian-pembuktian" tersebut sifatnya hanya "memberi kesan seolah2 terjadi reinkarnasi". Berikut komentar Ian Stevenson, seorang pakar yg meneliti reinkarnasi, "All the cases I''ve investigated so far have shortcomings. Even taken together, they do not offer anything like proof" (Omni Magazine 10(4):76 (198smile) Hipnotis ini juga tidak berlaku untuk pembuktian-pembuktian kejahatan karena orang dapat melakukan manipulasi dengan membuat cerita sesuka dia, membuktikkan suatu bentuk kejahatan dengan hipnotis, adalah salah satu hal yang konyol :smile Sebagai tambahan, terapi regresi kehidupan masa lalu telah dikembangkan sejak tahun 1950-an oleh psikolog dan psikiater. Keyakinan diperoleh kredibilitas karena beberapa pendukung memiliki mandat yang sah, meskipun mandat ini berada di daerah yang tidak terkait dengan agama, psikoterapi atau domain lainnya yang berhubungan dengan kehidupan lampau dan kesehatan mental. Keyakinan akan fenomena ini bermula ketika seorang ibu rumah tangga Amerika bernama Virginia Tighe menceritakan kehidupan masa lalunya pada abad ke-19 sebagai wanita Irlandia bernama Bridey Murphy. Penyelidikan-penyelidikan selanjutnya gagal untuk mendukung keberadaan Bridey Murphy, dan menyimpulkan bahwa memori kehidupan masa lalu itu hanyalah ingatan dari masa kecilnya yang sudah lama dilupakan.
Multi Quote Quote
Atau kalau anda di Jakarta, bisa coba ketemu anak yang disebut-sebut Indigo, bernama Annisa Rania Putri (infonya banyak di Google). Saya pribadi ketemu beliau saat berusia sekitar 5-6 tahun, saat itu dia sudah pandai sekali bercakap dalam bahasa Inggris dan berbagai kelebihan lain yang saya yakin akan membuat siapapun yang melihat langsung percaya dia memiliki kehidupan sebelumnya. Demikian sedikit sharing dari saya. Khusus untuk kasus Annisa Rania Putri, saya melihat dia bisa seperti itu karena beberapa faktor yang jelas bukan karena dia memiliki kehidupan sebelumnya. :smile Menurut saya pribadi dengan analisa kejiwaan dari lacan, Annisa Rania Putri itu dia salah satu anak yang cepat merespon dari tatanan "yang real" lalu ke "yang imajiner" lalu ke "yang symbolic" dari umur lebih muda daripada anak pada umumnya dengan sangat cepat dan ini tidak biasa. secara umum orang banyak mengalami ketegangan saat mengalami proses di masa kecil, tatanan "yang symbolic" yang datang lebih awal dibandingkan dengan anak-anak sebayanya, otomatis prosesnya membuat si anak menjadi sangat cepat dalam mengenal bahasa, tidak mengherankan dia mampu berbahasa inggris dan lainnya jauh lebih cepat dibandingkan anak pada umumnya. Kita sebagai orang luar tidak tahu proses-proses detail apa yang terjadi dia masih kecil, tentu karakter ayahnya sebagai seorang tentara itu dapat merupakan salah satu faktor yang memungkinkan membuat si anak semakin cepat masuk ke tatanan symbolic karena seorang ayah lebih mempunyai melambangkan ke arah "yang symbolic", dari berbagai faktor yang ada tidak heran jika dia condong terlihat lebih dewasa. Anda mengatakan "saya yang melihat langsung percaya dia memiliki kehidupan sebelumnya" ini dikarenakan bisa dikarenakan lingkungan anda atau masa lalu anda yang dimana percaya tentang adanya kehidupan sebelumnya pada manusia, sehingga secara otomatis anda langsung percaya, dan ini wajar, banyak orang sepeti itu, saya bantu anda dalam menganalisa, anda bertemu dengan suatu objek, objek yang anda lihat dan di dengar di anggap mempunyai sesuatu yang luar biasa untuk anda lalu anda hubung-hubungkan dengan memiliki kehidupan sebelumnya. yang dimana hal tersebut jelas selain tidak logis juga tidak pernah terbukti, seperti kasusnya Virginia Tighe dan berbagai kasus lainnya. smile Triratna Triratha itu bermakna : Tiga Permata. Dimaksudkan tiga buah Pengakuan dari setiap penganut agama Buddha, seperti hal- nya dengan Credo di dalam agama Kristen ataupun Syahadat di dalam agama Islam. Tiga Pengakuan di dalam agama Buddha itu berbunyi : Buddham saranam gacchami. Dhammam saranam gacchami. Sangham saranam gacrhami Bemakna Saya berlindung di dalam Buddha. Saya berlindung di dalam Dhamma. Saya berlindung di dalam Sangha. Triratna itu harus diucapkan tiga kali. Pada kali yang kedua diawali dengan Dutiyam, yang bermakna : buat keduakalinya. Pada kali yang ketiga diawali dengan Tatiyam, yang bermakna: buat ketiga kalinya. Buddha di dalam Triratna itu dimaksudkan : Buddha Gautama. Dhamma disitu dimaksudkan : pokok-pokok ajaran. Sangha disitu dimaksudkan : biara. Ketiga-tiganya itu dinyatakan azas perlindungan bagi setiap penganut agama Buddha, yakni azas keyakinan yang dianut mazhab Theravada maupun mazhab Mahayana. http://maktabahku.wordpress.com/2009/01/08/buddha-empat-kebenaran-utama/
Multi Quote Quote
Empat Kebenaran Utama\r\n\r\nBuddha Gautama menerima dan melanjutkan ajaran agama Brahma/Hindu tentang Karma, yakni hukum sebab-akibat dari tindak-laku di dalam kehidupan, dan ajaran tentang Samsara, yakni lahir berulangkali ke dunia sebagai lanjutan Karma; dan ajaran tentang Moksha, yakni pemurnian hidup itu guna terbebas dari Karma dan Samsara.\r\n\r\nSekalipun Buddha Gautama menerima ajaran tentang Karma dan Samsara itu akan tetapi dia menyelidiki dan meneliti pangkal sebab dari keseluruhannya itu, dan merumuskannya di dalam Empat Kebenaran Utama.\r\n\r\nSekalipun Buddha Gautama menerima ajaran tentang Moksha itu, akan tetapi dia tidak dapat menerima dan membenarkan upacara-upacara kebaktian penuh korban bagi mencapai Moksha itu; dan lalu menunjukkan jalan yang hakiki bagi mencapai Moksha yang dirumuskannya dengan Delapan jalan Kebaktian.\r\n\r\nKotbah Pertama dari Buddha Gautama di Isipathana, dalam Taman Menjangan, dekat Benares, berisikan uraian panjang lebar mengenai Empat Kebenaran Utama dan Delapan Jalan Kebaktian itu, yang keseluruhan uraian itu disimpulkan sebagai berikut:\r\n\r\nEmpat Kebenaran Utama :\r\n\r\nAda itu suatu Derita (Dukkha).\r\n\r\nDerita itu disebabkan Hasrat (Tanha).\r\n\r\nHasrat itu mestilah Ditiadakan.\r\n\r\nPeniadaan itu dengan Delapan Jalan.\r\n\r\nDelapan Jalan Kebajikan :\r\n\r\nPengertian yang Benar (Samma-ditthi).\r\n\r\nMaksud yang Benar (Samma–sankappa).\r\n\r\nBicara yang Benar (Samma-vaca).\r\n\r\nLaku yang Benar (Samma-kammarta).\r\n\r\nKerja yang Benar (Samma-ajiva).\r\n\r\nIkhtiar yang Benar (Samma-vayama).\r\n\r\nIngatan yang Benar (SaJnma-sati).\r\n\r\nRenungan yang Benar (Samma-samadhi)\r\n\r\nDi dalam Sutta-pitaka, pada bagian Dhammapada, dikisahkan bahwa sewaktu roda Doktrin itu mulai digerakkan oleh sang Buddha Gautama maka para dewa di Bumi dan di langit hiruk-pikuk, sampai pun kepada Brahma sendiri, karena doktrin itu “suatu roda yang belum pemah digerakkan selama ini oleh seorang pertapa, brahmin, dewa, mara, brahma, atau oleh siapa pun di dunia.”\r\n\r\nDemikian Dhummpada, di dalam Sutta-Pitaka, mengagungkan doktrin yang paling sentral di dalam al!ama Buddha itu.\r\n\r\nTriratna\r\n\r\nTriratha itu bermakna : Tiga Permata. Dimaksudkan tiga buah Pengakuan dari setiap penganut agama Buddha, seperti hal- nya dengan Credo di dalam agama Kristen ataupun Syahadat di dalam agama Islam. Tiga Pengakuan di dalam agama Buddha itu berbunyi :\r\n\r\nBuddham saranam gacchami.\r\n\r\nDhammam saranam gacchami.\r\n\r\nSangham saranam gacrhami\r\n\r\nBemakna\r\n\r\nSaya berlindung di dalam Buddha.\r\n\r\nSaya berlindung di dalam Dhamma.\r\n\r\nSaya berlindung di dalam Sangha.\r\n\r\nTriratna itu harus diucapkan tiga kali. Pada kali yang kedua diawali dengan Dutiyam, yang bermakna : buat keduakalinya. Pada kali yang ketiga diawali dengan Tatiyam, yang bermakna: buat ketiga kalinya.\r\n\r\nBuddha di dalam Triratna itu dimaksudkan : Buddha Gautama. Dhamma disitu dimaksudkan : pokok-pokok ajaran. Sangha disitu dimaksudkan : biara. Ketiga-tiganya itu dinyatakan azas perlindungan bagi setiap penganut agama Buddha, yakni azas keyakinan yang dianut mazhab Theravada maupun mazhab Mahayana.\r\n\r\nAlam semesta dan alam gaib.\r\n\r\nSiddharta Gautama tidak menolak dan tidak pula memper- kembang ajaran tentang alam semesta dan alam gaib, dengan arti, tidak hendak berbicara tentang itu. Di dalam Sutta-Pitaka, pada bagian Majjhima-Nikaya dalam Sutta 63, diceritakan bahwa seorang murid bernama Malunkyiaputera bertanyakan hal itu dan Buddha Gautama memberikan jawabannya, katanya :\r\n\r\n“Kehidupan beragama itu, Malunkyiaputera, tidak tergantung pada ajaran bahwa alam itu abadi; sebaliknya kehidupan beragama itu, hai Malunkyiaputera, tidak tergantung pada ajaran bahwa alam itu tidak abadi. Sekalipun ajaran serupa itu ada, Malunkyiaputera, bahwa alam itu abadi atau alam itu tidak abadi, tetapi disitu tetap ada kelahiran, usia tua, maut, duka, ratapan, derita, kemalangan, dan kekecewaan, yang peniadaan seluruhnya di dalam kehidupan, sengaja saya uraikan.\r\n\r\nKarena itu hai Malunkyiaputera, tanamkan dalam ingatan akan apa yang tidak saya jelaskan, dan akan apa yang saya jelaskan. Dan apakah, hai Malunkyiaputera, yang tidak saya jelaskan ?\r\n\r\nSaya tidak menjelaskan, hai Malunkyiaputera, bahwa alam itu kekal; saya tidak menjelaskan bahwa alam itu tidak kekal saya tidak menjelaskan bahwa alam itu terbatas; saya tidak menjelaskan bahwa alam itu tidak terbatas; saya tidak menjelaska bahwa jiwa dan tubuh itu bersamaan; saya tidak menjelaska bahwa jiwa itu lain dan tubuh itu lain; saya tidak menjelaska bahwa orang-suci itu tidak hidup kembali sesudah mati; saya tidak menjelaskan bahwa orang-suci itu bukan hidup dan bukan tidak-hidup kembali sesudah mati.\r\n\r\nDan kenapa, hai Malunkyiaputera, saya tidak hendak menjelaskannya ? Sebabnya. Malunkyiaputera, hal itu tidak menguntungkan, bahkan tidak ada sangkut-pautnya dengan hal-hal yang paling azasi dalam agama, malah tidak mengarah kepada pencegahan dan peniadaan nafsu, perhentian, ketenangan, pembebasan, hikmat tinggi, dan Nirwana. Justru karena itu saya tidak hendak menjelaskannya…….”\r\n\r\nDemikian Sakyamunj mengemukakan pendiriannya mengenai masalah-masalah yang bersipat filsatat, baikpun mengenai alam semesta maupun alam gaib. Tidak hendak berbicara tentang asal-usul alam semesta dan bagaimana timbulnya dan siapa penciptanya, la lebih menitik-beratkan ajarannya pada bimbingan yang praktis bagi perbaikan hidup manusia. Justru karena itu biara dan tempat-tempat kebaktian pada masa hidupnya tidak berhiaskan apapun. Segala-galanya dalam bentuk sederhana dengan tujuan hidup suci, yakni moksha.\r\n\r\nTerhadap pendirian Sakyamunj itu ada pihak yang menapsirkan, yakni dalam kalangan sarjana-sarjana agama perbandingan, bahwa agama Buddha itu pada hakikatnya Atheistis, yakni tidak mempercayai kodrat gaib apapun juga. Akan tetapi penapsiran serupa itu tidak tepat. Tidak hendak memcarakannya bukan bermakna tidak mempercayainya.\r\n\r\nDi dalam agama apapun juga, termasuk agama Yahudi dan Kristen dan Islam, ada aliran yang berpendirian bahwa dalam masalah-masalah metafisika itu Akal akan tidak mampu mencapai hakikat dan kebenaran secara pasti. Justru di dalam hal itu Akal mestilah menundukkan diri kepada Wahyu. Di dalam agama Islam, pendirian serupa itu dianut oleh aliran Salaf.\r\n\r\nImmanuel Kant (1724-1804), ahlipikir Jerman terbesar menjelang pengujung abad ke-17 masehi, telah membuktikan ketidak-mampuan Akal bagi mencapai kepastian dalam masalah- masalah metafisika itu dengan mengemukakan Empat Antinomi di dalam karyanya Critique Of Pure Reason.\r\n\r\nAtas dasar itulah harus dipahamkan dan ditapsirkan apa yang dinyatakan oleh Siddharta Gautama itu, seperti termuat di dalam Sutta-Pitaka pada bagian Majjhima-Nikaya itu.\r\n\r\nPenghapusan kasta masyarakat.\r\n\r\nKasta Brahmin di dalam agama Brahma/Hindu merupakan kasta paling mulia dan kasta Sudra merupakan kasta paling hina. Buddha Gautama menolak pembagian lapisan di dalam masyarakat.\r\n\r\nDi dalam Sutta-Pitaka pada bagian Dhammapada, yakni dalam Sutta 26 :3, Buddha Gautama berkata : “Saya tidak menyebut seseorang itu Brahmin, karena turunannya ataupun karena ibunya. Orang serupa itu congkak dan kaya. Tetapi orang melarat yang terbebas dari segala godaan shahwati, dia itulah yang saya panggilkan Brahmin.”\r\n\r\nAjaran itu amat “revolusioner” buat masanya itu. Dan, karena itulah agama Buddha itu cepat meluas dan berkembang pada anakbenua India dan sebaliknya agama Hindu makin ter- desak dan tersudut.\r\n\r\nKonsili Pertama\r\n\r\nTaklama sesudah Buddha Gautama meninggal pada tahun 483 sebelum Masehi maka sejumlah 900 orang Murid Terutama berkumpul di Rajagriha. Disitu dibicarakan dan dirumuskan sari ajaran Sakyamuni tentang pokok-pokok ajaran (Dharnma) dan tentang peraturan beserta tata tertib (Vinaya) yang harus ditaati setiap bikkhu dan bikkhuni dalam masyarakat biara (Sangha).\r\n\r\nMusyawarah besar di Rajagriha itu, pada perempat terakhir dari abad ke-5 sebelum Masehi, terpandang Konsili Pertama dalam sejarah agama Buddha. Perumusan sari-sari ajaran Sakyamuni itu diwariskan turun temurun secara lisan seperti kebiasaan yang berlaku pada masa itu, belum sipat tertulis. Perikeadaan itu serupa dengan hirnpunan Al-Hadits di dalam sejarah agama Islam, yang pada abad ke-2 dan abad ke-3 sepeninggal Nabi Muhammad, barulah dikumpulkan secara tertulis.\r\n\r\nKonsili Kedua\r\n\r\nSatu abad kemualan, yakni pada pertengahan abad ke-4 sebelum Masehi, berlangsung musyawarah lagi di Vaisali mengenai peraturan beserta tata tertib (Vinaya) yang harus ditaati setiap rahib dalam masyarakat biara (Sangha). Musyawarah di Vaisali itu merupakan Konsili Kedua dalam sejarah agama Buddha.\r\n\r\nDi situ bermula perpisahan dua aliran:\r\n\r\nGolongan Konservatif yang menyebut dirinya Sthaviravadins, yang pada masa belakangan lebih dikenal dengan aliran Theravada, bersikap mempertahankan kesederhanaan ajaran Sakyamuni.\r\n\r\nGolongan Liberal yang memberikan penapsiran-penapsiran lebih bebas atas ajaran Sakyamuni dan menyebutkan dirinya Mahasanghikas, yang pada masa belakangan lebih dikenal dengan aliran Mahayana\r\n\r\nKira-kira pada masa inilah disusun Empat Himpunan Baru di dalam Sutta-Pitaka, yang satu persatu himpunan itu dipang- gilkan Nikaya. Tahadinya Sutta-Pitaka itu cuma terdiri atas Digha Nikaya, terdiri atas 34 sutta. Sebagiannya amat terkenal dan sebagiannya lagi sedikit saja dipergunakan pada umumnya.\r\n\r\nPaling terkenal di antara 34 sutta itu ialah Maha-parinib- bhana-sutta (Book.of Great Decease, Sutta tentang Kemangkatan Terbesar), berisikan berbagai pembahasan pada masa tiga bulan terakhir dari kehidupan Buddha Gautama beserta ucapan-ucapannya yang hampir-hampir dapat dipastikan otentiknya\r\n\r\nEmpat Himpunan Baru itu ialah :\r\n\r\nMajjhima Nikaya, atau sutta yang sedang saja panjangnya, terdiri atas 152 sutta yang sipat isinya pendek-pendek, terbagi ke dalam 15 buah vaggha, yaitu kelompok masalah.\r\n\r\nSamyutta Nikaya, berisikan 56 buah kelompok-Sutta (samyutta) berkenaan dengan pokok-pokok soal ataupun berkenaan dengan tokoh-tokoh utama. Diantara isinya sebuah versi tentang Khotbah Pertama di Benares, dikenal dengan Kotbah Penggerak Roda (Wheel-turning-Sermon}, sesudah Siddharta Gautama beroleh pencerahan di bawah pohon-Hikmat.\r\n\r\nAnguttara Nikaya, berisikan 2.308 sutta, tersusun dalam 11 buah Nipata, yaitu kelompok, masalah. Masalah pertama berbicara tentang Buddha. Kelompok kedua berbicara tentang dua macam Buddha, dua macam tata laku dalam rimba-hidup. Kelompok ketiga berbicara tentang tiga macam rahib. Kelompok keempat berbicara tentang empat macam jalan menuju Nirwana. Begitu seterusnya sampai kelompok kesebelas yang berbicara tentang sebelas macam kebajikan dan sebelas macam kemunkaran.\r\n\r\nKuddhaka Nikaya, kumpulan berbagai sutta, berisikan pembahasan tentang hal-hal yang tidak termasuk dalam kelompok Nikaya lainnya. Di dalam himpunan ini diantara lain dijumpai Kuddhaka–patha, tentang pokok-pokok azasi dari kehidupan Buddha; dan Metta sutta tentang pengertian dan kegunaan cintakasih bagi tata-hidup manusia; dan Mahamangala-sutta tentang berbagai kerahiman yang dipandang paling terbesar; dan Dhammapada berisikan 423 bait sajak terbagi atas 26 vaggha (bab) membicarakan tentang nilai-nilai (ethika) yang merupakan pegangan hidup dan merupakan sutta paling terkenal dari seluruh kitab suci agama Buddha. Di antara lainnya dijumpai pula Theragatha dan Therigatha. yaitu nyanyian keagamaan untuk rahib lelaki dan nyanyian keagamaan untuk rahib wanita, yang kedudukannya mirip dengan Kitab Mazmur di dalam agama Yahudi dan agama Kristen. Juga di dalam himpunan Kuddhaka Nikaya itu terdapat kumpulan kisah-kisah Jataka (Dzanecka) tentang berbagai kehidupan yang lebih duluan dari Buddha pada berbagai penjelmaannya.\r\n\r\nItulah empat himpunan baru yang berupa tambahan terhadap Sutta’–Pitaka dan disusun sehabis Konsili Kedua. Terlebih khusus merupakan pegangan bagi mazhab Mahasanghikas (Maha- yana).\r\n\r\nKonsili Ketiga.\r\n\r\nPada tahun 327 sebelum Masehi terjadi penyerbuan Iskandar Makedoni (356-323 SM) dari Asia Tengah melalui Khyber Pass ke dalam anak benua India, menempatkan seorang panglimanya menjabat gubernur India berkedudukan di kota Taksila, yang dewasa ini terletak dekat Pashawar. Pengaruh kekuasaan Grik pada anakbenua India itu tampak pada senipahat dan seni bangunan beserta pengaruh mithologi Grik itu tampak pada perkembangan keyakinan keagamaan di dalam agama Brahma/Hindu di India, yakni muncul keyakinan Trimurti dan Trishakti beserta pemujaan dewa-dewa lainnya.\r\n\r\nKekuasaan Grik itu sempat berkuasa seperempat abad lamanya dan pada akhimya ditumbangkan oleh dinasti Maurya. (321-184 SM), yang dibangun oleh Chandragupta berkedudukan di Pataliputra (Patna), la berhasil merebut ibukota Taksila itu dari tangan Selaucus Nicator pada tahun 305 sebelum Masehi.\r\n\r\nPada tahun 274 sM cucunya Kaisar Asoka (274 -236 sM) naik berkuasa, dan ditangan cucunya itu, dinasti tersebut merupakan imperium besar tiada taranya pada.anakbenua India. Kaisar Asoka itu pada akhirnya melepaskan agama Hindu dan memeluk agama Buddha dan mengumumkannya Agama-Resmi dalam imperium India. Agama itu mencapai puncak kemegahannya tiga abad sesudah Buddha Gautama meninggal dunia.\r\n\r\nPada tahun 244 sebelum Masehi berlangsung Konsili Ketiga di Pataliputera (Patna), ibukota imperium, atas anjuran Kaisar Asoka. Pada masa itulah pokok-pokok ajaran Budha Gautama itu mulai disusun secara tertulis di dalam bahasa Pali, terdiri atas tiga himpunan, dan tiga himpunan itulah yang disebut Tripitaka.\r\n\r\nJarak masa antara Sakyamuni dengan penyusunan himpunan tertulis itu telah berlalu tiga abad lamanya. Dalam masa yang panjang itu telah berlaku penapsiran-penapsiran lebih bebas dari oihak Mahasanghikas. Dengan begitu telah sulit membedakan manakah yang betul-betul ucapan Buddha Gautama, karena semuanya disandarkan pada sabda Buddha Gautama.\r\n\r\nDalam pada itu Kaisar Asoka, demikian William L. Langer di dalam Encyclopedia of World History edisi 1956 halaman 42, mengirimkan missi-missi Buddha ke berbagai\r\n\r\npenguasa di luar anakbenua India, diantaranya ialah : Syria, Egypte, Cyrene (Lybia), Makedonia, dan Epirus (Grik). Tetapi cuma memperlihatkan hasil gemilang di Sailan dan di Birma.\r\n\r\nSekalipun pada tempat-tempat lainnya itu agama Buddha tidak berkembang seperti di Sailan dan di Birma itu akan tetapi pengaruh ajarannya cukup kuat mempesonakan kalangan terpelajar disitu hingga meresapi berbagai aliran filsafat, umpamanya Stoicism dan Neoplatonism. Sedangkan aliran Neoplatonism itu, yang sejak abad ke-3 masehi meresapi agama Kristen melalui St. Augustinus (354 -430 M), melahirkan sistem rahib dan biara dalam dunia Kristen.\r\n\r\nKemunduran agama Buddha di India.\r\n\r\nDinasti Maurya (321-184 sM) itu pada akhirnya ditumbangkan oleh dinasti Sungga (184 sM-78 M) pada tahun 184 sebelum Masehi. Dinasti baru itu mengambil kaum Brahmin menjadi penasihat-penasihat kerajaan (Kanvas). Mereka itu melakukan tekanan keras terhadap pengikut agama Buddha hingga akhirnya pengaruh agama Buddha, itu berangsur-angsur susut pada anak benua India.\r\n\r\nTetapi sejak tahun 78 sebelum Masehi terjadi pemberontakan di sana-sini, yang berkelanjutan dekat satu abad lamanya, dan terbentuk kembali penguasa-penguasa setempat yang menyatakan dirinya bebas dan berdaulat. Sekalipun begitu, satu persatunya tetap mempertahankan agama Hindu dan melakukan tekanan terus-menerus terhadap agama Buddha.\r\n\r\nKonsili Keempat.\r\n\r\nPada masa itulah berlangsung Konsili Keempat di kota Jalandra dalam wilayah Punjab (Pertemuan Lima Sungai) dibawah prakarsa sekta Sarvastivada, yaitu pecahan mazhab Theravada. Tripitaka disalin ke dalam bahasa Sanskrit. Dibalik itu disusun bungarampai dalam bahasa. Sanskrit, bernama Agamas, bersamaan isinya dengan Nikaya.\r\n\r\nDi sekitar masa itulah agama Buddha terpecah kedalam dua mazhab besar, berdasarkan bibit-bibit yang telah tumbuh sebelumnya, yang pokok keyakinan maupun pokok ajaran sudah sangat berbedaan, yaitu .\r\n\r\nHinayana. (Kereta Kecil), yang ingin mempertahankan kesederhanaan ajaran Sakyamuni. Nama itu diberikan oleh lawannya. Sedangkan para pengikut mazhab itu tetap mempertahankan namanya yang asli, yaitu Theravada, yakni aliran Tokoh-Tokoh Tertua (the Elders).\r\n\r\nMahayana, (Kereta-Besar), yang bersikap mempertahankan penapsiran atas setiap ajaran Sakyamuni, sebagai lanjutan dari sekta Mahasanghika; memusatkan pemujaannya pada pribadi Buddha, dan memperkembang ajaran tentang kodrat-kodrat gaib yang dipanggilkan dengan Bodhisatvas.\r\n\r\nDi sekitar masa itulah disusun tujuh buku Abhidhamma dalam bahasa Sanskrit berisikan pembahasan-pembahasan yang filosofis atas setiap ajaran dan keyakinan keagamaan. Tujuh buku Abhidhamma itulah, beserta Mahayana-Sutras lainnya yang disusun pada masa belakangan, dipanggilkan dengan himpunan tennuda.\r\n\r\nSepeninggal dinasti Kushana (78-178 M) itu, yakni semenjak abad ketiga masehi, pengaruh agama Buddha pada anakbenua India makin mundur. Menjelang pertengahan abad ke-5 masehi lantas pengaruhnya itu lenyap dari bumi India, kecuali kelompok-kelompok kecil pada pusatnya masing-masing, dan sebaliknya berkembang dengan luas di Sailan, Birma, Muang- thai, Kamboja, Laos, Annam, dan terlebih-lebih di Tiongkok dan Korea dan Jepang.
Multi Quote Quote
ane sih tahunya InBeGo….In Be Gombal…. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
Sabbe satta bavante sukkitatta, "semoga semua mahkluk hidup berbahagia" dengan sungguh2 mengucapkan semoga semua mendapat berkah buddha. open all history buddha for true life. Ya bagi agama KTP Budha harus dimengerti ya, agar kalau ditanya anak-cucu bisa jawab :peace: 3 aliran buddha dari dahulu : Hinayana : Kesederhanaan, dalam perjalanannya bhante hinayana diperbolehkan minum arak dan makan daging karena mereka melakukan perjalanan jauh didaerah dingin untuk menyebarkan dhamma buddha. Correct me if wrong. ( ini mungkin tibet, ….). Teravada : ajaran tertua budha, mengikuti kesederhanaan buddha gautama.(thailand, myanmar, laos, vietnam, indonesia, india). Mahayana : ajaran budha bagi kaum liberal seperti di China, Taiwan, jepang, korea, Indonesia, malaysia. :p
Multi Quote Quote
\r\nhttp://sudhammacaro.blogspot.com/2010/09/menjelaskan-kelahiran-kembali.html\r\nhttp://dhammacitta.org/pustaka/ebook/dawai/dawai-47.pdf\r\n\r\n“ MENJELASKAN KELAHIRAN KEMBALI (REINKARNASI) “\r\nDISKUSI DHARMA FACEBOOK.\r\n\r\nDiskusi: Tanya;Bagiamana menjelaskan Kelahiran Kembali (Reinkarnasi) kepada umat lain yang tidak percaya, dan bagaimana cara membuktikan. Teman-teman tolong kasih komen yang benar dan berguna, sadhu.\r\n\r\nJawab: Secara materi kelahiran kembali (Reinkarnasi) sulit dijelaskan, sebab hal itu bentuknya abstrak tidak nampak kasat mata. Walaupun sudah banyak para ahli ilmuwan psikologi, biologi, dsb meneliti bahkan produser film dekumenter Discovery sudah membuatnya, dan diedarkan. Seperti kejadian di Srilanka dalam film tsb, jelas sekali peristiwa kematian seorang wanita yang terjun ke sungai, saat berdiri di jembatan, lalu meninggal. Akhirnya ditemukan telah lahir lagi di satu daerah lain masih di Srilanka, yang dihitung waktu mundur ternyata benar dan akurat.\r\n\r\nNamun, bagi kalangan agama lain pasti dianggap mengada-ada atau bohong.\r\nUntuk lebih jernih melihat soal ini, anda harus praktik langsung dengan seorang ahli Hipnotis, atau Hipnoterapy yang dapat membawa anda ke masa lalu, termasuk ke kehidupan lalu anda. Karena hanya dengan cara itu, baru bisa diketahui dan dibuktikan oleh saksi yang anda ajak untuk menemani.\r\n\r\nBagi umat Buddha yang keyakinannya kuat kepada Dharma ajaran Buddha, pasti tidak aneh soal dapat dibuktikan atau tidak tentang kelahiran kembali. Keyakinan ini diterima berdasarkan sabda Buddha yang menerangkan Hukum Karma, yang banyak dipercaya oleh semua orang dimanapun.\r\n\r\nJadi, intinya kalau anda yakin Hukum Karma, berarti hal itu termasuk yakin adanya kelahiran kembali (Reinkarnasi). Hanya yang menjadi kendala ialah kita tidak ingat dan mudah lupa peristiwa atau perbuatan kita diwaktu kemarin apalagi beberapa tahun yang lalu, dst.\r\n\r\nCara lain untuk membuktikan: anda harus rajin meditasi, hingga dapat mencapai Jhana ke-empat, lalu bertekad mau melihat hidup yang lalu, nanti anda seolah melihat TV tentang kehidupan masa lalu anda. Namun, maaf latihan meditasi tsb tidak mudah, bhante sendiri belum sampai, maaf hal ini hanya teori dalam buku Samadhi.\r\n\r\nSilakan mereka melihat www.justbegood.net, ini website yang membahas kelahiran ulang, ini bukan website saya, tetapi website ini baik untuk membuat orang mengerti, bahwa banyak ahli di negara barat sana yang membuat riset.\r\n\r\nJuga silakan melihat www.johnadams.net, disitu akan ditemukan riset kemiripan wajah yang dilakukan oleh Dr. Walter Semkiew, MD. Semoga informasi ini membantu semuanya untuk melepaskan keraguan dhamma yang diajarkan guru kita, Sang Buddha Gautama tentang kekuatan hukum kamma dan tumimbal lahir… Sadhu… Keep smiling n b happy. \r\n
Multi Quote Quote
Sabbe satta bavante sukkitatta, "semoga semua mahkluk hidup berbahagia" dengan sungguh2 mengucapkan semoga semua mendapat berkah buddha. open all history buddha for true life. Ya bagi agama KTP Budha harus dimengerti ya, agar kalau ditanya anak-cucu bisa jawab :peace: 3 aliran buddha dari dahulu : Hinayana : Kesederhanaan, dalam perjalanannya bhante hinayana diperbolehkan minum arak dan makan daging karena mereka melakukan perjalanan jauh didaerah dingin untuk menyebarkan dhamma buddha. Correct me if wrong. ( ini mungkin tibet, ….). Teravada : ajaran tertua budha, mengikuti kesederhanaan buddha gautama.(thailand, myanmar, laos, vietnam, indonesia, india). Mahayana : ajaran budha bagi kaum liberal seperti di China, Taiwan, jepang, korea, Indonesia, malaysia. :p setau ane cuma ada 2….hinayana, yaitu theravada dan mahayana…diantaranya tantrayana… soal bhikkhu boleh minum arak….???? weleh welehhhh…itu referensi darimana boz….?
Multi Quote Quote
lupa dimana sumbernya, hinayana mungkin bro benar hinayana atau mungkin tantrayana udah lupa, katanya bhiksu/bhantenya lebih memilih merantau kemana-mana, didalam perjalanannya dengan suhu dingin maka mereka diperbolehkan makan daging dan sedikit arak agar badan mereka panas dan bisa bertahan hidup itu kan dulu belum ada mesin pemanas. smile katanya bhante teravada boleh makan daging yang diberi umat, asal tidak dengan meminta, kalau dikasih apa makan terima. ? :p nah yang mahayana biksunya saya lihat banyak mencari duit sendiri yang jubah kuning selendang merah, kadang2 mereka doain orang mati demi imbalan uang ada yang berani pasang harga. kalau murni masih teravada lebih bagus. tidak tahu lagi yang datang dari taiwan. aliran budha maitreya, budha maitreya yang digambarkan gemuk. disana biasanya tidak ada budha gautama, hanya ada dewi kwan im, kwan kong, budha maitreya. dan mereka tidak punya sangha/bhiksu/bhante, cara sembayangnya pakai mandarin dengan kepala diangguk2 entah ajaran sesat bukan, denger dari orang yang pernah di taiwan itu aliran nyimpang tapi tidak dilarang oleh taiwan, ada yang bisa kasih pencerahan mungkin bro gombal atau funda mengenai aliran maitreya asal taiwan. mereka juga paksa umat nya tidak boleh makan daging. weleh3 padahal vegetarian daging itu terbuat dari penyedap, perasa dan bahan kimia yang artinya kita telah belajar berbohong dengan menghilangkan hati dan pikiran yang suci/jujur. smile) :p
Multi Quote Quote
lupa dimana sumbernya, hinayana mungkin bro benar hinayana atau mungkin tantrayana udah lupa, katanya bhiksu/bhantenya lebih memilih merantau kemana-mana, didalam perjalanannya dengan suhu dingin maka mereka diperbolehkan makan daging dan sedikit arak agar badan mereka panas dan bisa bertahan hidup itu kan dulu belum ada mesin pemanas. smile katanya bhante teravada boleh makan daging yang diberi umat, asal tidak dengan meminta, kalau dikasih apa makan terima. ? :p nah yang mahayana biksunya saya lihat banyak mencari duit sendiri yang jubah kuning selendang merah, kadang2 mereka doain orang mati demi imbalan uang ada yang berani pasang harga. kalau murni masih teravada lebih bagus. tidak tahu lagi yang datang dari taiwan. aliran budha maitreya, budha maitreya yang digambarkan gemuk. disana biasanya tidak ada budha gautama, hanya ada dewi kwan im, kwan kong, budha maitreya. dan mereka tidak punya sangha/bhiksu/bhante, cara sembayangnya pakai mandarin dengan kepala diangguk2 entah ajaran sesat bukan, denger dari orang yang pernah di taiwan itu aliran nyimpang tapi tidak dilarang oleh taiwan, ada yang bisa kasih pencerahan mungkin bro gombal atau funda mengenai aliran maitreya asal taiwan. mereka juga paksa umat nya tidak boleh makan daging. weleh3 padahal vegetarian daging itu terbuat dari penyedap, perasa dan bahan kimia yang artinya kita telah belajar berbohong dengan menghilangkan hati dan pikiran yang suci/jujur. smile) :p bro newze….ada beberapa hal yg harus dimengerti dgn aliran-aliran yg mengaku berbendara buddhis ini…. seperti maitreya…ane cukup tahu karena guru kungfu ane adalah pendeta di aliran ini….trus ada satu aliran lagi dari jepang…ane lupa namanya…..belum lagi yg lain….bila perlu sai baba juga mau pakai bendera buddhis supaya bisa bergerilya di negeri beragama ini…. lucunya, kalau gak boleh dibilang anehnya, aliran-2 ini sama sekali tidak mengenal siddharta gautama sebagai sang buddha…. malahan tidak ada sama sekali ajaran dhamma disana…. ada begitu banyak hal "konyol" yg diajarkan di aliran-2 ini…seperti dilarang bermeditasi….. memang, setelah sekian lama, lebih dari 2500 thn….perjalanan agama buddha ke negara-2 lain membawa perubahan….dan inilah yg mesti kita cermati….seberapa jauh perubahan itu…. apakah itu cuma perubahan-2 minor…seperti model dan warna jubah…atau malah jauh melenceng sampai gak ingat lagi jalan yg ditapaki….. dan soal bhikkhu boleh tidak makan daging….dan konyolnya masih terus diperdebatkan…biasanya oleh mereka-2 yg bukan praktisi meditasi….dan senangnya cuma ribut mulu…. sang buddha sudah jelas-2 memberitahu…bahwa perkara makan daging atau makan sayur bukan menjadi perhatian seorang bhikkhu…. sebagai manusia yg menggantungkan dirinya pada belas kasih mahkluk lain…seorg bhikkhu harus mudah dirawat dan dilayani…. dan ini yg lebih penting…bila bro newze menggeluti meditasi….pikiran harusnya sepenuhnya bebas dari keinginan akan makan daging atau sayur…. karena percuma saja mengaku tidak makan daging…..tapi porsi makan sayurnya melebihi gajah di kebun binatang…. keserakahan adalah keserakahan….kita harus waspada akan hal ini….. jgn tertipu oleh bentuk….bahwa yg makan sayur jauh lebih baik daripada yg makan daging…. kalau hal demikian dipercaya…berarti SAPI, KEBO, KAMBING & Konco-konconya yg doyannya cuma makan rumput JAUH LEBIH BAIK DAN SUCI DARI MANUSIA….. apa benar begitu…. smile smile smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...