Diskusi Saham yang paling informatif - disini!

bro nemo, boleh share website milis saham ? thanks http://groups.yahoo.com/group/saham/ pemiliknya baik dan bagus, bro….. banyak benernya dan sopan :peace:
Multi Quote Quote
terinspirasi dr beberapa member di sini yg mantebbbb……. - kek bung Gober, INDR, ALMI dll. TMPI nya luput dr perhatian ane, mr kita jagoin jagoan kita masing2, jangan klise tp kek KARK yg udah lama ‘'mati’' dan ditunggu2…… tapi kayak TMPI yg lama ‘'mati’' dan ga ditunggu2 tiba2 naik. - bung Indy ane ga ada ide saham apa, tp kalo ente2 ada ‘'wangsit’' silahkan pasang, ga ada sangsi koq cuma rame2 aja, tiap user maks 2 jagoan, berlaku 3-6 bulan :hug: yg masuk kriteria tepat akan ane taroh datanya (hall of fame) di post 2, biar KSC tau jejak2nya :peace:
Multi Quote Quote
KSC ers yg masuk Hall………. bung Gober : INDR http://i106.photobucket.com/albums/m242/axiemeluv/Smiley/110104_emM5.gif bung Indy : LPCK (banyak nih keknya, MBAI, CMNP dll.) http://i106.photobucket.com/albums/m242/axiemeluv/Smiley/110104_emM5.gif
Multi Quote Quote
Bandarmologi dibalik pergerakan harga STAR ?!! Ada satu saham yang bersinar terang di tengah suramnya kondisi IHSG beberapa bulan terakhir, saham ini menguat sangat tajam dan berhasil menarik banyak investor retail karena kemilaunya. Bagi para investor yang rajin memantau pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir, pasti mengenal saham STAR, saham ini baru go public bulan Juli lalu, tepatnya tanggal 13 Juli 2011, dengan harga IPO 102 /lembar, konon di harga 100 PER dari saham ini hanya 1X, atau dengan kata lain perusahaan ini akan menghasilkan keuntungan sebasar nilai perusahaannya saat ini di tahun yang akan datang. Di luar benar atau salah berita tersebut satu hal yang kita tahu pasti, saham ini langsung naik 20% di detik pertama perdagangannya. Harga pembukaan saham ini di level 122, naik 20 point dibanding harga IPOnya, tidak berhenti di situ, dalam 3 bulan pertama saham ini terus naik sampai rekor tertingginya di level 330, dan seperti kita ketahui harga saham ini sekarang adalah 92 (penutupan tanggal 2 Nov 2011). Saya yakin para fundamentalist memiliki versiya sendiri untuk menjelaskan ada apa dibalik gejolak harga yang begitu besar dalam waktu begitu singkat, sementara para technicalist tidak bisa berkata apa-apa karena saham ini memang baru diterbitkan dan tidak memiliki historical price yang mencukupi untuk dianalisa.
Multi Quote Quote
Untuk memulai mari kita mengidentivikasi pihak-pihak yang ikut serta dalam proses ini:\r\n\r\nPIHAK PENJUAL\r\nSeperti kita ketahui, PT. Star Petrochem Tbk. (STAR), menunjuk PT.Andalan Artha Advisindo Sekuritas (BJ) sebagai penjamin emisi atau underwritter. Sebagai underwriter tunggal PT.Andalan Aertha Advisindo Sekuritas (BJ), memiliki kewajiban untuk mejual seluruh saham yang dipercayakan emiten kepada publik.\r\n\r\nSecara teori BJ akan menawarkan kepada para nasabahnya, melakukan proses book building dan menjual saham STAR kepada publik melalui proses IPO.\r\nJika kita melihat pada website dari sekuritas yang bersangkutan kita mendapatkan bahwa AAA (sebutan dari sekuritas ini) bukanlah sebuah sekuritas yang menempatkan “publik” atau investor ritel seperti kita dalam target bisnisnya.\r\n\r\nSekuritas ini kemungkinan hanya memiliki 1 kantor pusat, dan tidak memiliki cabang dimanapun, tidak ada tawaran untuk menjadi nasabah dalam websitenya, tidak ada OLT yang ditawarkan, bahkan grafik IHSG yang ditempatkan di halaman depan website ini terakhir di update bulan Juli 2009. Tanpa perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut, saya rasa kita bisa menyimpulkan bahwa sekuritas ini, tidak membutuhkan investor ritel seperti kita untuk kelangsungan hidupnya, sekuritas seperti ini kemungkinan hanya memiliki nasabah big player, dan menggunakan jasanya untuk kepentingan tertentu.
Multi Quote Quote
PIHAK PEMBELI Pertanyaan tersebut akan membawa kita kepada pihak kedua dalam proses ini, yaitu Investor Ritel. Investor Ritel merupakan sasaran utama dari sebuah perusahaan go public, secara logika jika sebuah perusahaan mencari pemodal besar (coorporate) maka perusahaan itu tidak perlu melakukan proses berliku untuk melakukan IPO, cukup mendatangi pemodal besar satu per satu, dan jika perusahaan itu memang menjanjikan maka pemodal besar akan berebut untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Jadi bisa kita simpulkan bahwa STAR mengincar modal dari publik ketika mereka menunjuk AAA sebagai penjamin emisinya. Artinya AAA juga harus menjual saham yang mereka jamin kepada investor ritel, yang jelas bukan nasabah mereka.
Multi Quote Quote
THE REAL IPO The real IPO adalah proses dimana pendistribusian saham STAR dilakukan, notabene setelah proses IPO resmi berakhir, penjelasan berikut akan menggambarkan bagaimana proses tersebut berlangsung. Seperti dibahas sebelumnya, kita belum bisa menemukan garis penghubung antara pihak penjual dengan pihak pembeli dalam proses IPO ini, namum kita ketahui faktanya bahwa 4 bulan setelah saham ini go public, STAR sudah menjadi asset (tidak diinginkan) bagi begitu banyak investor ritel di Indonesia. Dengan kata lain proses IPO yang merupakan proses penjualan saham emiten/underwriter kepada para investor ritel sudah dilaksanakan PT.Andalan Artha Advisindo Sekuritas (BJ) dengan baik, bahkan dengan harga rata-rata hampir 2 kali lipat dari harga IPOnya. Kejadian ini merupakan contoh bagaimana cara kerja market maker / bandar atau dalam kasus ini underwriter dalam mendistribusi barang yang dimilikinya kepada publik di harga yang tinggi. Berikut ini step-step yang disinyalir terjadi dalam proses The Real IPO di saham Star.
Multi Quote Quote
FASE MARK UP HARGA\r\nDi detik pertama perdagangan, saham ini langsung meloncat 20%, hal ini merupakan “aksi marketing” pertama yang dilakukan oleh underwriter dalam proses The Real IPO yang akan dilaksanakannya dalam beberapa waktu kedepan.\r\nBiaya dalam proses ini sangatlah kecil, cenderung mendekati nol, karena kemungukinan mereka hanya memindahkan saham mereka dari satu pihak ke pihak yang lain. Sebagai pemiliki tunggal dari saham ini, mereka bebas men-transaksikan saham ini di harga berapa pun.\r\n\r\nKita tahu bahwa proses ini hanya dapat berlangsung di beberapa detik pertama, karena dalam sekejap para investor ritel yang melihat loncatan harga tersebut akan ikut bergabung pada “pesta” ini, dan ini memang tujuan utama dari market maker.\r\n\r\nNamun sebesar apa pun jumlah saham yang dimiliki oleh investor ritel, jumlahnya mutlak di bawah kendali para market maker, dengan kata lain mereka memang membiarkan para investor ritel untuk memperoleh keuntungan, dengan membeli saham yang mereka jual dengan harga yang lebih tinggi, namun jumlahnya akan mereka batasi sesuai dengan strategi yang mereka sudah rancang.\r\n\r\nProses mengangkat harga diperlukan untuk membangun kepercayaan dan menarik minat para investor ritel untuk membeli saham ini, sehingga The Real IPO bisa dilaksanakan.\r\n\r\nSudah menjadi rahasia umum bahwa para investor ritel cenderung membeli kembali saham-saham yang pernah memberikan mereka keuntungan, bahkan di harga yang lebih tinggi dari level dimana mereka pernah menjual, inilah yang kelak dimanfaatkan oleh market maker untuk melaksanakan strateginya.\r\n\r\nDalam kasus ini proses kenaikan berlangsung cukup lama, tercatat dari tanggal 13 Juli – 13 September 2011 saham ini bergerak dari level 122 sampai level penutupan tertingginya di level 310 atau 3 kali lipat dari harga IPOnya.\r\n\r\nDalam grafik kita bisa melihat volume perdagangan meningkat menyertai kenaikan harga, hal ini mengindikasikan kepercayaan publik terhadap saham ini terus meningkat selama kenaikan harga terus berlangsung, bahkan pada tanggal 13 September 2011 saham ini diperdagankan dengan harga rata-rata 315, dengan total transaksi sebanyak 267.655 lot.\r\n\r\nJika kita kembali mengingat harga IPO 3 bulan sebelumnya, harga ini adalah harga yang gila, namun dengan bantuan running trade, rumor, berita dan komponen-komponen lainnya, investor ritel bersedia membayar di harga 315 untuk saham yang 3 bulan lalu hanya berharga 102.
Multi Quote Quote
FASE DISTRIBUSI Fase ini akan dilakukan ketika kepercayaan publik sudah cukup besar pada saham ini, sehingga market maker bisa mendistribusikan sahamnya secara perlahan, tanpa perlu membelinya kembali di harga yang lebih tinggi seperti yang terjadi di fase mark up. Dalam kondisi ini harga akan turun secara bertahap, seiring dengan melemahnya minat beli investor ritel, dalam proses ini market maker akan berusaha untuk menjaga agar minat publik tetap tinggi pada saham ini, salah satunya dengan menjaga agar range harga harian untuk saham ini tetap tinggi sehingga selalu menarik perhatian para daily trader, terutama di saat saham-saham lain mengalami koreksi besar- besaran
Multi Quote Quote
FASE MARK UP KEDUA Fase ini kemungkinan dilakukan karena saham ini sudah semakin mulai kehilangan peminatnya seiring dengan terus turunnya harga, sementara market maker masih memiliki banyak saham untuk mereka distribusi, hal itu bisa dilihat dengan semakin menurunnya volume perdangangan di akhir-akhir fase distribusi pertama. Kenaikan harga kembali terjadi hanya dalam 8 hari perdagangan harga naik dari 200 sampai ke 290 dengan volume yang relative kecil.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...