CAPRES 2014 - SATRIA PININGIT KETUJUH

SERAH TERIMA JABATAN KASAD HARI INI\r\nUpacara serah terima jabatan Kasad ini, ditandai dengan penyerahan Panji-Panji TNI Angkatan Darat Kartika Eka Paksi dari Jenderal TNI George Toisutta kepada Panglima TNI.\r\n\r\nJakarta, Pelita – PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono bertindak selaku inspektur upacara pada serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dari Jenderal TNI George Toisutta kepada Letnan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kamis (7/7), di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (7/7).\r\n\r\nUpacara serah terima jabatan Kasad ini, ditandai dengan penyerahan Panji-Panji TNI Angkatan Darat Kartika Eka Paksi dari Jenderal TNI George Toisutta kepada Panglima TNI. Selanjutnya, Panglima TNI menyerahkan kepada Letnan Jenderal (Letjen) TNI Pramono Edhie Wibowo, penanggalan dan penyematan tanda jabatan, penandatanganan naskah serah terima jabatan dan laporan resmi.\r\n\r\nPanglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, setelah lebih dari satu dasawarsa, TNI melaksanakan reformasi internal untuk membenahi struktur, kultur dan doktrin. Disamping itu beberapa perubahan signifikan telah berlangsung di dalam tubuh TNI . Dua agenda penting dari banyak hal yang telah dilakukan dalam pembenahan adalah tidak melakukan kegiatan politik praktis dan hanya melaksanakan tugas-tugas pertahanan negara.\r\n\r\n“Hal ini kita lakukan sebagai sikap konsisten dalam mendukung dijalankannya proses demokratisasi, di negara yang sangat kita cintai ini. Konsistensi itu tercermin pula dari upaya-upaya untuk memperkokoh eksistensi diri sebagai prajurit yang sesuai dengan harapan TNI dan masyarakat, yaitu sosok TNI yang ditakuti lawan, disegani kawan dan dicintai rakyat”, jelas Panglima TNI.\r\n\r\nLebih lanjut Panglima TNI mengatakan, TNI Angkatan Darat sebagai bagian integral TNI harus senantiasa dekat dengan rakyat dan dapat berkiprah dalam setiap upaya pembangunan. Hubungan TNI dan rakyat harus seperti air dan ikan, yaitu manunggal dalam arti yang utuh menyeluruh. Manunggal dalam visi dan persepsi terhadap segala bentuk perubahan dan kemajuan sebagai akibat globalisasi dan pembangunan bangsa.\r\n\r\n“Saya minta kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, agar dapat menjabarkannya dalam langkah nyata sehingga Angkatan Darat senantiasa mampu menampilkan diri sebagai kekuatan handal dan profesional “, ujar Panglima TNI.\r\n\r\nMenurut Panglima TNI, mengingat ciri khas Angkatan Darat, adalah organisasi militer yang diawaki oleh orang yang dipersenjatai, maka fokus pembinaan Angkatan Darat harus ditujukan kepada pembinaan sumber daya manusia prajurit, yang memiliki ketangguhan, militansi dan kemampuan, disertai keunggulan moral dan etika.\r\n\r\nDalam kehidupan prajurit sejati, kata Panglima TNI, soliditas dan loyalitas merupakan prinsip yang harus dipegang teguh, agar semangat pengabdian yang sudah menjadi jiwa dan tekad TNI Angkatan Darat, tidak mudah tergoyahkan oleh faktor eksternal yang negatif dan memang ingin merongrong soliditas TNI.\r\n\r\n“Untuk itu, rantai komando harus ditegakkan dan dipegang teguh oleh segenap prajurit TNI Angkatan Darat, sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas,” tegas Panglima TNI.\r\n\r\nDemikian juga dengan komitmen kebersamaan seluruh prajurit TNI, khususnya kerjasama antar matra, menjadi tuntutan utama dalam mengintegrasikan kekuatan dan mensinergikan kemampuan pertahanan. dengan kesatuan komando yang kokoh dan kebersamaan seluruh prajurit TNI, maka tugas-tugas negara yang dipercayakan kepada TNI, niscaya akan dapat diselesaikan dengan baik.
Multi Quote Quote
Serah Terima Jabatan KASAD yang diperkirakan akan menimbulkan banyak protes dan kritik ternyta berlangsung MULUS………………………..Inikah Satria Piningit yang ditungu-tunggu?????? Ditengah amburadulnya pemerintahan, tatanan sosial & kemasyarakatan negeri ini akhir akhir ini maka akan timbul gumpalan kemuakan rakyat akan semua tokoh stock dan muka lama yang nanti akan maju pada PEMILU 2014 dan munculnya muka baru yang masih terkesan "Bersih & Polos" akan menarik perhatian rakyat sebagai oasis untuk memuaskan dahaga mereka agar terjadi "perubahan suasana", rakyat jadi rindu hal yang lama " Pak Harto & Bung Karno" yang sudah tidak mungkin kembali lagi maka mereka jadi mau" berjudi" pada "ORANG BARU"…………………..si Satria Pingit :-?
Multi Quote Quote
NANTIKAN: SATRIO PININGIT SINISIHAN WAHYU\r\n\r\nSatrio Piningit dalam Pilpres 2014\r\nOleh Musni Umar, PhD\r\nSosiolog\r\n\r\nSiapapun yang ingin menjadi Presiden RI, mau tidak mau harus memahami sosiologis masyarakat Jawa yang cukup unik. Ini penting karena Presiden RI dipilih langsung oleh seluruh rakyat Indonesia yang mayoritas adalah orang Jawa. Mereka bermukim tidak saja di pulau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Melalui program transmigrasi, orang Jawa berpindah keluar Jawa dan sekarang berada dimana-mana.\r\n\r\nMasyarakat Jawa ini, walaupun berada di negeri orang, tetapi bahasa ibu, tradisi dan adat-istiadat serta kepercayaan mistik warisan nenek moyang mereka tetap dilestarikan.\r\n\r\nSalah satunya ialah kepercayaan adanya “satrio piningit” (ratu adil). Mereka memercayai akan datang seorang pemimpin yang akan memerintah dan memimpin wilayah “bekas” kerajaan Majapahit yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.\r\n\r\nTujuh Satrio Piningit Ronggo Warsito (1802-1873) mengemukakan dan meramalkan akan adanya tujuh satrio piningit yang akan tampil memimpin negeri ini. Orang Jawa memercayai kebenaran ramalan pujangga dan spiritualis Jawa itu. Dalam realitas memang telah terbukti, karena secara berturut-turut muncul pemimpin Indonesia seperti yang digambarkan dalam ramalan itu .\r\n\r\nPertama, Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. Tokoh ini akrab dengan penjara (Kinunjoro) karena keluar masuk penjara. Kelak akan membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu keterpenjaraan (Murwo Kuncoro) dan akan menjadi pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad. Tokoh ini ditafsirkan sebagai. Presiden Soekarno, yang memimpin Indonesia dari 1945-1967.\r\n\r\nKedua, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. Pemimpin ini berharta dunia (Mukti), dan berwibawa/ditakuti (Wibowo). Akan tetapi, akan mengalami suatu keadaan yang selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan – kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh tersebut ditafsirkan sebagai .Presiden Soeharto, yang memimpin Indonesia dari 1967-199smile,\r\n\r\nKetiga, Satrio Jinumput Sumela Atur. Pemimpin ini dilantik/terpungut (Jinumput) untuk memimpin dalam masa jeda (transisi) sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh ini ditafsirkan sebagai Presiden BJ. Habibie yang memimpin Indonesia tahun 1998-1999. .\r\n\r\nKeempat, Satrio Lelono Tapa Ngrame. Tokoh ini suka mengembara/keliling dunia (Lelono). Dia juga seorang yang mempunyai tingkat kejiwaan religius yang cukup/rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden RI .keempat Berkuasa tahun 1999-2000.\r\n\r\nKelima, Satrio Piningit Hamong Tuwuh. Pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden RI kelima. Berkuasa tahun 2000-2004.\r\n\r\nKeenam, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Pemimpin ini berpindah tempat (Boyong) dari Menteri menjadi Presiden, dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. \r\n\r\nKetujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Pemimpin yang akan muncul nanti amat religius. Digambarkan bagaikan seorang resi begawan (Pinandito), dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.\r\n\r\nSatrio piningit ke 7 mungkin akan memenangkan pilpres 2014.
Multi Quote Quote
Yuddy Chrisnandi Mencari Satrio Piningit 2014\r\nPolitikindonesia - Yuddy Chrisnandi meluncurkan buku berjudul “Satrio Piningit 2014” di Jakarta, kemarin. Apakah ini pertanda mantan politisi Partai Golkar yang kini menjadi Ketua DPP Partai Hanura itu siap maju jadi calon presiden (capres) Pemilu 2014.\r\n\r\nYuddy Chrisnandi menanggapi pertanyaan tersebut dengan simpatik. Bekas anggota Fraksi Golkar DPR ini mengatakan, dirinya membuka kemungkinan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.\r\n\r\n"Kalau diperintahkan Pak Wiranto maju, ya saya maju. Kalau memang diizinkan," kata Yuddy.\r\n\r\nNamun, Yuddy membantah bila dikatakan dengan peluncuran buku ini dia menyiapkan diri sebagai calon presiden untuk 2014.\r\n\r\nDalam diskusi yang mengupas isi buku “Satrio Piningit 2014”, dia menyamakan tokoh pemimpin Indonesia sebagai satrio piningit. Konon ada tujuh SP yang akan memimpin Indonesia.\r\n\r\nYuddy mengaku berdasarkan analisisnya atas literatur Jawa kuno sampai pada kesimpulan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah satrio piningit ke-6. Sedangkan satrio piningit pertama adalah Soekarno dan kedua Soeharto.\r\n\r\nDalam bukunya, Yuddy menggambarkan SBY sebagai presiden atau satrio piningit yang sedang memperbaiki situasi sulit. Diawali bencana besar, lalu diiikuti bencana, terbukanya kejahatan moral kemanusiaan, dan akan ada bencana kembali.\r\n\r\nLalu siapakan satrio piningit ke-7?\r\n\r\nYuddy berpendapat, calon pemimpin yang akan muncul nanti seseorang yang menjadi pemimpin karena kemampuannya perbaiki keadaan dan bisa diteladani.\r\n\r\nMenyinggung soal pemerintahan SBY-Boediono yang berjalan 1 tahun, Yuddy menilai evaluasi kinerja setahun tidak bisa jadi patokan untuk menilai kinerja menteri.\r\n\r\nYuddy pun tak setuju jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat. Sebab Pemerintahan SBY belum dikatakan gagal, namun memang kurang dalam memenuhi target penyelesaian masalah pembangunan.\r\n\r\nSoal posisi partainya, Hanura, Yuddy menjelaskan, Hanura bukan partai pendukung pemerintah dan bukan pula oposisi. "Kami netral. Hanura tetap mendukung jalannya pembangunan dan siap kritik jika muncul masalah."
Multi Quote Quote
Rumus Menentukan Satrio Piningit\r\n\r\nSatrio Piningit\r\nAda yang sejati juga palsu\r\nUntuk membedakannya, harus dengan rumus.\r\n\r\nPada tahun 2006 tepatnya setelah peristiwa meletusnya gunung merapi di jogjakarta yang laharnya mengarah ke Barat Daya, maka mulai saat itu orang teringat dengan naskah-naskah leluhur yang membicarakan tentang kedatangan Ratu Adil. Orang Jawa khususnya kemudian mempercayai begitu saja isi naskah-naskah tersebut.\r\n\r\nSatrio Piningit calon Ratu Adil sudah ada bahkan telah menjadi sosok pemuda. Beberapa kalangan menyebut Satrio Piningit akan muncul menjelang PilPres 2014, tetapi ada juga kalangan yang meyakini Satrio Piningit akan muncul menjelang PilPres 2009. Mengapa bisa beda-beda keyakinan akan kemunculannya tersebut ?\r\n\r\nJawabnya karena keyakinan akan sosok Satrio Piningit setiap orang tidak sama. Perbedaan keyakinan ini cenderung dipicu oleh munculnya banyak sosok-sosok Satrio Piningit dimana-mana tersebar di Pulau Jawa bahkan di luar Jawa. Ingatlah bahwa Satrio Piningit sejati itu hanya 1, sementara yang palsu bisa puluhan bahkan ratusan.\r\n\r\nAdanya fenomena menarik ini, maka dibutuhkan sebuah cara untuk membedakan mana yang sejati dan mana yang palsu. Caranya yaitu menggunakan rumus yang akurat tentunya dari sumber yang terpercaya. Salah satu sumber terpercaya yaitu Ugo Wangsit Siliwangi. Ada rumus yang sangat akurat yang bisa diambil dari naskah tersebut. Dalam kalimat terakhirnya Siliwangi menyebut :\r\nUgo Wangsit Siliwangi Ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu.\r\n\r\nKata “nanti” dalam kalimat di atas, bila ditelusuri dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengandung arti yaitu waktu yang tidak lama dari sekarang, waktu kemudian, bisa juga berarti kelak.\r\n\r\nSumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia, oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka, edisi ke 3 tahun 2007. Halaman 774.\r\n\r\nDari arti kata di atas , maka kata “nanti” yang disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi bisa diambil pengertian :\r\n1. Kata “nanti” diartikan sebagai saat dimana Satrio Piningit sejati muncul dan beraksi membawa Indonesia menuju zaman Kalasuba.\r\n\r\nTetapi bila dikaitkan dengan kalimat lain dalam Ugo Wangsit Siliwangi yang berbunyi “lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!”\r\n\r\nMaka kata tersebut masih belum berlaku. Hal ini disebabkan ketika Satrio Piningit telah muncul, rupanya dia masih ingin bersembunyi yaitu di Lebak Cawéné dan yang berhasil ditemukan baru rumahnya saja. Apabila Satrio Piningit sudah muncul beraksi membenahi negri ini, tetapi dia masih juga bersembunyi, berarti kata tersebut masih harus ditafsirkan lagi. Untuk itu kata “nanti” bisa diartikan untuk yang kedua.\r\n\r\n2. Kata “nanti” diartikan sebagai saat dimana Satrio Piningit sejati telah muncul dan memperkenalkan dirinya juga bisa ditemui langsung oleh siapa saja. Sepertinya pengertian ini lebih cocok untuk menterjemahkan kata “nanti” tersebut. Satrio Piningit tidak akan selamanya beraksi secara sembunyi-sembunyi, kelak dia akan muncul dan dekat dengan masyarakat. Nah saat itulah yang dimaksud dengan “nanti” oleh Ugo Wangsit Siliwangi.\r\n\r\nDari kalimat menarik yang disebutkan dalam Ugo Wangsit Siliwangi yaitu “Tapi ratu siapa? dari mana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu”. Maka dapatlah dibuat beberapa rumus untuk membedakan mana Satrio Piningit sejati dan yang mana Satrio Piningit palsu. Rumusnya sebagai berikut :\r\nRumus Satrio Piningit Palsu SP + telah ditemukan + saat ini = SP palsu\r\nSP + telah diketahui ada di sebuah daerah di Jawa + saat ini = SP palsu\r\nSP + telah diketahui ada di luar Jawa + saat ini = SP palsu\r\nSP + ada di Lebak Cawéné + saat ini = SP palsu\r\nSP + ngaku-ngaku dan atau promosi + saat ini = SP palsu\r\nSP + dijaga paranormal/orang sakti/ yang lainnya + saat ini = SP palsu\r\nSP + sudah sakti + saat ini = SP palsu\r\n\r\nBandingkan antara rumus di atas dengan di bawah ini.\r\nRumus Satrio Piningit Sejati SP sejati = belum diketahui asalnya + saat ini\r\nSP sejati = belum diketahui rumahnya + saat ini\r\nSP sejati = belum diketahui dimana + saat ini\r\n\r\nSiliwangi menyebutkan kelak kita akan mengetahui siapa Ratu Adil sejati. Bukan hanya itu juga akan diketahui dari mana asalnya. Akan tetapi Siliwangi menyebutkan kata “nanti”. Semua orang telah mengetahui arti kata tersebut, bahkan anak-anak kecil dan anak usia SD juga mengerti kata itu.\r\n\r\nKata “nanti” berarti bukan saat ini. Kata “nanti” bukan sekarang. Kata “nanti” ini terkait dengan label Ratu Adil sebagai Satrio Piningit. Artinya memang dia akan tetap piningit (tersembunyi) sampe “nanti” tiba waktunya bagi dia untuk muncul di tengah-tengah masyarakat.\r\n\r\nAnda mungkin pernah mendengar seseorang mengatakan bila Satrio Piningit ada di suatu daerah di Jawa maupun luar Jawa bahkan luar negri. Katike ditanya info tentang dia, orang tersebut tidak menjawabnya dengan alasan piningit yaitu masih harus disembunyikan.\r\n\r\nApapun alasannya apabila ada orang yang telah menemukan Satrio Piningit saat ini, dipastikan sosoknya adalah yang palsu. Mengapa demikian, karena tidak sesuai dengan Ugo Wangsit SIliwangi yang menyebutkan kata “nanti” kalian juga akan tahu yang artinya bukan saat ini.\r\n\r\nDengan adanya kalimat tersebut dalam Ugo Wangsit Siliwangi yang sederhana dan bisa dijadikan sebagai rumus untuk menentukan Satrio Piningit, maka dipastikan saat ini (belum waktunya muncul) belum ada yang mengetahui dimana Satrio Piningit sejati berada.\r\n\r\nDiprediksi Satrio Piningit sejati saat ini masih manusia biasa seperti manusia pada umumnya. Belum memiliki kekuatan atau kesaktian seperti yang dimaksud dalam Jongko Joyoboyo. Meskipun belum sakti, mungkin dia sudah mengetahui bahwa dirinya calon Ratu Adil.\r\n\r\nOleh karena “saat ini” Satrio Piningit sejati masih sama dengan manusia pada umumnya maka dia bebas bergerak ke mana saja di tengah-tengah orang tanpa disadari oleh orang-orang sekitarnya bahwa dialah calon Ratu Adil sejati. Sehingga “saat ini” pula dia bebas dibentuk dan dicetak oleh Sang Pencipta tanpa ada yang akan merusak hasil cetakan-Nya.\r\n\r\n.
Multi Quote Quote
NANTIKAN: SATRIO PININGIT SINISIHAN WAHYU Satrio Piningit dalam Pilpres 2014 Oleh Musni Umar, PhD Sosiolog ….. Ketujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Pemimpin yang akan muncul nanti amat religius. Digambarkan bagaikan seorang resi begawan (Pinandito), dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum/petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Satrio piningit ke 7 mungkin akan memenangkan pilpres 2014. Apakah Satrio Piningit ke 7 = Abuba ? tapi ciri-ciri/ tanda-tanda si ‘'Lonjong’' gak ada yg pas ..deh! :-? kalo jadi Anti Satrio Piningit? :-? :-? :-? … baru Paaas!!! smile smile smile
Multi Quote Quote
"Keenam, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Pemimpin ini berpindah tempat (Boyong) dari Menteri menjadi Presiden, dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono." Jadi yang ke-7 adalah Capresnya Demokrat :-?
Multi Quote Quote
yg ke 7 pasti satria baja hitam……berubah,,,wakkakakak,,, :rofl:
Multi Quote Quote
"Keenam, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Pemimpin ini berpindah tempat (Boyong) dari Menteri menjadi Presiden, dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono." Jadi yang ke-7 adalah Capresnya Demokrat :-? :-? Biasanya capresnya pasti orang dgn popularitas tinggi! :-? Hmmm .. :-? saat ini yg paling populer di Demokrat adalah … … … … :-O …. !!! NAZARUDIN ?!!? … :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
GORO-GORO di Partai Demokrat Bersih-bersih, Partai Demokrat Gelar Rakornas TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang akan dihadiri DPC dan DPD seluruh Indonesia. "Ketua dan sekretaris tentunya kemudian anggota DPR Fraksi Partai Demokrat. Lalu anggota DPRD provinsi dan Kabupaten/kota. Jumlah 5000 orang. Acara akan dibuka pak SBY,"ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/7/2011). Menurut Jafar, dalam Rakornas tersebut agenda pembahasan yang akan dilakukan adalah tentunya konsolidasi organisasi. Kedua lanjut Jafar tentu saja isu-isu mengenai perkembangan politik. "Juga akan membahas perkembangan perekonomian, kesejahteraan. Temanya adalah konsolidasi dalam rangka mensejahterakan rakyat," jelasnya.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...