EDITORIAL PAGI INI.

Itu baru hebat Kapolda metro jaya pilihan jokowi ahok berani tembak mati para perampok bila perlu tembak mati semua jangan jadi sampah dan teror merampok paka senpi lagi. 2 Perampok Pegadaian Yogya Rp 6,7 M Ditembak Mati, 5 Diamankan Pandu Triyuda - detikNews Jakarta - Polisi menembak mati dua pelaku perampokan Pegadaian Syariah di Ngampilan, Yogyakarta, yang menggondol aset nyaris Rp 6,7 miliar. Dua orang perampok ini tewas ditembak karena mencoba melarikan diri. "Pelaku atas nama inisial MWN (2smile dan AS (27) mencoba melarikan diri kemudian ditembak petugas. Saat dibawa ke rumah sakit keduanya meninggal dunia," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (4/4/2013). Putut mengatakan, petugas menyergap kawanan perampok ini pada Rabu (3/4) sekitar pukul 02.00 WIB di Pelabuhan Merak. Rencananya mereka ingin menyeberang dari Merak ke Lampung. "5 Orang dengan inisial MH (25), JMD (40), CHD (29), RK (22) dan DV (35) bisa kita amankan," katanya. Setelah diringkus di Merak, para perampok dibawa ke Kramat Jati untuk mencari pelaku lainnya dan juga senjata api yang mereka gunakan untuk perampokan. Namun saat itu MWN dan AS mencoba kabur sehingga ditembak petugas. Kelima perampok itu dihadirkan dalam jumpa pers. Mereka mengenakan baju tahanan warna oranye. Para pelaku ini beraksi pada Selasa (2/4) pagi di Pegadaian yang terletak di Jl Letjen Suprapto, Yogyakarta. Para pelaku membawa senjata api dan kabur dengan motor.
Multi Quote Quote
HIPMI desak pemerintah untuk menaikkan BBM JAKARTA. Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) global yang terus menggerogoti APBN Indonesia, membuat banyak pihak mendesak Pemerintah untuk segera menaikan harga BBM. Kali ini, desakan tersebut datang dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Menurut Ketua Umum Hipmi Rajasapta Okto, subsidi yang diberikan kepada harga BBM sebenarnya dapat dialokasikan untuk sektor lainnya. Dia menegaskan, hal yang harus diperhatikan adalah transparasi Pemerintah mengenai ke mana dana subsidi BBM itu disalurkan. "Kan subsidi lebih baik diberikan untuk misalnya pembuatan jalan atau proyek-proyek infrastruktur," jelasnya Kamis (4/4). Namun Rajasapta mengakui, saat ini Pemerintah masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan tersebut mengingat tahun depan adalah tahun politik di mana ada hajatan besar yaitu Pemilihan Umum. Kebijakan yang tidak populer sebisa mungkin dihindari oleh pemerintah karena dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil pemilu. Apalagi, lanjut promotor tinju tersebut, saat ini pemerintah sudah menaikkan tarif dasar listrik. Belum lagi beberapa harga pangan juga mengalami kenaikan yang memicu inflasi tinggi dalam tiga bulan belakangan. "Pengusaha tidak masalah kalau BBM juga dinaikan karena kami anggap dalam jangka panjangnya akan ada "barang" lain yang dihasilkan. Misalnya pembangunan jalan yang bisa berpengaruh pada cost production," pungkasnya.
Multi Quote Quote
Ini yang Ditakuti Sofjan Wanandi & Para Pengusaha di Tahun Politik Jakarta - Kalangan pengusaha mewanti-wanti pemerintah untuk tetap fokus mengurus masalah perekonomian meski tahun ini merupakan tahun politik. Di 2013 dan 2014 ada beberapa hal yang menjadi ketakutan pengusaha terhadap kondisi perekonomian yang rawan terulangnya kondisi krisis 1997/98 silam. "Kami meminta sebagian sisa waktu (pemerintahan SBY) ini untuk tetap memperhatikan ekonomi supaya momentum waktu tak hilang, walaupun tahun politik," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat acara temu pemimpin media di Hotel JS Luwansa, Kamis malam (4/4/2013) Sofjan menuturkan sengaja menggelar Munas Apindo pada 8-10 April 2013. Sofjan menuturkan ada beberapa poin yang menjadi ganjalan pengusaha di tahun politik. "Yang pertama soal kepastian hukum dan masalah keamanan, janganlah dibiarkan," kata Sofjan. Masalah lainnya adalah soal subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang sudah sangat mengkhawatirkan karena terus menggerogoti APBN. Apindo sudah sejak lama mendesak Presiden SBY untuk menaikkan harga BBM subsidi, agar anggarannya dialokasikan ke infrastruktur, pendidikan dan lain-lain. Sofjan mengakui keraguan pemerintah untuk menaikkan harga BBM labih karena pertimbangan politik, padahal ada kepentingan yang lebih besar yaitu menyelamatkan perekonomian Indonesia. "Kalau BBM tak dinaikkan pasti akan mengganggu ekonomi. Kita tahu betul yang menyebabkan pemerintah nggak berani menaikan BBM adalah SBY," tegas Sofjan. Masalah lain yang sangat krusial bagi pengusaha yaitu defisit neraca perdagangan hingga menggerus devisa. Ia memperkirakan devisa Indonesia bakal kembali di bawah US$ 100 miliar. Bahkan soal nilai tukar rupiah terhadap dolar yang semakin melemah mendekati Rp 10.000 per dolar AS, menjadi ketakutan tersendiri bagi pengusaha. "Kita takut kalau dolar sampai Rp 10.000. Devisa bisa sampai di bawah US$ 100 miliar. Kalau dolar sampai Rp 10.000 celaka, naiknya (rupiah makin melemah) cepet sekali. Ini akan memicu spekulasi, orang akan pegang dolar. Semua akan pegang dolar, maka multiplier, akan ada capital flight, paling sedikit ada dampak tak tambah investasi lagi. Jangan sampai kita kehilangan momentum, kita bisa kembali ke 97-98 lagi," jelas Sofjan. Masalah lain yang membuat gusar pengusaha di tahun ini adalah belum adanya upaya pemerintah menata serikat pekerja yang jumlahnya ribuan, sekarang ini ada 100 serikat pekerja di tingkat nasional dan 5.000 di tingkat regional. Hal ini sangat menggangu pengusaha dalam forum tripartit karena memberikan ketidakpastian. "Harus ada verifikasi terhadap serikat pekerja, sehingga kita tahu, siapa yang menjadi partner kita," katanya. Sofjan menegaskan bagi pengusaha masalah hubungan industrial, sejatinya ingin masalah tersebut diselesaikan dengan baik. Namun kenyataanya saat ini, dari banyaknya jumlah serikat pekerja ternyata ada motivasi lain dari para oknum aktivis buruh antaralain mengejar kursi parlemen hingga menteri. Sehingga masalah upah yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi harus berakhir dengan aksi turun ke jalan dan sebagainya, termasuk masalah penetapan upah minimum yang didasarkan pertimbangan politik oleh para kepala daerah. "Makanya nanti dalam perubahan UU No 13 Tahun 2003 soal ketenagakerjaan, sebaiknya upah (UMP) ditentukan oleh manajemen degan buruh, bukan bupati atau gubernur lagi," katanya.
Multi Quote Quote
enin, 08/04/2013 07:42 WIB Eks Kepala Badan Intelijen Negara: Rakyat Jogja Senang 4 Preman Dibunuh Ikhwanul Habibi - detikNews Jakarta - TNI menetapkan 11 oknum anggota Kopassus sebagai tersangka pembunuhan 4 preman di LP Cebongan, Sleman. Atas hal ini, masyarakat Yogyakarta dinilai senang sebab para preman yang meresahkan masyarakat Jojga telah dihabisi. "Rakyat Jogja senang banget keempat preman ini terbunuh," kata mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/4/2013). "Kalau kita lihat peristiwa Cebongan ini, kita harus bicara objektif. Artinya kita lihat objeknya, objek dari peristiwa cebongan ini adalah preman," sambungnya. Menurut Kepala BIN 2001-2004 ini, dirinya sering berkunjung ke kota pelajar tersebut. Dia mendapati berbagai laporan masyarakat setempat resah dengan tingkah laku preman di kota gudeg itu. "Masyarakat Jogja itu sudah bebeh (jengkel) sama premanisme ini, jadi masyarakat sudah bingung di mana hukum itu," ujar Hendro. Akibat banyaknya preman, masyarakat Jogja putus asa dengan hukum. Bahkan menurut Hendro, preman itu bak mafia. Sehingga saat Sertu Heri Santoso dibunuh 4 preman, maka anggota Kopassus lain tidak terima dan mengambil tindakan ke LP Cebongan. "Secara hukum mereka melanggar karena telah masuk ke LP. Kita tidak bisa membenarkan perbuatan ini, tapi kita salah kalau tidak bisa memahami permasalahan ini," tandas mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) era ''98 itu. Setuju sama Preman yang dibunuh Komnas ham binatang, fpi anjing… Mau taruh dimana KORPS TNI… Kalau tiap kali dibunuh oleh polisi diam >>> lebih parah lagi…. Kopasus, andalan elit NKRI seperti korps marinir elit USA dibunuh oleh preman ? sedang preman keluar masuk penjara udah biasa, Bantai, bunuh semua preman, suruh kopasus saja… Gak mungkin Di LAMPUNG preman berkeliaran merampok truk, mobil, polisi saja takut, kadang malah polisi yang melindungi. Di pantura perampokan juga sering oleh preman.. NKRI memang lebih bodoh dibodohi oleh FPI dan komnas HAM, Ayo TNI tugasi Kopasus tembak mati semua perampok dan preman… gua yakin dengan begitu NKRI akan aman.
Multi Quote Quote
Ini baru benar ! pegawai negeri dihukum kalau minum bensin subsidi Pertamina Tambah 200 SPBU Non Subsidi Maikel Jefriando - detikfinance Minggu, 14/04/2013 11:31 WIB Jakarta - PT Pertamina (Persero) menambah 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi. Secara total, sudah ada 4.782 unit SPBU yang menyediakan BBM non subsidi. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan SPBU untuk Pertamax/Plus tersedia sebanyak 3.711 unit dan 952 unit untuk SPBU Solar non subsidi/DEX. Kemudian 110 unit mobil agent dan 9 APMS solar non subsidi. "Peningkatan jumlah outlet SPBU yang dapat melayani kebutuhan BBM non subsidi ini menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi terbatasnya kuota BBM subsidi yg telah ditetapkan dalam APBN 2013, khususnya untuk solar subsidi," ujar Hanung dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/4/2013) VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menambahkan sebelumnya unit SPBU hanya tersedia sebanyak 4.582. Ia menyatakan penambahan tersebar di seluruh Indonesia. "Penambahan dilakukan dari yang sebelumnya itu 200 unit secara total itu sudah termasuk Pertamax/Plus dan Solar non subsidi/DEX," kata Ali saat dihubungi detikfinance di waktu yang sama.
Multi Quote Quote
"The Grand Design: Tuhan tidak menciptakan alam semesta" Oleh: Stephen Hawking The Grand Design merupakan buku sains populer yang ditulis oleh mahasarjana Stephen Hawking bersama Leonard Mlodinow. Melalui telaah kosmologi garda-depan, buku ini menyatakan bahwa sosok Tuhan tidak perlu dibawa-bawa dalam menjelaskan asal-usul Alam-Semesta. Ledakan Besar (Big Bang) merupakan akibat langsung hukum-hukum fisika belaka. Buku ini juga menyarankan bahwa Teori Penyatuan Medan–satu konsep bentuk Alam Semesta yang dirintis oleh Albert Einstein dan beberapa fisikawan lain, boleh jadi tidak ada. Buku ini dibuka dengan sejarah pemahaman mengenai Alam-Semesta. Bermula dari periode Yunani Kuno, yang menjelaskan alam bekerja berdasarkan hukum-hukum alih-alih kehendak dewa-dewi, penjelasan masuk ke revolusi Copernicus. Pada bagian puncak, penulis membawa pembaca memahami bahwa teori mekanika kuantum dan teori relativitas bersama-sama membantu kita memahami Alam-Semesta yang bisa lahir tanpa perlu ada sesuatu yang usil turun tangan. Dalam buku ini disampaikan: "Karena ada suatu hukum seperti gravitasi, Alam-Semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari tidak ada. Kemunculan sontak adalah alasan bahwa ada sesuatu alih-alih kosong samasekali, mengapa Alam-Semesta ada, mengapa kita ada. Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk membuat rancangan dan menentukan perjalanan Alam-Semesta." Penjelasan fisika garda-depan buku ini sangat bersahaja, menyentak, namun sabar menjelaskan masalah teknis. Penulis, misalnya, menjelaskan teori mekanika kuantum dengan mengibaratkan sebutir elektron dalam ruangan. Buku ini sangat dianjurkan dibaca oleh kalangan terdidik yang awam fisika, namun selalu dahaga pada penjelasan mengenai fitrah Alam-Semesta. "Darwinisme menendang Tuhan dari biologi, tapi fisika tetap gamang. Hawking sekarang melaksanakan penuntasan derita ini." - Richard Dawkins, biolog dan penulis Sungai dari Firdaus "Pendapat-pendapat yang tangguh, menggelontor dengan bukti-bukti terukur bahwa alam-semesta kita lahir dari kekosongan" - Lawrence Krauss, penulis Fisika Startrek "Tidak ada kebutuhan akan oknum gaib atau penggerak utama untuk memantik alam-semesta" - Paul Davies, fisikawan, ketika berkomentar di Guardian Harga: Rp.42.000 (Harga Normalnya Rp.50.000), Harga belum termasuk ongkos kirim), Soft Cover, Ukuran 14cm X 21cm, 200 gram, 203 Halaman. Keterangan: 1. Stock buku sangatlah terbatas 2. Dapatkan bonus souvenir berupa film kartun buddhis untuk pembelian buku ini Utk Melihat Buku & Produk Lain, Klik Link -> http://tinyurl.com/SL-SH0P Utk pemesanan, hubungi : Surya Lie Via Sms Ke Nomor Hp 083895988888 / add pin BB 26147DE7
Multi Quote Quote
Multi Quote Quote
1:30 AM Boston time: Unconfirmed reports are that police now have 2 suspects in custody in Watertown, but it is not known if they are connected to the MIT shooting. One suspect has been taken to a hospital.\r\n\r\n1:34 AM Boston time - Police are still looking for an “active shooter”, but it is not clear where.\r\n\r\n1:37 AM Boston time – Residents in Watertown hear explosion from a controlled explosion.\r\n\r\n1:43 AM Boston time – Residents report seeing a lightly injured policeman taken away by ambulance. Police are doing searches in the area.\r\n\r\n1:44 AM Boston time - Police are currently arresting third suspicious person right now in Watertown.\r\n\r\n1:51 AM Boston time – Boston Channel in talking to residents report that police spoke with a person who had been in the carjacked vehicle and got away from the carjackers.\r\n\r\n1:56 AM Boston time – Bomb disposal robot onsite in Watertown.\r\n\r\n1:58 AM Boston time – 3rd suspect has been released and is not a suspect.\r\n\r\n2:05 AM Boston time – MIT tells faculty/student body that the campus is now safe.\r\nhttp://www.kaotic.com/media/pictures/f8b4e8bc6ce4b653ecac5442b556ee65.jpg\r\n2:15 AM Boston time – Watertown residents still told to stay indoors.\r\n\r\n2:21 AM Boston time – Police still searching in Watertown, but the event seems to be winding down.\r\n\r\n2:49 AM Boston time - Boston Globe says one Boston Marathon suspect is now in custody. Twitter feeds saying second suspect also captured. This has not yet been confirmed by the FBI or the police.\r\n\r\n2:57 AM Boston time – Police confirm that MIT and Watertown events are connected.\r\n\r\n3:02 AM Boston time – Police confirm that only 1 suspect is in custody in Watertown. They are examining connection to Marathon bombing.\r\nhttp://willyloman.files.wordpress.com/2013/04/boston-9.jpg\r\n3:04 AM Boston time – Unofficially police have told pedestrians in Watertown that there are ”explosive everywhere” including grenades.\r\n\r\n3:58 AM Boston time - Police will be doing a series of controlled explosions. Air horn will blow before explosion to prepare residents.\r\n\r\n3:59 AM Boston time – Boston TV reports that Marathon Suspect #1 is dead and suspect #2 is still at large.\r\n\r\n4:04 AM Boston time - Boston Police Commissioner confirms that Boston Marathon Suspect #1 is Dead. Search is on for Suspect #2.\r\n\r\n4:17 AM Boston time – Live police conference reviewing the events of the evening. One policeman was seriously injured in the earlier shootout. Police warn residents to not open doors, and drivers to not let anyone into their cars.
Multi Quote Quote
Jihadists used toy car parts in UK bomb plot like the Boston Marathon bomb attack\r\nBoston Marathon Bomb Made With Toy Car Parts? (ABC News)\r\n\r\nInteresting – the battery in the Boston bomb plot was from a remote control device as well and mirrored instructions in the al qaeda killer magazine, Inspire. These devout Muslims in the UK used Inspire as well.\r\nABC News is reporting that the Boston marathon bomb was made with toy car parts?\r\nZahid Iqbal, Mohammed Sharfaraz Ahmed, Umar Arshad and Syed Farhan Hussain plead guilty to discussing carrying out a UK terror attack \r\nhttp://n01.rcdn.in/thumbnail2/b45d53723f4ec5a7.jpg\r\nBomb plotters posed ‘'significant risk’' to public\r\n \r\nFour jailed for Army base bomb plot\r\nMetropolitan Police/PAZahid Iqbal, left, and Mohammed Sharfaraz Ahmed posed ‘'a significant risk of serious harm to the public’', a judge said (Metropolitan Police/PA)Two British terrorists who discussed plans for an al Qaida-inspired attack in the UK\r\n Boston Marathon Bomb Made With Toy Car Parts?\r\n\r\n Federal agents suspect components of a toy DuraTrax radio-controlled car were used to construct the bombs that exploded at the Boston Marathon Monday, according to four local hobby store owners and managers interviewed by the agents.\r\n\r\n Store owners in Massachusetts and across the border in New Hampshire told ABC News federal agents questioned them about sales of a 1.25 volt Tenergy battery used in remote and radio-controlled cars, the same kind of battery shown in evidence photos from the scene of Monday''s bombing.\r\n\r\n FBI agents also made inquires at California-based Tenergy, which makes the battery packs specifically for use in DuraTrax toy cars, a company official said.\r\n\r\n The bombs, at least one of which was housed in a common pressure cooker, claimed three lives and injured more than 170 others near the finish line of the race Monday afternoon. No group, domestic or international, has claimed responsibility, though law enforcement sources told ABC News today they have spotted two potential suspects.\r\n\r\nThis jihad bust is eerily similar:\r\n\r\n Four Islamic extremists ‘'plotted to drive a remote control car carrying a home made BOMB under the gates of Territorial Army base’' Daily Mail, April 15, 2013 (thanks to Diane)\r\n\r\n Four defendants admitted one count of preparing for acts of terrorism\r\n Covert recordings revealed plans to use toy car to blow up TA centre\r\n Court heard men helped others do terrorist training in Pakistan\r\n\r\n Terror plotters discussed sending a remote controlled toy car carrying a home made bomb under the gates of a Territorial Army centre, a court was told.\r\n\r\n Zahid Iqbal, 31, and Mohammed Sharfaraz Ahmed, 25, spoke about using a banned terrorist manual entitled ‘Make a Bomb in the Kitchen of Your Mom - by the al Qaida Chef'' to make an improvised explosive device.\r\n\r\n Woolich Crown court was played covert recordings of the pair discussing attaching a bomb to a remote controlled toy car and sending it under the gap of a gate to a Territorial Army centre in Luton.\r\n Four Islamic extremists_plotted to drive a remote control car carrying a home made BOMB under the gates of Territorial Army base_Mail Online_20130418-220623\r\n\r\n Ringleader Zahid Iqbal (left) and Mohammed Sharfaraz Ahmed (right) were recorded discussing using a bomb fixed to a remote control car to blow up the TA centre in Luton\r\n\r\n Iqbal, 32, and Ahmed, 25, trained in Snowdonia and Pakistan in preparation for waging jihad.\r\n\r\n The court heard ringleader Iqbal had organised for people to travel Pakistan for extremist training, including helping Ahmed to travel to the country in March 2011, and radicalising two other defendants Umar Arshad, 24, and Syed Farhan Hussain, 22.\r\n\r\n Inspired by Al Qaeda, Iqbal and Ahmed first plotted at attack Coalition forces in Afghanistan before choosing to target home soil when they lost their Middle East contact.\r\n\r\n said the group were subject of a vast surveillance operation, which included placing listening devices in the cars of Iqbal and Ahmed.\r\n\r\n On April 22, Iqbal and Ahmed were recorded discussing modifying a bomb to blow up the Territorial Army base in Luton.\r\n\r\n Mr Hill said: ‘They discussed making an IED following instructions from an Inspire magazine which they planned to adapt,’ he said.\r\n\r\n Umar Arshad, 24, (left) and Syed Farhan Hussain, 21, (right) were allegedly radicalised by Iqbal and Ahmed. They pleaded guilty to one charge of conduct in preparation for acts of terrorism\r\n\r\n ‘They also identified a target for such an attack, namely a Territorial Army base in their locality, although they discussed targeting multiple sites at one time,’ he said.\r\n\r\n Iqbal is heard saying: ‘That’s what I was thinking about . . . to attach it to like a remote control car.\r\n\r\n ‘I was looking and drove past like the TA centre, Marsh Road. At the bottom of their gate there’s quite a big gap.\r\n\r\n ‘If you had a little toy car it drives underneath one of their vehicles or something.’\r\nhttp://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/0FKHxtKJCrY8EIYDS0UA9w–/YXBwaWQ9eW5ld3M7Y2g9MzYwO2NyPTE7Y3c9NjQwO2R4PTA7ZHk9MDtmaT11bGNyb3A7aD0zNTU7cT04NTt3PTYzMA–/http://media.zenfs.com/en_us/gma/us.abcnews.go.com/ht_boston_marathon_bomb_parts_battery_thg_130417_wmain.jpg\r\n Ahmed then responded that it was a ‘good idea’.\r\n\r\n A search of Iqbal’s house found a hard drive containing a number of items including a copy of 44 Ways to Support Jihad, by Anwar Al Awlaki, the court heard.\r\n Covert recordings captured the men discussing plans to use a bomb attached to a remote control car to blow up the Luton Territorial Army Centre\r\n\r\n A copy of banned al Qaeda magazine Inspire, was also found, including articles on bypassing airport security and transporting explosives in printer cartridges.
Multi Quote Quote
Ternyata Teroris Islam muslim dari Chechnya Rusia yang mendalang serangan mematikan di Boston USA. Sungguh mengerikan Teroris islam Chechnya yang berkulit putih dan bermuka mirip orang amerika menjadi teroris, seperti domba yang mirip dan tak kelihatan. http://kavkazcenter.com/eng/ Pemberontak Rusia Menolak Dikaitkan dengan Bom Boston Muhammad Taufiqqurahman - detikNews Moskow - Pemberontak Kaukus Utara, Rusia menolak dikaitkan dengan tindakan terorisme bom Boston, Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS sedang mempelajari kemungkinan adanya keterkaitan dua pelaku pemboman Boston dengan kelompok pemberontak tersebut. "Perintah dari mujahidin Vilayayt Dasgestan, menyatakan bahwa pejuang Kaukus tidak melancarkan aktivitas militer terhadap Amerika Serikat," seperti yang sebarkan oleh situs milik pemberontak tersebut, Kavkazcenter.com yang diberitakan AFP, Minggu (21/4/2013). "Kami hanya berjuang melawan Rusia, di mana tidak hanya bertanggungjawab atas pedudukan kaukus, tetapi juga kejahatan terhadap muslim," kata rilis pemberontak itu. Kelompok ini dipimpin oleh panglima Doku Umarov. Media di AS mulai mencaritahu hubungan antara beberapa kelompok di Chechnya kelompok Umarov itu. Sumber keamanan di AS pun masih belum memiliki bukti keterlibatan kelompok pemberontak Rusia itu. "Saat ini, kami tidak memiliki informasi yang kredibel tentang keterlibatan Tsarnaev bersaudara dengan gerakan itu," kata seorang sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya. Kelompok pemimpinan Umarov ini disebut sebagai musuh nomor satu pemerintah Rusia. Mereka dikaitkan dengan aksi pemboman di Moskow dan di seluruh Kaukus Utara dalam lima tahun terakhir. Pemboman terakhir terjadi di Moskow pada bulan Januari 2011 yang menewaskan 37 nyawa. "Menyerukan media AS untuk menghentikan spekulasi mereka dan tidak untuk membantu propaganda Rusia," kata Kavkazcenter.com. "Jika pemerintah AS benar-benar tertarik untuk menemukan pelaku sebenarnya dari pemboman Boston. Mereka harus mulai fokus pada keterlibatan dinas rahasia Rusia," kata situs pemberontak itu. (fiq/mok)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...