ELTY mesin sulap duit.

next ssia????? apa bisa
Multi Quote Quote
lihatlah langit masih biru, tetapi padi mulai menguning… :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
lihatlah langit masih biru, tetapi padi mulai menguning… :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: padi jenis super bakero yach……. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
next ssia????? apa bisa jelas bisa Sial Sial Ini Apessss………..!….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
next ssia????? apa bisa jelas bisa Sial Sial Ini Apessss………..!….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl: SAHAM KONGLOMELARAT INI MAH …………….. :rofl: :rofl: :rofl: smile
Multi Quote Quote
Ada yg berani beli/ jual di pasar nego…? Pasaran berapa yah sekarang? low-hi di pasar nego selama ini???
Multi Quote Quote
ELTY beli surat utang yang tak jelas asal usulnya JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membeli Surat Utang Konversi (SUK) yang tak jelas asal usulnya. Hal ini dikarenakan penerbit SUK itu yang bernama PT Madison Global (MG) tak memiliki kejelasan. Berdasarkan data yang dikumpulkan KONTAN, Madison Global merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti pertambangan, jasa, hingga pengembang. MG memiliki modal dasar sebesar Rp 1,6 miliar, dengan modal yang ditempatkan Rp 400 juta dan modal disetor Rp 4 juta. Total seluruh saham yang dimiliki perusahaan adalah 1.600 saham dengan jumlah yang ditempatkan sebesar 400 saham, bernominal Rp 1 juta. Suatu hal yang agak janggal jika perusahaan yang memiliki modal Rp 1,6 miliar, dapat menerbitkan Surat Utang senilai Rp 1,77 triliun. Adapun, pendiri dan pemegang saham itu bernama Hari Aprianto yang menjabat sebagai Direktur, dan Andi Ridwan Akbar selaku Komisaris. Masing-masing memegang 200 lembar saham 50% saham MG. KONTAN berusaha menelusuri identitas lebih rinci mengenai MG, dan mendatangi alamat yang sempat diperoleh, yakni Jalan Kapuk Raya No 12C, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Akan tetapi, alamat yang dicari tak ditemukan. Yang ada deretan ruko dengan alamat 12, 12A dan 12B. Adapun, di lokasi yang tak berjauhan, sebuah ruko tak berpenghuni beralamatkan 12C. KONTAN juga mendatangi alamat MG, berdasarkan keterangan yang diberikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Juli lalu. Tercantum, MG merupakan perusahaan real estat, berdomisili di Sequiz Plaza lantai 6, Ruang 6001, Jl. Jendral Sudirman Kav. 25, Jakarta Selatan. Namun, lagi-lagi, perusahaan yang dituju tak ada. Anehnya, di lantai 6, terdapat empat perusahaan dengan ruang yang dimulai dari nomor 601 hingga 607. Beberapa karyawan yang bekerja di lantai tersebut bahkan tak pernah mendengar PT Madison Global. Lalu, jika penerbit surat utang tidak jelas, untuk apa ELTY memberi piutang usaha dalam jumlah yang cukup besar sementara perseroan saat itu masih terlilit obligasi yang belum bisa dibayar? Piutang usaha ini awalnya merupakan SUK yang diterbitkan dari MG kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), induk usaha grup Bakrie pada 7 Februari 2013. Nilainya Rp 1,65 triliun. Surat utang ini memiliki jatuh tempo pada 7 Februari 2015. Namun, baru dua bulan diterbitkan, BCI sudah melakukan perjanjian jual beli dan pengalihan SUK ini kepada entitas anak perseroan, yakni PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS) pada tanggal 9 April 2013 sebesar Rp 1,65 triliun. Padahal, kinerja keuangan ELTY tengah dililit utang obligasi dengan nilai US$ 150,718 juta. Bahkan, sebelum membeli SUK, perseroan sempat menegaskan tak mampu membayar utang obligasi pada 13 Februari 2013. Saat dimintai keterangan, Manajemen ELTY tampak enggan untuk memberi informasi mengenai MG. "Jangan tanya itu dulu, itu hubungannya langsung ke BCI. Nanti saja ya," ujar Agus Alwi, Direktur Pengembangan ELTY, Rabu (6/7). Menurutnya, MG juga bergerak di bidang properti dan masih ada hubungan dengan PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). http://investasi.kontan.co.id/news/elty-beli-surat-utang-yang-tak-jelas-asal-usulnya/2014/08/11
Multi Quote Quote
Ternyata, Madison Global SPV Grup Bakrie Oleh Amailia Putri Hasniawati - Jumat, 22 Agustus 2014 | 15:54 WIB JAKARTA. Awal pekan ini, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil manajemen PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Hal ini terkait pembelian obligasi konversi milik PT Madison Global. Apa hasilnya? Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, pihaknya masih melakukan penelaahan atas penjelasan yang disampaikan oleh manajemen ELTY. Selama ini, yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah Madison Global?. Ternyata, Madison Global adalah semacam kendaraan investasi atau yang kerap dikenal dengan nama special purpose vehicle (SPV). SPV ini akan digunakan ELTY untuk mengakuisisi lahan. Jadi, ketika jatuh tempo, obligasi akan dikonversi menjadi kepemilkan saham Madison. Dengan kepemilikan saham Madison, berarti ELTY berhak atas lahan yang sudah dicaplok Madison. Namun, Hoesen mengaku, ia tidak ingat dimana saja lokasi lahan yang dimaksud. Tindakan yang dilakukan ELTY ini dinilai tidak menyalahi aturan. Hanya saja, BEI tetap akan memantau sampai dengan transaksi terlaksana. "Yang jelas, nanti kami akan telusuri lahan yang diakuisisi dan kesiapan dana mereka (ELTY)," ujarnya, Jumat (22/smile. Saat ini, BEI masih melakukan penelaahan atas semua jawaban yang diberikan manajemen ELTY. Hoesen juga mengonfirmasi, data-data yang diperoleh KONTAN mengenai Madison benar adanya. Berdasarkan data yang dikumpulkan KONTAN, Madison Global merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti pertambangan, jasa, hingga pengembang. Madison memiliki modal dasar sebesar Rp 1,6 miliar, dengan modal yang ditempatkan Rp 400 juta dan modal disetor Rp 4 juta. Total seluruh saham yang dimiliki perusahaan adalah 1.600 saham dengan jumlah yang ditempatkan sebesar 400 saham, bernominal Rp 1 juta Pendiri dan pemegang saham itu bernama Hari Aprianto yang menjabat sebagai Direktur, dan Andi Ridwan Akbar selaku Komisaris. Masing-masing memegang 200 lembar saham 50% saham Madison. Jadi, obligasi konversi ini merupakan buntut dari penandatanganan perjanjian surat utang konversi (SUK) antara anak usaha ELTY, PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS) dan perusahaan terafiliasi, PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan Madison. Nilainya mencapai Rp 1,65 triliun. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan pada 7 Februari 2013. Jangka waktu surat utang adalah dua tahun, yaitu akan jatuh tempo pada 7 Februari 2015. Dengan surat utang ini, ELTY memiliki peluang untuk mengonversi surat utang itu menjadi 1,64 juta saham Madison. Bunga dari SUK ini dibanderol 10% per tahun dihitung sejak 7 Februari 2014. Bunga dibayar setiap akhir periode enam bulan terhitung sejak 7 Februari 2014. Dalam perjanjian disebutkan, konversi bisa dilakukan apabila Madison tidak melunasi pembayaran atas total kewajiban dalam jangka waktu 14 hari kerja sejak tanggal jatuh tempo. http://investasi.kontan.co.id/news/ternyata-madison-global-svp-grup-bakrie?utm_source=Jumat%2C+22+Agustus+2014&utm_campaign=Newsletter&utm_medium=email
Multi Quote Quote
Parah sekali OJK di indon ini, hampir tiada berguna!!! semua spv bakre itu digunakan untuk pelarian dana real ke luar dan public pemegang saham dapat asset palsu. duit dr penjualan asset ke mnc group dll dibelikan kepemilikan saham di mansyur sejahtera di sidoarjo yang nota bene kemungkinan besar mansyur sejahtera itu adalah spv juga dan besar kemungkinan dimark up dan duit keluar ke kantong kantong pribadi. nasib investor di indon itu dikadalin terus tanpa bisa membela diri.
Multi Quote Quote
Parah sekali OJK di indon ini, hampir tiada berguna!!! semua spv bakre itu digunakan untuk pelarian dana real ke luar dan public pemegang saham dapat asset palsu. duit dr penjualan asset ke mnc group dll dibelikan kepemilikan saham di mansyur sejahtera di sidoarjo yang nota bene kemungkinan besar mansyur sejahtera itu adalah spv juga dan besar kemungkinan dimark up dan duit keluar ke kantong kantong pribadi. nasib investor di indon itu dikadalin terus tanpa bisa membela diri. kalau mau berpikir waras, yang super goblok itu ya yang beli saham-saham jahanam macam begini……! tapi, si engkong warung bupet indon ajach, katanya, kolek saham-2 nya si bakelo…..murah katenye….. smile smile smile :rofl: :rofl: :rofl: edan sinting gendeng…….. :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...