ASII 7.7 [Reduce Otomotif] tertolong Unit Bisnis Anak Usaha

stirnya pengen maju terus smile
Multi Quote Quote
7000 jadi resistance abadi-kah?
Multi Quote Quote
semakin lurus :smile)
Multi Quote Quote
Sabtu, 30/11/2013 18:58 WIB Isuzu Kucurkan Investasi Triliunan Rupiah di Indonesia Syubhan Akib - detikOto Bandung - Meningkatnya ekonomi Indonesia mendorong meningkat pula penjualan kendaraan komersial. Hal itu dirasakan benar oleh Isuzu. Investasi pun dikucurkan untuk menancapkan kuku lebih dalam dan bersiap menghadapi pasar bebas ASEAN. Technical & Production Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ary A Mariano menjelaskan kalau kucuran investasi yang dikeluarkan Isuzu sudah triliunan jumlahnya. Untuk menambah jumlah showroom yang berada di angka 89 di 2012 menjadi 98 di 2013, Isuzu menurutnya telah mengeluarkan dana hingga Rp 180 miliar. Sementara untuk penambah jumlah bengkel dari 196 bengkel di 2012 menjadi 209 bengkel di 2013 Isuzu mengeluarkan dana sampai 6,5 miliar. "Kita juga punya layanan ‘'Bengkel Isuzu Berjalan’'. Layanan ini kita anggap penting karena CV (commercial vehicle) berbeda dengan passanger car. Kalau mobil penumpang mogok di tengah jalan, CV bisa mogok di tengah hutan. Karena itu mobile service jadi sangat dibutuhkan. Kalau pemilik mobil penumpang mudah kalau mogok karena mungkin mereka masih punya mobil kedua, di CV tidak bisa seperti itu. Kalau CV 1-2 jam saja tidak jalan, maka dia tidak dapat duit," paparnya dalam workshop di Bandung. Untuk layanan ‘'Bengkel Isuzu Berjalan’' itu, Isuzu mengucurkan dana sampai Rp 8 miliar. Sedangkan untuk menambah jaringan spare part dari 1.979 outlet di 2013 dari 1.802 outlet di 2012 Isuzu mengucurkan dana sampai Rp 23 miliar. Dengan begitu jaringan spare part Isuzu pun menyebar ke 301 kota dari sebelumnya, 290 kota. Sudah selesai? Ternyata belum. Sebab Isuzu juga mengucurkan Rp 5,5 miliar untuk membangun beberapa part deco di Indonesia dan Rp 90 miliar untuk membangun warehouse di Jakarta. Sebagai pamungkas, Isuzu juga membangun pabrik baru di Karawang di atas lahan 300.000 meter persegi. Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 19 Oktober lalu itu menyerap Rp 1,3 triliun.
Multi Quote Quote
Lagi pada mikir: ASII memang top-1 penjaga indeks. Cuma ‘'duit’'nya dari manaaa….
Multi Quote Quote
Wa; udah SELL OUT di Rp 6.400 …………….. turun lagi ke Rp 6050 ………………. [-o< :$-) :$-) :$-) smile
Multi Quote Quote
stir ganti stang smile
Multi Quote Quote
kapan goyang kanan nya lagi neh?
Multi Quote Quote
6500 dooong…
Multi Quote Quote
ASII auto businessnya sudah terlalu mahal, + outlook di commodities lumayan tidak menentu.. itu akan membuat auto business ASII jadi smakin mahal di harga sekarang.. begimana kalo beli TURI aja.. Dengan GDP per capita Indo melewati USD3500/yr, Car industry setiap tahun diperkirakan tumbuh 15-20%. fenomena ini udah terjadi di berbagai negara di indo pun kemungkinan akan terjadi hal yg sama.. ASII yg PEnya udah 15x, pdhl UNTRnya cuma 11x , AALInya cuma 12x.. kalo dihitung business autonya saja, PE auto business ASII sudah 19x.. Bandingkan dengan PE TURI yg skrg 12.5x.. Seandainya kita value PE wajar untuk TURI adalah di 12.5x sehingga secara PE tidak bisa naik lagi, namun sahamnya pertahun masih ada upside 15-20%.. tidak buruk buat investasi long term TURI one of the best dealernya ASII, market share dari brandnya asii skitar 6-8%, TURI the purest auto play, dengan brand yg kuat.. IMAS brandnya masih volatile, Ada variabel yg ngga bisa dibandingkan begitu saja bro vincu: - smart money Kalau smart money nya banyak di satu saham, ngga bisa bandingin PE-nya dengan PE emiten di sektor yg sama. Dengan kata lain, PE tidak mengikat. - intangible asset (goodwill) astra grup - mau tidak mau, suka-tidak suka - sudah memiliki brand-image yg baik dimata konsumen maupun stake holder lainnya. Jadi wajarlah jikalau PE emiten grup astra relatif lebih tinggi dibanding kompetitornya.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...