BATALKAN IPO KRAKATAU STEEL

ga jd ipo mungkin ga yah ? smile
Multi Quote Quote
gigit jari dah kalo sampe diubah jadwal dan dibatalkan mereka, obama datang pas IPO KS
Multi Quote Quote
Meneg BUMN sudah mulai lepas tangan ,skrg bilangnya jawab penentuan harga ada di Penjamin Emisi. Kalau sampai beneran dibuka chance IPO disuspen semakin besar smile Selasa, 02/11/2010 18:10 WIB Didesak Hatta, Menteri BUMN Segera Buka Dokumen IPO KS Angga Aliya - detikFinance Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap buka-bukaan soal dokumen penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel. Pembukaan dokumen IPO tersebut ke publik akan dilakukan berbarengan dengan hasil masa penawaran yang berlangsung hari ini. Demikian hal itu diungkapkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/11/2010). "Ini kan sudah masuk ke tahap offering, ada 3 hari. Nanti pasti akan dibuka diberitahu juga. Underwriter lagi menata itu," katanya. Pernyataan Mustafa ini menanggapi pernyataan Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sebelumnya meminta seluruh dokumen IPO perusahaan baja pelat merah itu bisa dibuka ke publik supaya bisa lebih transparan. Kalau ada yang dicurigai, makanya harus dibuka saja (dokumen IPO), harus transparan. Tidak ada lagi di dunia ini yang tidak transparan," ujar Hatta siang tadi. Penetapan harga saham KS yang dipatok oleh Kementerian BUMN sebesar Rp 850 per lembar, menuai banyak kecaman dan dinilai terlalu murah. Bahkan, kalangan pengamat mencurigai akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa, dimana sebenarnya harga saham KS bisa di atas Rp 1.000 per lembar. Mustafa menambahkan, pihaknya juga menyambut baik rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat dalam IPO KS. Bahkan, saat ini BUMN baja itu telah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK). "Justru saya berharap ada pengawalan dari awal sehingga bersifat prefentif. Lalu kalau ada kecurigaan ada macam-macam kan lebih mudah diketahui kalau ada pengawalan dari auditor ini yang kompeten daripada sudah terlanjur ada kesalahan," imbuhnya. Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010. Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa. Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran. (ang/dnl) LANJUTKAN :applause: :applause: Mulai cuci tangan……LANJUTKAN!!!!
Multi Quote Quote
Hatta udah komen, dah harus ada yg komen lagi, kalo engga ntar jadi pansus loh biaya lagi smile IPO KS emang rencana busuk, usir mittal dr indonesia :peace:
Multi Quote Quote
DPR Akan Panggil Direksi PT KS\r\nRabu, 3 November 2010 - 07:23 wib\r\n\r\nJAKARTA - Komisi XI DPR berencana memanggil manajemen PT Krakatau Steel (KS) terkait reaksi keras yang muncul terhadap harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang dinilai banyak pihak terlalu murah.\r\n\r\nWakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi mengatakan, KS sebagai salah satu BUMN yang diandalkan pemerintah dinilai telah menetapkan harga yang murah untuk saham perdananya, yakni hanya Rp850 per lembar. ”Karena itu,jika hal ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat, maka Komisi XI berkewajiban memanggil PT KS,”papar Achsanul di Jakarta.\r\n\r\nDia menegaskan,Komisi XI memang memiliki kewajiban mengawasi IPO KS karena sejak awal turut memberikan persetujuan dalam proses tersebut.Menurut dia, proses penawaran saham perdana yang lebih dari satu tahun juga harus dijelaskan oleh manajemen perseroan. ”Persetujuan Komisi XI DPR diberikan sejak 2009,periode yang lama.Kenapa prosesnya kokbegitu lama, ini juga harus dijelaskan,” tuturnya.\r\n\r\nSekretaris Departemen Perbankan DPP Partai Demokrat ini menilai, KS merupakan perusahaan potensial yang pasti diminati investor lokal dan asing. Terbukti, banyak investor yang mencari peluang untuk memperoleh saham perdananya dan siap mengambil porsi besar dalam proses IPO tersebut.Menurut dia, jika harga saham IPO KS sangat murah, maka pemerintah akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan dana maksimal dari proses tersebut.\r\n\r\n”Akan muncul spekulan yang dengan mudah akan memainkan saham tersebut. Penetapan harga yang rendah ini akan menimbulkan moral hazard di investor sebab bisa mendapat keuntungan dalam jangka pendek,”tambahnya.\r\n\r\nAnggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arif Budimanta menambahkan, langkah DPR untuk meminta penjelasan dari direksi PT KS sudah benar. Dia pun menilai ada keanehan atas proses IPO perusahaan baja nasional tersebut.\r\n\r\n”Untuk perusahaan sebesar KS, harga saham perdana tersebut undervalued,” bebernya.\r\n\r\nTerpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar untuk menjelaskan seterang mungkin mengenai proses IPO BUMN baja tersebut terkait reaksi yang kini muncul. Dia meminta proses itu dibuka agar tidak ada lagi pertanyaan dari masyarakat.\r\n\r\n”Saya sudah minta kepada Menteri BUMN untuk menjelaskan setransparan mungkin dan tidak boleh ada sesuatu yang tidak jelas bagi masyarakat,”kata Hatta.\r\n\r\nMenko Perekonomian menjelaskan, dalam proses IPO KS, pihaknya hanya bertindak sebatas sebagai ketua tim privatisasi. Untuk penentuan harga, lanjut Hatta, sepenuhnya kewenangan penuh pemegang saham, yakni kementerian BUMN. ”Saya tidak pernah bilang menyetujui (harga IPO) Rp850,”ungkapnya.\r\n\r\nNamun, Hatta menegaskan, penentuanhargasahamtersebuttidak diintervensi pihak lain.Penetapan harga merupakan kewenangan pemegang saham. ”Karena itu, jelaskan secara transparan dan harus bisa dipertanggungjawabkan.Saya mendukung kalau memang untuk transparansi,”tutur Hatta.\r\n\r\nMenanggapi pernyataan tersebut, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan siap membeberkan proses IPO KS setransparan mungkin. ”Saya siap menjelaskan transparan masalah penawaran saham KS agar masyarakat bisa mengetahui dengan sesungguhnya,” ujar Mustafa.\r\n\r\nSeperti diketahui, KS berencana melepas 3.155 juta saham baru ke publik pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010 dan masa penawaran akan digelar pada 2–4 November 2010,diikuti penjatahan pada 8 November 2010 dan distribusi pada 9 November 2010.\r\n\r\nHarga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp800–1.050 per saham.Di harga ini, maka total perolehan dana IPO diproyeksikan Rp2,681 triliun.\r\n\r\nDalam proses book building yang berakhir pekan lalu, KS memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir sembilan kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Salah satu calon investor, PT Jamsostek, menyatakan kecewa dengan porsi yang diperolehnya dalam IPO tersebut.\r\n\r\nDirektur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, pihaknya hanya mendapatkan jatah Rp100 miliar, jauh dari nilai yang diajukan perseroan terhadap saham perusahaan baja pelat merah itu sebesar Rp250 miliar. Padahal, Jamsostek sebelumnya menyatakan sudah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar untuk membeli saham KS.(Koran SI/Koran SI/wdi)
Multi Quote Quote
gara2 ks asing buang barang untuk menekan indon agar tetep jualdi 850,atau kowe orang tau kalau londo selalu menang kata si asing ketek :shameonyou: :shameonyou: :loser:
Multi Quote Quote
blom ipo uda bikin sensasi ,,,,,ihsg jatuh nih … aya2 wae :smile) :p
Multi Quote Quote
Mau AR kiri atau kanan kenapa harus diributin? Kalau nanti KRAS harganya naik setelah IPO orang bilang itu jual kemurahan…pasti ada sesuatu… tapi PTPP sama BBTN yg harganya naik terus sejak IPO kok gak ada nuduh macam2. Semua juga tau kalo IPO gak ada yg fair…ada yg dapet lebih ada yg kurang. Trus ngincar kasus KS point nya apa? KKN itu bukan monopoli sekuritas plat merah, emangnya di sekuritas swasta nggak ada permainan ya? So what. smile
Multi Quote Quote
Rabu, 03/11/2010 20:05 WIB Dinilai Penuh Kejanggalan, IPO KS Harus Diawasi Ketat Wahyu Daniel - detikFinance Jakarta - DPR harus mengawasi ketat proses penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel (KS), karena banyaknya polemik kejanggalan akan pembentukan harga IPO yang dinilai terlalu murah. Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, prinsip kehati-hatian harus dijunjung tinggi dalam proses IPO tersebut karena KS merupakan perusahaan yang tergolong blue chip. "Rencana proses penawaran saham perdana (IPO) Krakatau Steel perlu dimonitor dan diawasi, tanpa bermaksud berprasangka buruk, prinsip kehati-hatian harus dijunjung tinggi mengingat perusahaan tersebut tergolong blue chip. Harga penawaran saham yang terkesan rendah, perlu ada penjelasan mengapa demikian," tuturnya kepada detikFinance, Rabu (3/11/2010). Bahkan Didi mengatakan, perlunya dibentuk Panja atau Pansus untuk melihat mengenai layak atau tidaknya KS untuk dilepas ke pasar. "Kita tidak ingin terulang kejadian sperti di masa rezim pemerintahan masa lalu, beberapa aset yang bagus ternyata harus dijual murah," ujar Didi. "Kita semua berharap tidak ada hal-hal yang merugikan, apalagi akal-akalan dalam proses penawaran saham Krakatau Steel. Transparansi kepada publik mutlak dalam proses ini. DPR baik komisi VI, Komisi XI, dan Komisi III harus dilibatkan untuk memonitor dan mengawasi proses ini," tegas Didi. Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010. Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa. Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungan cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.
Multi Quote Quote
Kamis, 04/11/2010 12:05 WIB Jatah Saham Utamakan ‘'Kenalan’', IPO KS Seperti Private Placement Semu Angga Aliya - detikFinance Jakarta - Rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) PT Krakatau Steel (KS) dinilai seperti private placement semu karena jatah saham yang dilepas ditawarkan kepada perusahan asing yang sudah bekerja sama dengan perusahaan pelat merah tersebut. Menurut Ekonom Dradjad Wibowo, ada beberapa perusahaan asing yang diutamakan oleh BUMN baja itu, terutama yang sudah melakukan kerjasama seperti Pohang Steel and Iron Corporation (POSCO), dan Nippon Steel. "Aksi korporasi ini jadi private placement semu yang dibungkus IPO. Investor asing mendapat perlakuan khusus yang diutamakan," ujarnya dalam diskusi Membedah IPO Krakatau Steel di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11/2010). Menurut Dradjad, dua perusahaan asing itu mendapat penjatahan yang cukup besar hingga sebanyak 35% dari total saham yang akan dilepas sebanyak 20%, atau setara dengan 7% dari total saham KS. Dengan pembelian hingga sebanyak itu, Dradjad mengatakan, dua investor itu bisa menyetir harga. "Sehingga harganya terlalu murah. Underwriter (penjamin emisi) boleh beralasan macam-macam, tapi data yang dipilih underwriter dibandingkan dengan perusahaan yang kapitalisasinya jauh berbeda," ujarnya. Menurutnya, dalam penjatahan ini juga pemerintah tidak transparan. Ada beberapa investor tertentu yang berniat membeli hingga ratusan miliar rupiah tetapi dengan harga yang lebih murah dan disetujui oleh pemerintah. "Itu ada datanya di saya. Karena inilah mulai muncul isu-isu politis," imbuhnya. (ang/dnl)
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...