PT. Midi Utama Indonesia

PT Midi Utama Indonesia menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) pencatatan saham perdana (initial public offering/ IPO) senilai Rp400 miliar, menyisihkan PT Ciptadana Securities.\r\n\r\nPengelola toko jaringan ritel Alfa Midi tersebut sebelumnya mempertimbangkan PT Ciptadana Securities sebagai salah satu penjamin emisi saham tersebut atau sama seperti proses IPO PT Sumber Alfaria Triajaya Tbk.\r\n\r\nSumber Bisnis menyebutkan Midi Utama akhirnya memberikan mandat penjaminan emisi aksi korporasi tersebut kepada 1 perusahaan sekuritas, setelah sebelumnya melirik dua perusahaan yakni Ciptadana dan Indo Premier.\r\n\r\n“Midi Utama menunjuk Indo Premier sebagai satu-satunya penjamin emisi. Proses pernyataan efektif telah masuk ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.\r\n\r\nDirektur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Triajaya Tbk Solihin tidak mengangkat telepon ketika Bisnis mengonfirmasi kabar tersebut. Sumber Alfaria merupakan perusahaan afiliasi PT Midi Utama Indonesia.\r\n\r\nTerpisah, Direktur Investment Banking Indo Premier Shiantaraga mengaku pihaknya telah ditunjuk menjadi penjamin emisi Midi Utama. Namun dia menolak mengomentari struktur penjaminan emisi penawaran saham perusahaan tersebut.\r\n\r\n“Saat ini dokumen IPO memang sudah masuk ke Bapepam-LK. Saya belum bisa menjelaskan lebih detil. Untuk sementara ini, kami memang sendirian menjadi penjamin emisi,” paparnya.\r\n\r\nKetika dihubungi, Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman Tanja mengakui pihaknya memang dulu sempat berbicara dengan manajemen Midi Utama terkait dengan rencana IPO mereka.\r\n\r\nNamun demikian, dia mengaku sampai sekarang belum menerima mandat penjaminan emisi. “Kemungkinan, kami nanti hanya menjadi co-underwriter ,” ujarnya.\r\n\r\nBerdasarkan catatan Bisnis, Midi Utama menargetkan penambahan 50-100 gerai Alfa Midi pascaIPO. Dengan biaya investasi per 1 gerai Alfa Midi senilai Rp2 miliar, perseroan membutuhkan dana segar senilai Rp100 miliar-Rp200 miliar.\r\n\r\nSaat ini, jaringan toko Alfa Midi masih terbatas di kawasan Jakarta dan Surabaya. Ekspansi akan dilakukan ke kota-kota lain di Jawa bersamaan dengan penambahan cabang-cabang penyuplai barang.\r\n\r\nKepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK Noor Rahman mengatakan Midi Utama telah memasukkan dokumen IPO, dijamin oleh Indo Premier. “Jika dokumen bisa dilengkapi bulan ini, Oktober mereka sudah bisa IPO,” ujarnya.
Multi Quote Quote
Niat PT Midi Utama, penguasa gerai Alfa Midi, untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), bakal segera terwujud. Izin efektif penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) perusahaan ritel ini diperkirakan akan terbit pada November 2010 mendatang. Shiantaraga, Direktur Investment Banking Indo Premier Securities, perusahaan penjamin emisi IPO ini, sudah mengajukan izin IPO kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sejak sebelum Lebaran. "Diperkirakan, November sudah keluar izinnya," ujarnya, Jumat (1/10). Indo Premier Securities akan didampingi Ciptadana Securities, yang akan bertindak sebagai co-underwritter. Sayang, Shiantaraga masih enggan membocorkan jumlah saham yang akan dilepas Midi Utama. Yang jelas, perusahaan pengecer tersebut menargetkan perolehan dana Rp 200 miliar - Rp 300 miliar. Rencananya, perusahaan ini akan memakai dana tersebut untuk menambah jumlah gerai sebanyak 100 unit. Masing-masing gerai membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar. Selain itu Midi Utama juga hendak menggunakan sebagian dana segar itu untuk menambah gudang tempat penyimpanan stok barang. Shiantaraga memperkirakan, proses penjualan saham perdana kepada publik tersebut bisa berlangsung paling lambat pada kuartal I 2011 mendatang. Midi Utama merupakan anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang mewaralabakan gerai Alfamart. Alfa Midi juga merupakan jaringan waralaba, namun dengan ukuran gerai lebih luas ketimbang Alfamart, yakni minimal 200 meter persegi. Per Agustus 2010, Alfa Midi memiliki 100 gerai yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi (Jabodetabek), Surabaya dan Bali. Selain Midi Utama, Indo Premier Securities juga menangani IPO PT Agung Podomoro. Rencana IPO perusahaan properti ini telah mendapat lampu hijau dari otoritas bursa. Shiantaraga bilang, saat ini dokumennya sudah berada di meja Bapepam-LK. Perusahaan properti itu mengincar dana lebih dari Rp 1 triliun. "Targetnya tahun ini bisa listing," kata Shiantaraga.
Multi Quote Quote
ALFA TBK rugi terus kok alfa midi mau IPO lagi ati ati deh
Multi Quote Quote
ALFA TBK rugi terus kok alfa midi mau IPO lagi ati ati deh l.k alfa q3/10… http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/1287364F-E390-495D-A90B-C461970BDFC6.PDF penjualan naik, tapi rugi bersih bertambah! kalau alfa midi, merupakan anak usaha amrt. l.k amrt q3/10… http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/64596EF1-13C8-42A0-BAB5-410429A17AB6.PDF penjualan dan laba bersih naik. utangnya gede!
Multi Quote Quote
PT Midi Utama Indonesia menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2011 sebesar Rp287 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembukaan satu distribution center (DC). "Kami juga akan melakukan pembangunan 100 gerai lagi di tahun depan, Dananya sebagian didapat dari hasil penawaran saham perdana, pinjaman bank sama internal cash flow," ujar Direktur PT Midi Utama Indonesia Fernia Kristanto kepada wartawan dalam konferensi persnya di Hotel Imperial Aryaduta, Tangerang, Selasa (2/11/2010). Menurutnya, sampai dengan Juni 2010, perseroan telah memiliki 211 gerai yang terdiri dari 154 gerai Alfa Midi dan 57 gerai Alfa Express. "Dan sampai dengan akhir tahun perseroan menargetkan jumlah total gerai yang dimiliki menjadi 400 toko yang merupakan kombinasi dari gerai Alfa Midi dan Alfa Express," tambahnya. Sampai dengan September 2010, lanjutnya, total penjualan perusahaan adalah sebesar Rp1 triliun dengan laba bersih sampai dengan September 2010 sebesar Rp5,9 miliar. "Jumlah aktiva yang dimiliki sampai dengan Juni 2010 sekitar Rp714,4 miliar dengan jumlah kewajiban dan jumlah ekuitas sampai dengan semester I-2010 adalah masing-masing Rp462,2 miliar dan Rp252,1 miliar," tuturnya. Penjualan bersih per Juni Rp636,6 miliar dan beban pokok penjualan sampai dengan semester I-2010 sebesar Rp516,1 miliar, Laba Kotor sampai dengan semester I-2010 sebesar Rp120,4 miliar dan laba bersih sampai dengan semester I-2010 Rp3,27 miliar. Pertumbuhan aset perseroan per Juni 2010 sebesar Rp714,4 miliar dengan pertumbuhan ekuitas sebesar Rp252,1 miliar.
Multi Quote Quote
Anak usaha dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang akan segera mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) penawaran harga saham perdananya di kisaran Rp225-Rp275 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Diketahui, Midi Utama Indonesia akan melepas 432.353.000 saham biasa atas nama atau 15 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Dengan kisaran harga Rp225-Rp275 per saham, maka target dananya sekira Rp118,95 miliar. Price earning ratio-nya (PER) adalah 20-25 kali," ujar Direktur Investment Banking Indopremier Securities Shiantaraga kepada wartawan dalam konferensi persnya di Hotel Imperial Aryaduta, Tangerang, Selasa (2/11/2010). "Sekira 10 persen dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk membiayai pengembangan Distribution Center (DC) dan peralatannya di Serpong dan Bekasi dan sisanya untuk membiayai sebagian pembangunan DC di Makasar. DC ini akan menjadi pusat distribusi bagi gerai-gerai perseroan," tambah Presiden Direktur PT Midi Utama Indonesia Rully Yanto. Adapun sekira 90 persen dari dana hasil IPO, lanjut Rully, akan digunakan perseroan untuk pengembangan gerai di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Makassar dan wilayah lainnya, antara lain untuk sewa tempat, renovasi dan peralatan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) ini adalah PT Indopremier Securities. Persentase kepemilikan saham sebelum IPO adalah 84,5 persen oleh PT Amanda Cipta Persada, 15 persen dimiliki oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan 0,5 persen dimiliki oleh individu yakni Rullyanto. "Adapun struktur kepemilikan saham setelah IPO adalah PT Amanda Cipta Persada 71,825 persen, PT Sumber Alfaria Trijaya 12,75 persen, Rullyanto 0,425 persen, dan masyarakat 15 persen," tutur Rully. Perseroan akan melakukan roadshow di dalam negeri dengan target pembeli yakni institusi lokal. "Namun kita juga akan memberikan porsi untuk retail, namun untuk komposisi masih belum dapat dikatakan karena masih akan menunggu proses book building dalam satu minggu ke depan," timpal Direktur PT Midi Utama Indonesia Fernia Kristanto. Perkiraan masa penawaran awal pada 2-5 November 2010, perkiraan tanggal efektif pada 15 November 2010, prakiraan masa penawaran 18-22 November 2010, serta prakiraan tanggal penjatahan 24 November 2010. Kemudian prakiraan tanggal pengembalian uang pemesanan 25 November 2010, Prakiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik pada 25 November 2010 dan Prakiraan Pencatatan di BEI pada 26 November 2010.
Multi Quote Quote
BUY
Multi Quote Quote
ALFA KOK MERUGI TERUS SALAH URUS YA MOHON PETUNJUK
Multi Quote Quote
tertarik nih ama saham sektor ini tapi kok pe 20-25x mahal banget yah smile. ada yang punya prospektus-nya gak?
Multi Quote Quote
pada dapet brapa % nih penjatahan bb kemaren ? :-? kok sepi ya peminatnya … bingung ikut pollingnya ga
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...