PT. Harum Energy, harumkah harga sahamnya?

PT Harum Energy Tbk akan melepas 650 juta lembar saham baru dalam penawaran saham perdana initila public offering (IPO) pada 2-15 September 2010. Demikian prospektus ringkas Harum Energy di Jakarta, Selasa. Pelepasan saham ini terdiri dari saham baru sebanyak 200.000 lembar atas nama dan 450.000.000 lembar saham, biasa atas nama pemilik PT Karunia Bara Perkasa sebagai pemegang saham penjual yang ditawarkan kepada masyarakat. Dengan penjualan saham divestasi, pelaksanaan peralihan kepemilikan saham yang berasal dari pemegang saham penjual kepada masyarakat akan dilakukan melalui mekanisme transaksi BEI pada hari pertama saham perseroan diperdagangkan di BEI. Jika kelebihan pemesanan saham, pemegang saham penjual memberikan opsi kepada penjamin pelaksana emisi untuk dapat melakukan penjatahan lebih (over allotment) sampai dengan 65 juta saham biasa atas nama. Harum Energy menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Adapun penggunaan dana dari IPO ini, antara lain US$50 juta digunakan perseroan dalam tahun 2010-2011 untuk pengembangan usaha produksi batubara pada anak perusahaan, termasuk PT Santan Batubara. Sekitar US$30 juta untuk mendanai pengembangan usaha, pemeliharaan dan pembelian 10 unit kapal runda dan 10 unit kapal tongkang untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara dengan tongkang sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas produksi batubara di anak perusahaan dan sisanya untuk mendanai kegiatan eksplorasi dan pengeboran. Adapun jadwal sementara Harum Energy tanggal efektif 24 September, masa penawaran awal 2-15 September, masa penawaran 28-30 September, penjatahan 4 Oktober, distribusi saham secara elektronik dan pengembalian uang pesanan 5 Oktober serta pencatatan di BEI 6 Oktober. Hingga 31 Desember 2010, Harum Energy mencatat peningkatan laba bersih sekitar 537% menjadi Rp767,5 miliar dari Rp120,4 miliar sedangkan pendapatan usahanya pun naik 75,5% dari Rp2,575 triliun menjadi Rp4,518 triliun.
Multi Quote Quote
PT Harum Energy bakal menawarkan sebanyak 650 juta lembar sahamnya kepada publik, dengan opsi penjatahan lebih (over allotment) sebanyak 65 juta lembar saham baru. Dengan demikian total saham perdana (initial public offering/IPO) yang ditawarkan mencapai 715 juta lembar saham yang setara denga 26,48 persen. Sebanyak 650 juta lembar saham yang ditawarkan tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Saham-saham ini berasal dari saham baru sebanyak 200 juta lembar saham dan sebanyak 450 juta lembar saham berasal dari salah satu pemegang sahamnya, PT Karunia Bara Prakarsa (KBP) sebagai pemegang saham penjual (saham divestasi). Lalu, over allotment sebanyak 65 juta lembar saham berasal dari KBP yang dipergunakan sebagai stabilisasi harga saham ini di kemudian hari. Efek dilusi terhadap pemegang saham lama adalah sebesar 20,62 persen. Dan dari jumlah yang ditawarkan, sebanyak 10 persen dijatahkan secara khusus kepada karyawan perseroan. Seperti dikutip dari prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Selasa (31/8/2010), rencananya perusahaan tersebut akan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Oktober 2010. Selanjutnya, sebesar USD50 juta dana hasil IPO ini akan dipergunakan untuk pengembangan anak usaha, termasuk PT Santan Batubara selama tahun 2010 dan 2011. lalu sebesar USD30 juta akan dipergunakan oleh perseroan uantuk pengembangan usaha, pemeliharaan dan pembelian 10 unit kapal tunda dan 10 unit tongkang untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara anak perseroan. Lalu sebesar USD15 juta akan dipergunakan untuk biaya modal kerja (capital expenditure/capex) tahun 2010-2012. Dan sisanya, akan dipergunakan perseroan untuk mendanai pertambangan, pelunsan utang perseroan dan mendanai akuissi dan pengembangan usaha lainnya. Berperan menjadi penjamin pelaksana emisi efek atau penjamin emisi efek (underwritter) adalah PT Ciptadana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Tanggal efektif pada 24 September 2010, penawaran awal pada 2-15 September, penawaran pada 28-30 September, penjatahan pada 4 Oktober, dan pencatatan di BEI pada 6 Oktober.
Multi Quote Quote
:ogah:
Multi Quote Quote
bro, ini jadi kebanyakan mainan jadi pusing juga hahahaha
Multi Quote Quote
bro, ini jadi kebanyakan mainan jadi pusing juga hahahaha :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
Melihat keuntungan BUMI mengeruk keuntungan dari BEI, maka semua perusahaan tambang batu bara mengalihkan bisnis utamanya. Dari mengeruk batu bara menjadi mengeruk duit di BEI. Mengeruk batu bara sementara menjadi bisnis sampingan.
Multi Quote Quote
emang batubara jadi primadona saat ini pengusaha kecil2 pun ikut2 maen batubara jg yang punya angkutan mobil2 truk jg pada pindah ke angkutan batubara …. GILA !!!
Multi Quote Quote
bro, ini jadi kebanyakan mainan jadi pusing juga hahahaha memang jadi makin pusing…. :#-o
Multi Quote Quote
Hingga 31 Desember 2010, Harum Energy mencatat peningkatan laba bersih sekitar 537% menjadi Rp767,5 miliar dari Rp120,4 miliar sedangkan pendapatan usahanya pun naik 75,5% dari Rp2,575 triliun menjadi Rp4,518 triliun. HEBAT DONG LAPORAN AKHIR TAHUN 2010 SUDAH DITULIS SEKARANG :applause:
Multi Quote Quote
Hingga 31 Desember 2010, Harum Energy mencatat peningkatan laba bersih sekitar 537% menjadi Rp767,5 miliar dari Rp120,4 miliar sedangkan pendapatan usahanya pun naik 75,5% dari Rp2,575 triliun menjadi Rp4,518 triliun. HEBAT DONG LAPORAN AKHIR TAHUN 2010 SUDAH DITULIS SEKARANG :applause: emang perusahaannya datang dari masa depan ???? :-O :-O :-O :-O
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...