BBKP ditawar Rp.411 s/d Rp.632 per lembar

parahhhh, gara2 judulnya kali nih, ane out dah……..
Multi Quote Quote
masih banyak pertentangan di internal bbkp most employee lebih prefer jamsostek dari bbri kemungkinan besar adalah ketakutan mereka jika dimerger dengan bbri, akan terjadi perampingan karyawan secara besar besaran itu salah satu bung… Masalahnya siapa yang berani membujuk, pemegang saham untuk mau menjual kepemilikannya, kepada kedua calon tersebut?. Bagaimana cara membujuknya?. Tentu dengan meningkatkan tawaran harganya. Indikator yang dipakai apa?, Harganya di pasar… Kalo saja harga dipasar Rp. 1.200, dan salah satu bidder mau membayar harga segitu,…mungkin Inkopad, atau Kop Bulog, rela melepas kempemilikannya… So….BBRI dan Jamsostek, jangan cuma ngomong aja…ayo bujuk mereka, dengan menaikkan harga tawarnya… Ane tetep keep ini saham, biar tembus 1000 dulu smile masuk akal, tp kok kaga ditarik yah hrg nya, kaga pny modal apa yah..padahal …. [-o< :$-)
Multi Quote Quote
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) membukukan laba bersih sebesar Rp 335,943 di triwulan III-2010. Angka ini naik 21,16% jika dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 277,261. Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (11/11/2010), dengan kenaikan laba bersih tersebut maka laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp 55,18 per lembar, dari sebelumnya Rp 44,03 per lembar saham di triwulan III-2009. Naiknya laba bersih emiten berkode BBKP itu disumbang atas naiknya pendapatan bunga bersih perseroan menajdi Rp 1,243 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2010 ini. Kenaikannya setara 27,54% dari tahun sebelumnya Rp 974,534 triliun. Perseroan juga mencatat posisi kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) net atau kredit macet yang naik tipis dari tahun lalu 2,69% menjadi 2,84%. Total aset perseroan tercatat Rp 41,55 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 35,69 triliun.
Multi Quote Quote
Setelah PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) angkat bicara seputar keinginannya yang lebih memilih bekerja sama dengan PT Jamsostek ketimbang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Menteri BUMN Mustafa Abubakar pun kini enggan berkomentar. Padahal sebelumnya, dia lah yang mendorong BRI untuk mengakuisisi Bank Bukopin dan juga melarang Jamsostek untuk melibatkan diri dalam aksi korporasi Bank Bukopin dengan alasan itu di luar usaha inti (core business) perseroan. "Kemarin Bukopin sepertinya menutup kemungkinan BRI untuk masuk. Terserah mereka (Bank Bukopin), karena Bukopin akan mengadakan revisi," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (12/11/2010). Seperti dikabarkan kemarin, pihak Bukopin menegaskan tidak ada rencana perusahaan untuk diakuisisi perusahaan lain. Yang ada hanya penyerapan right issue atau subdebt perseroan. Perseroan mengindikasikan lebih memilih Jamsostek sebagai mitranya untuk melakukan aksi korporasi tersebut, ketimbang dengan BRI. Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Glenn Glenaldi ini dikarenakan prinsip Jamsostek sejalan dengan prinsip pengembangan usaha perseroan, yakni penyerapan right issue Bukopin pada tahun depan, bukan akuisisi. BRI disebutkan bersikeras mengakuisisi Bukopin yang sama sekali tidak ada dalam rencana perseroan. "BRI berminat, itu fine saja. Bagi kami, siapa pun yang berminat itu kami terbuka. Asal in line atau sejalan dengan pengembangan usaha Bukopin. Tapi ada yang berbeda dengan prinsip kami dengan BRI. Untuk penambanhan modal, kami memilih right issue atau subdebt tapi BRI inginnya akuisisi, jadi itu berbeda. Kami sendiri tidak tahu persis, BRI saja belum ada apa-apa dengan Bukopin," jelasnya baru-baru ini. Meski Kementerian BUMN terang-terangan melarang Jamsostek untuk melakukan aksi korporasi dengan Bukopin karena perbedaan jenis usaha atau core business, menurutnya, hal itu tidak terlalu dipermasalahkan mengingat banyak perusahaan lain yang bisa menyerap right issue Bukopin. Tapi, dia tetap berharap bisa bekerjasama dengan Jamsostek. Pasalnya, anak perusahaan perseroan, yaitu Bank Bukopin Syariah, sudah bekerja sama dengan Jamsostek. "Dengan Jamsostek memang kami sudah ada beberapa kali diskusi. Pada prinsipnya sejalan atau in line dengan prinsip Bukopin. Tapi terlepas dari masalah teknis Jamsostek sudah bersama-sama bekerja sama dengan bank Bukopin Syariah, kalau bisa bisa bekerja sama lebih bagus. Karena anak usaha kami kan sudah bekerja sama dengan mereka," imbuhnya.
Multi Quote Quote
terlalu banyak vested interest didalamnya, dan juga banyak silang kepemilikan dan jabatan yang terlibat sebagai contoh : direktur bri sekarang adalah salah satu mantan petinggi bank bukopin, jadi tentu dia tahu beberapa back door yang hanya diketahui oleh para petingginya, maupun dosa dosa orang orang penting di dalam bank ini namun jika kamu hanya pemegang saham, retail pula, tentu tidak perlu tahu detail detail seperti ini kecuali jika memang kamu berniat untuk mengakuisi bank bukopin dan menjadikannya salah satu asset vehicle kamu, baru harus tahu segala detil detil seperti ini jika tidak mau pusing, lupakan saja bank ini, nanti fokus di bank sinarmas atau bank dki, yang mana saja yang mau dilepas ke bursa duluan dan sekedar saran, jika nanti bank sinarmas mau di go public, jangan beli di sekuritas, langsung beli di bank sinarmas untuk bank dki, art belum tahu pasti bagaimana nanti kelanjutannya, baru rumor samar samar saja singkat kata, bank bukopin adalah salah satu bank terbaik yang pernah art jadi nasabahnya, namun antara kinerja saham dengan kinerja real di lapangan belum tentu seiring dan sejalan, itu saja yang bisa art katakan tentang bank bukopin
Multi Quote Quote
Pantesan BBKP ‘'ngga maen’' lagi… * Meskipun Jamsostek berminat (akuisisi BBKP) dengan harga tinggi, tapi dilarang (ngga dapat restu) oleh meneg BUMN. * Meskipun Meneg BUMN membolehkan BBRI akuisisi BBKP, namun justru management Bukopin yang ogah (menolak) rencana tsb dengan alasan tidak sejalan dengan rencana bisnisnya… Ini sih dirut Bukopin-nya aja yg ogah dilengserkan: kalau BRI caplok Bukopin kemungkinan nama bukopin dihilangkan, dijadikan satu divisi baru dan otomatis jajaran direksinya dibubarkan. Atau bilamana bukopin dipertahankan, tetap saja posisi dirut bukopin menjadi di bawah direksi / manajemen BRI. Beda jauh bilamana jamsostek yg masuk Bukopin, tentu jamsos bertindak hanya sebagai pemilik baru (relatif sbg investor). Direksi Bukopin masih memiliki kendali manajemen.
Multi Quote Quote
masalah utama tetap yaitu uang jadi daripada repot dan memusingkan, apalagi jika memang tidak niat untuk membeli the whole package, cuma jadi sekedar investor retail, lebih baik untuk sementara waktu … find yang lebih prospective dan lucrative nanti jika sudah mulai hidup lagi, baru kita bahas lagi
Multi Quote Quote
masalah utama tetap yaitu uang jadi daripada repot dan memusingkan, apalagi jika memang tidak niat untuk membeli the whole package, cuma jadi sekedar investor retail, lebih baik untuk sementara waktu … find yang lebih prospective dan lucrative nanti jika sudah mulai hidup lagi, baru kita bahas lagi kesimpulannya gmn bos Art? ane ada di 750 :-O :-O :-O
Multi Quote Quote
kesimpulan nya sich avoid dulu jika berani dan yakin dengan perkataan art, besok senin pasang sepagi mungkin hajar kiri saja 650 atau 640 yang penting out dulu kurang lebih itu khan cut loss 15% setelah itu duduk yang manis sambil pantau pantau blue chip mana yang digebuk habis sama asing, asenk, dan ali syukur syukur yang penurunannya dalam seminggu nanti lebih dari 15%, lalu kamu mulai beli lah blue chip itu, mau bertahap bertingkat atau sekali hajar tergantung selera lah itu jika kamu memang benar benar percaya dan yakin kepada art, jika agak ragu ragu dan mau jaga jaga terhadap segala kemungkinan boleh lah dicoba separuhnya saja untuk nama bluechipnya, cari sendiri yach … nanti juga ketahuan koq dari harganya, soalnya gak enak kalo disebutin dari sekarang nanti muncul tuduhan yang tidak tidak terhadap art dari mulai art bd lah, art market maker lah, art insider trading lah jadi daripada dituduh yang macam macam, art kasih review global nya saja ok, have fun enjoy your weekend, dan semoga sukses dengan rencananya
Multi Quote Quote
kesimpulan nya sich avoid dulu jika berani dan yakin dengan perkataan art, besok senin pasang sepagi mungkin hajar kiri saja 650 atau 640 yang penting out dulu kurang lebih itu khan cut loss 15% setelah itu duduk yang manis sambil pantau pantau blue chip mana yang digebuk habis sama asing, asenk, dan ali syukur syukur yang penurunannya dalam seminggu nanti lebih dari 15%, lalu kamu mulai beli lah blue chip itu, mau bertahap bertingkat atau sekali hajar tergantung selera lah itu jika kamu memang benar benar percaya dan yakin kepada art, jika agak ragu ragu dan mau jaga jaga terhadap segala kemungkinan boleh lah dicoba separuhnya saja untuk nama bluechipnya, cari sendiri yach … nanti juga ketahuan koq dari harganya, soalnya gak enak kalo disebutin dari sekarang nanti muncul tuduhan yang tidak tidak terhadap art dari mulai art bd lah, art market maker lah, art insider trading lah jadi daripada dituduh yang macam macam, art kasih review global nya saja ok, have fun enjoy your weekend, dan semoga sukses dengan rencananya Om Art, ane akan hajar KRAS hr senin nanti…. :p
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...