BBKP ditawar Rp.411 s/d Rp.632 per lembar

volume dan value hanya terjadi dalam 3 hari kemarin saja, biasanya bbkp sepi seperti kuburan jadi hati hati saja terutama bagi yang beli di atas 750an kemarin, bagi yang beli di 300 atau 400 relatif aman
Multi Quote Quote
itu sudah turun ke 670, yang beli di atas 750 anda masih belum cut loss ???
Multi Quote Quote
volume dan value hanya terjadi dalam 3 hari kemarin saja, biasanya bbkp sepi seperti kuburan jadi hati hati saja terutama bagi yang beli di atas 750an kemarin, bagi yang beli di 300 atau 400 relatif aman BBKP nikmat ya bung
Multi Quote Quote
emanknya bisa beli di 600 :evil :evil :evil Hotbonar Sinaga, President Director of Jamsostek, said that Jamsostek already sign written agreement with BBKP about acquisition pricing. Jamsostek plan to spend IDR500-800bn to acquired BBKP. Jamsostek will act as a standby buyer in BBKP rights issue. However, BBKP management declines the Jamsostek claim Hotbonar Sinaga, Direktur Utama PT Jamsostek mengatakan, pihaknya sudah menemui kata sepakat dengan manajemen BBKP untuk pembelian sahamnya. "Kami akan membeli sekitar 20% hingga 30%," katanya. Bahkan, Hotbonar mengaku sudah mencapai kata sepakat soal harga pembelian. Sayang, Hotbonar enggan mengatakan angka pasti pembelian sahamnya ini. Tercatat ada 2 pihak yang berminat membeli BBKP. Pihak Pertama yaitu JAMSOSTEK telah menyiapkan dana Rp.500 milyar untuk membeli BBKP sebanyak 20% saham BBKP milik Yanatera Bulog (Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog). Pihak Kedua yaitu BBRI yang telah menyiapkan dana Rp.2 Trilyun (hasil penerbitan Subdebt tahun 2009) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di atas 51%. Hitung-hitungan yuk Jumlah saham yang beredar BBKP sebanyak 6.078.734.253 lembar. Seandainya JAMSOSTEK membeli 20 % saham BBKP = 1,215,746,851 lembar Rp.500 milyar dibagi 1,215,746,851 lembar = Rp.411 per lembar Itulah harga yang diajukan oleh JAMSOSTEK Dari Pihak BBRI hanya akan membeli harga Rp.438 s/d Rp.632 per lembar Di lain pihak BBRI hanya mempunyai uang sebanyak Rp.2 Trilyun dan ngotot menjadi pemegang saham mayoritas BBKP di atas 51%. di atas 51% artinya bisa 52% atau 60% bahkan lebih Opsi Pertama Rp.632 per lembar Katakanlah 52% artinya 52% kali 6.078.734.253 lembar = 3,160,941,812 lembar Rp,2 trilyun dibagi 3,160,941,812 lembar = Rp.632 per lembar (harga maksimal yang diajukan BBRI) Opsi Kedua Rp.548 per lembar Seandainya BBRI ngotot minta 60% atau 3,647,240,552 lembar berarti harga yang diajukan adalah Rp.2 Trilyun dibagi 3,647,240,552 lembar = Rp.548 per lembar Opsi Ketiga Rp.438 per lembar Bisa pula Rp.2 Trilyun itu adalah uang untuk akuisisi BBKP plus AGRO. Untuk AGRO telah diputuskan diakuisisi senilai Rp.400 Milyar sehingga jatah dana membeli BBKP hanya tinggal Rp.1,6 Trilyun. Seandainya BBRI ngotot minta 60% atau 3,647,240,552 lembar berarti harga yang diajukan adalah Rp1,6 Trilyun dibagi 3,647,240,552 lembar = Rp.438 per lembar Rp.438 per lembar berarti tak jauh-jauh amat dengan harga yang diajukan oleh Jamsostek Rp.411 per lembar
Multi Quote Quote
BBKP: Beli saham Bukopin, Jamsostek terganjal izin DPR Rencana PT Jamsostek membeli sebagian saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terhambat. Sebab, DPR belum memberikan lampu hijau atas rencana itu Para politisi Senayan ini beralasan Jamsostek harus menyelesaikan berbagai persoalan terlebih dahulu. Anggota Komisi XI DPR Azis Suseno mencontohkan seperti masalah Tenaga Kerja Indonesia yang kesulitan mencairkan klaim asuransi. Anggota Komisi XI DPR lainnya, Riski Sadig menambahkan, rencana pembelian saham sekitar Rp 500 miliar itu tak feasible dengan tugas dan kewajiban Jamsostek. Dia bilang, Jamsostek seharusnya fokus menyelesaikan berbagai persoalan karyawan yang tidak ada ujungnya. (Kontan/nlt)
Multi Quote Quote
jamsostek beli ato kagak, ga efek, harganya di bawah harga pasar smile
Multi Quote Quote
kenapa nih macet??? padahal keknya lebih bagus dr AGRO????
Multi Quote Quote
masih banyak pertentangan di internal bbkp most employee lebih prefer jamsostek dari bbri kemungkinan besar adalah ketakutan mereka jika dimerger dengan bbri, akan terjadi perampingan karyawan secara besar besaran
Multi Quote Quote
masih banyak pertentangan di internal bbkp most employee lebih prefer jamsostek dari bbri kemungkinan besar adalah ketakutan mereka jika dimerger dengan bbri, akan terjadi perampingan karyawan secara besar besaran itu salah satu bung… Masalahnya siapa yang berani membujuk, pemegang saham untuk mau menjual kepemilikannya, kepada kedua calon tersebut?. Bagaimana cara membujuknya?. Tentu dengan meningkatkan tawaran harganya. Indikator yang dipakai apa?, Harganya di pasar… Kalo saja harga dipasar Rp. 1.200, dan salah satu bidder mau membayar harga segitu,…mungkin Inkopad, atau Kop Bulog, rela melepas kempemilikannya… So….BBRI dan Jamsostek, jangan cuma ngomong aja…ayo bujuk mereka, dengan menaikkan harga tawarnya… Ane tetep keep ini saham, biar tembus 1000 dulu smile
Multi Quote Quote
masih banyak pertentangan di internal bbkp most employee lebih prefer jamsostek dari bbri kemungkinan besar adalah ketakutan mereka jika dimerger dengan bbri, akan terjadi perampingan karyawan secara besar besaran itu salah satu bung… Masalahnya siapa yang berani membujuk, pemegang saham untuk mau menjual kepemilikannya, kepada kedua calon tersebut?. Bagaimana cara membujuknya?. Tentu dengan meningkatkan tawaran harganya. Indikator yang dipakai apa?, Harganya di pasar… Kalo saja harga dipasar Rp. 1.200, dan salah satu bidder mau membayar harga segitu,…mungkin Inkopad, atau Kop Bulog, rela melepas kempemilikannya… Setuju. Mana ada pemegang saham yang mau jual murah? So….BBRI dan Jamsostek, jangan cuma ngomong aja…ayo bujuk mereka, dengan menaikkan harga tawarnya… Ane tetep keep ini saham, biar tembus 1000 dulu smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...