BBKP ditawar Rp.411 s/d Rp.632 per lembar

Tercatat ada 2 pihak yang berminat membeli BBKP. Pihak Pertama yaitu JAMSOSTEK telah menyiapkan dana Rp.500 milyar untuk membeli BBKP sebanyak 20% saham BBKP milik Yanatera Bulog (Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog). Pihak Kedua yaitu BBRI yang telah menyiapkan dana Rp.2 Trilyun (hasil penerbitan Subdebt tahun 2009) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di atas 51%. Hitung-hitungan yuk Jumlah saham yang beredar BBKP sebanyak 6.078.734.253 lembar. Seandainya JAMSOSTEK membeli 20 % saham BBKP = 1,215,746,851 lembar Rp.500 milyar dibagi 1,215,746,851 lembar = Rp.411 per lembar Itulah harga yang diajukan oleh JAMSOSTEK Dari Pihak BBRI hanya akan membeli harga Rp.438 s/d Rp.632 per lembar Di lain pihak BBRI hanya mempunyai uang sebanyak Rp.2 Trilyun dan ngotot menjadi pemegang saham mayoritas BBKP di atas 51%. di atas 51% artinya bisa 52% atau 60% bahkan lebih Opsi Pertama Rp.632 per lembar Katakanlah 52% artinya 52% kali 6.078.734.253 lembar = 3,160,941,812 lembar Rp,2 trilyun dibagi 3,160,941,812 lembar = Rp.632 per lembar (harga maksimal yang diajukan BBRI) Opsi Kedua Rp.548 per lembar Seandainya BBRI ngotot minta 60% atau 3,647,240,552 lembar berarti harga yang diajukan adalah Rp.2 Trilyun dibagi 3,647,240,552 lembar = Rp.548 per lembar Opsi Ketiga Rp.438 per lembar Bisa pula Rp.2 Trilyun itu adalah uang untuk akuisisi BBKP plus AGRO. Untuk AGRO telah diputuskan diakuisisi senilai Rp.400 Milyar sehingga jatah dana membeli BBKP hanya tinggal Rp.1,6 Trilyun. Seandainya BBRI ngotot minta 60% atau 3,647,240,552 lembar berarti harga yang diajukan adalah Rp1,6 Trilyun dibagi 3,647,240,552 lembar = Rp.438 per lembar Rp.438 per lembar berarti tak jauh-jauh amat dengan harga yang diajukan oleh Jamsostek Rp.411 per lembar
Multi Quote Quote
Title : BBKP: Akuisisi Bukopin ‘'Picu’' Tender Offer Keinginan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk untuk menjadi pemilik saham mayoritas di PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berpotensi digelarnya tender offer terhadap saham bank yang juga menjadi incaran PT Jamsostek itu. Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan sesuai dengan peraturan di pasar modal, pengalihan saham yang mengakibatkan berubahnya pemegang saham mayoritas memang mengharuskan digelarnya tender offer. Namun, dia juga mengingatkan agar investor tidak berspekulasi yang berlebihan terhadap saham Bukopin. (bisnis/uth) Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito telah kasih sinyal agar investor tidak berspekulasi yang berlebihan terhadap saham Bukopin
Multi Quote Quote
Ada Yang Mau Nyanyi Gugur Bunga Lagi Nih
Multi Quote Quote
ha ha ha …untung guwe kemarin antri di 700 kagak ada yg nyantol…ternyata cuman 400 an perak..ha ha ha …sukur2…
Multi Quote Quote
masa c BBKP mau segitu?
Multi Quote Quote
masa c BBKP mau segitu? hajar kiri :8-|
Multi Quote Quote
wew. institusi besar malah lebih pelit dari retailer. belok kiri dunk !!!
Multi Quote Quote
bukan pelit tapi bisa itung bbri tentu ngak mau akuisisi bank dengan pe di atas pe bbri smile
Multi Quote Quote
funn, tapi gmn dgn BBRI akusisi AGRO ? dan BBKP bukannya PE di bwh BBRI ?
Multi Quote Quote
bukan pelit tapi bisa itung\r\n\r\nbbri tentu ngak mau akuisisi bank dengan pe di atas pe bbri smile \r\n\r\nYang menjadi pertanyaan adalah kenapa Yanatera Bulog lebih suka memilih “kerjasama” dengan JAMSOSTEK. 20% saham BBKP atau 1,215,746,851 lembar milik Yanatera Bulog (Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog) lebih suka diserahkan dengan harga Rp.411 per lembar dibanding dijual ke pasar di harga Rp.700-an
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...