Info untuk Waspada dan Hati-hati

Korban Teror di Kenya Dimutilasi?\r\nwww.inilah.comonFollow on Google+\r\nHeadline\r\n(Foto : nydailynews.com)\r\nOleh:\r\nweb - Senin, 30 September 2013 | 12:01 WIB\r\nShare on facebook Share on twitter Share on email Share on google More Sharing Services\r\nBerita Terkait\r\n\r\n Kenya Tahan 8 Orang Terkait Serangan Maut Mal\r\n Samantha Lewthwaite, Diakah Teroris Asal Inggris?\r\n Janda Inggris Pelaku Teror Kenya Diburu Interpol\r\n Penyerang Mal Kenya Klaim Tewaskan 137 Orang\r\n Inilah Kisah Remaja Lolos dari Maut di Mal Kenya\r\n\r\nINILAH.COM, Nairobi – Penyerangan oleh kelompok militan Somalia, al-Shahab ke mal Westgate di Nairobi, Kenya, 21 September 2013, menyisakan cerita horor di baliknya.\r\n\r\nMedia Kenya, The Star, sebagimana dikutip NY Daily News, mengungkapkan kelompok militan itu tidak hanya membunuh sandera, tetapi juga mencungkil mata dan memotong-motong tubuh korban.\r\n\r\n“Mereka mencungkil mata, mengiris kuping, hidung. Mereka memotong jari korban hidup dan menanjamkannya seperti pensil lalu mereka memerintahkan untuk menuliskan namanya dengan tinta darah,” ujar seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip harian Inggris, The Independent.\r\n\r\nSelain itu, terungkap pula adanya korban yang dilempar melalui jendela. Dokter itu juga mengatakan, para teroris itu juga mengorek tubuh seorang anak dengan pisau. “Paling tidak, hidungnya hilang, jarinya dipotong pakai tang, dan hidung dicabik-cabik pakai tang.”\r\n\r\nSebanyak 72 orang tewas dalam penyerangan itu. Dari jumlah itu, 61 orang warga sipil, enam orang tentara dan lima teroris. Sebanyak 175 orang luka-luka dan 11 teroris ditangkap. Nasib puluhan orang lainnya belum diketahui. Penyerangan itu berlangsung selama empat hari sejak 21 September 2013.
Multi Quote Quote
OJK: Asuransi Bumiputera Tengah Bermasalah, Perlu Perbaikan Segera Maikel Jefriando - detikfinance Senin, 30/09/2013 16:32 WIB Jakarta - OJK telah memberikan sanksi kepada Bumiputera berupa Surat Peringatan II (SP). Kemungkinan terburuk bila kondisi tidak berubah, maka pencabutan izin usaha terpaksa dilakukan. "Kita sudah ngasih sanksi, itu sudah dilakukan SP II. tapi jangan sampai kita melakukan pencabutan izin usaha. Nah itu kan kita kasihan pemegang polis," tegasnya. Bumiputera telah melakukan perombakan direksi beberapa waktu lalu yang menempatkan Madjdi Ali sebagai Direktur Utama. Ia berharap ada perubahaan yang signifikan untuk menyelematkan 4 juta pemegang polis di perusahaan tersebut. "OJK berikan restu untuk struktur ini, tapi awas jangan sampai terjadi macam-macam. Kita mengingatkan jangan sampai ada fraud," ucapnya. Sejauh ini persoalan klaim dan aktifitas perusahaan masih berjalan normal. Namun, tetap harus ada kewaspadaan tinggi. "Selama ini klaim-klaim itu tetap terbayar. Dan belum diketahui ada keluhan atau tidak. Tapi jangan dipikir itu tidak terjadi apa-apa. Makanya kita siapkan obat sebelum penyakit datang," pungkasnya. OJK bahkan menyarankan untuk mengubah Bumiputera untuk menjadi PT. Agar persoalan modal ini dapat tertanggulangi. "Apakah akan di PT kan? Itu boleh saja. Dan saya menganjurkan untuk menjadi PT. Karena modalnya bisa cepat terbantu," tutupnya.
Multi Quote Quote
Ini Hasil Pertemuan Prudential dan OJK Soal Kasus Asuransi Ahmad Dhani Herdaru Purnomo - detikfinance Selasa, 01/10/2013 14:50 WIB Jakarta - PT Prudential Indonesia yang diwakilkan salah satu Direksinya telah memenuhi panggilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apa hasil dari pertemuan tersebut? Deputi Komisioner Pengawas Industri Bidang Industri Jasa Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK Dumoly Pardede mengungkapkan Prudential harus secara rinci menjelaskan isi polis kepada Ahmad Dhani. "Saya sudah minta Prudential untuk menjelaskan isi polis tersebut. Kondisi dan kriteria polis tersebut perlu dikomunikasikan ke pihak tertanggung (Ahmad Dhani)," kata Dumoly kepada detikFinance, Selasa (1/10/2013). Dikatakan Dumoly, memang ada beberapa klausul yang harus dimengerti pihak Ahmad Dhani. Prudential, sambungnya, haruslah menyelesaikan kasus tersebut secara baik. "Ada beberapa klausul yang perlu dikomunikasikan ke pihak tertanggung. Biarlah diselesaikan pihak tersebut secara baik," ungkapnya. OJK baru saja mengadakan rapat khusus dengan manajemen PT Prudential Indonesia untuk meminta penjelasan terkait masalahnya dengan pihak Ahmad Dhani. Pertemuan yang membahas sengketa atas tidak cairnya klaim Abdul Qadir Jaelani (Dul) senilai Rp 500 juta ini ternyata dihadiri oleh Direksi Prudential.
Multi Quote Quote
Sunat Bayi Sampai Mati Kehabisan Darah, Izin Praktik Perawat Ini Dicabut Rahma Lillahi Sativa - detikHealth Kamis, 03/10/2013 18:00 WIB Info Penyakit Info Obat Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Deskripsi Penyebab Gejala Pengobatan Alkoholik Asam Urat Grace Adeleye (Foto: Mirror) Berita Lainnya Kasus Rabies di Bali Terus Menurun, di 2013 Tercatat Nol Kasus Manfaat Sehat Air Kelapa: Usir Jerawat Hingga Cegah Infeksi Survei: Google Sebabkan Orang-orang Dewasa Masa Kini Makin Pelupa Penting! Lakukan Langkah Pertama Ini Setelah Digigit Anjing Thigh Gap, Obsesi Merampingkan Paha di Kalangan Remaja Putri Jakarta, Tragis, seorang bayi berusia empat minggu tewas mengenaskan akibat pendarahan pasca menjalani praktik khitan rumahan yang dilakukan seorang perawat di Inggris. Dianggap malpraktik, izin perawat ini pun dicabut. Bocah bernama Goodluck Caubergs ini meninggal sehari setelah sang perawat, Grace Adeleye melakukan prosedur khitan tanpa menggunakan obat bius atau anestesi, dan hanya memanfaatkan gunting, tang dan minyak zaitun untuk menyunat si bayi. Demikian dilansir Mirror, Kamis (3/10/2013). Yang dilakukan perawat berusia 66 tahun ini sebenarnya bukanlah hal baru. Dari negara asalnya, Nigeria, metode sunat yang dikenal dengan sebutan ‘'clamp and cut’' itu merupakan sebuah tradisi bagi bayi yang baru lahir dari keluarga Kristiani di negara tersebut. Kebetulan orang tua Goodluck juga berasal dari negara yang sama. Grace diperkenalkan pada keluarga Caubergs lewat seorang teman. Dengan pengalaman melakukan prosedur sunat selama bertahun-tahun, Grace pun menawarkan jasanya pada keluarga ini. Pada tanggal 16 April 2010 sekitar pukul lima sore, ayah Goodluck, Olajunti Fatunla menjemput Grace dengan mobil untuk dibawa ke rumahnya di Chadderton, Greater Manchester. Sesampainya di depan rumah, Grace langsung meminta Olajunti untuk membelikannya Calpol, sedangkan ia dan sang ibu, Sylvia Attiko bersiap menangani si bayi. Kemudian Grace meminta Sylvia untuk mengambilkannya minyak zaitun dan seember air hangat. Perangkat sunat milik Grace pun dikeluarkan dari tas tangannya. Tak lupa, gunting yang ia bawa dicelupkan ke dalam air hangat. "Setelah itu Sylvia menutup kedua matanya. Goodluck sendiri tak mendapatkan anestesi atau pereda nyeri lokal, padahal seharusnya tak boleh begitu," ungkap Adrian Darbishire QC, jaksa penuntut umum dalam kasus Grace dalam persidangan yang digelar Manchester Crown Court baru-baru ini. "Ketika Sylvia membuka matanya, operasinya telah selesai. Ia mengaku melihat kulup putranya di antara kedua bilah gunting milik Grace," lanjutnya. Grace lalu membersihkan luka Goodluck dengan kapas, termasuk memberinya perban. Goodluck sendiri sebenarnya terus menangis sepanjang prosedur khitan dan luka yang ada di kemaluannya pun berdarah-darah. Namun Grace mengatakan kepada Sylvia ini adalah hal yang normal. Tanpa khawatir, Grace pun meninggalkan rumah keluarga Goodluck 30-40 menit pasca operasi dan untuk itu Grace yang juga berprofesi sebagai bidan tersebut mendapatkan bayaran sebesar 100 poundsterling (sekitar Rp 1,9 juta) dari orangtua Goodluck. Beberapa saat kemudian Olajunti dan Sylvia menemukan perban yang menutupi luka pada kemaluan putra mereka terlepas. Kondisinya perban ini sudah penuh dengan darah, bahkan darahnya jauh lebih banyak di popok Goodluck. Padahal menurut Mr. Darbishire, pasien sunat yang kehilangan darah sedikit saja sudah berbahaya, apalagi bagi bayi yang baru lahir. Karena terus diliputi rasa cemas, kedua orang tua Goodluck yang tak punya pengetahuan soal medis ini pun menelepon Grace sekitar 2,5 jam kemudian. Dengan tenang Grace mengatakan jika pendarahan yang dialami Goodluck itu normal-normal saja dan bukanlah masalah besar. Bahkan ia hanya menyarankan agar Olajunti dan Sylvia mengganti popok dan perban putra mereka, lalu mengoleskan minyak zaitun ke luka Goodluck. Ternyata pendarahan ini terus berlangsung hingga keesokan harinya. Hal ini memaksa kedua orang tua Goodluck memanggil ambulans dari rumah sakit terdekat yaitu Royal Oldham Hospital, tepatnya pada pukul 07.20 waktu setempat. Namun karena saking parahnya kondisi pendarahan yang dialami bocah ini pasca disunat, ketika ambulans tiba di rumah sakit, nyawa si bayi tak dapat terselamatkan. Dari pemeriksaan post-mortem diperoleh fakta bahwa Goodluck meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah pasca operasi, tepat pada tanggal 17 April, ketika usianya baru 27 hari. Grace yang bertempat tinggal di Salford, Greater Manchester ini diduga gagal melakukan prosedur khitan dengan meninggalkan luka yang ‘'tidak rapi’' dan mengakibatkan pendarahan. Perawatan pasca operasinya pun dianggap tidak memadai. Karena kesalahannya tersebut, Nursing and Midwifery Council UK memutuskan melarang Grace berpraktik lagi di negara tersebut. Oleh Manchester Crown Court, Grace juga telah divonis bersalah dan diberi hukuman penjara selama 21 bulan.
Multi Quote Quote
Masih Banyak Paku yang Bersarang di Kepala Wanita Muda Ini Jum''at, 19 Juli 2013 22:13 wib detail berita Indri tunjukkan hasil rontgen dari RSUD Cianjur (Foto: Ricky Susan/Koran Sindo) CIANJUR - Indri Yani (22), seorang perempuan muda warga Kampung Bungbulang, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang di kepalanya bersarang paku dan benda logam lainnya, kini dirawat di Ruang Gandaria, RSUD Cianjur. Wakil Direktur RSUD Cianjur, Toton Suryotono, menerangkan, penyakit yang diderita Indri disebut corvus alienum atau benda asing yang masuk ke tubuh. Namun untuk menyimpulkan benda asing apa saja yang bersarang di tubuh pasien, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Toton, kasus Indri baru pertama kali ditangani RSUD Cianjur sehingga pihaknya masih harus melakukan pendalaman. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui masih banyak benda logam di kepala Indri, teritama di kuping. Tim medis RSUD Cianjur juga berhasil mengeluarkan paku dan benda logam berbentuk per dari telinga kanan ibu rumah tangga itu. Sebelumnya, paku pernah keluar dengan sendirinya dari mulut dan telinga Indri. Seperti diberitakan, benda-benda asing di dalam kepalanya itu baru diketahui dua bulan setelah ia jatuh di kamar mandi. Saat itu, kupingnya mengeluarkan darah. Setelah hampir dua bulan, darah terus keluar dari telinganya. Tak ada rasa sakit saat darah keluar. Namun saat darah berhenti keluar, rasa sakit itu datang kembali. Karena merasa penasaran dengan sakit di telinga, Indri mengorek telinganya hingga tangannya merasakan sebuah benda. Ia meminta bantuan temannya untuk melihat telinga dan ternyata ada paku di dalamnya. Indri pun memeriksakan telinganya ke klinik di kampungnya. Dari itu diketahui ada sejumah paku di kepalanya dan berhasil dikeluarkan. Setelah itu, Indri dirujuk ke RSUD Cianjur. Dari hasil rontgen diketahui masih ada benda asing di kepalanya.
Multi Quote Quote
Abu teroris basyir beraksi ?? https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/q71/485520_10151763464459685_1049272348_n.jpg TNI dan BIN segera beraksi murid2 basyir master teroris siap2 beraksi mendoktrin para otak 1 digit, mana nih bebek apa komentarnya smile :@) Sapi gratis oke2 aja, kalau doktrin gratis ogah takut jadi bomberman smile :@)
Multi Quote Quote
IZIN BROKER OJK bekukan ribuan izin broker dan underwriter Oleh Amailia Putri Hasniawati - Jumat, 01 November 2013 | 13:24 WIB http://investasi.kontan.co.id/news/ojk-bekukan-ribuan-izin-broker-dan-underwriter JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan ribuan izin wakil perantara pedagang efek (WPPE) dan wakil penjamin emisi efek (WPEE). Berdasarkan keterangan resmi OJK hari ini, Jumat (1/11), total izin broker perorangan yang izinnya dibekukan jumlahnya mencapai 1.950 izin. Selain itu, OJK juga membekukan 907 izin penjamin emisi (underwriter). Nurhaida, Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK dalam pernyataan resminya mengatakan, mereka yang dibekukan izinnya melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Nomor V.B.1, lampiran keputusan Bapepam Nomor KEP-547/BL/2010 tentang Perizinan Wakil Perusahaan Efek. Pembekuan izin disebabkan sampai 30 April 2013, para WPPE dan WPEE tidak melakukan konfirmasi atau update terkait jabatan mereka. "Orang perorangan yang telah dibekukan izinnya dapat mempergunakan kembali izin WPPE dan WPEEE setelah memenuhi ketentuan V.B.1," ujar Nurhaida. Berdasarkan data OJK, per 18 Oktober 2013, jumlah WPPE yang masih aktif sebanyak 7.254 orang. Sedangkan, jumlah WPEE yang terdaftar dan masih aktif sebanyak 1.870 orang.
Multi Quote Quote
Buletin WWW.MERDEKA.COM Mengupas tuntas siapa dalang di balik kerusuhan 1998 Wiranto atau Prabowo… http://www.merdeka.com/peristiwa/kata-jenderal-kepercayaan-prabowo-soal-kerusuhan-dan-kudeta-98-isu-kudeta-prabowo-7.html http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-video-habibie-soal-pergerakan-pasukan-kostrad-ke-jakarta-isu-kudeta-prabowo-10.html http://www.merdeka.com/peristiwa/panglima-abri-pun-tak-berani-usik-langkah-prabowo.html http://www.merdeka.com/peristiwa/berpangkat-kapten-prabowo-berani-lawan-jenderal-benny-moerdani.html http://www.merdeka.com/peristiwa/kesaksian-wiranto-soal-aksi-prabowo-pada-1998-isu-kudeta-prabowo-6.html Indonesia betul2 terselamatkan dari Kerusuhan 1998 yaitu perang militer lawan militer Kesaksian Wiranto soal aksi Prabowo pada 1998 Merdeka.com - Bicara isu kudeta Prabowo Subianto seperti yang dilontarkan BJ Habibie dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam bukunya Detik-detik yang menentukan, tidak bisa lepas dari sosok Wiranto . Ketika Prabowo menjabat Pangkostrad dengan pangkat Letjen, Wiranto adalah atasannya Panglima ABRI (Pangab) berpangkat jenderal. Dalam kesaksiannya, pada 22 Mei 1998, Habibie menerima Wiranto di ruang kerja presiden di Istana Merdeka. Saat itu Wiranto melaporkan bahwa pasukan Kostrad dari luar Jakarta bergerak menuju Jakarta dan ada konsentrasi pasukan di kediaman Habibie di Kuningan, begitu pula di Istana Merdeka. Jenderal Wiranto lantas meminta petunjuk dari Habibie. Mendengar laporan tersebut, Habibie berkesimpulan Pangkostrad bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab. Pergerakan itu pula yang menimbulkan beberapa pertanyaan dalam diri Habibie: "Apakah ada skenario tersendiri mengenai laporan yang baru saja disampaikan oleh Pangab?" Saat itu pula, Habibie menegaskan kepada Pangab agar mengganti Pangkostrad sebelum matahari tenggelam. Kepada penggantinya, diharapkan pasukan di bawah komando Pangkostrad kembali ke kesatuan masing-masing. Sejarah mencatat, saat itu Pangkostrad baru yang dipilih adalah Letjen TNI Johny Lumintang sebelum 17 jam kemudian digantikan Letjen TNI Djamari Chaniago. Figur Wiranto menjadi penting mengingat sosoknya yang ketika itu disebut memiliki rivalitas dengan Prabowo. Muncul berbagai spekulasi bahwa momen itu adalah kesempatan bagi Wiranto menyingkirkan Prabowo. Lantas seperti apa kesaksian Wiranto soal peristiwa tersebut? Dia memaparkannya dalam bukunya "Bersaksi di Tengah Badai." Wiranto mengakui mendapat laporan secara lengkap tentang aktivitas Pangkostrad Letjen TNI Prabowo pada saat-saat kritis. "Bahkan, saya telah mendapat informasi mengenai pertemuannya dengan Wakil presiden BJ Habibie dan pertemuannya dengan Amien Rais serta Gus Dur maupun dengan tokoh-tokoh lainnya. Bagi orang awam, barangkali hal itu biasa-biasa saja. Tidak ada yang aneh," tulis Wiranto . "Namun, di dalam kehidupan militer, kegiatan semacam itu jelas tidak dapat dibenarkan, karena menyalahi aturan. Seharusnya Pangkostrad berorientasi pada wilayah, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai Pangkostrad yang menggerakkan pasukan atas perintah Panglima ABRI. Bukan ke sana kemari ngurusin masalah politik dan kenegaraan. Walaupun hal itu dilakukan, harus sepengetahuan pimpinan, bukan atas kehendak sendiri dan sama sekali tidak melaporkan kepada atasan." Wiranto juga menceritakan, satu hal yang benar-benar tidak masuk di akal adalah pada malam hari tanggal 16 Mei 1998, sekitar 22.30 WIB. "Saya mendapat informasi bahwa Pangkostrad menghadap presiden di kediaman, untuk melaporkan bahwa Menhamkan/Pangab telah berkhianat terhadap presiden yang berarti telah berkhianat terhadap pemerintah yang sah. Hal ini benar-benar sudah keterlaluan dan merupakan suatu pemanfaatan dari suatu situasi yang tengah kacau dan tidak menentu dengan suatu arah yang jelas, yaitu penyingkiran. Oleh karena itu, pada pagi hari tanggal 17 Mei 1998, di Jalan Cendana No 6, disaksikan oleh Kasad Jenderal TNI Soebagio HS dan Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin saya memberikan teguran keras kepada Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto atas apa yang dilakukannya yang saya anggap di luar kepatutan. Terutama mengenai apa yang telah diperbuatnya pada saat menghadap presiden. Begitulah Wiranto bercerita tentang Prabowo pada momen penting pergantian kekuasaan 1998. Satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari cerita itu adalah aroma rivalitas keduanya. Wiranto sendiri tidak pernah terus terang isu rivalitasnya dengan Prabowo. "Kalau kita dekati dari sisi pangkat dan jabatan, saya sudah menyandang pangkat dan jabatan puncak dalam organisasi ABRI, kemudian menganggap bawahan saya menjadi pesaing, lalu bersaing untuk apa lagi?" begitu alasan Wiranto . Dalam pertarungan Konvensi Presiden Partai Golkar 2003, ketika itu Wiranto mengalahkan Prabowo. Wiranto sempat bertemu dan menyalami Prabowo. Keduanya tertawa lepas. Namun, kesan damai itu hanya "sesaat". Kini, keduanya kembali terlibat dalam rivalitas secara politik. Prabowo mengendalikan partainya Gerindra, sementara Wiranto menjadi nakhoda Hanura. Pertarungan jenderal cemerlang yang pernah dilahirkan TNI itupun masih akan terus berlanjut.
Multi Quote Quote
Berpangkat kapten, Prabowo berani lawan Jenderal Benny Moerdani Prabowo itu super hebat Jendral Benny Moerdani dan Jendral Wiranto dilawan. Prabowo mau culik Benny Moerdani Merdeka.com - Pada Bulan Maret 1983, Komandan Detasemen-81 Kopassus Mayor (inf) Luhut Panjaitan, dikejutkan aksi wakilnya, Kapten (inf) Prabowo Subianto. Prabowo mengatakan Jenderal Benny Moerdani mau melakukan kudeta atau coup d''etat. Prabowo akan membawa Presiden Soeharto ke Bugis (sebutan untuk markas pasukan antiteror Kopassus di Cijantung). Hal itu dilakukan karena ancaman kelompok Benny. Peristiwa ini diceritakan Letjen Sintong Panjaitan dalam buku Perjalanan Prajurit Para Komando terbitan Kompas. Saat itu pasukan antiteror Kopassus sudah akan bergerak menculik Jenderal Benny Moerdani dan Letjen Soedharmono serta beberapa jenderal lain. Mayor Luhut mencegah tindakan itu. Semua senjata dan radio disimpan dalam kamar kerja Luhut. "Nggak ada itu. Sekarang kalian semua siaga di dalam. Tidak ada seorang pun yang keluar pintu tanpa perintah luhut Panjaitan sebagai komandannya," tegas Luhut. Ancaman kudeta Benny Moerdani tak terbukti. Luhut dan para komandan Kopassus menilai saat itu Prabowo stres berat. Kisah itu langsung dibantah oleh Prabowo begitu buku terbit tahun 2009. "Setiap ada buku baru, saya dituduh mau kudeta lagi, mau kudeta lagi," tepis Prabowo. "Anda nilai sendiri seorang kapten bisa bikin kudeta? Sudahlah itu biar nanti sejarah yang bicara. Semua punya versi masing-masing," kata Prabowo sambil tertawa saat itu. Benny mau buang Prabowo dari Kopassus Merdeka.com - Perseteruan Prabowo dan Benny Moerdani makin memanas. Benny pun berniat memindahkan Mayor Prabowo dari wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus menjadi kepala staf Kodim. Ini jabatan buangan bagi seseorang perwira seperti Prabowo yang bertugas di satuan antiteror. Selain menjadi Kepala Staf Kodim, ada pilihan lain menggeser Prabowo ke Pusat Kesenjataan Infantri untuk mengurus pendidikan. "Keputusan ini diubah oleh Jenderal Rudini yang menjadi Kasad tahun 1985. Prabowo akhirnya menjadi wakil komandan Batalyon Lintas Udara 328. Suatu pasukan elite Kostrad yang berjasa menumpas PKI dan berhasil melumpuhkan gerakan Kahar Muzakar pada 1965," kata Mayjen Kivlan Zen. Rupanya Prabowo tetap tidak puas dengan keputusan ini. Dia tak mau pindah dan melapor pada Komandan Kopassus Brigjen Sintong Panjaitan. Sintong langsung memarahi Prabowo. "Kamu prajurit. Saya tidak pandang kamu anaknya siapa. Selama kamu di tentara, kamu harus turut aturan-aturan tentara. Kalau kamu tidak mau, kamu bisa saja keluar tentara lalu masuk partai," tegas Sintong.
Multi Quote Quote
Dialog panas saat Habibie copot Prabowo sebagai Pangkostrad Merdeka.com - Berseragam loreng lengkap dengan kopel dan senjata, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letjen Prabowo Subianto datang ke Wisma Negara, pada 22 Mei 1998. Misi Prabowo jelas, ingin menghadap Presiden BJ Habibie . Prabowo datang dengan dua kendaraan, salah satunya ditumpangi oleh pengawal. Anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu ingin menanyakan jabatannya yang baru saja dicopot. Sebelum bertemu Habibie , Prabowo diperiksa secara ketat, senjata yang dibawa juga dilucuti oleh pasukan pengawal presiden. Pencopotan dilakukan karena adanya informasi pergerakan pasukan di bawah kendali Prabowo. Adalah Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto yang melaporkan hal tersebut. Tanpa berpikir panjang Habibie langsung mengambil keputusan. Setelah diberi izin masuk ke dalam ruangan, keduanya yang memang dikenal akrab saling peluk dan mencium pipi. Kemudian, sempat terjadi dialog dalam bahasa Inggis, sebelum akhirnya Prabowo berbicara dengan nada tinggi. "Ini penghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya Presiden Soeharto . Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad," tegas Prabowo dikutip dalam buku Prabowo: Ksatria Pengawal Macan Asia karya Femi Adi Soempeno dan Firlana Laksitasari. Habibie menjawab, "Anda tidak dipecat, tapi jabatan anda diganti." Prabowo balik bertanya, "Mengapa? " Habibie kemudian menjelaskan bahwa ia menerima laporan dari Pangab bahwa ada gerakan pasukan Kostrad menuju Jakarta, Kuningan, dan Istana Negara. "Saya bermaksud mengamankan Presiden," kata Prabowo. "Itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yang bertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugas anda," jawab Habibie . "Presiden apa anda? Anda naif? jawab Prabowo dengan nada marah. "Masa bodoh, saya Presiden dan harus membereskan keadaan bangsa dan negara yang sangat memprihatinkan," jawab Habibie . "Atas nama ayah saya, Prof Soemitro Djojohadikusumo dan ayah mertua saya Presiden Soeharto , saya minta Anda memberikan saya tiga bulan untuk tetap menguasai pasukan Kostrad," kata Prabowo. Habibie menjawab dengan nada tegas, "Tidak! Sampai matahari terbenam anda sudah harus menyerahkan semua pasukan kepada Pangkostrad yang baru. Saya bersedia mengangkat anda menjadi duta besar di mana saja!" "Yang saya kehendaki adalah pasukan saya!" jawab Prabowo. "Ini tidak mungkin, Prabowo," tegas Habibie . Ketika perdebatan masih berlangsung seru, Habibie kemudian menuturkan bahwa Letjen Sintong Panjaitan masuk sembari menyatakan kepada Prabowo bahwa waktu pertemuan sudah habis. "Jenderal, Bapak Presiden tidak punya waktu banyak dan harap segera meninggalkan ruangan," kata Letjen Sintong Panjaitan yang saat itu menjabat sebagai penasihat militer presiden. Setelah itu Prabowo menempati posisi baru sebagai Komandan Sekolah Staf Komando (Dansesko) ABRI menggantikan Letjen Arie J Kumaat. Prabowo mengisahkan serah terima jabatan dilakukan secara sederhana dan tertutup. "Belum pernah ada perwira tinggi dipermalukan institusinya, seperti yang saya alami," kata Prabowo. Selanjutnya, Prabowo harus menjalani sidang Dewan Kehormatan Perwira. Prabowo disinyalir terlibat dalam penculikan aktivis saat masih menjabat sebagai Danjen Kopassus. 15 Perwira tinggi bintang tiga dan empat mengusulkan ke Pangab agar Prabowo dipecat. "Saya paham, dewan ini sudah bersidang dengan susah payah selama sebulan dan orang-orangnya berpengalaman. Maka, saya (acc) setuju," kata Wiranto . Tamatlah sudah karier Prabowo.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...