PT. Tower Bersama

Kabar tentang penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) PT Tower Bersama nampaknya benar. Manajemen PT Tower Bersama sudah menyampaikan minatnya untuk menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Tower Bersama akan melepas saham sebanyak 20%," kata Eddy Sugito, Direktur Penilaian Perusahaan BEI. Sayang, Eddy enggan mengatakan berapa target dana IPO ini. "Nilainya belum tahu, sebabnya mereka belum melakukan mini ekspose kepada kita," ucapnya. Eddy menegaskan jika Tower Bersama sudah menunjuk dua penjamin emisi, yakni PT Indo Premier Securities dan UBS Securities. Kemungkinan, Tower Bersama akan melantai di BEI pada Oktober mendatang. Kata Eddy, Komisaris Utama Tower Bersama adalah Edwin Soeryadjaya.
Multi Quote Quote
PT Tower Bersama Group (TBG) berharap bisa melakukan initial public offering (IPO) pada kuartal III tahun ini. Sandiaga Salahuddin Uno, salah satu pemegang saham Tower Bersama mengatakan, IPO menunggu pasar dalam keadaan bagus. "Kita ingin go public. Mudah-mudahan kuartal III sudah bisa," katanya, Kamis (22/7). Rencananya, kata Sandiaga, Tower Bersama akan melepas saham maksimal 20-30%. Dari hajatan tersebut, Tower Bersama berharap bisa meraup dana Rp 1-2 triliun. "Lebih banyak lebih bagus," imbuh Sandiaga. Perolehan dana segar ini akan digunakan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Beberapa di antaranya adalah penambahan jumlah tower sekitar 600 tower di Sumatera dan Jawa pada tahun ini. Untuk pembangunan ini, TBG sudah menyiapkan dana investasi mencapai Rp 200 miliar yang disediakan dari dana kas perusahaan. TBG adalah perusahaan yang 29% sahamnya dimiliki oleh PT Saratoga Investama Sedaya di mana mayoritas sahamnya digenggam oleh Sandiaga. Dalam hajatan IPO ini, Tower Bersama sudah menunjuk dua penjamin emisi, yakni PT Indo Premier Securities dan UBS Securities.
Multi Quote Quote
gile bener bandar emang dah abis barang, dimuntahin ke asuransi, rame IPO dan right issue skr……..
Multi Quote Quote
gile bener bandar emang dah abis barang, dimuntahin ke asuransi, rame IPO dan right issue skr…….. group mafia pula. smile)
Multi Quote Quote
gile bener bandar emang dah abis barang, dimuntahin ke asuransi, rame IPO dan right issue skr…….. group mafia pula. smile) bukannya ini peluang baik. bro….kalo ngelihat bisnis yang digeluti….mohon pencerahannya…
Multi Quote Quote
bisnis tiang/ menara kan? regulasinya gimana? masih gontok2an pemda sama departemen?
Multi Quote Quote
Ya seperti biasa, uang kaget buat kita para fans bookbuilding dan pooling :rofl:
Multi Quote Quote
Ya seperti biasa, uang kaget buat kita para fans bookbuilding dan pooling :rofl: :applause: :applause: :applause:
Multi Quote Quote
haRGA IPO BERAPA….
Multi Quote Quote
PT Recapital Advisor tengah getol berburu fulus di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah sukses melego 10% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), September nanti, perusahaan investasi milik Sandiaga Uno ini akan melepas saham PT Tower Bersama Group (TBG). "Kami akan melepas 20%-30% saham," kata Sandiaga, kemarin (19/smile. Lewat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini, Sandiaga berharap bisa mengantongi dana Rp 1 triliun. Untuk memuluskan hajatan ini, TBG sudah menunjuk UBS Securities dan PT Recapital Securities sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Sandiaga mengklaim, pihaknya telah mendapat persetujuan BEI dan kini menunggu lampu hijau dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Sampai akhir 2009, TBG sudah mengoperasikan sekitar 1.700 menara telekomunikasi. Dari jumlah ini, sekitar 50 % disewa oleh PT Telekomuniasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Telkomsel. Selebihnya disewa operator lain, seperti Esia, XL Axiata, Axis, Fren dan Smart. Tahun ini TBG berencana membangun 600 menara senilai Rp 200 miliar. Selain TBG, pemain utama di bisnis penyewaan menara telekomunikasi lainnya adalah PT Indonesia Tower dan PT Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...