Tip’s and Tip’s memilih saham secara Fundamental & Techn

bung setyawan, technical analysis itu kan basic nya dari study perilaku pasar… study historis nya itu sebabnya kita kenal istilah over bought , over sold, moving average, trend dll Yup setuju…tapi perilaku pelaku pasar di masa lalu belum tentu sama dengan masa kini ataupun masa datang karena situasinya yang berbeda. Oleh karena itu dalam trading berdasarkan technical analysis kita kenal beberapa strategi untuk mengurangi resiko kerugian seperti stop/cut loss, stop and reverse dsb yang gunanya untuk mengantisipasi adanya perubahan perilaku pelaku pasar akibat perubahan situasi. Just my opinion smile
Multi Quote Quote
FILOSOFI untuk yg sudah ADVANCE di saham smile FUNDAMENTAL IS ALL ABOUT DIRECTION. TECHNICAL IS ALL ABOUT MOMENTUM. Knowing Fundamental but not Knowing Technical, YOU ARE BURST. Knowing Technical, but not knowing Fundamental, YOU STILL CAN SURVICE. Knowing Fundamental & Knowing Technical, YOU WILL BE RICHER/WEALTHIER. GA SETUJUUUUU :shameonyou: -Knowing Fundamental but not Knowing Technical, cuma nunggu waktu buat kaya sekalian di beri waktu buat nabung :party: -Knowing Technical, but not knowing Fundamental, emangnya gambler?? cobain aja tuh maen indeks setan ato nampung barang saat signal time to buy kuat banget pas krismon :p -Knowing Fundamental & Knowing Technical, YOU WILL BE RICHER/WEALTHIER.<==== kayaknya sih begitu :peace:
Multi Quote Quote
FILOSOFI untuk yg sudah ADVANCE di saham smile FUNDAMENTAL IS ALL ABOUT DIRECTION. TECHNICAL IS ALL ABOUT MOMENTUM. Knowing Fundamental but not Knowing Technical, YOU ARE BURST. Knowing Technical, but not knowing Fundamental, YOU STILL CAN SURVICE. Knowing Fundamental & Knowing Technical, YOU WILL BE RICHER/WEALTHIER. Tambahan : Both of Fundamental and Technical are ABOUT TOOLS. Knowing about behind the stock''s movement (=PEOPLE who move stocks) is crucial smile Banyak2 gaul d sama orang market, lama2 juga tau mana yg reliable atau nggak. Mana yg jagoan fundamental mana yg jagoan teknikal… smile Learn to earn lifetime… smile)
Multi Quote Quote
Saya kira semuanya penting: - TA - Fundamental - Sentimen pasar ( sebenarnya sih ini dikategorikan aja TA –> Trend) Kadang Fundamental jadi terabaikan jika menyangkut masalah timing, ambil aja fundamental sebagai alasan untuk memperkuat TA, okay……
Multi Quote Quote
Lha.. yg menciptakan fundamental maupun teknikal ‘'kan orang juga. Yang berdagang mengikuti teknikal atau fundamental atau sentimen atau apapun istilahnya ya orang pasar juga… Kalo jawaranya mau bikin break teknikal juga ’'kan bisa… Kalo jawaranya mau bikin fundamentalnya ancur juga bisa… Gimana jawabnya ini saham rally up terus kagak ada berentinya hingga detik ini…? Apakah (sebelumnya) bisa diprediksi dengan analisa teknikal yg paling canggih sekalipun? Apa bisa dikaitkan dengan fundamental yg paling optimis..? Bisa2 aja sih ya… smile Yg (lebih) penting mah begimana maunya market maker ajah… smile)
Multi Quote Quote
Bagaimana Bu Jasmine, puas? Sebagai masukan, bagaimanapun data harga saham adalah catatan untuk kita tentang kondisi emiten….dimainin BD, market maker atau tidak, mereka membutuhkan kapital yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar. Jadi jangan ragu untuk menjadi follower karena modal yang pas-pasan…
Multi Quote Quote
Dari tiga macam analisa pasar : fundamental, teknikal dan sentimen pasar, maka sebetulnya yang paling penting sentimen pasar smile) Coba kalo kita bisa tahu perilaku/keinginan semua investor di BEJ sebelum pasar buka…pasti untung terus smile Betul, the drive behind every price movement is demand and supply. And the basic tenet of demand and supply lies on the human motivation; fear and greed. Kalau nggak salah, mbahnya modern TA adalah tape reading…. bung alfa, mh.setyawan dan teman2 yg lain, bisa minta tolong dijelaskan lebih detil soal sentimen pasar? Apakah sentimen pasar tersebut bisa tercermin dalam volume transaksi? Terima kasih.
Multi Quote Quote
Oh ya bung alfa, apa yg dimaksud tape reading?
Multi Quote Quote
Buat saya faktor sentimen pasar ini tidak kalah pentingnya dari technical maupun fundamental factor. Karena akibat dari sentimen pasar, pergerakan harga seringkali mengabaikan faktor fundamental maupun technical. Sentimen pasar tercipta karena investor tdk “mempercayai” pasar, dalam arti bahwa investor seakan-akan memiliki konsensus bersama, sehingga menciptakan image bersama bahwa suatu term-kondisi pasar sedang bullish ataupun bearish. Bila image mereka mengatakan bahwa pasar sedang bullish, maka investor cenderung untuk mengadakan pembelian besar-besaran dan menahan posisinya bagi rencana jangka panjang, dgn mengabaikan segala faktor-faktor fundamental maupun teknikal (mungkin seperti kondisi BEJ saat ini). Demikian juga sebaliknya bila mereka memiliki image bahwa pasar sedang bearish (seperti kondisi BEJ saat krismon). Jika posisi yg mereka hold dalam beberapa waktu dpt mencapai target yg telah mereka tentukan sesuai dgn trading plan mereka sebelumnya, maka investor akan melikuidasi posisinya serta keluar dari pasar untuk beberapa saat, sampai terbentuk suatu image baru yg mengembalikan kepercayaan mereka terhadap pasar. Dalam kondisi seperti itu, maka pasar cenderung untuk bergerak dalam range-trading yg sempit dan disinilah biasanya faktor fundamental dan technical diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar. Volume ataupun open interest (pada futures market) bisa menjadi salah satu indikator sentimen pasar. Just my opinion smile
Multi Quote Quote
Terima kasih atas penjelasan anda bung mh.setyawan. Agak berat bagi saya buat mencernanya dan butuh waktu untuk memahaminya. Maklum masih newcomer, dan mudah-mudahan para senior disini tidak keberatan untuk berbagi ilmu.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...