DOID mo'' kemana..???

Menurut saya bandar lagi kumpulin barang dulu baru nanti siang ditarik lagi
Multi Quote Quote
Mo dikumpulin kek.. kalo saya sih ogah colek2 sekarang… smile
Multi Quote Quote
hari ini tuntaskan merah dulu kali…Besok baru ditarik lagi…Tapi terserah BD deh mau di tuntaskan kemana…Yg penting ikut aja di kereta Setuju banget,bung Kevin :peace:
Multi Quote Quote
byk yg optimis di hajar abis biasanya…….. smile) smile) smile) kejadian deh ane cabut dulu…… :party: :party:
Multi Quote Quote
CS barangnya banyak amir sih, engga abis2
Multi Quote Quote
ngapain CS guyur trus ya???? :siul: :siul:
Multi Quote Quote
sesi-2……………hujan doid tambah deras, para retail doid jadi KOIT……………………… Jakarta - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengalami lonjakan rugi bersih sepanjang 2009 sekitar 1.527% menjadi Rp160,105 miliar dari perolehan tahun sebelumnya hanya Rp9,838 milair. Demikina penjelasan manajemen Delta Dunia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3). Delta Dunia menguraikan, kerugian bersih ini lantaran pendapatan bersih perseroan tergerus 33,73% menjadi 6,350 miliar dari pencapaian sebelumnya Rp9,583 miliar. Sayang, beban pokok penjualan semakin memperkeruh penurunan pendapatan dengan beban sekitar Rp4,860 miliar. Beban usaha pun kembali melonjak 5.024% dari Rp4,975 milair kini melonjak menjadi Rp254,957 miliar. "Walaupun masih merugi bersih, namun kami berhasil mencetak untung kurs 9.310% dari Rp3,500 juta melonjak sebesar Rp329,666 miliar," demikian penjelasan manajemen. Selain mengalami untung kurs, perseroan pun masih mencatat pertambahan nilai perseroan dengan meraih untung dari penjualan dan pelepasan aset bersih dari rugi Rp114,851 juta menjadi untung Rp20,848 miliar. Laba pra akuisisi pun mendatangkan untung sekitar Rp512,288 miliar. Sayang perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini masih menyisihkan pinjaman bank yang membengkak dari Rp50 miliar kini berubah menjadi Rp321,480 miliar, utang jangka panjangnya pun menjadi Rp6,744 miliar, utang pajaknya pun naik dari Rp1,168 miliar menjadi Rp95,475 miliar. –
Multi Quote Quote
sesi-2……………hujan doid tambah deras, para retail doid jadi KOIT……………………… Jakarta - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mengalami lonjakan rugi bersih sepanjang 2009 sekitar 1.527% menjadi Rp160,105 miliar dari perolehan tahun sebelumnya hanya Rp9,838 milair. Demikina penjelasan manajemen Delta Dunia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3). Delta Dunia menguraikan, kerugian bersih ini lantaran pendapatan bersih perseroan tergerus 33,73% menjadi 6,350 miliar dari pencapaian sebelumnya Rp9,583 miliar. Sayang, beban pokok penjualan semakin memperkeruh penurunan pendapatan dengan beban sekitar Rp4,860 miliar. Beban usaha pun kembali melonjak 5.024% dari Rp4,975 milair kini melonjak menjadi Rp254,957 miliar. "Walaupun masih merugi bersih, namun kami berhasil mencetak untung kurs 9.310% dari Rp3,500 juta melonjak sebesar Rp329,666 miliar," demikian penjelasan manajemen. Selain mengalami untung kurs, perseroan pun masih mencatat pertambahan nilai perseroan dengan meraih untung dari penjualan dan pelepasan aset bersih dari rugi Rp114,851 juta menjadi untung Rp20,848 miliar. Laba pra akuisisi pun mendatangkan untung sekitar Rp512,288 miliar. Sayang perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini masih menyisihkan pinjaman bank yang membengkak dari Rp50 miliar kini berubah menjadi Rp321,480 miliar, utang jangka panjangnya pun menjadi Rp6,744 miliar, utang pajaknya pun naik dari Rp1,168 miliar menjadi Rp95,475 miliar. –
Multi Quote Quote
berita basi, bung. tadi pagi udah diupload.
Multi Quote Quote
Untuk Dipublikasikan Segera\r\n\r\nPada hari ini PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Delta”) telah menandatangani term sheet yang tidak mengikat\r\n\r\ndengan Recapital Investment Group untuk Delta memperoleh saham mayoritas atas PT Berau Coal Energy\r\n\r\n(sebelumnya dikenal sebagai PT Risco) (“Berau Energy”) dan bagi Recapital, pemegang 100% saham atas Berau\r\n\r\nEnergy, untuk menukar sebagian besar sahamnya di Berau Energy dengan kepemilikan saham dalam jumlah\r\n\r\nsubstansial pada Delta.\r\n\r\nTransaksi ini akan menciptakan suatu bisnis berbasis batubara yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia\r\n\r\ndengan berbagai keuntungan operasional dan strategis untuk Delta dalam usaha jasa pertambangan. Transaksi\r\n\r\ntersebut akan mengintegrasikan secara vertikal PT Berau Coal (“Berau”) – saat ini merupakan perusahaan\r\n\r\npertambangan batu-bara terbesar kelima di Indonesia – dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (“BUMA”) –\r\n\r\nsaat ini kontraktor terbesar Berau dan dimiliki oleh Delta. BUMA diharapkan dapat memperoleh pangsa pasar\r\n\r\nyang lebih besar dan kontrak dengan jangka yang lebih panjang dari Berau, sementara Berau diharapkan dapat\r\n\r\nmemiliki operasi yang lebih terkonsolidasi dan karenanya menjadi lebih efisien.\r\n\r\nTransaksi ini akan dilaksanakan dengan pembelian oleh Delta atas Mandatory Exchangeable Bond (“MEB”) yang\r\n\r\nditerbitkan oleh pihak terafiliasi dari Recapital. MEB akan dapat ditukarkan menjadi saham di Berau Energy\r\n\r\npada waktu yang ditentukan (diperkirakan sekitar April 2011) pada nilai yang didasarkan atas valuasi IPO yang\r\n\r\nakan dicapai oleh Berau Energy dimana proses IPO tersebut memenuhi kualifikasi IPO internasional. Delta\r\n\r\nberniat untuk membiayai pembelian MEB dengan menerbitkan saham baru setara kurang lebih Rp 10 triliun\r\n\r\n(atau kurang lebih US$1,1 milyar) saham melalui rights issue pada harga Rp 1.400 per saham (“Rights Issue”).\r\n\r\nBerdasarkan term sheet, Recapital akan memperoleh saham dalam jumlah substansial di Delta melalui Rights\r\n\r\nIssue dan akan bertindak sebagai pembeli siaga pada Rights Issue.\r\n\r\n \r\n\r\nPara pihak akan bekerja bersama secara mendalam selama beberapa minggu ke depan untuk melakukan due\r\n\r\ndiligence dan bernegosiasi dan menandatangani dokumentasi yang definitif sehubungan dengan penerbitan\r\n\r\nMEB. Ketentuan definitif atas transaksi, apabila telah difinalisasi, akan dikomunikasikan kepada publik dan\r\n\r\ndimintakan persetujuannya kepada para pemegang saham kami.\r\n\r\nDelta adalah perusahaan induk BUMA, yang merupakan kontraktor pertambangan terbesar di Berau dan\r\n\r\nmerupakan kedua terbesar berdasarkan volume di Indonesia, yang menyediakan jasa pertambangan\r\n\r\nberdasarkan kontrak jangka panjang kepada sejumlah produsen batu-bara terkemuka di Indonesia.\r\n\r\nBerau Energy adalah pemilik tidak langsung atas 90% saham Berau, perusahaan pertambangan batu-bara\r\n\r\nterbesar kelima di Indonesia dengan produksi batu-bara sebesar 14,3 juta ton pada tahun 2009. Berau\r\n\r\nmelakukan usaha di pertambangan open-cut pada wilayah pertambangannya di Kalimantan Timur. Berau adalah\r\n\r\nklien terbesar BUMA dari segi pendapatan dan volume.\r\n\r\n \r\n\r\nJakarta, 30 Maret 2010\r\n\r\nPT. DELTA DUNIA MAKMUR Tbk\r\n\r\nDireksi
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...