Dahlan Iskan : Kerja, Kerja, Kerja...........

Dirut Baru PLN Beber Program Atasi Problem SURABAYA - Dahlan Iskan, direktur utama PLN, membeberkan tiga program kerjanya pada 2010 di depan pejabat pemerintah dan pengusaha Jatim untuk mengatasi masalah kelistrikan di tanah air. Dengan belanja operasional (operational expenditure) perseroan pada 2010 di atas Rp 150 triliun, pria yang dilantik pada 23 Desember 2009 itu berencana menambah pasokan gas pembangkit listrik. Selain itu, dia akan membangun pembangkit listrik skala kecil di 80 wilayah dan mengadakan trafo sebagai cadangan di gardu induk. Meski pengangkatannya menjadi orang nomor satu di perusahaan listrik milik negara itu mendekati liburan panjang Natal, Dahlan langsung melakukan beberapa pembenahan internal di tubuh PLN pada akhir Desember ini. ‘'’'Tidak ada program kerja 100 hari,'''' tandasnya saat diwawancarai wartawan di sela tasyakuran dilantiknya Dahlan Iskan di Graha Kadin kemarin (27/12). ‘'’'Saya dipilih bukan karena keahlian teknik atau keahlian kelistrikan, tapi yang diperlukan adalah kemampuan leadership dan manajemen.'''' Dahlan mengaku, dalam pertemuan dengan manajemen PLN dia telah memutuskan menambah tugas salah satu direksi menjadi direktur pemasaran dan customer service. ‘'’'Di perusahaan sebesar PLN tidak ada yang menangani hal itu. Padahal, keluhan masyarakat begitu banyak dan PLN kan juga jualan,'''' ujarnya. Penambahan tugas salah satu direksi tersebut dilakukan karena dia berpendapat bahwa jumlah direksi PLN sudah banyak. Sebagai catatan, saat ini PLN memiliki delapan direksi, termasuk Dirut. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, Wawali Surabaya Arif Afandi, puluhan pengusaha Jatim yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim termasuk Ketua Umum La Nyalla Mahmud Mattalitti, serta para wartawan senior itu. Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim Dhimam Abror dan Ketua Umum Ikamra (Ikatan Keluarga Madura) Pusat yang juga Wakil Ketua bidang hukum dan perlindungan anggota DPD REI Jatim, Ali Badri Zaini juga hadir. Pada kesempatan itu Dahlan menyatakan sudah memutuskan mengundurkan diri dari sekitar 80 perusahaan yang dia pimpin. ‘'’'Tadi sebelum tasyakuran, saya sudah tanda tangani surat pengunduran diri. Supaya bisa bekerja secara objektif dan tidak terjegal konflik kepentingan.'''' Dari tamu undangan juga tampak beberapa petinggi PJB (PT Pembangkit Listrik Jawa Bali) dan Indonesia Power. Dahlan lantas membeberkan rencana kerjanya untuk mengatasi masalah listrik di Indonesia. ‘'’'Saya tidak akan bicara kenaikan TDL (tarif dasar listrik, Red) karena konsentrasi untuk menjalankan program-program tadi. Sebab, jika saya berbicara tentang itu, energi saya akan habis,'''' tandasnya. Pertama, Dahlan akan menyediakan kekurangan gas yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Saat ini kebutuhan gas untuk pembangkit listrik sekitar dua juta MMBTU (million metric british thermal units). Namun, saat ini baru terpenuhi separonya. ‘'’'Jadi, Indonesia masih butuh satu juta MMBTU. Kekurangan gas ditutup dengan solar. Jika ini bisa teratasi, ada penghematan Rp 15 triliun per tahun,'''' katanya. Beberapa pembangkit listrik PLN yang sejatinya menggunakan gas tapi malah mengonsumsi solar antara lain berada di Grati (Pasuruan), Gresik, dan Tanjung Perak. Dahlan sudah berkomunikasi langsung dengan pihak PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang menyuplai gas ke PLN. Dengan sistem hubungan langsung antarlembaga ini, dia berharap masalah pasokan listrik segera terpenuhi. ‘'’'Selama ini PLN mendapat gas dari PGN di harga USD 5-6 per MMBTU. Diharapkan kekurangan yang satu juta bisa dipasok dari PGN juga,'''' harapnya. Untuk gas, Dahlan mengharapkan bisa membeli dengan harga USD 5 per MMBTU. ‘'’'PGN sudah punya instalasi gasnya. Yang jadi masalah adalah terminal gas. Tapi, PLN juga bisa impor gas,'''' lanjutnya. Program kedua adalah membangun pembangkit listrik berdaya kecil di seluruh Indonesia. Diperkirakan ada 70-80 wilayah yang menjadi sasaran pembangunan pembangkit listrik dengan daya 7-15 MW itu. Jika punya dana, PLN bisa mendirikannya atau terbuka juga opsi menyerahkannya kepada swasta. Langkah ini dilakukan untuk menghemat biaya produksi listrik. Dengan pengembangan tersebut, PLN bisa menghemat sekitar Rp 35 triliun biaya produksi listrik. Ini karena biayanya mencapai Rp 2.500-3.500 per watt. Bandingkan dengan biaya produksi listrik di beberapa PLTU kecil yang menurut Dahlan hanya Rp 600 per watt. PLN juga akan mengadakan trafo cadangan di gardu induk. Sebab, sejauh ini PLN belum memiliki trafo cadangan. Padahal, semua trafo milik PLN sudah digenjot hingga kemampuan maksimalnya. ''''Jadi, apabila ada satu trafo yang rusak, akan ada satu wilayah yang mengalami pemadaman dalam waktu sekitar 6 bulan. Sebab, memperbaikinya membutuhkan waktu sedikitnya 4 bulan, sementara untuk membeli baru membutuhkan waktu 7 bulan.'''' Untuk mewujudkan program tersebut, PLN akan membelanjakan operasional yang diperoleh dari internal PLN maupun pinjaman. Dalam kalkulasi Dahlan, di Jawa akan ada tambahan pasokan listrik sekitar 1.600 MW dan di Lampung sekitar 500 MW. ‘'’'Untuk proyek pembangkit listrik kecil diperkirakan butuh waktu dua tahun untuk selesai,'''' ujarnya. Dirut baru PLN itu juga punya trik untuk menekan konsumsi listrik yang selama ini berlebihan. Ke depan, dia akan menekankan penggunaan listrik dengan memaksimalkan program listrik prabayar. Awalnya, akan ada kawasan percontohan untuk program tersebut. ''''Sulit kalau sekadar imbauan, sehingga ke depan, akan ada kawasan percontohan seperti RT percontohan dan kelurahan percontohan,'''' ucapnya. Guna mendukung penerapan listrik prabayar pihaknya akan mengumpulkan pelaku industri dalam negeri. Hal itu untuk membicarakan pengadaan meteran murah untuk prabayar. Sebab, untuk bermigrasi ke listrik prabayar, pelanggan harus mengganti meterannya. Sedangkan investasi untuk meteran tidak murah. ‘'’'Dalam 1-2 minggu ke depan saya akan mengumpulkan kalangan industri untuk membuat meteran prabayar yang murah,'''' tuturnya. Pada acara yang sama Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan memberikan kepercayaan penuh kepada Dirut PLN baru itu. Dia sependapat dengan program penghematan yang dicetuskan Dahlan. ‘'’'Memang seharusnya dibikin seperti itu agar bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan negara,'''' ucapnya. Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga menekankan ketersediaan pasokan listrik Jawa-Bali yang dinilai masih memerlukan tambahan. Apalagi, ketersediaan pasokan listrik bisa mengundang investor masuk dan mau menanamkan modal di daerah. Dia optimistis kalau pasokan listrik terpenuhi dan investasi baru bermunculan, pertumbuhan ekonomi di Jatim bisa mencapai 5,5-6 persen pada 2010. ‘'’'Saat ini kami juga telah merevisi perizinan investasi sehingga lebih singkat dari sebelumnya, yakni hanya 17 hari,'''' katanya. Orang pertama di Jatim itu juga menjelaskan potensi dua titik geotermal yang dibangun di Ngebel dan Ijen. Dua proyek tersebut bisa menghasilkan energi listrik 390 MW. Dia berharap pada 2012-2013, energi yang dihasilkan dua proyek itu bisa berkontribusi terhadap proyek 10 ribu megawatt. ‘'’'Nilai investasi untuk keduanya mencapai USD 1 miliar,'''' ujarnya. (aan/res/kum)
Multi Quote Quote
Direksi PLN yg dolo2 paling anti kata-kata "penghematan".
Multi Quote Quote
itu yg punya BUMN apa SP seh? dari dulu SP mlulu yg protes, waktu pertamina juga begitu kan. SP itu kan isinya dedengkot pegawai semua, dan kita tau pegawai2 bumn itu kayak apa apalagi PLN n pertamina. so penolakan mereka hanya supaya direksi yg dipilih " sesuai dengan aspirasi" mereka??? PECATTTTTTTTTT
Multi Quote Quote
Paling gampang mah pecat aja tuh pegawai SP selama ini BUMN terkenal krn KETIDAK EFISIENAN…. udah ga EFISIEN, DIGAJI PULA… :pusing: :pusing: :pusing:
Multi Quote Quote
smile
Multi Quote Quote
yg aku dengar pejabat PLN pada kaya kaya , jadi kalo PLN rugi sih bisa dimengerti kenapa betul gue pejabat pln..makanya kenal bd trub smile bung kalong pro dahlan iskan atau kontra nih?
Multi Quote Quote
Upaya PLN Dapat Pasokan Gas dari Dalam Negeri, Sulit Terealisasi, Tunggu Ketersediaan Sumber - Infrastruktur JAKARTA - Upaya manajemen PLN mendapatkan kepastian pasokan gas dari dalam negeri sesuai kebutuhan, tampaknya, sulit terealisasi dalam waktu dekat. Pasalnya, sampai saat ini pemerintah belum bisa menjamin ketersediaan gas untuk pembangkit-pembangkit listrik yang ada. Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H. Legowo mengatakan, jaminan pasokan gas untuk PLN tidak bisa begitu saja diberikan karena terkait banyak faktor. "Harus dilihat dulu di mana tempat pembangkitnya, apakah kami punya sumber (gas), dan apakah ada infrastruktur," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian kemarin (29/12). Dia mengakui, selama ini PLN mengalami defisit gas untuk pembangkit-pembangkitnya. Padahal, saat ini gas sangat dibutuhkan pembangkit listrik PLN karena lebih ramah lingkungan dan lebih murah bila dibandingkan dengan bahan bakar solar. Pemerintah sebenarnya memiliki skema pasokan gas untuk PLN yang akan dilakukan melalui LNG receiving terminal. Namun, sampai saat ini opsi pasokan gas dari receiving terminal yang rencananya ditempatkan di Medan dan Banten itu juga belum mendapat jaminan dari pemerintah. "Ya, gimana jawabnya. Saya harus lihat satu per satu kasusnya. Saya tidak bisa mengatakan harus menjamin tanpa melihat posisinya di mana, infrasturkturnya ada atau tidak. Kalo itu semua ada, bisa dilakukan," katanya. Sebelumnya, Dirut PT PLN Dahlan Iskan mengatakan, pemenuhan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik menjadi salah satu program prioritasnya. Pasalnya, selama ini banyak pembangkit yang mestinya mengonsumsi bahan bakar gas, tapi terpaksa diganti solar yang lebih mahal karena tidak adanya pasokan gas. ‘'’'Jika ini bisa teratasi, ada penghematan Rp 15 triliun per tahun,'''' ujarnya. Pengamat Energi yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, pasokan gas untuk PLN memang harus menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, pengembangan infrastruktur gas juga harus dipikirkan dengan serius. "Pembangunan infrastruktur harus dikembangkan secara konkret dan bertahap oleh pemerintah. Ini mestinya memang dijadikan program prioritas Departemen ESDM yang dituangkan dalam peraturan perundangan resmi seperti UU APBN, sehingga benar-benar dijalankan pemerintah,'''' terangnya. Terkait ketiadaan pasokan gas untuk PLN karena produsen gas telanjur memiliki kontrak ekspor, Pri Agung mengatakan, pemerintah harus segera berintrospeksi. Ke depan, seluruh produksi gas sebaiknya diprioritaskan untuk pasokan ke pasar domestik, termasuk PLN. ‘'’'Karena itu, pemerintah harus tidak lagi membuat kontrak-kontrak ekspor gas baru,'''' ujarnya. Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, keinginan pemerintah memasok seluruh kebutuhan gas domestik, baik untuk PLN maupun industri, masih terbentur oleh kontrak jangka panjang yang ditandatangani para produsen gas dengan pembeli di luar negeri. ‘'’'Tapi, kami tetap perhatikan betul kebutuhan domestik,'''' ujarnya. Data PLN menunjukkan, perseroan masih akan defisit pasokan gas hingga 2013. Tahun ini saja, dari kebutuhan 2.140 billion british thermal unit per hari (BBTUD), komitmen pasokan yang sudah terkontrak baru 1.377 BBTUD. Tahun depan, dari kebutuhan 2.233 BBTUD, saat ini baru terkontrak 1.572 BBTUD, sehingga masih defisit 661 BBTUD.
Multi Quote Quote
Rabu, 30/12/2009 12:33 WIB Dahlan Iskan Setia Dengan Sepatu Kets akarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan ternyata memiliki kenangan tersendiri dengan sepatu kets. Dalam berbagai acara baik formal maupun informal, ia tidak pernah terlihat memakai sepatu kulit berwarna gelap seperti kebanyakan orang, melainkan tetap memakai sepatu kets. "Iya, sudah sejak kecil saya pakai sepatu model ini (kets). Kebiasaan karena dulu saya kan wartawan," ujarnya. Pemilik Jawa Pos Group itu menyampaikan hal tersebut usai menghadiri penandatanganan kerjasama antara PLN dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/12/2009). Dalam acara tersebut, lagi-lagi orang nomor satu di BUMN listrik itu hadir mengenakan sepatu kets. Namun kali ini, warna sepatunya dicocokan dengan pakaian yang dikenakannya. Dahlan hadir mengenakan baju batik berwarna coklat dengan celana kain warna hitam, sementara sepatu yang ia gunakan perpaduan warna coklat, krem dan abu-abu dengan logo ‘'N’' berwarna oranye. Padahal, seluruh tamu undangan yang menghadiri acara tersebut, seperti Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh dan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar dan jajaran direksi lainnya menggunakan sepatu kulit berwarna hitam supaya terlihat formal. Tidak hanya menghadiri acara resmi, pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 silam itu bahkan memakai sepatu kets ketika dirinya sempat bertemu dengan Presiden SBY beberapa kali. "Saya beberapa kali juga pakai sepatu ini. Tapi waktu itu Presiden pernah lihat saya pakai sepatu kulit, beliau malah tanya kok saya ganti sepatu," ujarnya. Sepatu kets sepertinya menjadi ciri khas dari Bos Grup Jawa Pos ini. Bahkan, menurut Dahlan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah meminta dirinya tidak menghilangkan ciri khas tersebut. "Pak Wapres JK pernah bilang ke saya supaya jangan ganti sepatu," ujarnya.
Multi Quote Quote
PGN Dapat Pasokan LNG dari Train 2 Tangguh, PGN Pasok Gas Untuk Pembangkit PLN Wilayah Sumatera\r\n\r\nJakarta - LNG Floating Receiving Terminal yang akan dibangun PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Sumatera Utara akan mendapat pasokan LNG dari train 2 lapangan Tangguh yang dialihkan dari pembeli asal Amerika, Sempra.\r\n\r\n"Opsi yang ditawarkan dan dibicarakan BP Migas kami akan dapatkan pasokannya dari pengalihan train 2 yang tadinya akan dikirimkan ke Sempra," ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/12/2009).\r\n\r\nHendi menyatakan, pengalihan pengiriman LNG tersebut mungkin dilakukanasalkan PGN sebagai pembeli memberikan biaya pengalihan sebesar 50 sendollar kepada Sempra sehingga harga beli LNG tersebut yaitu minimalharga dari Sempra di tambah biaya pengalihan.\r\n\r\n"Karena dalam klausul kontrak Sempra dimungkinkan kalau dibayarkanpremi 50 sen dollar," ungkapnya.\r\n\r\nNamun hingga kini, Hendi masih belum dapat memastikan berapa banyak LNG yang akan diambil dari Tangguh.\r\n\r\n"Kita siap ambil semua atau sebagian dari divert tersebut,"imbuhnya.\r\n\r\nHendi menyatakan, gas dari LNG Receiving terminal dengan kapasitas tangki sebesar 1,5 mtpa tersebut sekitar 60-70 persen akan disalurkan kepada PLN dan sisanya untuk industri di Medan dan Sumatera Utara.\r\n\r\n"Kitakan sudah punya jaringan distribusi di Medan Sumut yangkondisinya memprihatinkan karena kita hanya dapat pasokan dari Glagah Kambuna yang pasokannya terus berkurang. Jadi dengan dibawanya dari Indonesia bagian lain dan adanya LNG Receiving Terminal maka Sumut akan dapat pasokan yang signifikan," paparnya.\r\n\r\nPT PLN (Persero) menggandeng PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) untuk perjanjian jual beli gas. Gas tersebut disalurkan dalam rangka memenuhi kebutuhan Pusat Listrik di wilayah Sumatera Utara. PGN akan menyerahkan gas dari Terminal Regasifikasi LNG yang akan dibangun di Belawan Sumatera Utara.\r\n\r\n"Setelah MoU ditandatangani, nantinya PGN akan memasok gas alam rangka memenuhi kebutuhan Pusat Listrik Talang Duku, Sumatera Selatan sebesar sebesar kurang lebih 8 BBTUD selama 10 tahun. PGN akan menyalurkan gas bumi yang berasal dari pipa SSWJ," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (30/12/2009).\r\n\r\nKondisi kelistrikan di Sistem Sumatera Bagian Utara saat ini ditunjukkan dengan daya mampu sebesar 1.166 MW sementara beban puncak mencapai 1.247 MW. Pasokan listrik ke sistem Sumatera Bagian Utara ini sebagian disuplai dari pembangkit berbahan bakar gas yaitu PLTGU Belawan/Sicanang dengan kapasitas (400 MW + 370 MW), PLTU Belawan/Sicanang (2 x 65 MW), (PLTG Paya Pasir 20 MW dan PLTG Gelugur 40 MW. Di samping pembangkit eksisting tersebut, untuk mengatasi defisit listrik saat ini sedang dibangun dalam tahap konstruksi PLTG Belawan dengan kapasitas 115 MW.\r\n\r\nDengan masuknya gas tersebut, maka penggunaan BBM untuk pengoperasian PLTGU tersebut akan semakin berkurang. Sebelumnya, PLTGU ini juga telah mendapat pasokan dari TAC Salamander Glagah kambuna sebesar 30 mmscfd.\r\n\r\n"Selama ini kan pengoperasian PLTGU ada yang masih pakai solar, jadi dengan tambahan pasokan gas ini akan menggantikan solar," tandasnya.\r\n\r\nPerjanjian kerjasama tersebut dilakukan Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso dan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.\r\n\r\nPembangunan Pembangkit dengan menggunakan gas ini sejalan dengan program perbaikan bauran energi yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi konsumsi BBM yang pada tahun 2009 ini masih berkisar di 25% dan diharapkan pada akhir tahun 2011 berkurang menjadi 12%.\r\n\r\nPenggunaan pasokan gas untuk pembangkit listrik juga akan mengurangi subsidi untuk listrik secara signifikan. Pemakaian gas untuk pembangkit listrik selain lebih efisien juga ramah lingkungan.\r\n\r\nDahlan menambahkan, pada tahun 2009 ini kebutuhan gas di Sumatera Utara mencapai 145 BBTUD sementara pasokan sebesar 50 BBTUD yang berasal dari Pertamina, TAC Glagah-Kambuna, sehingga masih terdapat kekurangan pasokan untuk pembangkit-pembangkit yang ada sebesar 95 BBTUD atau 66% dari kebutuhan.\r\n\r\n“Dengan masuknya PLTG Belawan 115 MW ke dalam Sistem pada tahun 2010 diperkirakan kekurangan pasokan gas akan bertambah lagi sebesar 30 BBTUD jika tidak ada upaya pemenuhan pasokan atas kebutuhan gas ini,” kata Dahlan.
Multi Quote Quote
masalah sepatu aja diributin ??? orang yg berani tampil beda itu ok!!! karena dia tahu kualitas dirinya memang ‘'BERBEDA’' dengan yg lain :applause: :applause: :applause: semoga karena perbedaannya itu bisa membuat kinerja PLN jauh berbeda dr sekarang. i hope.
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...