Saatnya Melihat Keberpihakan Ekonomi SBY dan JK

Kita lihat bagaimana 2 orang ini bertindak…. smile smile smile \r\n\r\nEkonomi05/06/2009 - 11:16\r\nNasib Gas Domestik di Tangan SBY\r\nJagad Ananda\r\n\r\n\r\n(inilah.com/ Bayu Suta)INILAH.COM, Jakarta - Jusuf Kalla kembali bikin gebrakan. Kali ini menghentikan kontrak baru ekspor gas untuk menjaga kebutuhan domestik. Namun bakal ada investor yang dirugikan sehingga bisa jadi akan mencoba meminta perlindungan SBY. \r\nKebijakan menyetop ekspor gas ini penting untuk menjaga citra Indonesia sebagai salah satu eksportir gas terkemuka. Niat JK ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.\r\n\r\nKontrak lama yang sudah kadung diteken, kata Wapres, tetap akan dilanjutkan. Sementara pembuatan kontrak baru, diperkirakan, akan dibuka kembali pada 2015. Tepatnya, setelah kebutuhan gas nasional terpenuhi.\r\nMenurut Dirjen Migas Evita Legowo, hingga dua tahun ke depan, pasokan untuk kebutuhan nasional masih relatif aman. Namun di 2011, Indonesia akan mulai mengalami defisif sekitar 500 juta kaki kubik per hari.\r\n\r\nInilah yang mendorong JK menghentikan sementara pembuatan kontrak ekspor yang baru. “Poin utamanya adalah kita harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri,” katanya dalam rapat yang dihadiri Menteri ESDM, Menneg BUMN, Dirjen Migas serta Direktur Utama Pertamina.\r\n\r\nKeputusan ini, tentu saja, membuat pemain yang baru masuk ke bisnis gas kebakaran jenggot. Sebab, JK juga menyatakan bahwa LNG (gas alam cair) yang kelak akan dihasilkan dari lapangan Donggi Senoro termasuk dalam aturan main yang baru tersebut.\r\n\r\nMakanya, pantas jika para pemegang proyek Donggi Senoro yang terdiri dari Mitsubishi, Pertamina dan Medco merasa dirugikan. Tapi, menurut sebuah sumber, mereka tidak akan diam dan pasrah menerima keputusan tersebut. \r\n\r\n“Kami akan maju ke presiden. Mudah-mudahan ini baru keputusan di tingkat Wapres saja,” kata salah seorang petinggi di Donggi Senoro. Nah, kini tinggal tergantung Presiden Yudhoyono, akan menjaga kebutuhan dalam negeri atau menjaga kepentingan investor?
Multi Quote Quote
Kita lihat siapa yang sebenarnya jual bangsa ini.. Sepertinya SBY bakal mengulur ngukr waktu Salam
Multi Quote Quote
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/05/114325/1143230/700/jk-membangun-bangsa-jangan-hanya-pidato Jumat, 05/06/2009 11:43 WIB JK: Membangun Bangsa Jangan Hanya Pidato Gunawan Mashar - detikPemilu Palu - Penyelesaian permasalahan bangsa dibutuhkan kesigapan pemimpin untuk turun langsung ke lapangan. Masalah ataupun konflik tidak akan selesai bila pemimpin cuma berpidato dan bersembunyi di Jakarta. Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden yang juga menjadi capres Jusuf Kalla (JK), saat membuka Rapat Kerja Nasional I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Swiss Bell Hotel, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/6/2009). "Untuk membangun bangsa ini jangan hanya cita-cita, pidato, dan hanya pidato. Semua orang bisa pidato. Jangan hanya bicara persatuan bangsa. Tiap hari hanya bilang perlu adanya persatuan bangsa, tapi kalau ada konflik, malah sembunyi di Jakarta," imbuh JK yang hadir bersama dengan Ibu Mufidah. JK lalu bercerita pengalamannya menyelesaikan konflik Poso, Ambon, dan Aceh. Saat konflik Poso terjadi, JK menceritakan 3 kali ke sana untuk langsung bertemu para pemuka-pemuka agama dan memediasi konflik di daerah tersebut. Demikian halnya ketika konflik Ambon dan Aceh terjadi. "Ambon saya selesaikan dalam 17 hari, dan Aceh dalam waktu 6 bulan," cerita JK. Lebih lanjut JK juga mengingatkan, pentingnya persatuan bangsa harus dipahami dari dalam hati. Bukan hanya lewat mulut saja. "Ini bisa saya selesaikan karena saya memahami persatuan dari hati yang dalam. Karena yang tidak memahami persatuan itu lewat mulut saja," ucap JK mengakhiri. ( amd / iy )
Multi Quote Quote
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/05/112434/1143224/700/jk-peragu-tak-bisa-majukan-bangsa Jumat, 05/06/2009 11:24 WIB JK: Peragu Tak Bisa Majukan Bangsa Gunawan Mashar - detikPemilu Palu - Untuk mewujudkan kemandirian bangsa diperlukan keyakinan dan tidak ragu. Karena, menurut Wakil Presiden (wapres) yang juga maju menjadi capres Jusuf Kalla (JK), pemimpin peragu tidak bisa memajukan bangsa ini. "Soal panser TNI, saya yang meminta. Bahwa, kita mampu membuat panser sendiri. Dan alhamdulillah itu terwujud. Saya bilang, kita bisa, karena jangan ragu. Karena hanya peragulah yang tidak bisa memajukan bangsa ini," kata JK disambut tepuk tangan hadirin. Hal ini disampaikan JK saat membuka Rapat Kerja Nasional I KNPI di Swiss Bell Hotel, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/6/2009).
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...