FUNDAMENTAL ANALYSIS

dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. tolong bantuin hitung PE TInS dan ANTM u/ 2009 apakh layak beli Thx
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. apa ada kemungkinan saham2 itu koreksi dlm waktu dekat? pengen sediain ember nih smile f.a is for long term. smile Karena utk long term utk yg mau msk sekarang lbh baik disebut collector. Kalo mau beli ekspektasi thn 2009 b.o.w aja. Nggak usah takut. Tp kalo mau trader be carefull!!! Kalo ud punya jd collector aja… :peace:
Multi Quote Quote
berikut ini salah satu kasus f.a yang bisa dijungkirbalikkan oleh bandar. pada q1/08, smcb masih profit 138.2 m, tapi pada q1/09 udah menderita rugi 77.5 m. apakah harga sahamnya jadi terpuruk? tidak! hari ini naik 130 perak atau 16.67%. aneh tapi nyata!
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. tolong bantuin hitung PE TInS dan ANTM u/ 2009 apakh layak beli Thx dari hasil kinerja q1/09 yang drop habis, per kedua saham itu adalah: - antm = 40.26 kali - tins = 150.00 kali udah mahal banget, tapi hari ini malah naik: antm = 120 perak (+7.84%) dan tins = 70 perak (+4.24%). secara subyektif, dengan melihat valuasi tersebut ditambah prospek permintaan & harga nikel dan timah, saya pasti menjauhi kedua saham itu. namun sekali lagi, f.a lebih cocok buat investor, agar merasa tenang ketika sedang menyimpan saham. saya suka f.a karena latar belakang saya sebenarnya investor. saya menjadi trader karena terpaksa ketika bursa sedang bearish dan tidak memberi tempat bagi investasi jangka panjang. saat ini saya hanya memegang 2 saham (bumi dan elty), juga karena pengaruh f.a. dengan mempertimbangkan prospek bisnisnya yang masih cerah dan per nya yang masih rendah. bumi = 4.62 kali, elty = 12.21 kali. standard per maksimum bagi saya adalah 15 kali. bila angka 15 kali itu tercapai, harga sahamnya akan menjadi: - bumi = 5,450 - elty = 210. ketika itu terjadi, saya akan mereview ulang apakah masih layak dipegang atau udah waktunya ditinggalkan. pergerakan per selain dipengaruhi harga pasar saham, juga sangat tergantung pada eps emiten. biarpun harga pasar naik terus, kalau eps juga tumbuh secara progressif, dipastikan per nggak akan melambung tinggi dan itu pertanda sahamnya masih layak disimpan. setiap investor punya kriteria masing2, dan saya tetap bertahan pada standard per maksimum 15 kali. :peace:
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. tolong bantuin hitung PE TInS dan ANTM u/ 2009 apakh layak beli Thx dari hasil kinerja q1/09 yang drop habis, per kedua saham itu adalah: - antm = 40.26 kali - tins = 150.00 kali udah mahal banget, tapi hari ini malah naik: antm = 120 perak (+7.84%) dan tins = 70 perak (+4.24%). secara subyektif, dengan melihat valuasi tersebut ditambah prospek permintaan & harga nikel dan timah, saya pasti menjauhi kedua saham itu. namun sekali lagi, f.a lebih cocok buat investor, agar merasa tenang ketika sedang menyimpan saham. saya suka f.a karena latar belakang saya sebenarnya investor. saya menjadi trader karena terpaksa ketika bursa sedang bearish dan tidak memberi tempat bagi investasi jangka panjang. saat ini saya hanya memegang 2 saham (bumi dan elty), juga karena pengaruh f.a. dengan mempertimbangkan prospek bisnisnya yang masih cerah dan per nya yang masih rendah. bumi = 4.62 kali, elty = 12.21 kali. standard per maksimum bagi saya adalah 15 kali. bila angka 15 kali itu tercapai, harga sahamnya akan menjadi: - bumi = 5,450 - elty = 210. ketika itu terjadi, saya akan mereview ulang apakah masih layak dipegang atau udah waktunya ditinggalkan. pergerakan per selain dipengaruhi harga pasar saham, juga sangat tergantung pada eps emiten. biarpun harga pasar naik terus, kalau eps juga tumbuh secara progressif, dipastikan per nggak akan melambung tinggi dan itu pertanda sahamnya masih layak disimpan. setiap investor punya kriteria masing2, dan saya tetap bertahan pada standard per maksimum 15 kali. :peace: setuju dgn tante sansan… :applause: :applause: :applause:
Multi Quote Quote
setuju dgn tante sansan… :applause: :applause: :applause: sori, SANSAN itu tante ya? kirain om. maaf deh :malu:
Multi Quote Quote
setuju dgn tante sansan… :applause: :applause: :applause: sori, SANSAN itu tante ya? kirain om. maaf deh :malu: dulunya sih om bung, tapi 2 bulan ini si 33 baru ke thailand utk ganti tuh jadi tante2. smile smile smile
Multi Quote Quote
setuju dgn tante sansan… :applause: :applause: :applause: sori, SANSAN itu tante ya? kirain om. maaf deh :malu: dulunya sih om bung, tapi 2 bulan ini si 33 baru ke thailand utk ganti tuh jadi tante2. smile smile smile sedang transisi menjadi… oma! smile
Multi Quote Quote
Bu 33…Bisa bantu saya? Tolong tanya… apakah pemegang saham OKAS (ANCORA INDONESIA) juga sama dengan 5%, pemegang saham BUMI, yaiut ANCORA CAPITAL? Thanks before….
Multi Quote Quote
Bu 33…Bisa bantu saya? Tolong tanya… apakah pemegang saham OKAS (ANCORA INDONESIA) juga sama dengan 5%, pemegang saham BUMI, yaiut ANCORA CAPITAL? Thanks before…. wah, nggak pernah monitor saham okas tuch. :hug:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...