FUNDAMENTAL ANALYSIS

PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2008 sebesar Rp 40 per saham. Total dividen tunai yang akan dibagikan sebesar Rp 36,739 miliar atau setara dengan 33,2 persen dari laba bersih perseroan yang sebesar Rp 111 miliar.\r\n“Pemegang saham telah menyetujui rencana tersebut dalam RUPS hari ini. Dividen akan kami distribusikan 35 hari ke depan,” tutur Sianne Widjaja, Presiden Direktur Tigaraksa dalam paparan publik di kantor perseroan, Jl Rasuna Said, Kamis (30/4/2009).\r\nHingga akhir 2008, pendapatan perseroan tumbuh 22 persen menjadi Rp 4,4 triliun bila dibanding periode yang sama 2007 sebesar Rp 3,42 triliun.\r\nSementara, hingga akhir Maret 2009, pendapatan unaudited perseroan tercatat sebesar Rp 1,06 triliun atau naik tipis dibanding Rp1,01 triliun pada akhir Maret 2008. Sianne mengatakan, laba bersih pada periode tersebut tercatat turun menjadi Rp 14,4 miliar dari Rp 14.9 miliar.\r\nPerseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan akan mencapai sekitar 15-17 persen pada akhir 2009. Sedangkan, laba bersih perseroan diperkirakan akan turun 50 persen.\r\nPenurunan tersebut disebabkan karena pada 2008, hasil laba bersih perseroan yang sebesar Rp111 miliar sebagian hampir separuhnya dikontribusikan oleh adanya penjualan aset berupa gedung dan tanah.\r\n“Kami memperoleh Rp 51,5 miliar dari penjualan tersebut,” jelasnya.\r\nSecara terpisah, Budy Purnawanto, Direktur Tigaraksa menjelaskan, perseroan akan membangun gudang penyimpanan barang consumer product di Jakarta pada tahun ini. Pembangunan gudang tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 40 miliar.\r\n“Anggaran tersebut merupakan kebutuhan capex kami tahun ini. Sumber dananya diperoleh dari pinjaman 3 majority shareholder kami dengan komitmen total sebesar Rp 140 miliar,” katanya.\r\nDalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang dilaksanakan hari ini, jelas Budy, pemegang saham telah menyetujui pengangkatan Chandra Natalie Widjaja sebagai Komisaris dan Fauzy sebagai Komisaris Independen.\r\nSelain itu disetujui pula pengunduran diri Ferdy Suwandi yang telah habis masa jabatan sebagai Direktur. Ferdy digantikan oleh Troy Parwata.\r\n\r\nYIELD DEVIDEN = 16%.
Multi Quote Quote
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengalami kerugian laba bersih 12,64% menjadi Rp 26,302 miliar pada triwulan 1-2009 dibandingkan periode yang saham tahun sebelumnya sebesar Rp 30,108 miliar.\r\nHal ini disampaikan Direktur ELTY, Hamid Mundzir, dalam laporan tertulisnya ke bursa, kemarin. Ia menjelaskan, tergerusnya laba bersih perseroan disebabkan meningkatnya kewajiban perseroan sebesar 48,41% menjadi Rp 2,99 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 2,01 triliun.\r\nHal ini juga berdampak pada penghasilan bersih perseroan yang turun 20,59% menjadi Rp 162,266 triliun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 204,356 triliun. “Aset perseroan naik menjadi Rp 8,222 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 6,298 triliun,” tegas Hamid.\r\nSayangnya, kas perseoran pun tergerus 48,29% menjadi Rp 733,50 miliar dibandingkan Rp 1,075 triliun.
Multi Quote Quote
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan kenaikan laba bersih mencapai 20,6% selama triwulan 1/2009.\r\n“Kami belum melakukan audit pada perkiraan neraca laporan keuangan triwulan 1/2009,” ujar Senior Vice President Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava dalam surat elektroniknya kepada INILAH.COM , Sabtu (2/5).\r\nDileep menjelaskan, kenaikan laba diperkirakan karena adanya dua kali penyesuaian. Pertama, penyesuaian minoritas yang naik 20,6% menjadi US$ 183,2 juta atau dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 151,9 juta. Kedua, penyesuaian minoritas meningkat 20,6% menjadi US$ 124,5 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ US$ 103,3 juta.\r\nAdapun pendapatan bersih dari penjualan naik 13,5% menjadi US$ 752,9 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 663,6 juta. Pendapatan operasional naik 76,1% menjadi US$ 283,3 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 160,9 juta.\r\nEBITDA pun mengalami kenaikan 51% menjadi US$ 266,7 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 175,9 juta.\r\nSelain itu, rata-rata harga batubara FOC mengalami lonjakan 30,1% menjadi US$ 75,4/ton, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 57,9/ton.\r\nCadangan batubara naik 26% menjadi 3,8 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 3 juta ton. Sedangkan, biaya produksi mengalami penurunan 10,6% US$ 27.46/ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 30.73/ton.\r\n”Kenaikan harga jual hingga 30,1% dan turunnya biaya produksi hingga 10,6% itu melebihi kompensasi atas turunnya karakteristik volume sebesar 1,2 juta ton selama kuartal I-2009, untuk mengontrol suplai di pasar,” jelasnya.\r\nIa menambahkan, kenaikan harga jual juga menjadi kesempatan untuk membangun cadangan, optimalisasi dan meningkatkan rencana penjelasan pada kuartal II-2009 sekaligus memaksimalkan penjualan antara kuartal II dan IV.\r\n“Darma Henwa telah memberikan penerimaan dan Fajar Bumi telah dikonsolidasikan dalam neraca laporan keuangan BUMI pada triwulan 1/2009. Sedangkan Pendopo Energy belum memberikan kontribusi pada triwulan 1-2009,” tegasnya.
Multi Quote Quote
Laba bersih konsolidasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada Januari-Maret 2009 turun 70,44%, dari Rp373,5 miliar pada periode yang sama 2008 menjadi Rp110,4 miliar. Demikian, dikemukakan oleh Anthoni Salim, Direktur Utama Indofood dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/4). Menurut Anthoni, penjualan Indofood hanya tumbuh 0,7% menjadi Rp8,91 triliun dibanding periode sama 2008 sebesar Rp8,85 triliun. Grup produk konsumen bermerek yang meliputi divisi mie instan, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus, serta divisi dairy memberikan kontribusi terhadap penjualan sebesar 44,5%. "Angka ini meningkat dari 31,7% pada periode sama 2008 karena konsolidasi dengan Indolakto yang baru diakuisisi perseroan pada Desember 2008," ujarnya. Anthoni menjelaskan, kontribusi grup Bogasari terhadap penjualan konsolidasi triwulan I/2009 mencapai 31,1%, naik dari periode sama 2008 sebesar 29,1%. Adapun kontribusi grup agribisnis turun menjadi 19,0% dari sebelumnya 27,7% karena penurunan harga CPO (crude palm oil). Kontribusi grup distribusi juga turun menjadi 5,4% dari 11,5%. Sementara laba kotor perseroan turun 6,1% menjadi Rp2,26 triliun dari sebelumnya Rp2,41 triliun akibat turunnya harga CPO. Laba usaha juga turun menjadi Rp1,13 triliun dari Rp1,22 triliun. Adapun marjin laba kotor merosot dari 27,2% menjadi 25,4% serta marjin laba usaha turun menjadi 12,7% dari 13,8%. Laba bersih perseroan turun 70,44% menjadi Rp110,4 miliar pada triwulan I/2009 dari sebelumnya Rp373,5 miliar.
Multi Quote Quote
Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Tulus Santoso mengemukakan, Ciputra Development membukukan laba bersih Rp53,822 miliar (Rp8 per saham) selama Januari-Maret 2009, tumbuh 46,28% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp36,794 miliar (Rp6 per saham). Dalam pengumuman tertulis yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (30/4), Tulus menjelaskan pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan pendapatan dan lonjakan penghasilan lain-lain bersih. Pendapatan konsolidasi perseroan selama periode tersebut naik 8,07% menjadi Rp306,020 miliar dari Rp283,157 miliar. Pendapatan itu terdiri dari penjualan bersih dan pendapatan usaha. Penjualan bersih tersebut terdiri dari penjualan produk-produk properti seperti rumah tinggal, rumah toko (ruko) dan tanah. Ia menuturkan penjualan bersih perseroan pada kuartal pertama 2009 tercatat sebesar Rp216,970 miliar, meningkat 13,9% dari Rp190,487 miliar. Tetapi pendapatan usahanya turun 3,9% menjadi Rp89,050 miliar dari Rp92,671 miliar. Tulus juga mengungkapkan peningkatan beban pokok penjualan dan beban usaha menggerus laba kotornya dari Rp142,241 miliar menjadi Rp139,139 miliar dan laba usahanya dari Rp62,811 miliar menjadi Rp47,230 miliar. Sementara itu, penghasilan lain-lain melonjak dari Rp50,317 miliar menjadi Rp81,925 miliar. LABA KOTOR DAN LABA USAHA SEBENARNYA TURUN DIBANDINGKAN TAHUN LALU. TAPI LABA BERSIH BISA NAIK GARA2 PENDAPATAN LAIN2 BERUPA BUNGA DARI HASIL INVESTASI. KAGA BAGUS SECARA OPERASIONAL!
Multi Quote Quote
Laba bersih dua dari tiga emiten semen yaitu PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) per Maret 2009 meningkat lebih dari 30% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih Semen Gresik tercatat tumbuh 31,33% dari Rp518,652 miliar menjadi Rp681,127 miliar, sedangkan laba bersih Indocement meningkat 32,68% dari Rp378,897 miliar menjadi Rp502,719 miliar. Pertumbuhan laba bersih Semen Gresik didorong oleh kenaikan pendapatan 26,20% dari Rp2,558 triliun per Maret 2008 menjadi Rp3,228 triliun per Maret 2009, akibat penjualan semen yang naik 26,4% dari Rp2,182 triliun menjadi Rp2,760 triliun serta penjualan tanah kawasan industri senilai Rp12,510 miliar. Sementara jumlah penghasilan lain-lain bersih juga meningkat sebesar 129,67% dari Rp35,226 miliar menjadi Rp80,905 miliar, ditopang penghasilan bunga yang tumbuh 104,69% dari Rp41,078 miliar menjadi Rp84,083 miliar. Sementara itu peningkatan laba bersih Indocement didorong oleh kenaikan pendapatan bersih 6,53% dari Rp2,052 triliun per Maret 2008 menjadi Rp2,187 triliun per Maret 2009, serta penurunan jumlah beban usaha sebesar 15,32% menjadi Rp263,667 miliar dari sebelumnya Rp311,361 miliar. Penurunan beban usaha itu akibat berkurangnya beban pengangkutan dan penjualan sebesar 19,13% dari Rp266,056 miliar menjadi Rp215,154 miliar.
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2.
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. malahan hari ini BRPT yg naek gila2an (+15.5%) :rofl: :rofl: inilah Indonesia………segala2nya bisa dipoles saja ama yang namanya Market maker alias BANDAR smile smile
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. apa ada kemungkinan saham2 itu koreksi dlm waktu dekat? pengen sediain ember nih smile
Multi Quote Quote
dalam list lq45, ada beberapa saham yang secara fundamental sebenarnya udah sulit naik karena udah "mahal", dalam arti per nya udah di atas 15 kali atau malah minus (rugi). saham2 itu adalah: aali, lsip, tbla, adro, byan, brpt, bdmn, bnga, bnii, pnbn, bisi, elsa, isat, lpkr, mira, smcb, unvr. per yang tinggi tersebut disebabkan kemampuan emiten menghasilkan laba bersihnya kurang maksimal bila dibandingkan harga pasar sahamnya saat ini. tapi apapun bisa terjadi di dalam bursa kita, di mana saham yang jelek seringkali malah digoreng ke atas, sementara saham yang bagus naiknya tersendat2. apa ada kemungkinan saham2 itu koreksi dlm waktu dekat? pengen sediain ember nih smile f.a is for long term. smile
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...