ada apa ini, ada apa ini dengan ADES?

Manajemen PT Ades Waters Indonesia Tbk (ADES) membantah adanya rencana akuisisi perseroan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) atau PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Berita pengakuisisian tersebut terkait penghentian sementara (suspensi) saham ADES sejak perdagangan Kamis pekan lalu. "Saat ini tidak ada usaha atau tindakan dari pemegang saham utama ADES untuk menjajaki akuisisi dengan Indofood," ujar Presiden Direktur ADES Agoes Wangsapoetra, dalam keterbukaan informasi di BEI, Senin (23/2/2009). Sebelumnya, ADES santer diberitakan di lantai bursa karena perseroan akan diakuisisi oleh salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di Indonesia, yakni Indofood. Berdasarkan rumor, berarti ada dua perusahaan consumer goods yang memiliki peluang untuk mengakuisisi ADES, yaitu UNVR dan INDF. Struktur pemegang saham ADES per September 2008 adalah Water Partners Bottling S.A sebesar 91,94 persen, UBS AG, Singapura-UBS Equties 2,59 persen, dan masyarakat sebesar 5,47 persen. Sekadar informasi, Saham ADES mengalami suspensi karena mengalami peningkatan kumulatif yang signifikan pada perdagangan sesi pertama Kamis (19/2/2009), yaitu 95,24 persen, dari Rp210 menjadi Rp410 per lembarnya.
Multi Quote Quote
Dua emiten masih terperangkap dalam Unusual Market Activity (UMA), hingga perdagangan sesi perdagangan IHSG siang ini. Yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Ades Water Indonesia Tbk (ADES), yang harga sahamnya bergerak tidak sesuai kewajaran. "Iya sampai sekarang dua emiten itu masih masuk UMA. Sebenarnya, ada banyak indikasi emiten yang masuk ke UMA tapi biasanya karena harga yang melampui harga biasanya," jelas Direktur Pengawasan BEI Justitia Tripurwasani, saat dihubungi okezone, Senin (23/2/2009). Saat ini, BEI sedang melakukan pemanggilan atau menyurati emiten tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi. "Pergerakan saham tersebut terus kita pantau. Buktinya masih diperdagangkan kan, nanti kita akan panggil mereka," ujarnya. Sebagai informasi, hingga 30 Desember 2008 harga saham PTRO masih berada pada posisi harga tertinggi Rp3.600 dan terendah Rp3.600 yang kemudian ditutup pada level Rp3.600. Sementara per 16 Februari 2009 kemarin, harga tertinggi sudah mencapai Rp 6.350, harga terendah Rp 6.000, dan ditutup pada posisi 6.350. Sedangkan, menjelang penutupan perdagangan IHSG sesi pertama awal pekan, kode emiten PTRO melemah Rp150 atau turun 2,14 persen ke posisi Rp6.850 per lembarnya, sementara itu Ades bergerak stagnan di posisi Rp385 per lembarnya.
Multi Quote Quote
bro makasih infonya
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...