Seputar BI Rate dan Inflasi : Season 2014

Selasa, 18/01/2011 03:42 WIB Pertemuan Tokoh Lintas Agama & SBY Tak Sentuh Substansi Masalah Rachmadin Ismail - detikNews Jakarta - Pertemuan antara Presiden SBY dengan para tokoh lintas agama belum memasuki pembahasan secara substansial. Dalam dialog yang dilakukan, pemerintah terkesan seperti membela diri dari tuduhan kebohongan yang pernah dideklarasikan. "Paling penting saya sangat meyakini kekuatan dialog. Dan dialog perlu kita lakukan. Dan Alhamdulillah direspon dengan baik. Tadi belum sampai substansi," ujar Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin kepada wartawan usai pertemuan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2011). Hal yang sama juga disampaikan oleh aktivis dari PGI, Jerry Sumampouw secara terpisah. Poin-poin 18 kebohongan yang pernah dideklarasikan juga dibacakan dalam kesempatan ini. Namun, menurutnya, tanggapan presiden biasa saja, bahkan pembahasan yang dilakukan tidak masuk subtansi dan tidak konkret. "Percakapan tidak masuk substansi. (18 Poin kebohongan) Dibacakan di depan presiden, tanggapannya biasa, ada banyak kelemahan, akan diperbaiki, terima kasih untuk masukan. Konkretnya dalam pertemuan berikutnya, ini sangat tidak konkret," tuturnya. Jerry berpendapat, pembahasan yang dilakukan cenderung seperti pembelaan diri dari pemerintah. Dalam setiap masalah yang dipertanyakan, pemerintah menjawabnya dengan memaparkan keberhasilan-keberhasilan yang diklaim telah dicapai. "Ya (seperti pembelaan diri), ada kekeliruan menangkap substansi percakapan juga, karena stressing bukan di situ. Jawabannya keberhasilan, agak keliru seolah ini adu data. Bahwa ada masyarakat sampai sekarang tidak bisa makan, itu fakta, bukan berapa banyak sekarang dibanding dulu, tidak memungkinkan untuk menjawab," ucapnya. ……………………….. jadi intinya KORUPSI dan INFLASI jalan terus, betul? Tokoh Lintas Agama vs Korupsi & Inflasi siapa yg UNSTOPPABLE <====klik Rascal Flatts smile smile smile boleh posting puisi nggak? smile smile smile
Multi Quote Quote
ga boleh, ente kan dah yakin indeks ke 4500 :p
Multi Quote Quote
ga boleh, ente kan dah yakin indeks ke 4500 :p smile smile smile kalau posting lagu? itu lagu udah mulai banyak peminatnya lho. smile smile smile
Multi Quote Quote
@bro HS : ane lagi sedih nih trit ane kena lock smile( BANKING balik ke topik kenaikan suku bunga ga ada yg jawabannya sederhana dan mendasar ya emiten yg kena dampak negatif, jawabannya sederhana emiten yg punya utang gede……… Banking gimana? banking sesuai chart masih bullish, fundamental sedikit pengaruh, kenapa? krn selama ini banking nyimpen di BI dg naik BI rate income banking nambah, TAPI bunga kepada penabung tidak naik banyak………. bullshit lah kalo ngomong banking kena dampak negatif kenaikan suku bunga…….. kalo kenaikan GWM baru lain cerita :peace:
Multi Quote Quote
MANUFAKTUR bullshit juga kalo ngomong kena dampak inflasi, lah yg buat inflasi hasil manufaktur koq, ga percaya? oil naik dr $30 ke $90 profit emiten apa yg nambah? INDF nambah ga? JPRS nambah ga? kenaikan harga jual > harga barang baku :peace:
Multi Quote Quote
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, menegaskan tidak akan menghadiri undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berdialog dengan tokoh lintas agama pada Senin (17/1) malam. Saat ini, pria yang akrab disapa Buya itu masih berada di Yogyakarta.\r\n\r\nBuya menjelaskan, alasan dirinya tidak menghadiri pertemuan dialog tersebut bukan lantaran tidak mendapatkan undangan. Kendati tidak ditujukan langsung pada dirinya, Buya mengaku diberitahu pengurus PP Muhammadiyah melalui pesan singkat elektronik jika ada undangan ke istana.\r\n\r\n“Katanya ada undangan untuk PP Muhammadiyah, di situ ada nama Ketua Umum, Sekjen, dan saya,” ujar Buya melalui sambungan telepon kepada Republika, Senin (17/1).\r\n\r\nBuya melanjutkan, sejak awal dirinya sudah memutuskan untuk tidak menghadiri undangan tersebut. Terlebih, undangan dialog antara presiden dan tokoh lintas agama bukanlah murni inisiatif SBY. “Silahkan tanya, itu inisiatif SBY bukan?” imbuhnya enggan memberi tahu siapa inisiator pertemuan malam ini.\r\n\r\nKendati demikian, Buya tetap menghormati rekan-rekannya yang memutuskan hadir dalam pertemuan dengan SBY. Buya pun mengingatkan agar para tokoh lintas agama tetap komitmen terhadap pernyataan mereka pekan lalu yang menyatakan pemerintah telah melakukan kebohongan kepada rakyat. Dengan dalih berhasil menekan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,8 persen, dan mengurangi angka pengangguran, pemerintah telah menutupi fakta-fakta sebaliknya.\r\n\r\n“Saya minta teman-teman harus tegar, sampaikan saja apa adanya seperti yang dilakukan pekan lalu. Jangan sampai tergoda kata-kata manis SBY,” tegas Buya.\r\n\r\nMenurut Buya, hanya satu yang bisa membuat pemerintahan SBY bisa menangkal kebohongan yang telah dilakukan, yaitu dengan cara membuktikan janji-janji yang sudah bertahun-tahun diucapkan SBY sendiri.\r\n\r\n“Sudah bukan jamannya basa-basi dengan kata-kata manis, buktikan saja pernyataannya (SBY) sendiri. Kalau saya sudah jelas meragukan kepemimpinan SBY,” tandas Buya.\r\n\r\nPada pekan lalu, sembilan tokoh lintas agama, yakni Syafii Maarif, Andreas A Yewangoe, biksu Pannyavaro, Salahuddin Wahid, I nyoman Udayana Sangging, Franz Magnis-Suseno dan Romo Benny Susetyo, mengeluarkan pernyataan yang menilai pemerintahan SBY telah berbohong. Para tokoh menganggap SBY gagal mewujudkan janji-janjinya dan menutupi dengan informasi-informasi bias berupa statistik ekonomi seperti angka kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi.\r\n\r\nAtas sikap para tokoh lintas agama tersebut, SBY mengundang mereka ke istana malam ini.\r\n\r\npantesan ga mau hadir, hadir juga sama aja bo''ong, inflasi masih unstoppable smile
Multi Quote Quote
@bro HS : ane lagi sedih nih trit ane kena lock smile( BANKING balik ke topik kenaikan suku bunga ga ada yg jawabannya sederhana dan mendasar ya emiten yg kena dampak negatif, jawabannya sederhana emiten yg punya utang gede……… Banking gimana? banking sesuai chart masih bullish, fundamental sedikit pengaruh, kenapa? krn selama ini banking nyimpen di BI dg naik BI rate income banking nambah, TAPI bunga kepada penabung tidak naik banyak………. bullshit lah kalo ngomong banking kena dampak negatif kenaikan suku bunga…….. kalo kenaikan GWM baru lain cerita :peace: smile smile smile pengaruh kenaikan b.i rate buat banking adalah npl karena dengan kenaikan bunga kredit akan mengganggu stabilitas usaha debitur2nya. smile smile smile
Multi Quote Quote
@bro HS : ane lagi sedih nih trit ane kena lock smile( BANKING balik ke topik kenaikan suku bunga ga ada yg jawabannya sederhana dan mendasar ya emiten yg kena dampak negatif, jawabannya sederhana emiten yg punya utang gede……… Banking gimana? banking sesuai chart masih bullish, fundamental sedikit pengaruh, kenapa? krn selama ini banking nyimpen di BI dg naik BI rate income banking nambah, TAPI bunga kepada penabung tidak naik banyak………. bullshit lah kalo ngomong banking kena dampak negatif kenaikan suku bunga…….. kalo kenaikan GWM baru lain cerita :peace: smile smile smile pengaruh kenaikan b.i rate buat banking adalah npl karena dengan kenaikan bunga kredit akan mengganggu stabilitas usaha debitur2nya. smile smile smile yakin? berarti emiten banking di BEI selama ini menjalankan usahanya dg manajemen yg bobrok dong, ga bisa menilai debitur……… BMRI kualitas century gitcuuuuuuuuuu……..
Multi Quote Quote
Bung Spec, Berdasarkan data historis di USA: 1. Sepanjang tahun 2001 terjadi penurunan interest rate terus menerus dari 6.50% menjadi 1.75%. Penurunan masih berlanjut di tahun 2002 dan 2003 dan berakhir dengan interest rate 1 % pada Juli 2003, sementara index dow jones TURUN dari 10.887.36 per 2 Januari 2002 menjadi 9.233.80 per 1 Juli 2003 2. Selama periode Juni 2004 sampai dengan Juni 2006, Alan Greenspan menaikkan interest rate dari 1% menjadi 5.25%, sementara index dow jones NAIK dari 10.435,48 per 1 Juni 2004 menjadi 11.185.68 per 3 Juli 2006 3. Selama periode Agustus 2007 sampai dengan April 2008, interest rate turun dari 5.25% menjadi 2%, sementara index dow jones TURUN dari 13.357,74 per 1 Agustus 2007 menjadi 12.638.32 per 1 Mei 2008 (Secret Psychology of Millionaire Traders by Conrad Alvin, page 15-16) Kalau melihat data di atas, terkesan interest rate yg digembar-gemborkan saat ini hanya ‘'alat’' yang dipakai oleh market maker untuk mempermainkan pasar. Bagaimana bung spec? Bung Gal, Thanks atas datanya. C7… interest rate adalah salah satu ‘'tools’' market maker. Namun penggunaan ‘'interest rate’' tsb sangat berbeda untuk di negara maju vs negara berkembang. Kalau di negara maju.. kelesuan ekonomi disiasati dengan penurunan tingkat suku bunga (bunga rendah) yg bertujuan mendorong deposan (pemilik duit) untuk berbisnis, mencari peluang2 usaha menggerakan roda perekonomian. Jadi masyarakatnya dikondisikan untuk menjadi bisnisman. Kalau di negara berkembang yg culun seperti indonesia… kelesuan ekonomi dikesankan bisa diubah menjadi bertumbuh dengan aliran investasi dari luar. Dana asing tergiur masuk kalau imbal hasil-nya relatif tinggi (selain faktor stabilitas politik dan politikus = kawan capitalist). Imbal hasil tinggi didapat dari suku bunga yg relatif tinggi. Kalau suku bunga tinggi.. sebetulnya ini menyebabkan high cost dan yg pasti jumlah uang semakin banyak… jangka panjang pastilah menyebabkan inflasi ! Jadi memang tepat jikalau angka2 inflasi, interest rate itu hanyalah alat (moneter). Tinggal bagaimana kita smart investor / trader / capitalist memanfaatkan situasinya tsb saja… Demikian juga angka-angka indeks (IHSG), ini pun sebetulnya bisa menjadi ‘'alat’' bagi politikus dan capitalist… :peace: Every (market / stock) movement need a reason… Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi / media massa Begitulah dinamika bisnis finansial smile Opini bisa menjadi fakta… fakta bisa terkesan hanya opini… too many information bias… Bung spec, Terima kasih atas pandangannya.
Multi Quote Quote
@bro HS : ane lagi sedih nih trit ane kena lock smile( BANKING balik ke topik kenaikan suku bunga ga ada yg jawabannya sederhana dan mendasar ya emiten yg kena dampak negatif, jawabannya sederhana emiten yg punya utang gede……… Banking gimana? banking sesuai chart masih bullish, fundamental sedikit pengaruh, kenapa? krn selama ini banking nyimpen di BI dg naik BI rate income banking nambah, TAPI bunga kepada penabung tidak naik banyak………. bullshit lah kalo ngomong banking kena dampak negatif kenaikan suku bunga…….. kalo kenaikan GWM baru lain cerita :peace: @nemo2: Jika kita berpatokan kepada MA 200, yang sering dijadikan acuan oleh para fund manager yang ‘'katanya’' profesinal, index finance sedang menuju confirm bearish (bentar lagi noel kayanya). Leadernya sendiri BBCA dan BMRI sudah confirm BEARISH. CMIIW
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...