Seputar BI Rate dan Inflasi : Season 2014

smile smile smile 0.92%.
Multi Quote Quote
Review market Januari 2011 Dari perkembangan market Jakarta sepanjang 2 minggu pertama 2011, tampak jelas bahwa strategi market-maker adalah memanfaatkan / antisipasi data inflasi (dan BI Rate). Berhubung market-maker selalu berjalan mendahului kurva - dan mengingat data inflasi / BI Rate terbit setiap awal bulan - … maka periode pasca pengumuman BI Rate (tgl 6-12) dan periode menjelang pengumuman data inflasi (tgl 20-an) berpotensi menjadi area titik belok harga2 saham yang sangat volatile… mungkin untuk sepanjang tahun 2011 ! Teori mengatakan: inflasi menyebabkan high cost dan menurunnya daya beli. Inflasi juga mendorong Bank federal (negara2 berkembang yg ‘'takut’' kepada capitalist) untuk menaikan tingkat suku bunga. Selanjutnya, ada pertimbangan dari ‘'smart investor’' : tingkat resiko pasar saham menjadi lebih tinggi (begitu juga harapan return-nya) dibandingkan deposito. Dari data 2010: Deposito menghasilkan return 6,5% sementara saham Jakarta menghasilkan return (rata2) 40%… Andaikata BI Rate akhir tahun 2011 menjadi 7,5% maka SEHARUSNYA SMART INVESTOR berharap potensi return saham (begitu juga resikonya) menjadi lebih tinggi lagi, sekitar 45 - 50 % ! Ditinjau dari kalkulasi aktuaria (asuransi resiko)… bila tingkat suku bunga naik maka peluang return saham menjadi lebih kecil yaitu 20 - 25%. Hal tsb yg ‘'menjelaskan’' mengapa beberapa fund manager mematok target IHSG akhir 2011 MINIMAL menjadi 4500 (kenaikan 20 - 25%). Patut diingat bahwa fund manager pada awal tahun HARUS memasang target optimis (kalau target awal tahun meramal negatif tentu investor pada kabur / terjadi redemption). smile Situasi dunia: Semakin resesi… tapi semakin over-liquidity Semua negara makin banyak mencetak uang. Nilai uang (negara mana pun) relatif ‘'jatuh’' terhadap nilai barang (alias ‘'inflasi terstruktur’' ). ( Jadi andaikata th 2011 terjadi market crash, tapi jangan berharap Dow balik ke 6000 atau IHSG balik ke 1200 ya ) Lalu, apa strategi terbaik untuk saat ini? * Patience (to buy)… is a profitable virtue. * Investor : Buy under value stocks bertahap (untuk long-investment), perhatikan proyeksi PE-Ratio. Tapi rasa-rasanya sih baiknya: inverse fundamental news up-date ! Be ware dengan up-date / up-grade riset analysis sekuritas asing… bisa jadi itu indikator untuk sell - on strength. Akhir tahun 2010 IHSG ditutup pada level 3703. Level tertinggi sepanjang sejarah (masa lalu) : 3786 Level tertinggi Januari 2011 : 3783 ! Skenario IHSG sepanjang 2011 (Low - mid - High) Pesimis : 2XXX - 3XXX - 3783 Moderat : 2XXX - 3XXX - 3800 Optimis : 3300 - 3XXX - 4600 Untuk persisnya…(tebak2 IHSG).. silakan bung Art , yg lebih kompeten untuk mem-prediksi smile
Multi Quote Quote
nah kalau untuk tebak ihsg mungkin Art straight indicator… smile
Multi Quote Quote
Melambungnya ekspektasi inflasi 2011 telah jadi momok bukan hanya di pasar modal tapi juga sektor riil. DPR bahkan membentuk Pansus Inflasi. Inilah berbagai ramalan inflasi 2011.\r\n\r\nPerry Warjiyo, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter mengatakan, Bank Indonesia memperkirakan, inflasi inti (core inflation) 2011 tidak akan lebih dari 5% plus minus 1. Menurutnya, yang akan berpengaruh pada inflasi inti adalah kenaikan ekspetasi inflasi akibat kenaikan harga-harga pangan.\r\n\r\nPada 2009-2010, lanjut Perry, inflasi bisa terkendali antara lain karena apresiasi rupiah. Tapi, di 2011 telah terjadi kenaikan harga komoditas internasional dan domestik sehingga bisa mendorong inflasi (headline inflation yang menghitung total inflasi).\r\n\r\n“Namun, untuk saat ini belum bisa mempengaruhi inflasi inti,” ujarnya. Sekadar catatan saja, inflasi inti adalah hitungan inflasi yang mengeluarkan faktor harga energi dan makanan yang cenderung bergerak volatile.\r\n\r\nSelain itu, lanjut Perry, kecenderungan capital inflow dan surplus neraca pembayaran memang memicu penguatan rupiah. “Nah, bank sentral akan mencermati penguatan rupiah tersebut dengan dampaknya terhadap inflasi, ekspor-impor dan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.\r\n\r\nM Doddy Arifianto, ekonom senior Bank Mandiri memperkirakan, inflasi mencapai di atas 8% tahun ini bukan suatu hal yang mustahil. Bank Mandiri sendiri memproyeksikan inflasi 2011 mencapai 6,6%. Tapi, menurut Doddy angka tersebut upside bias. “Artinya, inflasi 2011 bisa lebih dari itu ke level 7%,” ucapnya.\r\n\r\nKarena itu, jika headline inflasi telah memicu inflasi inti, harus diatasi kebijakan moneter. Saat ini, inflasi inti itu baru mencapai 4,28%. Kebijakan moneter seperti kenaikan suku bunga tidak diperlukan, jika pemerintah punya stok pangan yang melimpah terutama beras. “Masalahnya, pengumuman pemerintah soal stok kredibel atau tidak,” tukasnya.\r\n\r\nBambang Prijambodo, Direktur Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, inflasi akan lebih besar dari asumsi 5,3% dalam APBN 2011. Menurutnya, pemerintah akan menjaga sekuat tenaga agar harga-harga terkendali sehingga inflasi bisa di bawah 7% sepanjang 2011. “Saya sendiri memperkirakan, inflasi bisa mencapai 7% jika tidak ada langkah-langkah jitu,” paparnya.\r\n\r\nMenurutnya, semua instrumen akan digunakan BI dan otoritas fiskal untuk meredam inflasi terutama yang dipicu faktor demand. Bambang menyarankan, apabila dirasa terjadi kelebihan likuiditas, suku bunga acuan (BI rate) juga perlu menyesuaikan. “Ini bisa dilihat dari jumlah uang yang beredar. Kapan timing-nya, teman-teman dari BI lebih memahami,” paparnya.\r\n\r\nEric Alexander Sugandi, ekonom Standard Chartered Bank memperkirakan, inflasi ini akan naik ke atas 5% di kuartal kedua atau ketiga 2011. Sebab pemerintah menerapkan pelarangan BBM bersubsidi bagi mobil pelat hitam mulai Maret mendatang. Sementara dari sisi headline inflation, juga akan terdorong kenaikan harga pangan terutama beras dan cabe. “Musim hujan akan berpengaruh pada gagal panen,” tutur Eric.\r\n\r\nDia memperkirakan, headline inflasi 2011 bisa mencapai 6,5% dan BI rate berpeluang naik ke level 7,50%. Tapi, Eric optimistis, GDP RI juga masih bisa tumbuh mencapai 6,50%. Artinya , RI akan tumbuh baik.\r\n\r\n“Meskipun, lebih baik lagi jika inflasi tidak tinggi dan lebih baik juga jika hambatan dari sisi suplai terutama beras dan cabe bisa diatasi. Sebab, kemampuan BI terbatas meredam inflasi,” imbuh Eric.\r\n\r\nAnalis UOB Kay Hian Securities Gema Merdeka Goeyardi justru melihat positif atas melambungnya inflasi. Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi sangat baik yang didorong demand begitu besar di seluruh sektor, mau tidak mau inflasi akan naik. Apalagi, inflasi yang terjadi di Indonesia tidak bergerak searah dengan tingkat pengangguran. “Ini merupakan hal positif,” ujarnya.\r\n\r\nArtinya, Gema menegaskan, inflasi disebabkan karena daya beli masyarakat yang tinggi akibat pendapatan perkapita di 2010 sebesar US$3,000. Selain itu, faktor cuaca mempengaruhi terhambatnya logistik di Indonesia juga mendorong kenaikan harga-harga sembako, terutama beras (sekitar 6,3% bobotnya terhadap inflasi) yang memiliki share paling besar di dalam komponen inflasi Indonesia.\r\n\r\nIa memperkirakan, pada 2011, prediksi GDP growth 6,3% dan ekspektasi pendapatan perkapita pada US$3,800. Ini merefleksikan kondisi prima masyarakat Indonesia . Yang juga berpeluang meningkatkan laju inflasi.\r\n\r\nMenurutnya, analisa Astronacci pada Indonesia consumer price index (CPI) menunjukkan, inflasi bergerak dalam sebuah impulsive bullish trend (Higher Peak and Trough) dan membentuk 5 wave sejak akhir 2009.\r\n\r\nBerdasarkan target teoritis Wave 5 pada Extension Fibonacci 62%, dia melihat peluang inflasi Indonesia akan mencapai 8,2% dan minimum pada level 7,16%. “Perkiraan kami, kenaikan inflasi berpuncak di sekitar semester kedua 2011,” imbuhnya.\r\n\r\nMenyikapi tingginya inflasi akhir-akhir ini, Komisi XI DPR membentuk panitia khusus (pansus) inflasi. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasih di Jakarta, akhir pekan lalu.\r\n\r\nSeperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2010 dan laju inflasi year on year (Desember 2010 terhadap Desember 2009) masing-masing 6,96%.
Multi Quote Quote
http://www.detiknews.com/read/2011/01/17/215655/1548749/10/sby-pertemuan-dengan-tokoh-lintas-agama-dari-hati-ke-hati?n991102605 Senin, 17/01/2011 21:56 WIB SBY: Pertemuan Dengan Tokoh Lintas Agama dari Hati ke Hati Rachmadin Ismail - detikNews Jakarta - Presiden SBY memastikan jika inisiatif pertemuan dialog dengan tokoh lintas agama digagas oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Permintaan tersebut disampaikan Din melalui pesan singkat kepada SBY. "Prakarsa pertemuan malam ini dimulai dari SMS yang saya terima dari Pak Din Syamsuddin. Beliau menginginkan pertemuan dari hati ke hati," ujar SBY saat memberi sambutan dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/1/2011) malam. Menurut SBY, pesan singkat tersebut dikirimkan saat dirinya tengah bertugas di Surabaya pada pertengahan Januari lalu. Setelah kembali ke Jakarta, SBY pun langsung merespon permintaan Din tersebut dengan mengirimkan undangan pertemuan yang digelar hari ini. "Alhamdulillah dapat kita wujudkan," tutur SBY. ………………….. abis dr hati ke hati, kenaikan harga beras lagi udah ga masalah, krn rakyat semua udah makan hati http://forumm.wgaul.com/images/smilies/redface.gif
Multi Quote Quote
http://www.detiknews.com/read/2011/01/17/215655/1548749/10/sby-pertemuan-dengan-tokoh-lintas-agama-dari-hati-ke-hati?n991102605 Senin, 17/01/2011 21:56 WIB SBY: Pertemuan Dengan Tokoh Lintas Agama dari Hati ke Hati Rachmadin Ismail - detikNews Jakarta - Presiden SBY memastikan jika inisiatif pertemuan dialog dengan tokoh lintas agama digagas oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Permintaan tersebut disampaikan Din melalui pesan singkat kepada SBY. "Prakarsa pertemuan malam ini dimulai dari SMS yang saya terima dari Pak Din Syamsuddin. Beliau menginginkan pertemuan dari hati ke hati," ujar SBY saat memberi sambutan dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/1/2011) malam. Menurut SBY, pesan singkat tersebut dikirimkan saat dirinya tengah bertugas di Surabaya pada pertengahan Januari lalu. Setelah kembali ke Jakarta, SBY pun langsung merespon permintaan Din tersebut dengan mengirimkan undangan pertemuan yang digelar hari ini. "Alhamdulillah dapat kita wujudkan," tutur SBY. ………………….. abis dr hati ke hati, kenaikan harga beras lagi udah ga masalah, krn rakyat semua udah makan hati http://forumm.wgaul.com/images/smilies/redface.gif harga cabe masih mahal makanya merah trus ihsg smile smile)
Multi Quote Quote
Bung Spec, Berdasarkan data historis di USA: 1. Sepanjang tahun 2001 terjadi penurunan interest rate terus menerus dari 6.50% menjadi 1.75%. Penurunan masih berlanjut di tahun 2002 dan 2003 dan berakhir dengan interest rate 1 % pada Juli 2003, sementara index dow jones TURUN dari 10.887.36 per 2 Januari 2002 menjadi 9.233.80 per 1 Juli 2003 2. Selama periode Juni 2004 sampai dengan Juni 2006, Alan Greenspan menaikkan interest rate dari 1% menjadi 5.25%, sementara index dow jones NAIK dari 10.435,48 per 1 Juni 2004 menjadi 11.185.68 per 3 Juli 2006 3. Selama periode Agustus 2007 sampai dengan April 2008, interest rate turun dari 5.25% menjadi 2%, sementara index dow jones TURUN dari 13.357,74 per 1 Agustus 2007 menjadi 12.638.32 per 1 Mei 2008 (Secret Psychology of Millionaire Traders by Conrad Alvin, page 15-16) Kalau melihat data di atas, terkesan interest rate yg digembar-gemborkan saat ini hanya ‘'alat’' yang dipakai oleh market maker untuk mempermainkan pasar. Bagaimana bung spec?
Multi Quote Quote
Selasa, 18/01/2011 03:42 WIB Pertemuan Tokoh Lintas Agama & SBY Tak Sentuh Substansi Masalah Rachmadin Ismail - detikNews Jakarta - Pertemuan antara Presiden SBY dengan para tokoh lintas agama belum memasuki pembahasan secara substansial. Dalam dialog yang dilakukan, pemerintah terkesan seperti membela diri dari tuduhan kebohongan yang pernah dideklarasikan. "Paling penting saya sangat meyakini kekuatan dialog. Dan dialog perlu kita lakukan. Dan Alhamdulillah direspon dengan baik. Tadi belum sampai substansi," ujar Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin kepada wartawan usai pertemuan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2011). Hal yang sama juga disampaikan oleh aktivis dari PGI, Jerry Sumampouw secara terpisah. Poin-poin 18 kebohongan yang pernah dideklarasikan juga dibacakan dalam kesempatan ini. Namun, menurutnya, tanggapan presiden biasa saja, bahkan pembahasan yang dilakukan tidak masuk subtansi dan tidak konkret. "Percakapan tidak masuk substansi. (18 Poin kebohongan) Dibacakan di depan presiden, tanggapannya biasa, ada banyak kelemahan, akan diperbaiki, terima kasih untuk masukan. Konkretnya dalam pertemuan berikutnya, ini sangat tidak konkret," tuturnya. Jerry berpendapat, pembahasan yang dilakukan cenderung seperti pembelaan diri dari pemerintah. Dalam setiap masalah yang dipertanyakan, pemerintah menjawabnya dengan memaparkan keberhasilan-keberhasilan yang diklaim telah dicapai. "Ya (seperti pembelaan diri), ada kekeliruan menangkap substansi percakapan juga, karena stressing bukan di situ. Jawabannya keberhasilan, agak keliru seolah ini adu data. Bahwa ada masyarakat sampai sekarang tidak bisa makan, itu fakta, bukan berapa banyak sekarang dibanding dulu, tidak memungkinkan untuk menjawab," ucapnya. ……………………….. jadi intinya KORUPSI dan INFLASI jalan terus, betul? Tokoh Lintas Agama vs Korupsi & Inflasi siapa yg UNSTOPPABLE <====klik Rascal Flatts
Multi Quote Quote
Bung Spec, Berdasarkan data historis di USA: 1. Sepanjang tahun 2001 terjadi penurunan interest rate terus menerus dari 6.50% menjadi 1.75%. Penurunan masih berlanjut di tahun 2002 dan 2003 dan berakhir dengan interest rate 1 % pada Juli 2003, sementara index dow jones TURUN dari 10.887.36 per 2 Januari 2002 menjadi 9.233.80 per 1 Juli 2003 2. Selama periode Juni 2004 sampai dengan Juni 2006, Alan Greenspan menaikkan interest rate dari 1% menjadi 5.25%, sementara index dow jones NAIK dari 10.435,48 per 1 Juni 2004 menjadi 11.185.68 per 3 Juli 2006 3. Selama periode Agustus 2007 sampai dengan April 2008, interest rate turun dari 5.25% menjadi 2%, sementara index dow jones TURUN dari 13.357,74 per 1 Agustus 2007 menjadi 12.638.32 per 1 Mei 2008 (Secret Psychology of Millionaire Traders by Conrad Alvin, page 15-16) Kalau melihat data di atas, terkesan interest rate yg digembar-gemborkan saat ini hanya ‘'alat’' yang dipakai oleh market maker untuk mempermainkan pasar. Bagaimana bung spec? semoga jawaban bung Spec menyentuh substansi smile
Multi Quote Quote
Bung Spec, Berdasarkan data historis di USA: 1. Sepanjang tahun 2001 terjadi penurunan interest rate terus menerus dari 6.50% menjadi 1.75%. Penurunan masih berlanjut di tahun 2002 dan 2003 dan berakhir dengan interest rate 1 % pada Juli 2003, sementara index dow jones TURUN dari 10.887.36 per 2 Januari 2002 menjadi 9.233.80 per 1 Juli 2003 2. Selama periode Juni 2004 sampai dengan Juni 2006, Alan Greenspan menaikkan interest rate dari 1% menjadi 5.25%, sementara index dow jones NAIK dari 10.435,48 per 1 Juni 2004 menjadi 11.185.68 per 3 Juli 2006 3. Selama periode Agustus 2007 sampai dengan April 2008, interest rate turun dari 5.25% menjadi 2%, sementara index dow jones TURUN dari 13.357,74 per 1 Agustus 2007 menjadi 12.638.32 per 1 Mei 2008 (Secret Psychology of Millionaire Traders by Conrad Alvin, page 15-16) Kalau melihat data di atas, terkesan interest rate yg digembar-gemborkan saat ini hanya ‘'alat’' yang dipakai oleh market maker untuk mempermainkan pasar. Bagaimana bung spec? Bung Gal, Thanks atas datanya. C7… interest rate adalah salah satu ‘'tools’' market maker. Namun penggunaan ‘'interest rate’' tsb sangat berbeda untuk di negara maju vs negara berkembang. Kalau di negara maju.. kelesuan ekonomi disiasati dengan penurunan tingkat suku bunga (bunga rendah) yg bertujuan mendorong deposan (pemilik duit) untuk berbisnis, mencari peluang2 usaha menggerakan roda perekonomian. Jadi masyarakatnya dikondisikan untuk menjadi bisnisman. Kalau di negara berkembang yg culun seperti indonesia… kelesuan ekonomi dikesankan bisa diubah menjadi bertumbuh dengan aliran investasi dari luar. Dana asing tergiur masuk kalau imbal hasil-nya relatif tinggi (selain faktor stabilitas politik dan politikus = kawan capitalist). Imbal hasil tinggi didapat dari suku bunga yg relatif tinggi. Kalau suku bunga tinggi.. sebetulnya ini menyebabkan high cost dan yg pasti jumlah uang semakin banyak… jangka panjang pastilah menyebabkan inflasi ! Jadi memang tepat jikalau angka2 inflasi, interest rate itu hanyalah alat (moneter). Tinggal bagaimana kita smart investor / trader / capitalist memanfaatkan situasinya tsb saja… Demikian juga angka-angka indeks (IHSG), ini pun sebetulnya bisa menjadi ‘'alat’' bagi politikus dan capitalist… :peace: Every (market / stock) movement need a reason… Apalagi dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi / media massa Begitulah dinamika bisnis finansial smile Opini bisa menjadi fakta… fakta bisa terkesan hanya opini… too many information bias…
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...