PSIKOLOGI (bandarmologi) 50%. Money Mgt 30%. TA&FA 20%.

KONFLIK NILAI Mungkin ini yang menjelaskan mengapa member ksc lebih banyak memilih beckam dan oprah yang lebih makmur dibandingkan dengan buffet dan soros smile Cuma, harus diakui… SAYANGNYA… mental "uang bukan segalanya" itu ber-POTENSI bisa menghambat sukses finansial di pasar saham ! Begitu banyak pelaku pasar yang bersedia curang meskipun hidupnya menjadi tidak tenang. Lebih banyak yang menganggap segalanya bisa diselesaikan dengan uang untuk menyelesaikan segala masalah yang menghadang. Bagaimana supaya tetap memiliki referensi kemakmuran yang benar tapi di sisi lain tetap sukses finansial di pasar saham ? Apa kuncinya..?
Multi Quote Quote
Mengapa konglomerat, orang kaya bertambah kaya? Dan ‘'tampak’' makmur… Mengapa orang seperti kita kelas menengah… sangat sedikit yang melonjak menjadi kelas super kaya? Ini karena banyak diantara kita yang masih bermoral, memiliki etika. Memiliki definisi kemakmuran yang benar. Uang ada di urutan ke-3 bahkan lebih di bawah lagi. Mungkin kita masuk pasar saham dengan sugesti "make money, money and money..". Setelah beberapa kali ‘'dikerjain pasar’' eh koq lonjakan money-nya cuma sedikit, bahkan menyusuuut…?! Usut punya usut… belief kita masih menyatakan ‘'money isn’'t everything''. Kemakmuran yang kita cari bukanlah dari ‘'just duit’'. Kita masih mentolerir kehilangan duit lebih baik daripada kehilangan kesehatan atau nama baik / reputasi / hubungan sesama. Jelas perbedaannya ''kan dibandingkan dengan katakanlah koruptor, orba, para pengusaha kaya yang NAKAL dan DABLEK hatinya minta ampuuun d. Pastinya duit nomor satu, kesehatan dan hubungan baik mah belakangan. Tipe-tipe manusia yang percaya bahwa kemakmuran adalah duit. Kesehatan dan hubungan baik adalah duit. Just duit!!! Bisakah anda…??? Kalo si bebek sih mestinya bisa tuh. Wa ka ka… smile) Jangan begitu bung spec, kita kalah dalam perlombaaan mencari uang lantas menjudge kalau para konglomerat punya moral yang rendah.. Paham seperti ini ga akan bikin kita maju.. Kita positif thinking aja… Mungkin kerja kita kurang sekeras mereka.. Mungkin kerja kita belom se-smart mereka.. Myngkin kerja kita blom se blalalalalala mereka… Lebih baik instrospeksi drpd menyalahkan orang lain.. :peace: peace
Multi Quote Quote
Cuma, harus diakui… SAYANGNYA… mental "uang bukan segalanya" itu ber-POTENSI bisa menghambat sukses finansial di pasar saham ! Begitu banyak pelaku pasar yang bersedia curang meskipun hidupnya menjadi tidak tenang. Lebih banyak yang menganggap segalanya bisa diselesaikan dengan uang untuk menyelesaikan segala masalah yang menghadang. Saya sangat setuju bahwa uang bukan segalanya, bung Spec! Pengertian sukses di pasar finansialmaupun pasar riil, apalah gunanya, kalo diperoleh dengan cara2 yg tidak halal. Toh,ketika kita meninggal, tidak ada satu senpun dari kekayaan kita yg kita bawa :peace:
Multi Quote Quote
Kok oprah Winfrey bisa ngalahin Bekam, yang jelas seharusnya si Bekam yang lebih makmur. Soalnya bisa dengan mudah tidur dengan wanita cantik. Oprah belum tentu ada yang mau laki2 tidur ama dia paling2 dipalakin duitnya. jadi si bekam lebih bahagia hidupnya, dapat duit ada penyaluran. :$-) :$-) :$-) :$-) :$-)
Multi Quote Quote
Jangan begitu bung spec, kita kalah dalam perlombaaan mencari uang lantas menjudge kalau para konglomerat punya moral yang rendah.. Paham seperti ini ga akan bikin kita maju.. Kita positif thinking aja… Mungkin kerja kita kurang sekeras mereka.. Mungkin kerja kita belom se-smart mereka.. Myngkin kerja kita blom se blalalalalala mereka… Lebih baik instrospeksi drpd menyalahkan orang lain.. :peace: peace Iya bung bay, sebetulnya ini dalam rangka instropeksi diri. Bukan maksudnya menjudge para konglomerat jahat. Ada juga konglomerat yg baik, meskipun lebih sedikit :p . Ini forum dialog . Saya justru minta ‘'bantuan’' para member ksc yg baik-baik, bagaimana supaya kita lebih makmur yg benar, dengan tetap menjunjung moral dan etika… CMIIW :peace:
Multi Quote Quote
FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks) THINK OUT OF THE BOX ! Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif. Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb.? WOW! No Limit. Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modal usaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst).Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah 10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom"setelah bekerja hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp.9 juta/bulan!!! Becak ke-1 : ==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp.60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp.30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp.30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp.12 juta/unit. Becak Ke-2 : ==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga. Becak Ke-3 : ==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4. Becak Ke-4 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-5 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-6 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-7 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-8 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-9 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi. Becak Ke-10 : ==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi. Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10 becak- nya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp.300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA. =================== Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah? Buanyyaaak sekali. ===================== Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan…. THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi. Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb." Contoh : Ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst. KUNCI UTAMA LAINNYA adalah : Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untuk menghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudah cukup besar, barulah hidup bersenang2. ===================== Mari berhitung matematika … Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini,mana yang Anda pilih? 1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp.100 juta. 2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan. Pilih mana ???? Jawabannya : Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp.2,4 Milyar Option II : Bulan ke-1 : Rp. 1000 2. 2000 3. 4000 4. 8000 5. 16,000 6. 32,000 7. 64,000 8. 128,000 9. 256,000 10. 512,000 11. 1,024,000 12. 2 juta 13. 4 juta 14. 8 juta 15. 16 juta 16. 32 juta 17. 64 juta 18. 128 juta 19. 256 juta 20. 512 juta 21. 1 milyar 22. 2 milyar 23. 4 milyar 24. 8 milyar Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR!!! Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Eintein seperti rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst. Tetapi tidak diajarkan bahwa "kekuatan duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan." :hug:
Multi Quote Quote
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz (ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experience) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global seperti Pepsi, dst. Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang…. . Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang "mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C.Smith. Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom". Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia…… Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom" walaupun hanya di kelas regional saja…. ================== Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas). Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang… [-o<
Multi Quote Quote
Hmm, setuju kemakmuran tidak bisa dibeli ? Karena kemakmuran ada beberapa aspek : 1. sehat 2. agama/kepercayaan –> memeberikan ketenangan 3. keluarga bahagia 4. duit 5. membantu sesama dalam hal materi 6. perasaan dihargai Sepertinya itu aspek 6 tahap yang bisa dibilang tahapnya urutan dari nomer 1 sampai 6 … Jika ditanya lebih pilih mana ? sakit sakitan terus, sakit gigi, sakit perut, sakit jantung, sakti tekanan TAPI punya duit BUANYAK atau SEHAT ? Jabawan nya pasti sehat … Kalau ditanya lagi pilih mana duit banyak tapi hati selalu tidak tenang … gelisah terus karena duitnya didapat dengan MERAMPOK dan dikejar POLISI atau KPK karena tidak sesuai dengan AGAMA/kepercayaan atau pilih sedang saja cukup makan tetapi hati tenteram … Jawabannya pasti pilih cukup makan dan hati tenteram Kalau ditanya lagi pilih mana keluarga hancurmisal CERAI dan anak kita rusak TETAPI duit banyak atau sekedar cukup makan tetapi ISTRI dan anak kita happy Pasti pilihannya keluarga dulu … agar tidak cerai dan anak happy Kalau ditanya lagi pilih mana membantu sesama tetapi tidak duit untuk pribadi tidak ada, sorry sepertinya semua orang juga pilih duit dahulu baru bisa membantu sesama … mana mungkin bisa membantu beri uang kalau kita sendiri tidak ada uangnya dstnya … Jadi sebenarnya duit bukan urutan nomer 1 kan ?? smile : smile Tapi tidak punya duit memang tidak bisa apa-apa … intinya duit secukupnya NAH tiap orang batasan cukup itu relatif .. Ada yang cukup itu makan restoran tiap hari Ada yang cukup itu makan luar tiap hari biarpun di warung Ada yang cukup itu makan di rumah selalu mewah 4 sehat 5 sempurna Ada yang cukup itu makan di rumah yg poenting 3 x sehari Ada yang cukup itu cuma makan di rumah sehari 2 kali denga cuma nasi dan sayur —> ini pun juga sehat . seminggu sekali beli ayam dan daging Jadi pilihlah sesuai kecukupan menurut kita masing masing definisinya apa agree… :applause:
Multi Quote Quote
Hmm… :-? Merenungkan cerita dan umpan balik di atas, mungkin kuncinya ini adalah BERMENTAL PENGUSAHA : 1. Love what you Do Mau jadi tukang becak atau pengusaha ‘'gila’' kita harus mencintai apa yang kita lakukan. Bukan sekedar melakukan apa yang kita cintai. Sekarang yang di depan mata ‘'pekerjaan saham’'… so… love it! Observe it. Explore… 2. Work hard . Tekun bekerja… 3. Patience Hidup hemat, investasikan / tabung kelebihannya. 4. Responsible Ikut ‘'memakmurkan’' bawahan, rekan bisnis
Multi Quote Quote
HEHEHE … Bagus juga analoginya tukang becak, saya sih setuju analoginya, tetapi apabila secara praktek mungkin tidak bisa seperti itu hitungan tidak bisa seperti deret mutiply terus … becak kan juga dibatasai areanya … kalau semua usaha becak siapa yang naik ? tapi inti nya sih memang bagus … Kalau saya sih ada pendapat "Winner never quit" the difference from the looser is 1. Winner try once more when they fail 2. Selalu belajar dari kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi <– ini kenayakan orang yang tidak belajar 3. Money Management
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...