SAHAM PERBANKAN

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membagikan dividen sebesar Rp 122 miliar dari laba bersih tahun buku 2008 atau setara dengan Rp 8 per saham. Dana sebesar itu merupakan 10 persen dari total laba bersih Rp 1,22 triliun. Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama BNI Gatot Suwondo usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (27/5/2009). "Sisa laba bersih sebesar Rp 803,52 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perseroan," katanya. Dividen tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang ditarik pada tahun sebelumnya sebesar Rp 449 miliar atau 50 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2007 senilai Rp 898 miliar. Rincian lain penggunaan laba bersih tersebut antara lain, Rp 12,25 miliar digunakan untuk program kemitraan, Rp 36,67 miliar untuk program bina lingkungan, Rp 122,25 miliar untuk cadangan dalam memenuhi pasal 70 ayat 1 UU No 40 tahun 2007 dan Rp 125,57 miliar untuk cadangan yang telah ditetapkan penggunaannya. (ang/ir)
Multi Quote Quote
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Olly Dondokambey mempertanyakan kenaikan gaji direksi bank milik negara pada tahun ini, sementara rencana dividen untuk pemerintah diturunkan untuk mengantisipasi kondisi ekonomi 2009. "Kita perlu pertanyakan lagi, kenapa mereka menaikan gaji direksi di saat seperti ini, kita akan panggil lagi nanti," katanya di Jakarta, Jumat. Gaji tiga direksi Bank BUMN yaitu Bank BNI, Bank BRI dan Bank BNI naik. Untuk direktur utama ketiga bank tersebut, gajinya dinaikkan sebesar 11,06 persen. Kenaikan gaji tersebut diberlakukan mulai 1 Januari 2009. Direktur Utama Biro Riset Info Bank, Eko B Supriyanto menilai kenikan gaji di tengah krisis saat ini tidaklah bijaksana. "Apalagi, pembagian dividen mereka turun. Untuk kenaikan gaji 11,06 persen, saya kira tidak sesuai dengan inflasi. Laju Inflasi tahun ini kan diperkirakan cuma lima persen," katanya. Sementara itu, Presiden Direktur Centre for Banking Crisis Achmad Deny Daruri mengecam tindakan menaikkan gaji direksi bank BUMN itu. Menurut Deny, selain kondisi perekonomian saat ini yang masih dalam keadaan perlambatan, peningkatan tersebut juga tidak mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat.
Multi Quote Quote
Ada distribusi di BMRI, semoga saya salah Salam
Multi Quote Quote
benar kok..tool saya mendeteksi demikian
Multi Quote Quote
Bank akan menhalangi laju ihsg
Multi Quote Quote
Bank akan menhalangi laju ihsg Jadi yg membuat IHSG nya laju, apaan neh om Kalong ???? smile smile smile
Multi Quote Quote
Bank akan menhalangi laju ihsg Jadi yg membuat IHSG nya laju, apaan neh om Kalong ???? smile smile smile Truba..he..he… smile smile Dan Om Bakrie smile smile
Multi Quote Quote
Jwb kalong sih pasti TRUB, DEWA, BNBR :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
Jwb kalong sih pasti TRUB, DEWA, BNBR :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: :rofl: bmtr, ciputra, itmg,elsa…untuk naikkan devisa kalong :rofl: :rofl: :rofl: :rofl:
Multi Quote Quote
banking dan asii kurang ajar ya, saham lain belum naik dia naik duluan, skr saham lain naik, belum pada jualan dia udah mau turun, kalau naik barengan indeks melaju buat org takut beli, kalau turun juga barengan jadi indeks merah orang juga takut beli, bener-bener……….. banking dan asii dikeluarin aja dari itungan indeks gimana?
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...