BI rate naik 0.25 % jadi 8.25%(dampak buruk bagi BEI

ancur nich index kena BI rate ama harga oil hehhhe
Multi Quote Quote
:rofl:
Multi Quote Quote
ancur nich index kena BI rate ama harga oil hehhhe Kesempatan dapat harga murah :smile)
Multi Quote Quote
ancur nich index kena BI rate ama harga oil hehhhe Kesempatan dapat harga murah :smile) Always look at the bright side ya Bu……… @};- @};- @};-
Multi Quote Quote
Yang ancur ga sendirian semua negara jg mengalami kok
Multi Quote Quote
Bukannya kenaikan BI Rate justru di sukai oleh asing?
Multi Quote Quote
Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat bulanan di Jakarta, Selasa (6/5) memutuskan menaikkan BI Rate 25 basis poin atau 0,25% menjadi 8,25%. Deputi Senior Gubernur BI, Miranda Goeltom mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mencermati dan mempertimbangkan perkembangan serta prospek ekonomi global, regional dan domestik. Miranda mengatakan, tekanan inflasi semain kuat terutama bersumber dari berbagai faktor eksternal terkait dengan peningkatan harga komoditas di pasar internasional dan faktor internal terkait masih tingginya konsumsi barang non-pangan. Ia mengatakan, inflasi April 2008 tercatat sebesar 0,57% dibandingkan bulan sebelumnya atau 8,96% secara tahunan, April 2008 dibanding April 2007. Menurutnya, angka tersebut meningkat cukup tinggi dibandingkan Maret 2008 sebesar 8,17%. Di sisi inflasi inti, tekanan inflasi yang kuat dipengaruhi oleh peningkatan ekspektasi masyarakat yang bersumber dari peningkatan harga komoditas di pasar dunia dan ekspektasi pasar akan kenaikan harga BBM Nilai tukar rupiah pada April 2008, menurut Miranda, sedikit melemah terkait dengan pesimisme terhadap ekonomi global dan tingginya harga minyak dunia. Secara rata-rata rupiah melemah 0,37% menjadi Rp9.209 per dolar dibandingkan Rp9.174 per dolar AS. Namun menurut Miranda fluktuasi rupiah masih terjaga seperti tercermin dari tingkat volatilitas yang menurun menjadi 0,2%. Sedangkan cadangan devisa pada akhir April 2008 mencapai US$58,8 miliar atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Di tengah tekanan ekonomi global, ketahanan sistem perbankan masih terjaga, seperti ditunjukkan dengan petumbuhan kredit perbankan pada Maret 2008 sebesar Rp34,2 triliun menjadi Rp1.080,1 triliun," papar Miranda. Pada periode yang sama, kenaikan kredit dalam setahun menjadi 28,1% dari 26,6%, sementara NPL (non performing loan) gross dan net turun menjadi 4,78% dan 2,1%. Sementara itu, DPK (dana pihak ketiga) kembali turun tipis menjadi Rp1.466,2 triliun dan menyebabkan LDR naik menjadi 73.7%. "Ke depan, tantangan terhadap stabililitas ekonomi masih cukup berat apabila peningkatan harga komoditas internasional dan risiko anjloknya ekonomi dunia masih berlanjut. BI senantiasa berkomitmen untuk mengendalikan inflasi melalui kebijakan BI Rate, pengendalian volatilitas nilai tukar, penyerapan ekses likuiditas, dan optimilisasi operasi pasar terbuka," tuturnya.
Multi Quote Quote
saatnya cuci gudang
Multi Quote Quote
inilah omongan tusuk-cabut sebentar ngomong naik- sebentar turun masih ingatkah anda SBY-JAKA bilang minyak subsidi tak naik kenyataan sekarang bakal naik dan menimbulkan kecemasan dan bunga BI budiono bilang tidak naik kenyataannya naik memang omongan sekarang tidak bisa dipegang sebentar omong A dan diubah jadi B itulah jadinya
Multi Quote Quote
UDAH KEPEPET, BRO! :klelep:
Multi Quote Quote
Sign up or Sign in to create a reply.

Recent Updates


Loading...