Bursa Sore: Regulasi Ketat China Jungkirkan Market Asia, IHSG Naik Tipis

Bursa Sore: Regulasi Ketat China Jungkirkan Market Asia, IHSG Naik Tipis

Posted by Written on 26 July 2021


Ipotnews IHSG bergerak melandai pada akhir perdagangan hari Senin (26/7) tetapi bertahan di zona aman. Indeks ke zona hijau menguat tipis 0,08 persen (+4 poin) ke posisi 6.106. Laju IHSG terhambat seiring pelemahan saham-saham bank papan atas.

Indeks LQ45 -0,46% ke 841.

Indeks IDX30 -0,40% ke 449.

Indeks IDX80 -0,38% ke 121.

Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,24% ke 540.

Indeks Kompas100 -0,42% ke 1.067.

Indeks Sri Kehati -0,95% ke 316.

Indeks SMInfra18 +1,88% ke 291.

Saham Paling Aktif: BABPBGTGAGROZYRXMARIANTM, TOWR

Saham Top Gainers LQ45: TOWRUNTRJSMRCPININCOPTBAICBP

Saham Top Losers LQ45: MIKABBNIBBCAACESERAATBIGBBRI

Nilai transaksi Rp11,22 triliun. Volume perdagangan sebanyak 219,29 juta lot saham. Investor asing net sell Rp243,21 miliar.

Rupiah bergerak menguat 0,07 persen terhadap USD ke kevel Rp14.482 (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia tergelincir pada perdagangan hari Senin (26/7). Pelaku pasar mencemaskan pengetatan regulasi yang menjungkalkan pasar saham China. Di sisi lain kinerja emiten USA yang kuat menyedot dana dari emerging market ke Wall Street.

Indeks saham blue chips China, CSI300 turun 4,4 persen, koreksi paling buruk setahun terakhir. Sektor saham pendidikan dan properti terimbas peraturan ketat yang diterapkan pemerintah China.

"Ekonomi China dan khususnya sistem keuangannya akan menghadapi risiko signifikan dalam beberapa bulan mendatang karena tindakan pengetatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diterapkan pada sektor properti," ungkap tim riset Nomura.

Lebih dari 1/3 emiten dalam Indeks S&P 500 akan merilis kinerja laba kuartalan pada pekan ini di antaranya Facebook Inc, Tesla, Apple Inc, Alphabet Inc, Microsoft Corp dan Amanzon.com. Lebih dari 1/5 emiten S&P 500 telah merilis kinerja laba, 88 persen di antaranya mengalahkan ekspektasi analis. Fund manager global telah menggelontorkan lebih dari USD900 miliar dana ke pasar USA per semester I 2021.

The Fed menggelar meeting pada Selasa dan Rabu pekan ini. Diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan. Chairman the Fed Jerome Powell kemungkinan akan ditekan untuk mengklarifikasi seperti apa kemajuan substansial pasar tenaga kerja.

Regulasi oleh pemerintah China menekan saham tekno. Di sisi lain pertemuan puncak antara China dan USA dimulai dengan awal yang sengit. Indeks

Hang Seng di bursa Hong Kong turun 4,13 persen ke level 26.192 terburuk se-regional.
Raksasa teknologi asal China Tencent yang listing di bursa Hong Kong turun 7,72 persen. Alibaba turun 6,38 persen. Meituan turun 13,76 persen. Indeks Hang Seng Tech turun 6,57 persen.
Regulator anti monopoli di China memerintahkan Tencent untuk menyerahkan lisensi musik eksklusifnya dan menjatuhkan denda atas perilaku anti persaingan usaha. Hal ini menandai perkembangan lain dalam kebijakan keras Beijing yang sedang berlangsung terhadap raksasa internet domestiknya.
Saham bidang pendidikan yang terdaftar di bursa Hong Kong juga jatuh karena otoritas China juga meningkatkan pembatasan pada sektor tersebut. Saham New Oriental Education and Technology Group, Koolearn Technology dan China Bestudy Education Group semuanya melemah lebih dari 30 persen. Wakil Menlu China mengatakan hubungan kedua negara sekarang dalam jalan buntu dan menghadapi kesulitan serius.
Market China melemah di akhir sesi. Indeks Shanghai Composite turun 2,34 persen ke 3.467 dan Indeks Shenzhen Component urun 2,646 persen ke 14.630.
Indeks Kospi di bursa saham Korsel, turun 0,91 persen ke 3.224. Indeks S&P/ASX200 di bursa saham Australia melandai ke level 7.394.
Sementara itu Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang menguat 1,04 persen ke 27.833 pasca aktif kembali usai libur. Indeks Topix naik 1,11 persen ke 1.925. MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) melemah 2,15 persen.
Indeks dolar AS flat ke posisi 92,864 dari level sebelumnya di posisi 92,8.
Kurs yen landai ke posisi ke 110,18 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat ke posisi $0,7335 dari sebelumnya di $0,732.

Bursa Eropa
Market saham Eropa di zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (26/7) pagi waktu setempat, melacak kekurangan sentimen global seiring investor memantau rilis kinerja laba emiten dan mengarahkan fokus ke pertemuan penting the Fed.
Indeks DAX (Jerman) -0,75% ke level 15.551.
Indeks FTSE (Inggris) -0,50% pada posisi 6.992.
Indeks CAC (Perancis) -0,71% ke level 6.521.

Minyak
Harga minyak melemah pada perdagangan sesi sore hari Senin (26/7) di pasar komoditas Asia seiring kekhawatiran demand terhadap BBM akibat penyebaran varian virus covid-19. Banjir di China mengimbangi ekspektasi pengetatan pasokan hingga akhir tahun.
Minyak WTI turun 96 sen ke posisi harga USD71,11 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 95 sen ke harga USD73,15 per barel.

(cnbc/idx/bloomberg)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author