Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, IHSG Konsolidasi

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, IHSG Konsolidasi

Posted by Written on 26 July 2021


Ipotnews - Awali pekan terakhir Juli, Senin (26/7), bursa saham Asia dibuka cenderung menguat, melanjutkan tren positif pada akhir sesi perdagangan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street pekan lalu. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang dibuka sedikit bertambah 0,04%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,28%. Indeks berlanjut menguat 0,24% (17,60 poin) ke posisi 7,412,00, pada pukul 8:15 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka lebih tinggi 0,1%, namun berbalik melemah 0,19% ke posisi 3.248,18.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 1,55% (427,47 poin) ke level 27.975, 28 setelah mengakhiri libur panjang akhir pekan lalu dengan dibuka melompat 1,72%, Topix juga melonjak 1,7%.

Indeks Hang Seng Index, Hongkong dibuka melorot 1,82% (-496,25 poin) ke level 26.825,73, pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dbuka turun 0,35%, menjadi 3.538,01.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah mengakhiri pekan lalu dengan menurun 0,58% ke level 6.101. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,70% menjadi USD20,21.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan pelemahan di rentang konsolidasi. Namun secara teknikal, IHSG masih akan berada dalam momentum  bullish  jika mampu mempertahankan posisi di atas level 6.100.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk i IHSG . Sementara itu keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus dengan mulai melonggarkan beberapa aturan berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  support  di level 6,060 dan  resistance  di level 6,140.

Beberapa ekuitas yang dicermati antara lain;

  • Saham : AKRA (Buy). Support: Rp3,430, Resist: Rp3,570, TBIG (Buy). Support: Rp3,130, Resist: Rp3,230, 

    PTBA (Buy on Weakness). Support: Rp2,190, Resist: Rp2,270, TLKM (Buy on Weakness). Support: Rp3,130, Resist: Rp3,220.

  • ETF : XCLQ (Buy on Weakness). Support Rp87, Resist: Rp89, XIID (Buy on Weakness). Support: Rp457, Resist: Rp467, XPLQ (Buy on Weakness). Support: Rp422, Resist: Rp432.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan, dengan mencatatkan rekor penutupan tertinggi indeks Dow Jones. Optimisme kinerja laba emiten dan sinyal kebangkitan ekonomi memicu minat investor terhadap aset berisiko. Pelaku pasar menunggu rapat kebijakan The Fed dan rilis kinerja sejumlah emiten papan atas, pekan ini. Imbal hasil US Treasury 10 tahun, naik menjadi 1,281%, dari 1,13% pada awal pekan lalu.

Sebanyak 120 emiten S&P 500 telah menyampaikan rilis kinerja laba kuartal II, 88% diantaranya mengalahkan ekspektasi. Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, hanya sektor energi yang melemah. Jasa komunikasi melonjak 2,7%. Facebook melejit 5%. Twitter Inc. dan Alphabet melonjak 3,0%. Snap Inc. melambung 23,8%. Moderna Inc melesat 7,8%, American Express melompat 1,3%. Saham Intel Corp anjlok 5,3%.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,68% (238,2 poin) menjadi 35.061,55.

  • S&P 500 melaju 1,01% (44,31 poin) ke posisi 4.411,79.

  • Nasdaq Composite melompat 1,04% (152,39 poin) ke level 14.836,99.
Bursa saham utama Eropa menutup pekan lalu juga dengan membukukan kenaikan. Indeks STOXX 600 mencatatkan rekor tertinggi penutupan, seiring optimisme terhadap rilis kinerja laba emiten serta janji bank sentral Eropa (ECB) untuk melanjutkan dukungan moneter. Indeks PMI  flash  periode Juni menunjukkan aktivitas bisnis zona euro meningkat dengan kecepatan tertinggi sejak lebih dari dua dekade. Penjualan ritel Inggris naik 0,5% pada Juni lalu, namun indeks PMI  flash  periode Juli turun 57,7 dari 62,2 di Juni lalu.

Fokus perhatian investor pekan ini akan tertuju pada hasil rapat kebijakan The Fed. Indeks STOXX 600 melaju 1,09% menjadi 461,51, atau melonjak 1,5% secara mingguan, kenaikan mingguan terbesar sejak Mei. Sektor otomotif melejit 2,5%. Daimler dan Valeo (emiten suku cadang mobil dari Perancis), melesat 5,5%., dan 6%. Fairecia dan Continental AG melonjak sekitar 3%. Saham Rafale Dessault Aviation meningkat 4,5%. Vodafone, Inggris menguat 2,4%.

  • DAX 30 Jerman melompat 1,00% (154,75 poin) ke posisi 15.669,29.

  • FTSE 100 Inggris melaju 0,85% (59,28 poin) menjadi 7.027,58.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,35% (87,23 poin) ke level 6.568,82.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York ditutup sedikit menguat pada akhir pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan kedua, jelang rapat kebijakan The Fed, pekan ini. Sejumlah analis mempertanyakan apakah reli dolar bakal kehilangan momentum. Minat berisiko mendorong kenaikan saham AS di tengah aksi jual di obligasi pemerintah.

Posisi dolar AS di antara investor jangka pendek hingga 20 Juli telah berbalik ke posisi beli bersih untuk pertama kalinya sejak Maret 2020. Euro mendatar kendati aktivitas bisnis zona euro, Juli, berkembang pada laju bulanan tercepat dalam lebih dari dua dekade. Indeks dolar (indeks DXY), yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju menguat 0,1% menjadi 92,873, setelah ditutup naik 0,6% pekan sebelumnya.


Kurs spot dolar

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.17710.000.00%
Poundsterling (GBP-USD)1.3748-0.0020-0.15%
Yen (USD-JPY)110.55000.41+0.37%
Yuan (USD-CNY)6.48130.0106+0.16%
Rupiah (USD-IDR)14,492.5010.00+0.07%

Sumber : Bloomberg.com, 23/7/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pekan lalu ditutup cenderung stagnan. Brent berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 0,4%. Harga minyak jatuh pada awal pekan di tengah kekhawatiran dampak pada ekonomi dan permintaan minyak akibat lonjakan kasus varian DeltaCovid-19 di AS, Inggris, Jepang, dan negara lain.

Namun pertumbuhan permintaan diperkirakan akan melebihi pasokan setelah kesepakatan OPEC + untuk menambah kembali suplai sebanyak 400.000 bph setiap bulan mulai Agustus. Persediaan minyak mentah AS naik 2,1 juta barel pekan lalu, tetapi stok di titik pengiriman minyak mentah Cushing, Oklahoma mencapai level terendah sejak Januari 2020.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 31 sen (0,4%) menjadi USD74,10 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 16 sen (0,2%) menjadi USD72,07 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan penguatan dolar dan imbal hasil US Treasury, di tengah lonjakan pasar ekuitas. Harga emas batangan turun 0,7% sepanjang pekan lalu, terpengaruh oleh meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan kasus virus korona varian delta. Investor keluar dari emas sebagai aset  safe haven , seiring kembalinya minat berisiko.

Pasar menunggu hasil rapat kebijakan The Fed , setelah Bank Sentral Eropa menjanjikan untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk beberapa waktu, Kamis lalu. Harga logam berharga lainnya; perak turun 1,2% menjadi USD25,16 per ounce, platinum tergelincir 3% menjadi USD1.059,76, dan paladium melorot 1,7% menjadi USD2.672,76.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.800,72 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS melemah 0,2% menjadi USD1.801,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author