Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Laju IHSG Hadapi Risiko Pelemahan

Bursa Pagi: Global-Regional Memerah, Laju IHSG Hadapi Risiko Pelemahan

Posted by Written on 19 July 2021


Ipotnews - Membuka pekan keempat Juli, Senin (19/7), bursa saham bergerak melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang dibuka melemah 0,27%. Investor mengamati pergerakan harga minyak setelah OPEC + mencapai kesepakatan untuk mengurangi secara bertahap pemotongan produksi minyak 5,8 juta bph pada September 2022, mulai Agustus nanti.

Harga minyak pada pembukaan pasar Asia melorot sekitar 0,8%, dan saham emiten perminyakan Asia berguguran. Beach Energy, Australia turun 0,58%, Inpex, Jepang anjlok 2,22%, Japan Petroleum Exploration tergerus 3,14%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,5%. Indeks berlanjut anjlok 1,15% (-84,50 poin) ke level 7.263,60 pada pukul 8:00 WIB.

Indeks Kospi,Korea Selatan, dibuka melorot 0,73% dan berlanjut merosot 0,90% menjadi 3.247,30.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menukik 1,11% (-311,05 poin) ke posisi 27.692,03, setelah dibuka drop 1,1% dan Topix merosot 0,86%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,78% (-218,14 poin) ke posisi 27.786,54 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite,, China melemah 0,25% menjadi 3.530,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang memerah, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan kenaikan 0,43% ke level 6.073. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melaju 0,60% ke posisi USD20,24.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berusaha melanjutkan tren penguatan, namun berisiko melemah terbatas karena sentimen negatif di dalam negeri.

Tim Riset Indo Premier berpendapat,terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring kembali munculnya kekhawatiran akan inflasi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu optimisme percepatan program vaksinasi nasional, naiknya sebagian besar harga komoditas, dan turunnya kasus baru Covid-19 dalam tiga hari terakhir berpeluang menjadi sentimen positif.

IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6,035 dan  resistance  di level 6,115. Beberapa ekuitas yang dicermati, antara lain;

  • Saham : CTRA (Buy). Support: Rp920, Resist: Rp960, LSIP (Buy). Support: Rp1,085, Resist: Rp1,125, 

    TINS (Buy). Support: Rp1,670, Resist: Rp1,720, TBIG (Buy on Weakness). Support: Rp3,240, Resist: Rp3,330.

  • ETF : XBLQ (Buy). Support Rp426, Resist: Rp434, XISC (Buy). Support: Rp629, Resist: Rp643, 

    XMTS (Buy). Support: Rp406, Resist: Rp416.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup memerah, terbebani oleh penurunan saham teknologi. Kekahwatiran inflasi membayangi data penulan ritel yang kuat. Indeks sentimen konsumen AS, Juli, di posisi 80,8, turun dari bulan sebelumnya di 85,5. Ekpektasi inflasi meningkat, konsumen meyakini kenaikan harga hingga 4,8% tahun depan. Data penjualan ritel AS di Juni  rebound  0,6%, lebih tinggi dari ekspektasi 0,4%. Investor juga mengkhawatirkan peningkatan kasus virus korona varian Delta

Secara mingguan S&P 500 dan Dow Jones turun sekitar 1% dan 0,5%, Nasdaq tergerus 1,9%. Indeks sektor teknologi S&P 500 menyusut hampir 1%, sektor energi terperosok hampir 3%. Sektor utilitas naik 1%, sektor real estat naik tipis 0,1%. Saham Amazon dan Apple turun lebih dari 1%. Nvidia anjlok 4,2%. Moderna Inc melambung 10,3% ,Cintas Corp melaju 4,6%, Didi Global Inc turun 3,2%. Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line rontok sekitar 5%.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 0,86% (-299,17 poin) ke level 34.687,85.

  • S&P 500 turun 0,75% (-32,87 poin) menjadi 4.327,16.

  • Nasdaq Composite melorot 0,8% (0115,9 poin) ke posisi 14.427,24.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan melemah. Investor memantau data ekonomi, rilis kinerja laba emiten dan penyebaran varian delta virus Covid-19. Inflasi zona euro dikonfirmasi melambat pada Juni lalu. Harga konsumen naik 1,9% (YoY) setelah naik 2% pada Mei lalu. Beberapa negara Eropa dipaksa menerapkan kembali pembatasan sosial. Inggris berspekulasi dengan menghapus pembatasan mulai Senin ini, meskipun melaporkan 51.870 kasus Covid baru pada Jumat lalu.

Indeks STOXX 600 turun 0,32 menjadi 454,74, atau turun 0,7% secara mingguan, dipimpin kejatuhan harga saham sektor pertambangan sebesar 2,8%. Beberapa emiten mulai merilis kinerja laba. Saham Ericsson jatuh 9,4%, karena penurunan penjualan di pasar China. Saham perusahaan cloud computing Swedia, Sinch melambung 14,6%.

  • DAX 30 Jerman melorot 0,57% (-89,35 poin) ke posisi15.540,31.

  • FTSE 100 Inggris sedikit melemah 0,06% (-3,93 poin) di level 7.008,09.

  • CAC 40 Prancis turun 0,51% (-33,28 poin) menjadi 6.460,08.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan sedikit menguat, meski mencatat kenaikan mingguan 0,60%, terbesar dalam sebulan. Rilis data penjualan ritel AS memperlihatkan permintaan barang tetap kuat bahkan ketika pengeluaran beralih ke jasa, mendorong ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada kuartal kedua.

Namun survei sentimen konsumen AS turun tajam pada awal Juli, ke level terendah dalam lima bulan. Kekhawatiran inflasi merusak kepercayaan pada pemulihan ekonomi. Ketua The Fed Jerome Powell, Jumat mengulangi pernyataannya bahwa kenaikan inflasi AS kemungkinan akan bersifat sementara dan The Fed akan terus mendukung perekonomian. Indeks dolar (Indeks DXY) naik 0,11% menjadi 92,675.


Kurs spot dolar

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1806-0.0006-0.05%
Poundsterling (GBP-USD)1.3767-0.0062-0.45%
Yen (USD-JPY)110.070.24+0.22%
Yuan (USD-CNY)6.47920.0183+0.28%
Rupiah (USD-IDR)14,497.5015.00+0.10%

Sumber : Bloomberg.com, 16/7/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges mengakhiri pekan lalu dengan menguat. Namun harga minyak berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak Maret karena ekspektasi pasokan yang lebih besar. Harga Brent merosot 3,8% sepanjnag pekan lalu, dan WTI anjlok 5,1% (wow).

Arab Saudi dan UEA mencapai kompromi, membuka jalan bagi OPEC + untuk menyelesaikan kesepakatan peningkatan produksi. OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat tahun depan mendekati level sebelum pandemi, sekitar 100 juta bph, dipicu oleh pertumbuhan permintaan di AS, China dan India.

  • Harga minyak berjangka Brent naik 28 sen (0,4%), menjadi USD73,77 per barel.

  • Harga minyak berjangka WTI naik 39 sen (0,54%), menjadi USD72,01 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan melemah, tertekan penguatan dolar AS yang membukukan kenaikan mingguan yang kuat. Namun harga emas spot secara mingguan harga emas masih menguat 0,3%. Analis mengatakan, ketidakmampuan emas untuk mengambil keuntungan dari pelemahan imbal hasil riil AS menunjukkan kerentanan emas terhadap tekanan penurunan lebih lanjut.

Analis lain mengatakan, peningkatan permintaan fisik emas batangan, terutama dari China, dan pembelian bank sentral dapat membatasi penurunan logam mulia. Potensi lonjakan kasus varian Delta di AS bisa memaksa The Fed untuk tetap akomodatif lebih lama. Harga logam berharg lainnya; paladium anjlok 3,2% menjadi US2.644,20 per ounce, platinum tergerus 2,9% menjadi USD1.105,03, .perak turun 2,3% menjadi USD25,71.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD1.814,11 per ounce.

  • Haga emas berjangka AS melorot 0,8% menjadi USD1.815 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author