Bursa Sore: Rebound Ekonomi China Angkat Market Regional, IHSG Makin Lesu

Bursa Sore: Rebound Ekonomi China Angkat Market Regional, IHSG Makin Lesu

Posted by Written on 13 July 2021


Ipotnews - Penurunan signifikan sebesar 1,09 persen atau minus 67 poin mengantarkan IHSG ke zona pelemahan pada akhir perdagangan hari Selasa (13/7). Pelemahan IHSG makin dalam saat penutupan ke level 6.012.

Indeks LQ45 -1,08% ke 835.

Indeks IDX30 -1,07% ke 444.

Indeks IDX80 -1,07% ke 120.

Jakarta Islamic Indeks (JII) -0,97% ke 547.

Indeks Kompas100 -1,05% ke 1.065.

Indeks Sri Kehati -0,90% ke 314.

Indeks SMInfra18 -1,77% ke 277.

Saham Paling Aktif: BMHSBGTGEMTKFRENBACAAGROBABP

Saham Top Gainers LQ45: JSMRMIKAUNVRICBPBBRIHMSPINDF

Saham Top Losers LQ45: MDKAKLBFANTMADROASIIBMRIINCO

Nilai transaksi Rp11,15 triliun. Volume perdagangan sebanyak 207,25 juta lot saham. Investor asing net buy Rp211,49 miliar.

Rupiah bergerak menguat 0,20 persen terhadap USD ke level Rp14.463 (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia mengarah ke posisi terbaik saat sesi sore pada perdagangan hari Selasa (13/7) setelah indikator ekonomi China yang lebih baik dari estimasi serta rebound saham-saham tekno China berlanjut pasca Tencent mengamankan sejumlah kesepakatan penting persetujuan dari regulator,

Para investor bersiap pekan yang penting di antaranya dimulainya periode rilis kinerja emiten Q2 di USA, data inflasi dari beberapa negara serta testimoni Chairmant The Fed Jerome Powell. Testimoni ini akan dicermati sebagai sinyal potensi pengurangan stimulus di USA.

Pasar saham bangkit karena profit perusahaan konsumer, juga data terbaru menunjukkan ekspor negara tersebut tumbuh jauh lebih cepat dari estimasi di periode Juni seiring pulihnya demand pasar global.

"Neraca perdagangan China periode Juni telah terkelola melampaui estimasi yang mengindikasikan pemulihan pasca pandemi covid-19 memainkan asupan yang utuh," kata Kelvin Wong, analis di CMC Market. Menurut dia game changer untuk pasar saham Asia adalah pergeseran sikap para pengambil posisi kebijakan ekonomi China dari berhati-hati ke arah lebih pro pertumbuhan sebagaimana terindikasi dari pemangkasan 50 bps dana cadangan wajib bank pada Jumat pekan lalu yang mana benar-benar telah menambah likuiditas.

Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng menjadi motor penguatan regional setelah naik 1,7 persen. Sedangkan indeks utama di Tiongkok, Shanghai Composite naik 0,53 persen ke 3.566 dan Indeks Shenzhen Component menguat 0,183 persen ke posisi 15.189.

Ekspor China di periode Juni naik 32,2 persen (YoY). Data ini lebih tinggi dari perkiraan para analis yang disurvei oleh Reuters dengan perkiraan naik 23,1 persen. Sedangkan impor tercatat naik sebesar 36,7 persen (YoY) jauh di atas perkiraan naik sebesar 30 persen.
Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang juga ke zona hijau saat akhir sesi. Nikkei 225 naik 0,52 persen ke 28.718. Indeks Topix melaju 0,73 persen ke 1.967. Penguatan juga terjadi pada Indeks Kospi (Korsel). Kospi naik 0,77 persen pada posisi 3.271.
MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) melaju naik 0,9 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di pasar saham Australia stagnan ke level 7.332.
Indeks dolar AS drop ke posisi 92,256 dari level sebelumnya di posisi 92,7.
Kurs yen melemah ke posisi ke 110,31 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melaju naik ke posisi $0,7489 dari sebelumnya di $0,745.

Bursa Eropa
Pasar saham Eropa memburu katalis pada perdagangan hari Selasa (13/7) pagi waktu setempat. Para investor bersiap mengantipasi periode rilis kinerja emiten Q2 beberapa emiten bank papan atas di USA.
Indeks DAX (Jerman) -0,06 persen ke level 15.780.
Indeks FTSE (Inggris) +0,30 persen pada posisi 7.146.
Indeks CAC (Perancis) -0,06 persen di level 6.555.

Minyak
Harga minyak mendaki naik pada perdagangan sesi sore hari Selasa (13/7) di pasar komoditas Asia, berbalik arah dari pelemahan sesi sehari sebelumnya. Penguatan harga ini seiring pengetatan pasokan serta ekspektasi penurunan lebih lanjut persediaan minyak USA memberikan dukungan walaupun ketakutan atas penyebaran varian virus covid-19 membatasi penguatan harga.
Minyak WTI naik 0,5 persen ke posisi harga USD74,45 per barel. Sedangkan minyak Brent naik 0,5 persen ke harga USD75,52 per barel. (pkl 06.55 GMT).

(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author