Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Menghijau, IHSG Masih Berpotensi Menguat

Posted by Written on 13 July 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia hari ini, Selasa (13/7), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor menunggu rilis laporan keuangan emiten dan data ekonomi AS, di tengah ancaman meluasnya penyebaran varian Delta virus korona di seluruh dunia.

Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang dibuka menguat 0,1%. Pasar menunggu rilis data perdagangan China hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,25%. Laju indeks menguat 0,56% (41,10 poin) menjadi 7.374,60 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka meningkat 0,54%, dan bertambah menjadi 0,62% ke posisi 3.266,62.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,86% (246,97 poin) ke level 28.815,99, setelah dibuka naik 0,55%, dan Topix meningkat 0,57%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meningkat 0,65% (178,79 poin) ke posisi 27.694,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite,China relatif mendatar di level 3.547,59.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang menguat. IHSG ditutup meningkat 0,64% ke level 6.078 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,34% menjadi USD20,40.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan tren penguatan meski tetap tertahan di rentang konsolidasi. Secara teknikal, sejumlah indikator memperlihatkan pergerakan bullish indeks, setelah mampu menembus bearish trendline .

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks Wall Street seiring optimisme laporan keuangan emiten di kuartal dua tahun ini, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu lonjakan kasus baru yang mencatatkan rekor penambahan terbanyak dan terkoreksinya beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.

IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 6,040 dan  resistance  di level 6,120. 

Beberapa ekuitas yang dicermati, antara lain;

  • Saham : INAF (Buy). Support: Rp3,210, Resist: Rp3,330, INDF (Buy). Support: Rp6,500, Resist: Rp6,700, 

    BMRI (Buy on Weakness). Support: Rp5,700, Resist: Rp5,900, TINS (Buy on Weakness). Support: Rp1,545, Resist: Rp1,635.

  • ETF : XBNI (Buy). Support Rp912, Resist: Rp924, XILV (Buy). Support: Rp101, Resist: Rp103, 

    XIML (Buy). Support: Rp222, Resist: Rp226


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di level tertinggi, terangkat saham Tesla dan perbankan. Investor mencermati awal musim laporan keuangan kuartal kedua dan sejumlah data ekonomi. Fokus pekan ini juga akan tertuju pada serangkaian laporan ekonomi, termasuk data inflasi utama dan penjualan ritel AS. Chairman Federal Reserve Jerome Powell akan memberikan pandangan tentang inflasi di Kongres AS, Rabu dan Kamis.

Laba per saham kuartalan emiten S&P 500 di Juni diperkirakan meroket 66%, menurut data IBES dari Refinitiv. Indeks sektor keuangan, jasa komunikasi, dan real estat S&P 500 semua naik lebih dari 0,8%. Tesla melesat lebih dari 4%, mendongkrak S&P 500 dan Nasdaq. Indeks bank S&P 500 melonjak 1,3% menjelang laporan keuangan kuartalan. JPMorgan Chase meningkat 1,4% dan Goldman Sachs melonjak 2,3%, mengangkat Dow Jones.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,36% (126,06 poin) menjadi 34.996,18.

  • S&P 500 menguat 0,35% (15,08 poin) ke posisi 4.384,63.

  • Nasdaq Composite Index bertambah 0,21% (31,32 poin) ke level 14.733,24.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan menyentuh level tertinggi baru, didorong kenaikan berbasis luas. Namun kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi dan sebaran kasus varian delta virus korona masih mendominasi pasar. Indeks DAX 30 sempat menyentuh rekor tertingi baru 15.806,900. Indeks FTSE 100 naik tipis tertekan penurunan saham travel disertai kejatuhan saham energi dan material, di tengah penurunan harga minyak dan tembaga.

Indeks STOXX 600 naik 0,69% menjadi 460,83, setelah sempat mencapai 461,10. Real estat, utilitas, dan healthcare  melonjak antara 1,4% dan 1,6%. Namun  travel and leisure  anjlok 1,3%, maskapai penerbangan Inggris memimpin kejatuhan. Saham Daily Mail dan General Trust Plc melonjak 3,3%, Perusahaan periklanan outdoor Prancis, JCDecaux, melambung 10,1%. Grup konsultan IT Prancis, Atos longsor 17,9%.

  • DAX 30 Jerman meningkat 0,65% (102,58 poin) ke level 15.790,51,

  • FTSE 100 Inggris bertambah 0,05% (3,54 poin) di posisi 7.125,42.

  • CAC 40 Prancis naik 0,46% (29,83 poin) menjadi 6.559,25.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Laporan dari seluruh dunia tentang lonjakan infeksi varian Delta virus korona menekan selera investor untuk aset berisiko. Rilis data inflasi AS, hari ini, akan menjadi fokus jelang kesaksian Chairman The Fed Jerome Powell, Rabu dan Kamis. Investor menunggu lebih banyak petunjuk tentang pemulihan ekonomi global.

Poundsterling terjungkal, karena PM Inggris Boris Johnson diperkirakan akan menghapus pembatasan Covid-19 yang tersisa di Inggris mulai 19 Juli, meski ada lonjakan kasus Covid. Investor menyambut positif langkah bank sentral China untuk memangkas persyaratan rasio cadangan bank, namun mengkhawatirkan pemulihan ekonomi yang mulai kehilangan momentum. Indeks Dolar (Indeks DXY), naik 0,1% menjadi 92,264.


Kurs spot dolar

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1860-0.0001-0.01%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.38850.0002+0.01%7:29 PM
Yen (USD-JPY)110.34-0.03-0.03%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)6.4759-0.0031-0.05%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,492.50-35.00-0.24%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/7/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup turun. Pasar mengkhawatirkan penyebaran beberapa varian Covid-19 bisa menggagalkan pemulihan ekonomi global dan menekan permintaan bahan bakar. Pernyataan menteri keuangan G20, akhir pekan lalu, menyebutkan, ekonomi global terancam oleh penyebaran varian baru dan akses yang tidak setara ke vaksin

Tokyo memberlakukan kembali pembatasan terkait pandemi, kurang dari dua pekan sebelum kota itu menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Kegagalan OPEC + menyepakati rencana peningkatan output, meningkatkan risiko bahwa produsen akan meninggalkan kesepakatan dan memompa sesuka hati. Namun pasokan minyak mentah yang ketat membuat harga tidak jatuh lebih dalam.

  • Harga Brent pengiriman September, turun 39 sen (-0,5%) menjadi USD75,16 per barel.

  • Harga WTI pengiriman Agustus, turun 46 sen (-0,6%) menjadi USD74,10 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi juga berakhir turun, tertekan penguatan dolar. Investor menantikan rilis data inflasi AS yang diyakini dapat mempengaruhi  timeline tapering  The Fed. Laporan indeks harga konsumen AS akan dirilis Selasa dan Ketua The Fed akan bersaksi di depan Kongres, Rabu dan Kamis. Survei ekonom  Reuters  memperkirakan CPI inti AS naik 0,4% pada Juni.
Analis JP Morgan menyebutkan investor emas berhati-hati mengingat pandangan mereka tentang imbal hasil yang terus meningkat dan dolar akan tetap bergerak di sekitar level saat ini hingga akhir 2021. Harga logam berharga lainnya; perak naik 0,3% menjadi USD26,15 per ounce, paladium melompat 1,6% menjadi USD2.852,81, dan platinum meningkat 1,2% menjadi USD1.116,91.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.804,80 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS melemah 0,3% menjadi USD1.805,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author