Bursa Sore: Market Asia Lesu Seiring Pelemahan Yield Obligasi Global, IHSG Berjaya

Bursa Sore: Market Asia Lesu Seiring Pelemahan Yield Obligasi Global, IHSG Berjaya

Posted by Written on 09 June 2021


Ipotnews IHSG merayap naik pada akhir perdagangan hari Rabu (9/6) setelah bergerak dalam rentang sempat di sesi pagi. IHSG naik 48 poin (+0,80 persen) di level 6.047.

Indeks LQ45 +0,46% ke 898.

Indeks IDX30 +0,47% ke 481.

Indeks IDX80 +0,52% ke 128.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,26% ke 564.

Indeks Kompas100 +0,48% ke 1.121.

Indeks Sri Kehati +0,26% ke 343.

Indeks SMInfra18 +0,41% ke 307.

Saham Paling Aktif: AMRTBGTGAGROARTOBRISBRMSBBCA

Saham Top Gainers LQ45: MEDCMDKATBIGTPIAANTMINCOBMRI

Saham Top Losers LQ45: UNTRICBPITMGPGASGGRMKLBFWIKA

Nilai transaksi Rp12,68 triliun. Volume perdagangan sebanyak 263,99 juta lot saham. Investor asing net buy Rp229,10 miliar.

Rupiah bergerak melemah 0,02 persen terhadap USD ke kevel Rp14.255 (03.30 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar market saham Asia ke zona merah pada perdagangan hari Rabu (9/6). Yield obligasi USA turun ke posisi terendah dalam sebulan terakhir karena para investor berspekulasi the Fed mengerem stimulus ekonominya.

Yield obligasi USA tenor 10 tahun turun ke level 1,513 persen, ini adalah posisi terendah 1 bulan terakhir dan turun 1/4 poin persen dari posisi tertinggi 1,766 persen yang dicapai pada Maret.

Analis Nomura Securities Naokazu Koshimizu menilai karena pemulihan pasar lapangan pekerjaan di USA tertahan, wacana tapering the Fed tidak mungkin mendapatkan momentum. Jadi pelaku pasar yang telah berspekulasi pada kenaikan kurva yield melepaskan posisi mereka sementara beberapa investor juga sekarang melancarkan aksi beli guna mendapatkan laba.

Data payrolls USA pada Jumat pekan lalu menunjukkan lapangan pekerjaan tidak tumbuh secepat yang diperkirakan walaupun terdapat sinyal kekurangan tenaga kerja. Para analis mengatakan lebih banyak faktor pertumbuhan lapangan kerja yang kuat dibutuhkan the Fed untuk memulai wacana tapering. The Fed menyatakan kenaikan inflasi kuartal ini bersifat sementara dan tidak akan mengancam stabilitas harga.

Data inflasi tahunan USA yang akan dirilis pada Kamis pekan ini diperkirakan sebesar 4,7 persen dan inflasi inti naik sebesar 3,4 persen. Angka tersebut di atas target sebesar 2 persen.

Pasar saham Tiongkok melaju positif saat akhir sesi. Indeks Shanghai Composite naik 0,32 persen ke 3.591 dan Indeks Shenzhen Component naik tipis ke posisi 14.718. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,1 persen.

Data yang dirilis pemerintah China menunjukkan inflasi di tingkat produsen naik 9 persen di bulan Mei (YoY) atau lebih tinggi dari perkiraan sebesar 8,5 persen. Sedangkan inflasi di tingkat konsumen naik 1,3 persen (YoY), lebih rendah dari perkiraan sebesar 1,6 persen.
Pasar saham Jepang merosot lesu. Indeks Nikkei 225 turun 0,35 persen ke 28.860 dan Indeks Topix melemah 0,28 persen ke 1.957.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,29 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 melorot 0,31 persen ke 7.270. Indeks Kospi (Korsel) bergerak turun 0,97 persen ke 3.216.
Indeks dolar AS melandai ke 90,084 dari level sebelumnya di posisi 90.
Kurs yen drop tipis ke posisi ke 109,40 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,2.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat ke posisi $0,7752 dari sebelumnya di $0,773.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak variatif saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (9/6) pagi waktu setempat. Investor di bursa Eropa bersiap menanti rilis data inflasi USA pada hari Kamis pekan ini.
Indeks DAX (Jerman) -0,05% pada level 15.633.
Indeks FTSE (Inggris) -0,26% ke posisi 7.076.
Indeks CAC (Perancis) +0,10% di level 6.557.

Minyak
Harga minyak bertahan menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (9/6) di pasar komoditas Asia seiring kuatnya sinyal permintaan terhadap BBM. Sementara prospek kembalinya suplai Iran memudar karena Menlu USA mengatakan sanksi terhadap Teheran tidak mungkin dicabut.
Minyak WTI naik 0,4 persen per barel ke harga USD70,36 per barel. Minyak Brent naik 0,4 persen ke harga USD72,54 per barel. (pkl 06.40 GMT)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author