Bursa Siang: Investor Tunggu Data Inflasi Global, IHSG Ikut Pelemahan Market Regional

Bursa Siang: Investor Tunggu Data Inflasi Global, IHSG Ikut Pelemahan Market Regional

Posted by Written on 08 June 2021


Ipotnews IHSG tergelincir ke teritori pelemahan pada finis perdagangan sesi I hari Selasa (8/6). Konsisten di zona merah sejak awal, IHSG tumbang 0,74 persen (-45 poin) ke level 6.025.

Indeks LQ45 -0,85% ke 898.

Indeks IDX30 -0,83% ke 481.

Indeks IDX80 -0,96% ke 128.

Jakarta Islamic Indes (JII) -1,34% ke 567.

Indeks Kompas100 -0,97% ke 1.122.

Indeks Sri Kehati -0,68% ke 345.

Indeks SMInfra18 -1,16% ke 306.

Saham Paling Aktif: BHITBABPBCAPSRTGHOPEBRISBVIC

Saham Top Gainers LQ45: ITMGUNTRBTPSPTBAADROCPINASII

Saham Top Losers LQ45: BBCABBTNWIKACTRAMEDCJSMRPWON

Nilai transaksi Rp6,42 triliun. Volume perdagangan sebanyak 196,26 juta lot saham. Investor asing net sell Rp190,70 miliar.

Rupiah bergerak melemah tipis 0,01 persen terhadap USD ke kevel Rp14.266 (12.00 PM).


Bursa Asia

Sebagian besar pasar saham Asia bergerak melemah pada perdagangan sesi siang hari Selasa (8/6). Para investor menunggu lebih banyak katalis apakah pemulihan ekonomi dari tekanan pandemi akan memicu tekanan harga (inflasi) dan membahayakan kebijakan moneter yang longgar.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bergerak melemah. Para trader menunggu rilis data inflasi USA guna menilai tekanan harga dan ekspektasi bahwa the Fed makin dekat untuk memulai wacana tapering aset.

Volatilitas telah meredup di pasar saham global lalu terus melayang ke level tertinggi all time high (sepanjang masa) dan volatilitas lintas aset telah surut didukung pembukaan kembali aktivitas ekonomi dan dukungan bank sentral. Namun ada kekhawatiran seberapa lama ketenangan tersebut dapat bertahan mengingat otoritas moneter pada akhirnya mengurangi stimulus seiring pemulihan yang terjadi. Rilis indeks harga konsumen USA pada Kamis pekan ini akan menjadi indikator utama terakhir sebelum the Fed menetapkan suku bunga acuan pada akhir bulan ini.

"Dianjurkan memantau volatilitas market jangka pendek dan tetap pro terhadap risiko. Didasarkan pada keyakinan bahwa the Fed menghadapi tekanan yang sangat tinggi untuk mengubah posisi kebijakan pelonggaran moneternya," demikian kata Elga Bartsch, analis BlackRock Invesment Institute.

Market saham Jepang bergerak lesu. Indeks Nikkei 225 drop 0,19 persen dan Indeks Topix naik 0,1 persen. Data yang dirilis pemerintah Jepang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jepang turun 3,9 persen di kuartal Pertama atau membaik dari estimasi sebelumnya yang diperkirakan turun 5,1 persen.

Pelemahan juga terjadi di pasar saham Tiongkok. Indeks Shanghai Composite turun 0,51 persen dan Indeks Shenzhen Component turun 0,807 persen. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,35 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,26 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 melorot 0,1 persen. Indeks Kospi (Korsel) bergerak flat.
Indeks dolar AS menguat ke 90,062 dari level sebelumnya di posisi 89,955.
Kurs yen naik ke posisi ke 109,42 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat naik ke posisi $0,7742 dari sebelumnya di $0,768.

Minyak
Pelemahan harga minyak berlanjut pada perdagangan sesi pagi hari Selasa (8/6) di pasar komoditas Asia. Gerak rally ke level USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak Oktober 2018 tertahan.
Minyak WTI turun 0,8 persen per barel ke harga USD68,70 per barel. Minyak Brent melemah 0,8 persen ke harga USD70,94 per barel. (pkl 09.39 AM wkt SIngapura)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author