Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Melaju, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Melaju, IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Posted by Written on 08 June 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (8/6), dibuka  mixed,  melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham gobal dan regional yang bervariasi. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang menguat 0,1%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,22%, indeks berlanjut menguat tipis 0,03% (2,50 poin) menjadi 7.284,40 pada pukul 9:20 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit menguat di posisi 0,1%, dan menguat 0,18% menjadi 3.258,12.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,15% (43,39 poin) menjadi 29.062,63, setelah dibuka naik 0,26% dan Topix meningkat 0,3%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka bertambah 0,23% dan berlanjut naik 0,44% (126,39 poin) ke level 28.913,67. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,19% dan berlanjut naik 0,33% menjadi 3.611,58.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan menguat tipis 0,08% di posisi 6.069. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,67% menjadi USD22,36.

Beberapa analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi bertahan di zona hijau, terkonsolidasi dengan risiko sedikit melemah. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pergerakan dalam rentang konsolidasi wajar. bergerak di zona jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring sikap hati-hati investor menjelang data inflasi di bulan Mei diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya beberapa komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel, dan timah berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 6,030 dan  resistance  di level 6,110.

Beberapa yang direkomendasikan, antara lain:

  • Stocks: MDKA (Buy). Support: Rp2,640, Resist: Rp2,760, EXCL (Buy). Support: Rp2,550, Resist: Rp2,630, BMRI (Buy on Weakness). Support: Rp6,075, Resist: Rp6,200, INDF (Buy on Weakness). Support: Rp6,525, Resist: Rp6,675.

  • ETF : XCLQ (Buy on Weakness). Support: Rp93, Resist: Rp95, XIPI (Buy on Weakness). Support: Rp168, Resist: Rp172, XPLC (Buy on Weakness). Support: Rp423, Resist: Rp433.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup  mixed  cenderung melemah. Investor Wall Street menunggu berita tentang tarif pajak minimal perusahaan global, di tengah kekhawatiran inflasi yang masih menghantui, dan minimnya berita ekonomi penggerak pasar.Tujuh negara maju (G7), Sabtu, sepakat untuk mendukung tarif pajak minimum perusahaan global setidaknya 15%. Kubu Demokrat di DPR AS diprediksi berupaya untuk membawa RUU paket pengeluaran infrastruktur untuk dilakukan pengambilan suara secepatnya Rabu.

Sektor material dan industri turun terbesar, membebani laju S&P 500. Saham smallcaps  perkasa karena hiruk-pikuk investor ritel mendorong saham yang volume perdagangannya cukup eksplosif terkait aktivitas media sosial. AMC Entertainment Holdings melonjak 14,8%, memperpanjang kenaikan 85% pekan sebelumnya.

GameStop Corp, Blackberry Ltd, melesat antara 7% dan 14%. Saham Biogen Inc melambung 38,3% setelah berita bahwa FDA menyetujui pengobatan penyakit Alzheimer-nya. Operator pusat data QTS Realty Trust melejit 21,2%, Saham operator kapal pesiar, Royal Caribbean naik 0,4%, Carnival dan Norwegian Cruise Line melonjak 1,1% dan 3,1%.

  • S&P 500 melemah 0,08% (-3,37 poin) menjadi 4.226,52.

  • Dow Jones Industrial Average berkurang 0,36% (-126,15 poin) ke posisi 34.630,24.

  • Nasdaq Composite naik 0,49% (67,23 poin) ke level 13.881,72.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di teritori positif, Senin, meski ada kekhawatiran mengenai kenaikan inflasi. Investor global menantikan rilis data inflasi utama AS, Kamis nanti. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS April lalu meningkat 4,2% dari tahun sebelumnya, kenaikan tercepat sejak 2008. Jika data inflasi terus naik pada periode Mei,  trader  khawatir akan menyebabkan Federal Reserve mundur dari kebijakan moneternya yang sangat longgar. Investor global akan menilai konsekuensi kesepakatan negara-negara G-7 tentang reformasi pajak global, yang menyerukan perusahaan-perusahaan terbesar di dunia untuk membayar pajak setidaknya 15% atas laba mereka.

Indeks Stoxx 600 menguat 0,22% menjadi 453,56, dipimpin lonjakan harga otomotif sebesar 0,9%, sementara sektor sumber daya dasar anjlok 1,6%. Saham, penyedia jasa kantor bersama, IWG, merosot lebih dari 10% ke dasar Stoxx 600, setelah jatuh sebanyaknya 16% di awal sesi, menyusul peringatan penurunan tajam dalam keuntungan karena munculnya varian baru Covid-19.

  • FTSE 100 bertambah 0,12% (8,18 poin) menjadi 7.077,22.

  • CAC 40 Prancis naik 0,43% (27,90 poin)ke posisi 6.543,56.

  • DAX 30 Jerman melemah 0,10% (-15,75 poin) di level 15.677,15.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir lebih rendah, karena imbal hasil US Treasury menyusut, dan investor menunggu rapat bank sentral Eropa dan Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat, menimbulkan spekulasi bahwa pertumbuhan lapangan kerja tidak cukup kuat untuk meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun terakhir di posisi 1,569%, lebih rendah dari 1,628%, pada sesi Jumat lalu.

Investor mengatakan ada "beberapa risiko dolar akan reli", namun investor menunggu pertemuan Federal Reserve minggu depan. Pelaku pasar juga akan mencermati data inflasi AS pertemuan Bank Sentral Eropa, Kamis besok. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,21% menjadi 89,946.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.21910.0001+0.01%6:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.4179-0.0004-0.03%6:31 PM
Yen (USD-JPY)109.260.01+0.01%6:32 PM
Yuan (USD-CNY)6.39740.0022+0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,265.00-30.00-0.21%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 7/6/2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup melemah di tengah ekspektasi peningkatan permintaan dan produsen OPEC mempertahankan pembatasan pasokan. Analis mengutip adanya tekanan dari data China yang menunjukkan impor minyak mentah jatuh ke level terendah satu tahun pada Mei lalu.

Harga minyak mentah telah meningkat selama dua minggu, dengan Brent melonjak 38% tahun ini dan WTI melambung 43%, dibantu pemulihan dari gangguan permintaan terkait pandemi serta pembatasan pasokan oleh OPEC +. Analis memperkirakan harga minyak akan tetap naik, dengan kemunduran singkat, karena meningkatnya permintaan global menyusul keputusan AS dan Eropa untuk melonggarkan pembatasan Covid-19, sementara India telah mulai melonggarkan penguncian.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 40 sen menjadi USD71,49 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI menetap di posisi USD69,23 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi mempertahankan kenaikan, karena dolar melemah. Investor menunggu rilis data inflasi AS, untuk mendapat kejelasan tentang kemungkinan pengurangan langkah-langkah dukungan ekonomi Federal Reserve. Harga emas melesat lebih dari 1% pada sesi Jumat setelah laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Meski emas cukup  bullish,  komentar Menteri Keuangan AS tentang rencana pengeluaran USD4 triliun membatasi harga. Harga logam berharga lainnya; perak naik 0,4% menjadi USD27,88 per ounce, paladium turun 0,3% menjadi USD2.837,22 per ounce, sementara platinum meningkat 0,7% menjadi USD1.170,00 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.895,77 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi USD1.898,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author