Bursa Sore: Pasar Asia Terganjal Kehati-hatian Investor, IHSG Fluktuatif

Bursa Sore: Pasar Asia Terganjal Kehati-hatian Investor, IHSG Fluktuatif

Posted by Written on 07 June 2021


Ipotnews IHSG sukses bertahan di zona hijau saat akhir perdagangan hari Senin (7/6) setelah berfluktuatif sepanjang sesi. IHSG menguat tipis 4 poin ke level 6.069.

Indeks LQ45 -0,33% ke 906.

Indeks IDX30 -0,24% ke 485.

Indeks IDX80 -0,16% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,02% ke 575.

Indeks Kompas100 -0,45% ke 1.133.

Indeks Sri Kehati -0,58% ke 347.

Indeks SMInfra18 -0,08% ke 309.

Saham Paling Aktif: BABPBCAPKPIGMLPLBHITBRISBGTG

Saham Top Gainers LQ45: MNCNMIKAMDKATBIGEXCLTLKMAKRA

Saham Top Losers LQ45: WIKAPTPPUNVRTKIMSMRAINTPBBCA

Nilai transaksi Rp11,67 triliun. Volume perdagangan sebanyak 238,08 juta lot saham. Investor asing net buy Rp124,10 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat +0,21 persen terhadap USD ke level Rp14.266 (pkl 03.30 PM)


Bursa Asia

Pasar saham Asia berubah arah menjadi lesu pada perdagangan hari Senin (7/6) seiring ketangguhan data lapangan kerja USA yang jinak terkalahkan oleh kehati-hatian (pelaku pasar) menjelang rilis data inflasi. Sementara pandemi virus corona menyebabkan jumlah korban meningkat di Taiwan.

Data yang dirilis pemerintah China menunjukkan, impor negara tersebut naik terkuat dalam 10 tahun terakhir karena mengumbar beragam sumber daya di tengah kenaikan harga komoditas mulai dari tembaga hingga bijih besi.

Para investor mewaspadai bagaimana saham-saham papan atas sektor teknologi akan bereaksi terhadap kesepakatan G7 tentang tarif pajak perusahaan global minimal 15 persen.

Data lapangan kerja USA bulan Mei sebesar 559.000 meleset dari perkiraan. Tetapi masih melegakkan setelah di periode April melemah. Persentase pengangguran sebesar 5,8 persen menunjukkan jalan panjang untuk mencapai tujuan target penuh the Fed.

"Data itu tidak terlalu membawa kekhawatiran penurunan stimulus the Fed yang lebih cepat dan tidak terlalu mengkhawatirkan pula adanya prospek pemulihan (ekonomi)," kata analis dari NatWest Market, John Briggs.

Perhatian para pemdaol pekan ini akan beralih ke laporan inflasi USA pada hari Kamis. Data ini risikonya adalah angka yang naik lagi meskipun the Fed masih berpendapat lonjakan itu bersifat sementara.

Di bursa China, Indeks Shanghai Composite naik 0,21 persen ke 3.599 dan Indeks Shenzhen Component turun ke posisi 14.862. Indeks Hang Seng (Hong Kong) turun 0,55 persen. Ekspor China dalam mata uang dolar naik 27,9 persen di periode Mei (Yoy). Angka tersebut di bawah perkiraan para analis naik sebesar 32,1 persen.

Market saham Jepang berhasil menguat. Indeks Nikkei 225 naik 0,27 persen ke level 29.019 dan Indeks Topix naik 0,1 persen ke 1.960. Indeks Kospi naik 0,37 persen pada posisi 3.252.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,1 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 melorot 0,19 persen pada posisi 7.281.
Indeks dolar AS turun tipis ke 90,261 dari level sebelumnya di posisi 90,4.
Kurs yen naik ke posisi ke 109,55 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,1.
Nilai tukar dolar Australia bergerak menguat naik ke posisi $0,7734 dari sebelumnya di $0,768.

Bursa Eropa
Market saham Eropa tampak bersiap memulai perdagangan awal pekan, Senin (7/6) di zona negatif. Pasar saham Eropa merosot ke zona merah saat menit-menit awal setelah bergerak hati-hati menyusul sentimen yang serupa di mana-mana. Pasar Asia mixed karena investor bereaksi terhadap data perdagangan China periode Mei.
Indeks DAX (Jerman) -0,41% pada level 15.631.
Indeks FTSE (Inggris) -0,24% di posisi 7.052.
Indeks CAC (Perancis) -0,39% ke level 6.490.

Minyak
Harga minyak merosot pada perdagangan sesi sore hari Senin (7/6) di pasar komoditas Asia. Para investor menunggu hasil negosiasi kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat pada pekan ini. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan mendorong pasokan minyak.
Minyak WTI turun 52 sen per barel ke harga USD69,10 per barel. Minyak Brent melemah 66 sen ke harga USD71,23 per barel.

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author