Bursa Sore: Market Regional Tersendat Akibat Capital Outflow, IHSG Betah Menguat

Bursa Sore: Market Regional Tersendat Akibat Capital Outflow, IHSG Betah Menguat

Posted by Written on 03 June 2021


Ipotnews IHSG semakin betah di zona penguatan pada akhir perdagangan hari Kamis (3/5). Indeks saham domestik menguat 0,99 persen (+59 poin) ke level 6.091.

Indeks LQ45 +1,64% ke 919.

Indeks IDX30 +1,75% ke 491.

Indeks IDX80 +1,48% ke 131.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,05% ke 583.

Indeks Kompas100 +1,33% ke 1.148.

Indeks Sri Kehati +1,53% ke 353.

Indeks SMInfra18 +1,09% ke 311.

Saham Paling Aktif: BABPBCAPBGTGBBRIANTMBBCABMRI

Saham Top Gainers LQ45: ICBPCPINTOWRINKPJPFATKIMKLBF

Saham Top Losers LQ45: JSMRCTRASMRAUNTRITMGGGRMEXCL

Nilai transaksi Rp12,67 triliun. Volume perdagangan sebanyak 220,31 juta lot saham. Investor asing net buy Rp1,15 triliun.

Nilai tukar rupiah melorot 0,04 persen ke level Rp14.285 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Laju market saham Asia sedikit tersendat dan menetap di bawah level tertinggi 3 bulan terakhir. Pada perdagangan hari Kamis (3/6), market saham China sedikit melorot karena investor mempertimbangkan kekhawatiran inflasi menjelang rilis data penting ekonomi USA.

Sedangkan pasar saham regional secara lebih luas tetap mendekati rekor tertinggi. Momentum yang tampak di awal tahun telah surut karena investor mulai cemas rebound dari covid-19 yang lebih kuat dari perkiraan berarti inflasi yang lebih tinggi serta kebijakan moneter ketat akan diterapkan lebih cepat dari perkiraan.

Pasar saham Asia di bulan Mei mencatat capital outflow tertinggi dalam 14 bulan terakhir akibat lonjakan kasus covid-19 di regional tersebut dan juga karena tekanan inflasi yang meningkat merusak sentimen.

Data dari otoritas pasar modal Korsel, Taiwan, Filipina, Thailand, Vietnam, Indonesia dan India menunjukkan kombinasi net sell investor asing di bursa tersebut mencapai USD12,05 miliar. tertinggi sejak Maret 2020.

"Hengkangnya modal asing di bulan Mei dipicuoleh perbedaan alasan di tiap pasar tetapi ancaman secara umum adalah lonjakan pandemi covid19," kata Manishi Raychaudhuri , Analis dari BNP Paribas untuk kawasan Asia Pasifik seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan sebagai contoh di pasar Taiwan, Thailand dan India yang sedang menghadapi lonjakan kasus covid, aksi jual asing dilakukan untuk mengantisipasi penurunan konsumsi dan estimasi penurunan laba emiten.

Pasar saham Hong Kong paling melemah di market regional. Indeks Hang Seng merosot 1,2 persen.

Sementara itu pasar saham China finis di zona negatif. Indeks Shanghai Composite drop 0,36 persen ke 3.584 dan Indeks Shenzhen Component turun 0,651 persen ke level 14.761.
Data yang dirilis hari ini menunjukkan aktivitas sektor jasa China menguat di periode Mei. Indeks PMI sektor jasa kecil dan menengah ke level 55,1 atau lebih rendah dibanding periode bulan sebelumnya di posisi 56,3.
Adapun Indeks Nikkei 225 di pasar saham Jepang menguat 0,39 persen ke 29.058 dan Indeks Topix melaju naik 0,84 persen ke level 1.958. Market saham Korsel terkerek naik setelah Indeks Kospi melaju 0,72 persen pada posisi 3.247.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) menguat 0,23 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 merayap naik 0,59 persen ke level 7.260.
Indeks dolar AS menguat ke 90,107 dari level sebelumnya di posisi 89,887.
Kurs yen turun tipis ke posisi ke 109,78 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,5.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melandai ke posisi $0,7721 dari sebelumnya di $0,772.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona pelemahan setelah sempat menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Kamis (3/6) pagi waktu setempat. Kontras dengan yang terjadi di pasar saham Asia Pasifik.
Indeks DAX (Jerman) -0,20% pada level 15.571.
Indeks FTSE (Inggris) -0,31% di posisi 7.086.
Indeks CAC (Perancis) -0,03% ke level 6.519.

Minyak
Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan sesi sore hari Kamis (3/6) di pasar komoditas Asia seiring ekspektasi penguatan demand di akhir tahun ini, khususnya di USA, Eropa dan China. Pada saat yang sama, produsen utama mempertahankan disiplin suplai.
Minyak WTI naik 34 sen per barel ke harga USD69,17 per barel. Minyak Brent menguat 40 sen ke harga USD71,75 per barel. (pkl 06.35 GMT)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)
Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author