Bursa Sore: Market Asia Tersendat Setelah GDP Australia Dirilis, IHSG Masih Melesat

Bursa Sore: Market Asia Tersendat Setelah GDP Australia Dirilis, IHSG Masih Melesat

Posted by Written on 02 June 2021


Ipotnews IHSG bergerak melesat jauh dari zona pelemahan hingga akhir perdagangan hari Rabu (2/5). Indeks di pasar saham domestik menguat 1,41 persen (+84 poin) ke level 6.031.

Indeks LQ45 +1,75% ke 904.

Indeks IDX30 +1,76% ke 483.

Indeks IDX80 +1,99% ke 129.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,74% ke 577.

Indeks Kompas100 +1,67% ke 1.133.

Indeks Sri Kehati +1,29% ke 347.

Indeks SMInfra18 +3,61% ke 308.

Saham Paling Aktif: BBKPBBRIBABPBEBSADROTLKMBCAP

Saham Top Gainers LQ45: MNCNITMGTBIGPGASWIKASMGRPTBA

Saham Top Losers LQ45: KLBF

Nilai transaksi Rp14,78 triliun. Volume perdagangan sebanyak 205,85 juta lot saham. Investor asing net buy Rp507,43 miliar.

Nilai tukar rupiah stagnan ke level Rp14.280 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Langkah Market Asia tersendat pada finis perdagangan hari Rabu (2/6). Market Asia bergerak bervariatif setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Australia kuartal pertama lebih tinggi dari perkiraan.

Pasar saham global juga bertahan stabil seiring data menunjukkan aktivitas manufaktur USA bulan Mei menguat. Hal ini menghibur investor yang memburu sinyal rebound lanjutan di USA.

Investor juga akan mencermati data lapangan kerja USA yang akan dirilis pada Jumat mendatang sebagai indikasi rencana kebijakan the Fed dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

GDP Australia naik 1,8 persen di kuartal pertama tahun ini, jauh di atas perkiraan para analis sebesar 1,5 persen. "Dengan pertumbuhan sebesar 1,8 persen di kuartal pertama, ekonomi Australia telah pulih di atas level pra pandemi dan telah tumbuh 1,1 persen sepanjang tahun," kata Michael Smedes, Kepala Biro Statistik Australia seperti dikutip CNBC.

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke level 1,6181 persen dari level sehari sebelumnya di 1,615 persen. Sedangkan yang bertenor 2 tahun naik menjadi 0,1505 persen dari sebelumnya 0,147 persen.

Pasar saham Jepang bergerak naik saat akhir sesi. Indeks Nikkei 225 naik 0,46 persen ke 28.946 dan Indeks Topix mendaki 0,84 persen di level 1.942. Adapun Indeks Kospi di market Korsel naik 0,1 persen menjadi 3.224 saat akhir sesi.

Tetapi Indeks Hang Seng di Hong Kong dalam tekanan, turun 0,6 persen. Begitu pula dengan Indeks Shanghai Composite turun 0,76 persen menjadi 3.597 dan Indeks Shenzhen Component melemah 1,176 persen di posisi 14.857.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) merosot 0,35 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 merayap naik 1,05 persen ke 7.217.
Indeks dolar AS merosot ke 89,987 dari level sebelumnya di posisi 89,857.
Kurs yen melemah tipis ke posisi ke 109,76 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 109,6.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melaju naik ke posisi $0,7734 dari sebelumnya di $0,772.

Bursa Eropa
Market saham Eropa diperkirakan memulai trading dengan kehati-hatian pada perdagangan hari Rabu (2/6), melepaskan diri dari sentimen kelesuan yang terlihat di pasar global lainnya.
Indeks DAX (Jerman) +0,33% pada level 15.619.
Indeks FTSE (Inggris) +0,54% ke posisi 7.118.
Indeks CAC (Perancis) +0,42% di level 6.516.

Minyak
Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (2/6) di pasar komoditas Asia. OPEC plus dan aliansinya memperkirakan pasar minyak global akan ketat dan kesepakatan sanksi nuklir dengan Iran masih dalam pembahasan.
Minyak WTI naik USD1,40 per barel ke harga USD67,72 per barel. Minyak Brent bertambah 93 sen ke harga USD70,25 per barel.
(cnbc/idx//bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author