Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpotensi Naik Terbatas

Posted by Written on 02 June 2021


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (2/6), dibuka cenderung menguat berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa yang sedikit mereda pada penutupan Wall Street. Indeks MSCI Asia-Pasifik ex-Jepang dibuka menguat 0,18%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,64% jelang rilis data PDB kuartal pertama negara itu yang diprediksi menguat ditopang kenaikan harga komoditas. Indeks berlanjut melaju 0,68% (48,30 poin) ke level 7.190,90 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,36%, dan berlanjut meningkat 0,46% menjadi 3.236,75.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang sedikit menguat 0,08% (22,63 poin) di posisi 28.836,97, setelah dibuka cenderung mendatar di level 28.815, Topix naik 0,49%. Saham Toyota dan Honda melaju 0,72% dan 3,8%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,18% (-53,36 poin) di posisi 29.414,64 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat tipis 0,04% di level 3,626,33.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah mengakhiri sesi perdagangan Senin lalu dengan melonjak 1,7% ke level 5.974. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 3,14% ke level USD22,03.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan penguatan berusaha menembus level 6.000, namun rawan terkoreksi. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan potensi penguatan terbatas rawan terkoreksi untuk membentuk wave C di skenario merah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya indeks di bursa Wall Street seiring optimisme proses pemulihan ekonomi diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, batu bara, serta optimisme investor akan proses pemulihan ekonomi di dalam negeri - seiring meningkatnya PMI Manufaktur Mei pada level 55,3 dari sebelumnya 54,6 -diprediksi akan menjadi tambahan sentimen positif.

Investor juga akan mencermati data inflasi bulan Mei yang menurut konsensus akan naik 4.67% (sebelumnya 1.42%). IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,910 dan  resistance  di level 5,990. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ADRO (Buy). Support: Rp1,170, Resist: Rp1,210, ASII (Buy). Support: Rp5,150, Resist: Rp5,350, 

    TOWR (Buy). Support: Rp1,150, Resist: Rp1,200, MAIN (Buy on Weakness). Support: Rp850, Resist: Rp880.

  • ETF: XIJI (Buy). Support: Rp572, Resist: Rp586, XIXI (Buy). Support: Rp313, Resist: Rp323, 

    XPES (Buy). Support: Rp355, Resist: Rp365.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup cenderung  flat,  optimisme tentang pembukaan kembali ekonomi dibayangi kecemasan tentang tekanan inflasi. Investor memulai pekan pertama Juni dengan nada yang tinggi karena kasus Covid terus menurun dan vaksinasi meningkat di Amerika. Lebih dari setengah populasi Amerika telah menerima setidaknya satu dosis vaksinasi Covid. Investor terus mengkhawatirkan potensi pergerakan inflasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti - meningkat 3,1% (yoy) pada April lalu.

Saham teknologi berguguran mengimbangi kenaikan di sektor energi, material, dan keuangan. Microsoft -0,9%, Adobe -1,7% dan Apple -0,26%. Saham perjalanan dan perhotelan melaju. American Airlines dan United Airlines melonjak 1,7% dan 2,2%. Rata-rata penumpang AS mencapai 1,78 juta orang dari Jumat hingga Senin, enam kali di atas volume satu tahun lalu. Boeing melesat 3,1%, Carnival Corp dan Norwegian Cruise Line Holdings melejit 2% dan 2,7%. Sepanjang Mei Dow Jones dan S&P 500 naik 1,93% dan 0,55%. Nasdaq melambung 2,06% pekan lalu namun anjlok 1,53% sepanjang Mei.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,13% (45,86 poin) menjadi 34.575,31.

  • S&P 500 turun tipis 0,05% (-2,07 poin) di posisi 4.202,04.

  • Nasdaq Composite melemah 0,09% (-12,26 poin) di level 13.736,48.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melaju pesat, setelah mencatat kenaikan bulan keempat berturut-turut. Optimisme prospek pemulihan ekonomi Eropa terus mendorong pasar dalam beberapa bulan terakhir. Indeks PMI manufaktur final zona euro periode Mei versi IHS Markit mencapai rekor tertinggi 63,1, naik dari 62,9 di April, dan melampaui perkiraan awal 62,8. Aktivitas pabrik di Inggris naik menjadi 65,6 pada Mei, dari 60,9 di April. Lonjakan pesanan baru mendorong kebangkitan industri negara itu.

Indeks STOXX 600 meningkat 0,75% (3,34 poin) ke level 450,10, dipimpin lonjakan harga saham sumber daya dasar sebesar 2,9%. Komisi Eropa mengusulkan agar wisatawan yang sudah divaksinasi harus dibebaskan dari pengujian wajib atau tindakan karantina saat bepergian di antara negara-negara Uni Eropa, mendesak pelonggaran progresif pembatasan perjalanan untuk mengakomodasi peningkatan inokulasi Covid-19. Penyedia jasa pemesanan perjalanan Inggris, Trainline, melejit 6,6%. Perusahaan telekomunikasi Luksemburg, SES, anjlok 5,7%.

  • DAX 30 Jerman melaju 0,95% (146,23 poin) ke level 15.567,36.

  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,82% (57,85 poin) ke posisi 7.080,46.

  • CAC 40 Prancis naik 0,66% (42,23 poin) menjadi 6.489,40.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Rilis data manufaktur AS menunjukkan kenaikan aktivitas yang lebih kuat dari ekspektasi, bahkan ketika kekurangan tenaga kerja dan bahan baku membebani produksi. Rilis indeks aktivitas manufaktur AS periode Mei dari Institute for Supply Management (ISM) meningkat, karena permintaan yang terpendam di tengah pembukaan kembali ekonomi mendorong pesanan.

ISM mengatakan potensi pertumbuhan manufaktur terus terhambat oleh ketidakhadiran pekerja dan penutupan sementara di tengah kekurangan suku cadang dan tenaga kerja. Poundsterling meningkat karena pernyataan Bank of England, pekan lalu, yang menekankan kenaikan suku bunga tahun depan atau lebih cepat. Mata uang terkait komoditas umumnya lebih kuat di tengah kenaikan harga minyak.Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,35% menjadi 89,822.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency1.22150.0002+0.02%7:16 PM
Euro (EUR-USD)1.22150.0002+0.02%7:16 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.41520.0002+0.01%7:16 PM
Yen (USD-JPY)109.47-0.01-0.01%7:16 PM
Yuan (USD-CNY)6.38130.0112+0.18%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,280.00-5.00-0.04%5/31/2021

Sumber : Bloomberg.com, 1/6 /2021 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges dini hari tadi ditutup menguat. Brent diperdagangkan pada level tertinggi sejak Maret, di tengah ekspektasi meningkatnya permintaan bahan bakar selama  driving season  musim panas di AS.  Kenaikan harga  juga didorong oleh data China yang menunjukkan aktivitas pabrik tumbuh dengan laju tercepat pada periode Mei.

Permintaan bensin AS, Minggu lalu, bertepatan dengan  long weekend  Memorial Day, melonjak 9,6% di atas rata-rata empat hari Minggu sebelumnya, tertinggi sejak musim panas 2019. Jajak pendapat Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS merosot 2,1 juta barel pekan lalu Kenaikan harga minyak tertahan oleh kecenderungan   OPEC + untuk bersepakat melanjutkan pelonggaran pembatasan pasokan secara perlahan, menyeimbangkan ekspektasi pemulihan permintaan terhadap kemungkinan peningkatan output Iran.

  • Harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus, naik 93 sen (1,3%) menjadi USD70,25 per barel.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Juli, melonjak USD1,40 (2,1%) menjadi USD67,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari berakhir melemah, terpukul oleh rilis data manufaktur AS yang kuat dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi. Analis mengatakan emas mengalami kemunduran kecil karena ekuitas AS terus menguat, imbal hasil obligasi mulai naik karena data manufaktur yang lebih baik. Investor mungkin berpikir bahwa The Fed akan mengurangi kebijakan lebih cepat dari yang diantisipasi.

Pelemahan indeks Dolar AS, membantu menahan harga emas dari tekanan penurunan. Investor menunggu data ekonomi Amerika, dengan acara utamanya adalah angka penggajian yang akan dirilis pada Jumat. Harga logam berharga lainnya; perak turun 0,3% menjadi USD27,97 per ounce, paladium melonjak 1,1% menjadi USD2.860,16 per ounce, sementara platinum naik 0,8% menjadi USD1.195,90 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.902,05 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS sedikit berubah di posisi USD1.905 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author