Bursa Sore: Ekspektasi Pemulihan Global Jaga Reli Market Asia, IHSG Mendaki Kuat

Bursa Sore: Ekspektasi Pemulihan Global Jaga Reli Market Asia, IHSG Mendaki Kuat

Posted by Written on 31 May 2021


Ipotnews IHSG menanjak kuat saat akhir perdagangan hari Senin (31/5). Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 dan Indeks IDX30 bergerak menguat signifikan. Indeks saham domestik melaju kencang sebesar 1,69 persen (+98 poin) ke level 5.947.

Indeks LQ45 +2,54% ke 888.

Indeks IDX30 +2,65% ke 474.

Indeks IDX80 +2,38% ke 126.

Jakarta Islamic Indes (JII) +2,44% ke 567.

Indeks Kompas100 +2,15% ke 1.114.

Indeks Sri Kehati +2,46% ke 343.

Indeks SMInfra18 +2,98% ke 297.

Saham Paling Aktif: BEKSFRENBGTGBEBSARTOEXCLBBCA

Saham Top Gainers LQ45: BTPSTBIGTLKMBBRITPIAEXCLSMRA

Saham Top Losers LQ45: ITMGHMSPANTMPGASMNCN, JPFA

Nilai transaksi Rp13,49 triliun. Volume perdagangan sebanyak 221,32 juta lot saham. Investor asing net buy Rp748,36 miliar.

Nilai tukar rupiah menguat 0,04 persen ke level Rp14.280 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Market Asia mencoba memperpanjang reli pada perdagangan hari Senin (31/5) seiring ekspektasi data lapangan kerja USA menguat di periode Mei sehingga menjaga pemulihan ekonomi global berada pada jalurnya.

Indeks saham blue chip di market China turun 0,4 persen karena survei menunjukkan perlambatan aktivitas pabrik tetapi terjadi penguatan di sektor perusahaan jasa.

Analis JP Morgan Asset Management Patrik Schowitz menilai pasar berupaya mencari katalis dalam menghadapi ketidakpastian kaitan antara inflasi yang sangat ditakuti dan pemulihan pertumbuhan yang sangat diharapkan.

Pada pekan ini, data nonfarm payroll di USA yang akan dirilis pada Jumat diperkirakan sebanyak 650.000. Namun masih terdapat ketidakpastian karena di periode April terjadi kenaikan yang sangat lemah, hanya sebanyak 266.000. Terendah sepanjang masa.

"Pasar tenaga kerja dianggap masih jauh dari pemulihan," kata analis dari NatWest, Kevin Cummins. Menurutnya data tersebut tidak mungkin meyakinkan Chairman the Fed Jerome Powell bahwa terjadi penguatan di sektor tersebut telah cukup substansial untuk mengurangi kebijakan stimulus.

Pasar saham China bergerak naik. Indeks Shanghai Composite naik 0,41 persen ke 3.615 dan Indeks Shenzhen Component menguat 0,966 persen ke 14.996. Adapun Indeks Hang Seng (Hong Kong) jatuh 0,2 persen.

Data yang dirilis menunjukkan Indeks Manufaktur di China periode Mei berada di level 51,0 sedikit lebih rendah dari perkiraan sebesar 51,1. Data tersebut juga sedikit lambat dibanding bulan sebelumnya yang berada di posisi 51,1.
Sementara itu pasar saham Jepang bergerak dalam tekanan di akhir sesi. Indeks Nikkei 225 turun 0,99 persen ke 28.860. Indeks Topix tergelincir 1,26 persen di level 1.922. Data penjualan ritel di Jepang periode April naik 12 persen, mengacu rilis yang dikeluarkan pemerintah Jepang awal pekan ini. Angka ini jauh dibawah perkiraan naik sebesar 15,3 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) naik 0,76 persen. Indeks Kospi (Korsel) menguat 0,48 persen ke level 3.203. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 turun 0,25 persen ke posisi 7.161.
Indeks dolar AS flat ke 90,07 dari level sebelumnya di 90,3.
Kurs yen menguat ke posisi ke 109,72 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,773 dari sebelumnya di $0,776.

Minyak
Harga minyak naik di perdagangan sesi sore pada hari Senin (31/5), didukung oleh prospek pertumbuhan permintaan bahan bakar di kuartal berikutnya, sementara investor menantikan pertemuan OPEC + minggu ini untuk melihat bagaimana produsen akan merespons.
Minyak mentah berjangka Brent naik 50 sen, atau 0,7 persen menjadi USD 69,22 per barel (0614 GMT) setelah menetap di level tertinggi dalam dua tahun pada hari Jumat. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD 66,87 per barel, naik 55 sen, atau 0,8%.

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author