Bursa Siang: Beban Risiko Inflasi Membuat Asia Tergelincir, IHSG Mendaki Naik

Bursa Siang: Beban Risiko Inflasi Membuat Asia Tergelincir, IHSG Mendaki Naik

Posted by Written on 31 May 2021


Ipotnews IHSG menanjak naik saat akhir sesi I pada perdagangan hari Senin (31/5). Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 bergerak menguat signifikan. Indeks saham domestik menguat 0,81 persen (+47 poin) ke level 5.895.

Indeks LQ45 +1,63% ke 880.

Indeks IDX30 +1,67% ke 470.

Indeks IDX80 +1,51% ke 125.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,06% ke 559.

Indeks Kompas100 +1,33% ke 1.105.

Indeks Sri Kehati +1,45% ke 339.

Indeks SMInfra18 +1,99% ke 294.

Saham Paling Aktif: BABPBBRIBGTGBEBSBFINFRENEXCL

Saham Top Gainers LQ45: TBIGEXCLBTPSTKIMMDKABBRIBBNI

Saham Top Losers LQ45: HMSPUNVRITMGTOWRSMGRKLBFMNCN

Nilai transaksi Rp7,76 triliun. Volume perdagangan sebanyak 126,43 juta lot saham. Investor asing net buy Rp265,69 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,02 persen ke level Rp14.288 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Gerak market Asia melemah pada perdagangan sesi siang hari Senin (31/5). Para investor terus memantau beban risiko inflasi serta daya kuat pemulihan ekonomi.

Sebagian besar indeks utama di pasar Asia di antaranya Jepang, Hong Kong serta china tergelincir seiring aktivitas industri manufaktur menunjukkan momentum pemulihan ekonomi telah mencapai puncak.

Yield US Treasury bergerak di bawah level 1,60 persen. Sedangkan di Asia tidak terdapat perdagangan surat utang di tengah suasana libur di USA dan Inggris.

Pergerakan pasar Asia siang ini di sela kondisi pasar global masih berada di level rekor, terdongkrak pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung serta suntikan stimulus fiskal. Reli di pasar saham sejauh ini mengatasi kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat memaksa penurunan dukungan kebijakan bank sentral lebih awal dari perkiraan.

Tetapi investor tetap sensitif terhadap risiko dan data non farm payroll di USA pekan ini dapat menganggu pasar jka itu mengubah persepsi tentang kekuatan rebound.

"Pembuat kebijakan telah berkomitmen untuk menerima kenaikan inflasi, gejolak inflasi yang melonjak serta ketiak itu terjadi pelaku pasar melihat inflasi bergerak lebih tinggi secara struktural," kata Mixo Das, analis dari JP Morgan Asia. Menurutnya situasi pasar saat ini belum tercermin pada harga.

Pasar saham China bervariasi. Indeks Shanghai Composite turun 0,2 persen dan Indeks Shenzhen Component menguat 0,351 persen. Adapun Indeks Hang Seng (Hong Kong) jatuh 0,5 persen.

Data yang dirilis menunjukkan Indeks Manufaktur di China periode Mei berada di level 51,0 sedikit lebih rendah dari perkiraan sebesar 51,1. Data tersebut juga sedikit lambat dibanding bulan sebelumnya yang berada di posisi 51,1.
Sementara itu pasar saham Jepang bergerak dalam tekanan. Indeks Nikkei 225 turun 1,11 persen dan Indeks Topix tergelincir 1,22 persen. Data penjualan ritel di Jepang periode April naik 12 persen, mengacu rilis yang dikeluarkan pemerintah Jepang awal pekan ini. Angka ini jauh dibawah perkiraan naik sebesar 15,3 persen.
Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) naik 0,36 persen. Indeks Kospi (Korsel) turun tipis. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 turun 0,1 persen.
Indeks dolar AS melaju tipis ke 90,013 dari level sebelumnya di 90,3.
Kurs yen menguat ke posisi ke 109,68 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,7722 dari sebelumnya di $0,776.

Minyak
Harga minyak bergerak ke arah zona hijau pada perdagangan sesi pagi hari Senin (31/5) di pasar komoditas Asia. Pelaku pasar fokus pada meeting OPEC plus untuk menentukan kebijakan suplai awal pekan ini dan berbagai pernyataan tentang prospek kembalinya ekspor minyak.
Minyak WTI naik 0,7 persen per barel ke harga USD66,76 per barel. Minyak Brent bertambah 0,6 persen ke harga USD69,14 per barel. (pkl 12.06 PM wkt Singapura)

(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author